
Reno dan Reyan segera masuk kedalam ruangan Meting tiba-tiba handphonnya Reno berbunyi, dilihatnya sang ayah menelepon, iya segera mematikan teleponnya.
" Pasti cinta ngadu macem-macem sama Ayah " batin Reno kesal
" Sepertinya Tuan Reno wajahnya tampak kesal " batin Reyan
Mereka segera memulai Meetingnya, mereka membahas berbagai penjualan produk yang akhir-akhir ini mengalami pasang surut, Setelah satu jam berlalu barulah mereka selesai. Mereka kini dipersilahkan untuk istirahat dan makan siang.
" Metingnya saya tutup, Saya minta pada kalian untuk bekerja lebih semangat dan giat lagi lagi agar penjualan kita naik terus" ucap Reno pada semua karyawannya
" Baik Tuan " ucap Mereka
" Kalau begitu kalian boleh keluar dari ruangan ini " ucap Reno
Mereka satu persatu pun keluar dari ruangan ini, Reno pun segera pergi keruangannya
" Reyan " panggil Reno
" Iya Tuan " jawab Reyan
" Belikan aku makanan dan taruh dimeja kerjaku " ucap Reno
" Tuan mau di belikan saya apa " tanya Reno dengan sopan
" Terserah kamu, kamu kan tau makanan kesukaan ku " cibir Reno
" Baik Tuan " ucapnya gugup
" Dan satu lagi, Saya mau beristirahat diruangan saya, jangan biarkan seseorang masuk keruangan saya tertawa Cinta " ucap Reno dengan memberikan tatapan tajamnya
" Baik Tuan " ucap Reyan
" Kalau ada yang mencari saya bilang saya pergi entah kemana, sekalipun yang telepon adalah ayah saya " ucapnya Reno
" Baik Tuan " ucap Reyan
Reno sudah sampai diruanganya, sedangkan Reyan segera membelikan apa yang diperintahkan sang majikan.
Didalam Ruangannya iya melihat Nesa sedang terbaring tidur diskusi, Reno yang melihat hal itu di buat heran
" Katanya Arwah tapi ko bisa tidur juga " ucap Reno dengan suara pelan
" Aku sebaiknya pindahkan dia kedalam ruangan rahasiaku " ucap Reno sambil tersenyum
" Tunggu sebentar bukanya arwah itu tidak bisa di sentuh oleh manusia lalu bagaimana aku memindahkanya " ucap Reno kebingungan sendiri
" Tapi ga ada salahnya aku coba, siapa tau aku bisa menggendongnya " ucap Reno segera mendekati Nesa dan melihat wajahnya lebih dekat
Iya mencoba untuk mengangkat badan Nesa dan tenyata iya bisa menyentuhnya, ada heran yang iya rasakan.
" Katanya Arwah tapi ko bisa aku angkat " batin Reno
" Arwah juga kan dulunya manusia biasa " ucap Nesa bangun dan mengagetkan Reno, dengan refleks iya melepaskan gendongan Nesa dan akhirnya Nesa terjatuh ke lantai
" AW... " ucap Nesa dengan wajah kesalnya
" Aku heran kamu arwah tapi bisa merasakan sakit segala " ucap Reno pada Nesa
" Ya seperti yang tadi aku bilang " ucap Nesa sambil tersenyum
" Terserahlah " ucap Reno kesal
" Ngomong-ngomong kita dimana " tanya Nesa
" Ini ruangan rahasia aku " ucap Reno
" Kamu mau ngapa-ngapain aku " ucap Nesa kaget
" Terus " ucap Nesa masih bingung
" Tadi kamu tidur, aku juga mau tidur kepalaku pusing " ucapnya Reno sambil membaringkan tubuhnya diranjang empuk yang ada diruangan itu
" Apa karena cinta " tanya Nesa
" Ya benar, cinta membuatku sangat gila.. dia selalu saja memaksakan kehendaknya " ucap Reno
" Tapi aku heran juga sih sama kamu, kenapa kamu ga suka sama cinta, dia orangnya baik " ucap Nesa
" Entahlah aku orangnya ga mudah jatuh cinta, cuman aku dulu pernah suka sama seseorang wanita tapi sejak kita lulus sekolah menengah pertama, aku sudah tidak tahu lagi dia dimana " ucap Reno
" Wah kita sama, aku juga dulu naksir sama lelaki yang paling tampan di sekolahku tapi sayang dia Kaka kelasku " ucap Nesa sambil tersenyum-senyum
" Kamu ko bisa jadi Arwah " tanya Reno Penasaran
" Aku menolong pacarku yang akan tertabrak mobil tapi malah aku yang tertabrak mobil " ucap Nesa dengan wajah sedihnya
" Kamu bodoh, mengorbankan dirimu hanya untuk pacarmu " ucap Reno kesal
" Aku tidak punya siap-siap didunia ini, Ibuku meninggal setelah melahirkan aku dan ayahku meninggal dua tahun lalu, aku tinggal dengan ibu tiri aku yang baik " ucapnya Nesa sambil tersenyum
" Terus kenapa kamu malah ngikutin aku bukanya pacar kamu saja " ucap Reno
" Aku juga maunya begitu, tapi entah mengapa Tuhan malah mengirimkan aku padamu " ucap Nesa heran
" Aku jadi penasaran sama pacarmu " ucapnya Reno
" Kamu harus bantu aku menemui pacarku " ucap Nesa sambil tersenyum
" Ish apa hubungannya denganku " ucap Reno heran
" Ayolah Reno please ya " ucap Nesa dengan memasang wajah memelas
" Ga mau " ucap Reno
" Please Reno kali ini aja.. " ucap Nesa sambil tersenyum senang
" Baik tapi untuk kali ini saja " ucap Reno dengan wajah kesalnya
" Terima kasih " ucap Nesa sambil tersenyum
" Memangnya apa yang akan kamu lalukan pada pacarmu " ucap Reno
" Aku hanya ingin melihatnya untuk terakhir kalinya, kamu tau umurku mungkin sebentar lagi " ucap Nesa dengan wajah sedih
" Tunggu bukanya kamu arwah " tanya Reno semakin heran
" Aku belum meninggal, aku sedang koma.. aku diberikan waktu untuk memberikan salam perpisahan untuk orang yang aku sayangi " ucap Nesa
" Kamu pasti akan sembuh " ucap Reno
" Entahlah, aku sudah pasrah " ucap Nesa
" Kamu kasih tau kamu dirawat dimana, biar aku berikan pengobatan terbaik " ucap Reno
" Aku juga ga tau " ucap Nesa
" Kamu sebutkan nama pacar kamu siapa biar aku yang cari informasi pada Reyan tentang pacar Kamu, dan kita akan segera menemuinya " ucap Reno dengan bersemangat
" Namanya Putra Pratama, aku menyebutnya dengan sebutan Putra " ucap Nesa
" Baiklah aku akan segera memberitahukan pada Reyan agar dapat informasi tentangnya " ucap Reno
" Terima kasih Reno " ucap Nesa