Accidently Fall In Love

Accidently Fall In Love
Ep. 17 : Pengakuan



Cup…


Eylaria tersentak mundur karena Arlo tiba-tiba mengecup bibirnya. Wajah kaget tak bisa ia sembunyikan.


“Lain kali, jangan menggigit bibirmu…,” Tegur Arlo mulai melembut.


“Apa kau selalu seenaknya begitu? Mencium setiap wanita yang ingin kau cium dan mempermainkan mereka sesuka hatimu?” Tanya Eylaria kesal, ia marah.


“Jika kau ingin mempermainkan dan mencium wanita mana saja, cari yang lain. Aku tidak sudi menemanimu bermain…,”


“Huffff…. Kenapa aku bisa menyukai wanita berpikiran sempit sepertimu?” Keluh kesah Arlo.


Eylaria menatap Arlo dengan wajah kesal kebingungan, yang justru membuat Arlo merasa gemas melihatnya.


“Arrghhhh… Aku tak tahan…,” Geram Arlo frustasi, membuka kancing di kedua lengan kemejanya dan menggelungnya ke atas.


“Apa?” Tanya Eylaria semakin bingung.


Arlo menghampiri Eylaria dengan langkah besar, membuatnya melangkah mundur hingga sudah mentok dengan meja kerjanya. Arlo memanfaatkan kesempatan, dengan cepat ia menghimpit Eylaria, mengurungnya dengan kedua tangan sebagai batas menahan di atas meja.


“Kaaa…kauuu mau apa?” Tanya Eylaria dengan nada bergetar, jantungnya berdegup kencang tak karuan.


“Jadilah kekasihku Ey…,”


Eylaria melongo menatap Arlo, sedang bicara apa bossnya ini?


“Kau salah makan obat? Atau kau sedang sakit? Minggirlah…,” Tanya Eylaria sambil berusaha mendorong Arlo untuk membiarkan dia pergi dari sana.


Arlo malah semakin menipiskan jarak di antara mereka, hanya menyisakan jarak 1 cm.


“Jadilah kekasih ku Ey…,” Ulang Arlo lagi sambil berbisik di sekitar telinga Eylaria.


“Kenapa aku harus menjadi kekasihmu?” Tanya Eylaria bingung.


“Karena aku menyukaimu…”


Cup…


Arlo mencuri mengecup bibir Eylaria dengan cepat.


“Kenapa kau menyukaiku? Itu tidak mungkin…,” Ucap Eylaria kekeh dan melotot pada Arlo karena sudah menciumnya.


Cup…


Lagi, Arlo mencuri mengecup bibirnya.


“Kenapa tidak mungkin?” Bisik Arlo membuat sekujur tubuh Eylaria meremang.


“Karena kau tidak mungkin sungguh-sungguh menyukaiku… Aku tidak cantik dan tidak berkualitas menjadi pacarmu…”


Arlo terkekeh, menertawakan pendapat Eylaria.


“Kau hanya tidak percaya diri.”


Cup…


Cup…


“Arloooo, hentikan!” Bentak Eylaria yang kesal terus dicium tanpa izin meski sebenarnya hati dan tubuhnya menginginkannya.


“Jadi kau menyuruhku keluar agar bisa menggodanya?” Tegur Nicolas tiba-tiba membuka pintu dan masuk.


Eylaria menelan ludahnya, wajahnya memerah karena malu, posisinya dengan Arlo saat ini sangat dekat dan intim, tapi berbeda dengan pria di depannya, Arlo sama sekali tidak bergeming dari posisinya, hanya menolehkan kepalanya melihat Nicolas.


“Siapa yang menyuruhmu masuk? Kau tidak lihat, aku sedang menyelesaikan masalah?” Tanya Arlo dingin.


“Menyelesaikan masalah? Atau mengamankan singa?” Tanya Nicolas tersenyum geli. Arlo mendesis geram mendengarnya.


“Keluarlah…,” Perintah Arlo.


“Aku tadinya juga tidak ingin masuk, tapi aku hanya ingin memberi bukti pada Nicole…,” Jawab Nicolas sambil menunjukkan handphone yang sedang ia pegang terpampang wajah Nicole.


“Astagaaa…,” Eylaria menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


“Yeahhh, jadi kalian sudah jadian?” Teriak Nicole yang melihat dengan jelas posisi Arlo dan Eylaria sangat dekat dari kamera panggilan video.


“Kau menebaknya?” Jawab Arlo tersenyum licik.


“Hey, apaan? Kapan aku menyetujuinya?” Protes Eylaria.


Cup…


“Segera…,” Jawab Arlo tersenyum dengan percaya diri. Eylaria melotot melihat kepercayaan diri Arlo, yakin sekali dia kalau Eylaria akan menerimanya.


“Haishhh…, aku tidak tahan melihat kemesraan ini. Aku sudahi panggilan telfonnya ya, aku harus segera keluar dari ruangan ini sebelum Singa mengaum…” Seru Nicolas dan disambut tawa oleh Nicole.


Arlo mendelik mendengar Nicolas terus meledekinya ‘singa’. Nicolas pun segera kabur dari ruang kerja Eylaria, menyisakan wanita itu dengan bossnya.


“Awas…,” Kesal Eylaria mendorong tubuh Arlo agar membiarkannya pergi.


“Tidak mau…,” Jawab Arlo dengan gampang menarik tangan Eylaria dan kembali ke posisi mereka tadi.


