
Eylaria mengikuti arah yang ditunjuk oleh Nicolas, matanya bertemu pandang dengan sosok pria yang ia cari sedari tadi. Itu Arlo, dengan setelan jasnya yang lengkap berwarna biru navy, tampak sangat tampan dan gagah.
Meskipun di hadapan mereka ada seorang pria berumur yang sedang berbincang dengannya dan Megan, Arlo sama sekali tidak mengalihkan perhatiannya dari Eylaria.
Ia sudah melihat Eylaria dan Nicolas sejak mereka memasuki ballroom dan berhasil mencuri perhatiannya. Terusan berwarna putih berenda dan off shoulder, menampilkan bahu putih dan leher jenjang milik Eylaria, berhasil membuat Arlo kepanasan untuk tak sabar menghampirinya.
“Mereka sedang mendekati Mr. William, Paman Shaun. Untuk bekerjasama dengan kita.” Jelas Nicolas tanpa Eylaria bertanya.
“Owhh…,” Jawab Eylaria singkat.
“Siapa dia Nicolas?” Seru sebuah suara yang tak asing menghampiri mereka, siapa lagi jika bukan Arlo.
“Kau tak mengenalnya?” Tanya Nicolas meladeni. Eylaria memutar bola matanya dengan malas.
“Entahlah, aku hanya mendapatkan wanita cantik ini dari sebuah butik…,” Jawab Nicolas terkekeh.
“Boleh aku berkenalan, wanita cantik?” Tanya Arlo yang sudah duduk di kursi samping Eylaria.
“Anda sangat tampan dan menarik, tapi maaf, saya tidak tertarik berkenalan dengan anda…,” Jawab Eylaria sok mahal.
Tangan Arlo menyelip dan merangkul pinggang Eylaria dengan tiba-tiba, membuat tubuh mereka berjarak sangat dekat.
“Kau sedang bermain denganku?” Bisik Arlo tampak gemas.
“Tidak…, cepat lepaskan… Acara akan dimulai…,” Tegur Eylaria dengan panik, dan lagi MC mengatakan akan segera memulai acara itu.
Arlo tersenyum usil, senang menggodai Eylaria yang tersipu malu. Nicolas dan Megan hanya berpura-pura tidak melihat mereka.
Acara ulang tahun itu dimulai dengan pembukaan kata sambutan dari Mr. Becker yang berulang tahun. Riuh tepuk tangan menyambut pria itu saat naik ke atas panggung setelah MC mempersilahkannya.
“Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan yang selalu melindungi dan memberkati saya hingga masih berdiri dan diberikan nafas kehidupan sekian lama. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan semua, yang sudah meluangkan waktu untuk hadir pada perayaan ulang tahun saya ini.” Mr. Becker memberi jeda sebelum melanjutkan.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seorang wanita yang sudah menghadiahi saya gelang giok ini…,” Mr. Becker menunjukkan gelang yang terpakai di tangan kanannya.
“Seperti yang dia katakan, ini bukanlah barang asli, saya pun tidak peduli. Tapi saya tersentuh, terkesan dengan niatnya. Ia menghormati saya sebagai seorang orang tua, bukan menghormati status saya sebagai pengusaha.” Eylaria terharu karena Mr. Becker sedang menghargai pemberiannya.
“Terima kasih Eylaria, anda sudah memberikan saya kado yang sangat bermakna hari ini, memperlakukan saya sebagai orang tua yang sekarang lebih membutuhkan kehangatan daripada materi.” Lanjut Mr. Becker menatap haru pada Eylaria yang duduk tak jauh dari panggung.
Arlo menarik tangan Eylaria untuk berdiri, dengan canggung Eylaria pun berdiri dan menunduk dengan sopan pada Mr. Becker. Semua bertepuk tangan menyambut ketulusan kedua orang itu.
“Kau keren…,” Nicolas mengancungkan kedua jempolnya pada Eylaria.
“Aku sungguh malu, kenapa kau menyuruhku berdiri…,” Omel Eylaria menepuk bahu Arlo.
“Tidak sopan jika kau tidak berdiri, apalagi Mr. Becker terang-terangan menyebut namamu…,” Jawab Arlo tersenyum bangga.
Waktu sudah menunjukkan pukul 20.00, acara makan malam sudah usai dan beralih ke acara santai, para tamu saling berbincang sembari meminum minuman yang tersedia.
