
Keesokan harinya,,
Sang ayah sudah dibuat marah pagi-pagi sekali oleh sang putra satu-satunya itu, iya segera menuju kamar sang putra dan mengetuk pintu kamarnya dengan keras
Tok... Tok... Tok...
" Reno buka " ucap sang ayah dengan wajah marahnya ketika ditelepon tentang kelakuan sang putranya
" Reno buka pintunya atau ayah dobrak " ucapnya Marah-marah sang ayah didepan pintu kamarnya
Sedangkan Reno terbangun dan melihat jam disampingnya, masih pagi tapi sudah ada keributan. Iya segera membuka pintunya dan dilihatnya sang ayah menatap wajahnya tajam
Plak,,
" Apa yang kamu lakukan pada cinta sehingga Pa Wira marah " bentak sang ayah
" Pagi-pagi begini membahas ini " batin Reno kesal
" Jawab " bentak sang ayah
" Apa sih ayah pagi-pagi begini sudah marah-marah, tanya saja pada Cinta kalau ayah tidak tahu " ucap Reno dengan wajah sinis ya
Plak,,
" Tampak aku, tampar terus ayah.. jika itu membuat Aya bahagia tampar " ucap Reno mulai marah
" Kamu memang pantas dapatkan itu, anak tidak tahu diri, cinta bilang kamu sering ke club kan Bahkan kamu kemarin mengajaknya ke club " ucap Sang Ayah
" Bukannya ayah lebih tau jika aku sering ke club bahkan ayah suka menyuruh bodyguard ayah untuk menyeret ku pulang " ucap Reno
" Sialan, kenapa kamu tunjukan sikap buruk mu pada Cinta " bentak sang ayah
" Agar Dia tidak kaget jika aku sudah menikah denganya dan aku menghabiskan malam-malam ku di club " ucapnya
" Dasar anak kurang ajar, kapan kamu bisa berubah, untuk acara pertunangan mu akan ayah majukan menjadi tiga hari lagi " ucap Sang ayah
" Sial, bukanya batalin pertunangan malah dia majuin pertunangan dasar cinta lihat saja aku akan membalasku " batin Reno
" Terserah, toh ayah selalu memaksakan kehendak " ucapnya menutup pintu kamarnya dan menguncinya
Sedangkan diluar sang ayah masih marah sekali dengan sikap Reno. Iya segera kembali keruang makan dan meredakan amarahnya
.
...****************...
.
Namun Reno kini sedang mandi iya mengguyur kepalanya di Shower agar amarahnya mereda. Setelah selesai iya segera mengambil pakaiannya namu iya kaget ketika Nesa ada disana
" Kamu bikin kaget saja seperti hantu tau " ceplos Reno
" Kalau aku hantu apa kamu akan takut padaku " tanya Nesa
" Mungkin, masa iya ada hantu semanis kamu " ucap Reno sambil tersenyum
" Apa yang kamu lakukan hingga membuat ayah marah " tanya Nesa
" Aku mau membuat cinta membatalkan pertunangan ku denganya, eh dia malah membuatku harus bertunangan dengan tiga hari lagi " ucap Reno kesal
" Apa yang membuatmu membencinya " tanya Nesa
" Dari dulu cinta memang menyukaiku dari dulu bahkan semenjak kita kuliah bersama namun aku tidak sedikit pun menyukainya " ucap Reno
" Kalau denganku bagaimana " goda Nesa
" Aku orang yang tidak mudah jatuh cinta " ucap Reno padanya
" Ngomong-ngomong kamu kenapa kesini pagi-pagi apa ada yang terjadi " tanya Reno
" Aku mau jujur sama kamu " ucap Nesa dengan wajah pucatnya
" Tapi kamu jangan menghindari aku " ucap Reno
" Mungkin.. " ucapnya penasaran
" Sebenarnya aku ada Arwah yang gentayangan " ucap Nesa
" Hahaha kamu bisa saja membuatku tertawa " ucap Reno
" Aku serius " ucapnya Nesa dengan wajah memelas
" Kamu ga pantes jadi arwah, kamu itu terlalu manis dan cantik kalau jadi arwah " ucap Reno masih tertawa
" Reno kamu harus percaya padaku " ucapnya Nesa
" Aku sudah terlambat mau kekantor kamu jangan ngajak aku bercanda terus " ucap Reno memakai pakaiannya masuk kedalam kamar mandinya
Setelah selesai iya masih melihat Nesa duduk ditepi ranjang dengan wajah sedihnya.
" Aku mau pergi dulu kekantor " pamit Reno
" Reno kamu ga percaya padaku " ucap Nesa dengan nada sedih
" Mungkin untuk sekarang belum " ucapnya meninggalkan kamarnya dan pergi keruang makan untuk memulai sarapannya
.
...****************...
.
Seperti biasa mereka makan malam bersama, Reno menikmati Roti yang sudah dibuatkan oleh sang ibu dan hendak meminum susunya namu iya kaget ketika Nesa ada disampingnya
" Kalau sarapan begini mungkin enak " ucap Nesa mengagetkan Reno
Uhuk.. uhuk... Reno jelas saja langsung tersedak
" Sayang kamu kenapa nak " ucap sang ibu
" Em.. tidak Bu " ucapnya sambil tersenyum
" Tuh kan bahkan orang tuamu tidak melihatku " ucap Nesa
" Apa betul Nesa adalah arwah " batin Reno ragu
" Kalau mereka melihat aku mungkin kamu akan ditampar lagi sama ayahmu karena kamu membawa wanita lain kerumahmu " ucap Nesa
" Benar juga katanya, tapi masa iya Nesa adalah Arwah " batin Reno
" Reno " panggil sang ayah
" Iya ayah " ucap Reno menoleh pada sang ayah
" Kamu dengar baik-baik tiga hari lagi acara pertunangan mu, kamu jangan sampai membuat rencananya gagal atau pun berulah " ucap sang ayah
" Em.. " ucap Reno malas membahas hal itu
" Kamu harus bersikap baik sama cinta " ucap sang ayah
" Kalau itu Reno ga bisa janji, Reno sudah selesai Sarapannya.. Reno pamit " ucap Reno menyalami kedua orangtuanya dan pergi dari sana
" Anak itu selalu saja pergi seenaknya, dia keras kepala sekali " ucap Jonatan
" Mas sudah lah... percuma kamu keras pada dia " ucap Sang istri
" bingung dengan sikapnya aku harus bagaimana lagi " ucap sang ayah heran
" Semoga saja setelah menikah dengan cinta iya akan berubah " ucap sang istri
" Semoga saja kalaupun dia tidak berubah aku yang akan membuatnya berubah " ucap sang suami