30 Days With Shadow Lover

30 Days With Shadow Lover
Episode 4



Keesokan harinya,,


Reno Sudah bangun dan bersiap-siap untuk pergi kekantornya dengan senyum diwajahnya. Iya segera menuju ruang makan dimana sang ayah dan ibu berada disana.


" Pagi Nak " ucap Sang ibu sambil tersenyum pada Reno


" Pagi Bu.. pagi ayah " ucap Sapa Reno sambil tersenyum ramah


" Tumben kamu senyum... ada apa kamu menang undian atau apa " ucap sang ayah ketus


" Mas.. ga boleh begitu " ucap Sang ibu


" Memangnya ga boleh aku senyum " ucap Reno


" Sudah-sudah, Kamu mau sarapan apa Nak,, biar ibu ambilkan " ucap Sang ibu mengambil piring Reno


" Nasi goreng " ucapnya dan sang ibu pun langsung mengambilkan nasi goreng sesuai dengan yang diinginkan sang Putra kesayangannya


" Ini Nak, habiskan ya " ucap sang ibu sambil tersenyum senang karena iya sangat senang hari ini Reno terlihat ceria dengan senyum yang mengembang diwajahnya


Merekapun makan tanpa sepatah kata, dengan saling diam dan menikmati sarapannya, setelah selesai Reno pun segera pamit pada kedua orangtuanya.


" Ayah... ibu Reno pamit " ucapnya mencium tangan keduanya dan memeluk sang ibu


" Hati-hati dijalan nak " ucap Sang ibu membalas pelukan Reno


" Iya bu " ucapnya sambil tersenyum dan melepaskan pelukan sang ibu


" Kelakuanmu seperti anak manja saja,, Langsung pulang jangan kelayaban terus " ucap sang ayah ketus


" Iya ayah " ucap Reno langsung pergi meninggalkan mansionnya, iya segera mengambil salah satu mobil sport seperti biasanya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi


Sesampainya dikantor Reno segera masuk kedalam ruangan ya dan duduk dikursi kesayangannya.


Tok... Tok... Tok...


" Masuk "


Ceklek,,


" Maf Tuan Apakah anda mau Kopi " tawarkan Reyan.


" Boleh " ucapnya Reno sambil tersenyum


" Ada apa dengan Tuan Reno, tidak biasanya iya tersenyum " batin Reyan


" Reyan " panggil Reno


" Iya.. Tuan.. " ucapnya gugup


" Kenapa masih disini... apa ada yang mau dibicarakan lagi " tanya Reno padanya


" Tidak.. tuan.. permisi " jawabnya langsung pergi dari ruangan itu dan segera menyiapkan kopi untuk sang majikan


" Apa aku tadi tidak salah lihat, Tuan Reno ko bisa senyum-senyum seperti orang yang sedang bahagia " batin Reyan


Setelah selesai membuatkan kopi iya segera mengantarkan Kopi Tersebut pada sang majikan


Tok... Tok.. Tok...


" Masuk "


Ceklek,,


" Tuan saya bawakan Kopi untuk anda "


" Simpan disini " ucap Reno meyuruh Reyan meletakan kopinya diatas meja kerjanya


" Tuan... saya permisi " ucap Reyan


" Tunggu " ucap Reno menghentikan langkah Reyan


" Ada yang bisa saya bantu " tanya Reyan


" Saya Kewalahan Tuan.. Tuan terlalu banyak menyuguhkan wanita penghibur itu,, " ucap Reyan


" Setidaknya Kau sudah puas, jadi jika aku suruh lembur hari ini Kau siap " ucap Reno dengan santainya


" Baik Tuan saya akan lembur hari ini " ucapnya Reyan


" Reyan apa Kamu punya kenalan ustad yang suaranya bagus " ucap Reno dengan wajah serius


" Saya tidak tahu Tuan.. memangnya ada apa Tuan " ucapnya Reyan heran


" Aku mau belajar mengaji " ucap Reno membuat sang asisten kaget dan tak percaya


" Apa Tuan Yakin " ucapnya kaget dan heran


" Apa wajah saya kelihatan jika saya bercanda " ucapnya Reno


" Sepertinya tidak Tuan " ucapnya Reyan gugup


" Atau gini saja, saya minta tolong padamu mencarikan saya Ustad dengan suara yang merdu sekali.. bisa " ucap Reno pada Reyan


" Saya usahakan Tuan " ucap Reyan mulai bingung


" Bagus.. kalau sudah dapat cepat kasih tau saya " ucap Reno sambil tersenyum


" Baik Tuan " ucap Reyan menuruti semua perkataan sang majikan dan segera pergi dari sana


Reno segera melanjutkan pekerjaannya kembali sementara Reyan diluar merasa sangat heran dengan perubahan sikap sang majikan.


" Tuan Reno sebenarnya kenapa ya.. Ko aku merasa dia sangat aneh.. guru ngaji yang suaranya merdu mana aku tahu.. yang aku tau nama-nama Club dan bar yang terkenal dikota ini " ucap Reyan sendiri


Iya pun langsung mencari informasi tentang apa yang diinginkan sang majikan di internet dan satu persatu mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran dan iya seleksi satu persatu


.


...****************...


.


Sedangkan ditempat lain Pa Jonatan dan Pa Wira sedang bertelepon dan membicarakan perjodohan anak mereka yaitu antara Reno dan cinta


Tut... Tut... Tut..


" Selamat Siang Tuan Jonatan " ucap Pa wira


" Jiang juga Pa Wira.. ada apa nih tumben telepon " ucap Pa Jonatan


" Saya mau menyampaikan jika nanti malam saya mengundang Tuan Jonatan sekeluarga untuk makan malam bersama keluarga saya .. " ucap Pa Wira


" Wah, tumben pa Wira.. dalam rangka apa " tanya Pa Jonatan


" Dalam rangka untuk mempererat silaturahmi dan untuk lebih mendekatkan Reno dan cinta.. " ucap Pa Wira


" Wah Bagus itu " ucap Jonatan


" Iya Tuan, apalagi kemarin cinta cerita jika Reno dingin sekali padanya " ucap Pa Wira membuat Jonatan kesal pada sang putranya


" Kalau masalah kemarin, saya sudah bicara pada Reno.. mungkin dia sedang banyak pekerjaan dan juga banyak masalah... mohon dimaafkan ya Pa Wira " ucap Jonatan


" Tuan Jonatan tenang saja.. saya dan cinta sudah memaafkan masalah itu,, maka dari itu saya ingin cinta dan Reno lebih dekat " ucapnya


" Saya setuju Pa .. nanti malam saya akan Kesana " ucap Jonatan


" Terimakasih Tuan " ucap Pa Wira


" Sama-sama " ucap Jonatan menutup teleponnya


" Sialan,, Reno... kenapa kamu selalu buat ayah kesal dan marah " batin Jonatan


Bersambung.....