“Permisi…,” Mr. Shaun menyapa di sela Arlo dan Eylaria yang sedang berdiri bersama Nicolas dan Megan.
“Ya?” Tanya Mr. Arlo.
“Maaf, mengganggu waktunya sebentar…,” Izin Mr. Shaun dengan ramah, tapi matanya tidak teralihkan pada Eylaria yang menatap kebingungan di sana, tidak yakin jika Mr. Shaun berbicara dengannya.
“Saya pribadi, ingin mengucapkan terima kasih pada Eylaria. Papa sangat senang, mendapatkan hadiah kecil dari mu. Saat ini, perusahaan kami sedang mengembangkan proyek baru, dan kami berniat bekerjasama dengan perusahaan kalian.” Jelas Mr. Shaun membuat mereka berempat yang mendengarnya ternganga kaget.
“Dan Paman saya, Mr. William, mengatakan hal yang sama, dia juga berkenan bekerjasama dengan Mr. Arlo.”
“Wahh, tentu saja kami menyambutnya dengan senang hati Mr. Shaun…,” Jawab Arlo mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Mr. Shaun.
“Terima kasih…,” Ucap Eylaria turut senang bisa memberikan dampak baik pada perusahaannya.
“Dan, jika berkenan, saya ingin mengundang Eylaria makan malam bersama besok.”
“Ahh tidak usah… Anda tidak usah repot-repot.” Tolak Eylaria dengan sopan.
“Anggap saja untuk membalas ketulusan hati anda…,” Bujuk Shaun tidak menyerah.
Wajah Arlo tampak mengeras, Shaun sedang mencoba mendekati Eylaria? Yang benar saja! Nicolas dan Megan saling melirik melihat Arlo yang tampak mulai kesal.
“Tidak usah, anda tidak perlu repot-repot untuk membalasnya, saya dengan senang hati dan tulus menghadiahi Mr. Becker. Lagipula, itu adalah hal kecil yang bermakna. Melihat Mr. Becker menyukainya, saya sudah sangat tersanjung…,” Jawab Eylaria dengan sopan.
“Jika begitu anda masih menolak, bagaimana jika saya mengajak anda makan malam untuk mengenal anda?” Tanya Shaun tanpa ragu.
“Maksud anda?” Tanya Eylaria takut salah memahami.
“Jujur saya tertarik dengan anda dan ingin berkenalan lebih dekat.” Jawab Shaun tanpa ragu. Eylaria tertegun dengan kejujuran Mr. Shaun, pria itu berwajah manis dan berusia sekitar 35 tahun.
“Seper…,”
“Maaf Mr. Shaun, tawaran kerjasama anda tentu saja kami menerimanya dengan senang hati, tapi ajakan makan malam anda pada Eylaria, kami jelas menolaknya. Eylaria sudah punya tunangan dan akan segera menikah.” Potong Arlo dengan cepat.
“Oh ya? Tidak apa. Aku sudah menebaknya, wanita sesepecial ini, tidak mungkin masih single… Aku yang seharusnya meminta maaf karena sudah lancang…,” Jawab Mr. Shaun dengan wajah sedikit kecewa.
“Apa-apaan kau?” Omel Eylaria pada Arlo setelah Mr. Shaun pergi.
“Kenapa? Kau kecewa menolak ajakan makan malamnya?” Tanya Arlo tanpa rasa
“Bukan seperti itu…, tapi kau bisa menolaknya secara halus kan?” Protes Eylaria.
“Apa aku tadi kurang halus menolaknya?”
“Tentu, tadi kau terlalu berterus terang, bagaimana kalau dia sakit hati?”
Wajah Arlo menunjukkan tidak suka, tidak suka Eylaria membela Shaun.
“Nicolas, Megan, kami balik dulu…,” Ujar Arlo lalu segera menarik tangan Eylaria untuk pergi dari sana.
“Okee…,” Jawab Nicolas dan Megan mengganggukkan kepala mereka, tidak ingin ikut campur permasalahan dua sejoli itu.
“Mau ke mana kita? Kenapa mendadak pulang?” Tanya Eylaria yang protes tangannya ditarik paksa oleh Arlo.
Arlo tidak menjawab, ia hanya menarik Eylaria menuju parkiran di mana mobilnya terparkir.
