30 Days With Shadow Lover

30 Days With Shadow Lover
Episode 1



Reno sedang disebuah bar yang terkenal dikotanya, Semua wanita mengelilingi Rena karena Rena sangat tampan dan mempesona apalagi dengan jas yang iya miliki membuat semua beranggapan jika Reno memang benar-benar orang kaya.


Reno sengaja menyewa privat Room untuk iya bisa bersenang-senang dengan wanita penghibur meskipun iya tak meniduri mereka, iya hanya ingin bersenang-senang saja.


" Hai ganteng " ucap salah satu wanita penghibur dibar itu


" Halo ganteng " ucap lima wanita penghibur pun menghampiri Reno


Dengan Senyum yang menggoda membuat sang penghibur pun semakin lengket padanya.


" Puaskan aku " ucap Reno


Keenam wanita penghibur itu dengan sigap mau melayani Reno, bahkan mereka berani telanjang dihadapannya agar Reno mau menyentuhnya


" Kurang menggoda " ucapnya memandang rendah para wanita penghibur itu


Namun tiba-tiba sepuluh bodyguard suruhan sang ayah menghampiri Reno.


" Ada apa kalian kemari " tanya Reno


" Maf Tuan Muda, Tuan Jonatan menyuruh kami untuk membawa anda pulang ke Mansion sekarang " ucap Salah satu bodyguard


" Ini baru jam dua belas malam.. kenapa menyuruhku untuk pulang " tanyanya


" Saya kurang tahu " ucap salah satu bodyguard itu


" Hey girls.. puaskan mereka semua.. aku akan bayar kalian dua kali lipat " ucapnya


" Baiklah Tuan " ucap Mereka


" Kalian nikmati saja hiburannya.. Aku akan segera pulang " ucap Reno


" Tapi Tuan, Saya harus... " ucapnya terpotong


" Sudah jangan membantah aku sudah mengerti.. Aku pulang sekarang .. kamu puas " ucapnya langsung pergi dari sana


" Bagaimana ini " ucap Bodyguard yang lainnya


" Kita nikmati ini saja dulu.. Tuan Reno pasti pulang " ucap Salah satu Bodyguard


Dan benar saja, sepuluh bodyguard itu menikmati hidangan yang disuguhkan sang penghibur, mereka menikmati malamnya sangat indah apalagi mereka melakukannya bergantian.


Sedangkan Reno sudah berada dimansion sang ayah. iya segera menuju kamarnya namun sang ayah menghentikan langkahnya


" Reno " panggil sang ayah


" Ada apa ayah " ucapnya ketus


" Dari mana saja kamu " ucap sang ayah


" Bukan urusan ayah " ucapnya wajah ketus seakan-akan tidak memperdulikan sang ayah, iya segera melangkah menuju kamarnya


" Reno.. dengarkan ayah.. berubah lah.. apa kamu tidak bosan setiap malam kelayapan ke bar dan ayah harus menyeret mu pulang dengan sepuluh bodyguard " bentak sang ayah sambil wajahnya marah


" Aku muak dengan semua ini, salah jika aku ingin bersenang-senang dengan mereka di bar " ucap Reno


" Kamu.. " ucap sang Ayah kesal


" Sudah lah Mas.. jangan marahin Reno " ucap Sang Ibu


" Ini karena Kamu selalu manjain Reno selama ini, iya jadi anak pembangkang " ucap sang ayah melampiaskan kemarahannya kepada sang istri


" Aku begini karena ayah.. jangan pernah salahkan ibu " ucapnya pergi dari sana


" Reno... Reno... ayah belum selesai bicara " ucap sang ayah tambah kesal


Sedangkan didalam kamarnya iya mengambil Bir untuk melampiaskan kemarahannya, Iya duduk ditepi jendela sambil meneguk Birnya


Satu botol Bir iya habiskan membuat kepalanya sakit, karena memang iya ya pandai meminum bir dibanding anggur merah.


" Aduh kepala ku sakit " ucapnya memegang kepalanya dengan kedua tangganya


Tiba-tiba seseorang datang menghampirinya dan membuatnya kaget


" Makanya kamu jangan mabuk-mabukan itu ga baik untuk kesehatan kamu " ucapnya


" Siapa kamu " ucapnya kaget


" Perkenalkan Aku Nesa " ucapnya sambil tersenyum manis


" Senyumannya manis sekali " batin Reno


" Bagaimana kamu bisa masuk kesini " ucap Reno


" Aku akan selalu datang kekamar mu setiap hari " ucap Nesa


" Dasar wanita gila " ucap Reno melangkah namun iya malah terjatuh


" Makanya kamu jangan hina aku sembarangan kualat kan " ucap Nesa sambil tertawa-tawa


" Kamu jangan teriak-teriak nanti ibuku mendengarnya bisa gawat jika ayahku tau tentangmu " ucap Reno


Tok... Tok... Tok...


Suara ketukan pintu itu membuat Reno kaget dan mencoba menyembunyikan kehadiran Nesa saat itu


" Kamu harus ngumpet " ucap Reno


" Tidak mau.. biar orang Tua mu tau kehadiran ku " jawab Nesa sambil tersenyum


" Aku mohon kamu sembunyi.. bisa gawat kalau mereka tau.. " ucap Reno


" Ok.. tapi ada syaratnya " pinta Nesa


" Apa katakan cepat.. ibuku bisa curiga jika aku buka pintu lama-lama " Reno mulai panik dengan situasi saat ini


" Kamu harus mau jadi temanku " ucap Nesa


" Ok.. aku mau.. sekarang kamu ngumpet sana " ucap Reno mendorong tubuh Nesa agar iya bersembunyi


Reno segera membukakan pintu untuk sang ibu, dengan senyuman iya menenangkan kepanikannya.


" Sayang kamu kenapa tersenyum tidak seperti biasanya " tanya sang ibu merasa heran biasanya jika Reno sudah bertengkar dengan sang ayah pasti seisi kamar akan menjadi kapal pecah namun yang dilihat sang ibu malah terlihat sangat rapi


" Tidak apa-apa bunda.. aku hanya mengantuk " ucapnya bohong untuk pertama kalinya demi melindungi seseorang yang iya baru kenal


" Kalau kamu mau tidur ganti dulu lah bajumu .. lihat masa tidur pakai baju jas seperti ini.. " ucap Sang ibu menasehati sang putra kesayangannya


" Baik Bu " ucapnya berharap sang ibu segera pergi karena iya takut sang ibu mengetahui keberadaan wanita cantik dan manis yang tiba-tiba ada dikamarnya


" Kamu jangan terlalu banyak minum bir.. jaga kesehatan " ucap sang ibu yang dijawab hanya anggukan oleh Reno tanda mengiyakan perkataan sang ibu


" Yasudah ibu pamit.. kamu segera tidur besok kamu harus pergi kekantor " ucap sang ibu sambil memeluk sang putranya


" Maafkan aku Bu untuk pertama kalinya berbohong sama ibu .. aku tidak tahu Nesa itu siapa tapi dia tiba-tiba ada dikamar ku .. jadi aku kaget " batin Reno


Sang Ibu langsung melangkah pergi dari kamar Reno, sedangkan Reno mencari keberadaan Nesa namun iya tak menemukannya.


" Sebenarnya Nesa itu siapa .. kenapa bisa secepat itu perginya " batin Reno


Reno tak ambil pusing, Reno segara mengganti bajunya dan segera membaringkan tubuhnya di kasur empuknya.