“Apa?” Wajah Eylaria menatap galak.


“Aku sedang mengamati wajah cantik calon kekasihku…,” Jawab Arlo tersenyum menggoda.


Senyum Arlo yang menggoda, tentu saja membuat hati Eylaria semakin tidak karuan.


“Siapa yang mau menjadi kekasihmu?” Tanya Eylaria jutek.


“Kau tidak mau?” Tanya Arlo sedikit kecewa, karena sedari tadi Eylaria menolaknya. Apa benar wanita itu sama sekali tidak tertarik padanya? Arlo menjadi pesimis.


“Bisa kita bicara serius?” Tanya Eylaria menatap dengan tegas.


“Tentu…,” Jawab Arlo kemudian menegakkan tubuhnya. Eylaria segera menyingkir dari sana dan memilih duduk di kursi kerjanya.


“Aku tidak suka kau bercanda seperti tadi…” Ucap Eylaria dengan suara tegas memperingatkan.


“Aku tidak bercanda.”


“Heh! Kau pikir aku percaya?”


“Apa alasan kau tidak percaya aku menyukaimu?” Tanya Arlo terang-terangan.


“Yahh…, wanita sepertiku tidak akan mungkin menarik perhatianmu. Dan lagi, selama ini kita tidak pernah melakukan pendekatan yang menunjukkan ketertarikan satu sama lain…,”


“Aku hanya mengikuti hatiku, mataku pun tidak bisa teralih darimu.”


“Gombal!” Sergah Eylaria.


“Serius! Aku sudah mendekatimu selama ini, aku bahkan sudah membawa kau bertemu dengan keluarga dan teman ku kan.”


“Itu kebetulan kita berada di lokasi yang sama. Bukan niatmu memperkenalkan, dan kau juga tidak bilang apa-apa…,” Seru Eylaria kesal, ia merasa Arlo tidak jelas.


“Jadi, kau tidak mau jadi kekasihku?”


“Hei, bicara seperti ini saja kita ribut, bagaimana menjadi kekasih?” Tanya Eylaria geram.


“Tentu berbeda, saat menjadi kekasih, tentu kita akan menjadi mesra…,” Jawab Arlo tersenyum mengedipkan mata.


“Haissshhh, pergi sana. Aku mau kerja.” Usir Eylaria tidak tahan, ia merasa semakin berada di dekat pria itu semakin berbahaya terpincut dengan rayuannya.


“Gak jadi resign kan sayang?” Tanya Arlo menggoda, mendapat pelototan mata tajam dari Eylaria.


“Kau gilaaaa… Pergi sana, pergi, pergi…,” Usir Eylaria mendorong Arlo ke pintu keluar. Arlo tertawa geli, meskipun Eylaria belum menyetujui menjadi kekasihnya, tapi ia bahagia karena bisa mendekati wanita itu secara terbuka, dan ia yakin bisa menaklukan hati Eylaria, hanya perlu sedikit waktu saja.


Sekembalinya Arlo ke ruangannya, sudah ada Megan yang duduk menunggu di sofa ruang kerjanya.


“Dari mana saja kau? Sepertinya sangat senang?” Tanya Megan saat melihat Arlo masuk dengan tersenyum-senyum.


“Tidak, hanya ada hal yang lucu…,” Jawabnya asal.


“Ada apa?” Tanya Arlo kembali ke mode kerjanya.


Megan berdiri dan menghampirinya, menyodorkan sebuah undangan dari kolega mereka.


“Undangan dari Mr. Shaun Becker, perayaan ulang tahun ayahnya yang ke 68 tahun.”


“Kau pergi saja dengan Nicolas…,” Jawab Arlo.


“Nicolas akan hadir, dan kau juga HARUS hadir. Kita dapat 2 undangan VIP dengan total kapasitas 4 orang.”


“Hmm…,” Arlo terlihat berpikir sejenak.


“Mereka kolega dan investor lama kita, tidak sopan jika kau tidak hadir. Dan lagi di sana ada paman Shaun, Mr. William, bukannya kau mengincarnya untuk menjadi investormu?”


“Itu dulu, tapi tidak salah kita dekati lagi. Baiklah, kapan acaranya?”


“Sabtu malam, di Hotel SUN.”


“Oke…,” Seru Arlo sambil menerima undangan yang disodorkan Megan.


Eylaria mengecek handphonenya yang sedari tadi bergetar, banyak pesan masuk dari Nicole, sahabatnya itu sibuk membahas bagaimana hubungannya dengan Arlo. Eylaria langsung menekan tombol menghubungi.


“So, kalian udah jadian?? Yeeee, traktirannnn,” Teriak Nicole saat menerima panggilan itu.


“Please Nicoleee, kami tidak jadian…,”


“Loe gak usah boong deh, tadi ngapain kalian deket-deket?” Selidik Nicole.


“Ada salah paham, oke?”


“Apa?? Sejak bekerja di sana loe jadi jarang ngobrol sama gue, tau-taunya udah nempel aja kalian, pantesan loe gak mau lagi nyari gue…,” Protes Nicole pura-pura sedih.


“Please, no drama oke…,” Jawab Eylaria tidak ingin menanggapi. Ia pun bingung apa yang harus ia ceritakan pada Nicole, terlebih lagi bingung dengan kejelasan dirinya dan Arlo. Apa benar pria itu menyukai dirinya?


.


.


.


.


.


To Be Continue~