
Reno sudah sampai dimansionnya, lalu iya segera menuju kamarnya dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sementara Nesa dia duduk diranjang Reno sambil melamun, ternyata sang adik tidak sebaik yang iya pikir
Setelah selesai dan rapi iya segera menghampiri Nesa yang sedang sedih.
" Kamu kenapa nes " tanya Reno
" Aku hanya kecewa saja " ucap Nesa sambil tersenyum dipaksakan
" Kecewa kenapa " tanya Reno
" Aku kira putra selalu nemenin aku disaat-saat aku terbaring lemah tapi tadi aku melihat dia malah ketawa-ketawa dengan Nadia adikku sendiri " ucap Nesa
" Kamu yang sabar ya " ucap Reno
" Apa ibu tiri ku menyayangi ku " ucap Nesa
" Kamu sudah jangan sedih " ucap Reno langsung memeluk Nesa
" makasih kamu sudah terbangun aku " ucap Nesa
" Kan kita teman " ucap Reno
" Yasudah Kita siap-siap menuju rumahmu " ajak Reno
" Ayo aku sudah kangen kamarku " ucap Nesa sambil tersenyum
" Hapus air matamu " ucap Reno pada Nesa
" Ini sudah " ucap Nesa sambil tersenyum
" yasudah yu kita pergi " ucap Reno
" iya... " ucap Nesa tersenyum
Mereka segera menuju mobil namun tiba-tiba ayah Reno menghampiri mereka
" Reno " panggil sang ayah
" Ada apa Ayah " ucap Reno
" Mau kemana kamu " tanyanya
" Aku mau pergi sebentar, ada urusan " ucap Reno dengan wajah di ginnya
" Sebentar lagi kamu akan tunangan dan kamu malah kelayaban terus " ucap Sang ayah Reno
" Terserah ayah saja " ucap Reno melangkah pergi
" Reno, ayah belum selesai bicara sini kamu " teriakan ayah Reno
Reno langsung masuk kedalam mobilnya bersama dengan Nesa, Reno langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
" Reno apa kamu ga cape berantem terus dengan ayahmu " tanya Nesa
" Seperti itulah ayahku, terkadang aku pun tidak paham dengan cara pikirnya " ucap Reno
" Semoga Kamu nikah dengan Cinta pas aku masih ada disini " ucap Nesa
" Aku yakin kamu pasti sembuh " ucap Reno
" Entahlah, Putra yang jadi semangat aku saja di begitu " ucap Nesa
" Ayo Nesa, kan ada aku disini " ucap Reno
.
...****************...
.
Mereka sudah sampai dirumah Nadia, Reno segera masuk kedalam dan tak lupa memencet bel yang ada disana
Ting.. Tong... Ting... Tong...
Ceklek,,
" Maf anda cari siapa " tanya pembantu disana
" Apakah Nadia ada disalam " tanya Reno
" Mau bertemu Nona Nadia ya, silahkan masuk " ucap sang pembantu menyuruh Reno masuk dan duduk diruang tamu
" Terima kasih " ucap Reno
" Mau minum apa Tuan " tanya sang pembantu
" Tunggu sebentar ya Tuan, saya bikinkan dulu minum dan panggilkan nona nadia " ucap Sang pembantu
" Baik bi " ucap Reno
Sang pembantu pun segera masuk kedalam untuk memanggilkan sang majikan dan membuatkan minum untuk tamunya, sedangkan Nesa melihat-lihat isi rumah itu.
" Aku mau kekamar ku " ucapnya Nesa
" Silahkan " ucap Reno
" Temenin " ucapnya Nesa
" Ga mau ntar ketahuan " ucap Reno
" Ayolah " ucap Nesa
" Tapi.. tapi " ucapnya Reno langsung ditarik oleh Nesa, menuju kekamarnya
Reno dan Nesa sudah berada dikamar Nesa, kamarnya begitu rapi dengan wajah sedih Nesa melihat-lihat seisi ruangan itu
" Masih sama kaya dulu " ucap Nesa sambil tersenyum
" Kamarmu cukup rapi dan nyaman " ucap Reno duduk ditepi ranjang
" Kapan aku kembali lagi ke kamar ini " ucap Nesa
" Sabar ya, setelah aku tau kamu dirawat dimana, aku akan pindahkan ke Singapura kalau perlu agar kamu cepat sembuh " ucap Reno
" Terima kasih ya Reno " ucap Nesa
" Sama-sama " ucap Reno
" Ini Poto siapa " Tanya Reno
" Itu aku waktu kecil " ucap Nesa
" Kamu cantik dan mengemaskan " ucap Reno
" Apa kamu dulu bersekolah di Smp Harapan bangsa " tanya Reno
" Dari mana kamu tau " ucap Nesa
" Jadi kamu.. " ucap Reno belum sempat mengatakan sesuatu pada Nesa malah Nadia teriak-teriak memanggil nama Reno
" Reno... Reno.. " panggil Nadia
" Itu suara ka Nadia " ucap Nesa
" Terus aku harus bagaimana " ucap Reno mulai panik
" Kamu pura-pura saja dari toilet " ucal Nesa sambil tersenyum
" Kamu benar " ucapnya Reno
Reno pun keluar dari kamar Nesa dengan wajah tersenyum, lalu iya segera menghampiri Nadia
" Hai Nadia " ucapnya Reno
" Kamu ngapain dari kamar Ka Nesa " ucap Nadia
" Aku tadi bingung cari toilet jadi aku masuk kesana, aku kira itu kamarmu " ucap Reno
" Itu kamar kakakku, Kakak tiriku " ucap Nadia
" Tapi kamarnya kosong " ucap Reno
" Sebenarnya Dia lagi koma dirumah sakit " ucap Nadia
" Astaga dia kenapa " tanya Reno
" Dia kecelakaan " ucap Nadia
" Terus ibumu pasti menungguinya disana " ucap Reno
" Tidak juga, ngapain, Momi lagi di salon perawatan kulit " ucap Nadia
" Tapi kan dia Kakakmu " ucap Reno
" Hanya kakak tiri " ucap Nadia
" Kalian ko jadi jahat sama aku " ucap Nesa dengan wajah sedihnya
" Kasian juga Nesa " batin Reno
Bersambung...