“Masuk…,” Perintah Arlo saat membuka pintu mobil. Eylaria yang tahu Arlo sedang marah, terpaksa menurut. Tapi ia tidak mengerti kenapa Arlo harus bersikap marah padanya.
“Kenapa kau marah?” Tanya Eylaria mulai kesal karena Arlo tampak seenaknya.
“Kau bertanya kenapa aku marah?”
“Dari tadi kau bersikap seenaknya… Kalau bukan marah apa namanya?” Tegur Eylaria kesal.
Arlo menghela nafas kasar, meredakan emosinya yang memang sedang mengebu-gebu, tapi ia juga tidak ingin ribut dengan Eylaria, apalagi membuat wanita itu menangis dan sedih.
“Bisa-bisanya tadi kau mengomeli ku hanya karena aku menolak Shaun… Apa kau sungguh ingin makan malam dengannya?” Tanya Arlo dengan lembut, sudah menurunkan emosinya. Eylaria menggelengkan kepalanya.
“Lalu?” Tanya Arlo dengan sabar.
“Tapi aku tidak enak hati, kenapa kau harus bilang aku sudah punya tunangan dan akan segera menikah? Bukankah kau bisa mengizinkanku untuk menjawabnya sendiri meskipun aku juga pasti menolaknya? Tadi rasanya tidak sopan, kau berbohong padanya…,” Jawab Eylaria mengutarakan pendapatnya.
Arlo menatap lembut pada wanita di sampingnya, ada rasa bersalah dalam hatinya.
“Baiklah, maafkan aku, oke? Aku hanya tidak suka ia ingin mendekatimu…, sorry, okee??” Arlo mengulurkan tangannya, merangkul bahu Eylaria dan memeluknya. Eylaria tidak langsung menyetujui, ia masih merasa kesal pada Arlo.
“Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau akan datang malam ini?” Tanya Arlo di sela pelukannya.
“Kau sendiri menyuruh ku memberitahu Nicolas dan bukankah sudah ada Megan yang menemanimu?” Jawab Eylaria sedikit ketus dan cuek.
“Apa kau cemburu?” Tanya Arlo yang merasakan kejengkelan Eylaria pada dirinya.
“Tidak...,” Jawab Eylaria dengan cepat.
“Heiii…, aku rasa kau cemburu.” Goda Arlo lagi.
“Tidak! Lagipula kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita sama-sama berhak memilih pasangan hidup kita.” Jawab Eylaria tanpa sadar menaikkan nada suaranya.
“Hmm, engg…, Kau yakin kita tidak ada hubungan apa-apa?” Tanya Arlo berdesis di telinga Eylaria.
“Engggg…,” Jawab Eylaria mengganggukkan kepalanya tanpa menatap Arlo.
Arlo mengusap pipi wanita manis di hadapannya. Pipi itu bersemu merah dan terasa sedikit panas, Arlo tersenyum lepas, melihat Eylaria tampak cemburu, begitu lucu.
Eylaria tidak berani menatap wajah Arlo, ia terlalu malu menunjukkan rasa cemburunya. Ia merasa seluruh tubuhnya menjadi kaku saat pria itu menyentuhnya, ada sensasi yang lain saat bersama dengan Arlo.
“Seharusnya aku sudah mendekatimu saat permainan Truth or Dare waktu itu Ey....”
“Apa kau sudah lama menyukaiku?” Tanya Eylaria penasaran.
“Yah, bahkan aku rasa, aku sudah menyukaimu sejak pertama kita bertemu. Rasanya ada sesuatu yang terus menarik ku untuk selalu memperhatikanmu.” Jawab Arlo dengan jujur dan tanpa ragu.
“Benarkah? Kenapa aku tidak merasakannya?” Goda Eylaria sok jual mahal.
“Kau tidak merasakannya?”
“Engg…,”
“Baiklah, kau ingin merasakannya lagi?” Goda Arlo mendekatkan tubuhnya ke arah Eylaria dengan wajah menggoda.
“Tidakkkkk…,” Eylaria yang mengerti maksud Arlo segera mendorong pria itu untuk kembali ke kursi kemudinya.
“Jangan main-main, ayo pulangg…,” Seru Eylaria, Arlo tersenyum senang melihat wanita itu tersipu.
.
.
.
.
.
To Be Continue~