30 Days With Shadow Lover

30 Days With Shadow Lover
Episode 10



Reno segera masuk kedalam mobilnya dengan perasaan kesal, dilihatnya Nesa sudah duduk disamping tempat duduknya.


" Astaga, kamu selalu saja mengagetkan aku " ucap Reno kesal


" Reno mulai sekarang aku kan mengikuti mu " ucapnya Sambil senyum-senyum


" Terserahlah jika kau tidak ada kerjaan silahkan " ucap Reno


" Mau dia arwah atau tidak, aku senang berada didekatnya " batin Reno


" Entah mengapa aku pun merasakan kenyamanan seperti itu, seperti kita sudah pernah saling mengenal " batin Nesa


" Kita mau kemana Reno " Tanya Nesa


" Kita akan kekantor ku " ucap Reno dengan wajah datarnya


" Kalau dilihat-lihat kamu keren dan ganteng juga " ucap Nesa sambil melihat wajah Reno


sssttttttt


Mobil itu seketika berhenti mendengar apa yang dikatakan Nesa


" Kamu bilang apa " ucap Reno dengan senyum-senyum


" Kamu keren dan ganteng " ucap Nesa


" Terima kasih, itu sudah menjadi melekat padaku dari dulu " ucapnya langsung melajukan mobilnya kembali


" Ish, kamu ya geer sekali " ucap Nesa sambil tertawa-tawa


" Baru kali ini aku melihatmu tertawa " ucap Reno


" Habis kamu lucu " ucapnya Nesa


Reno sudah sampai didepan kantornya iya segera keluar dari mobil dan masuk kedalam menuju Ruangan, sedangkan Nesa membuntutinya dari belakang


Didepan kantornya dilihatnya Reyan sedang ribut dengan seorang wanita. mereka pun segera menghampirinya


" Lepaskan aku " ucap Cinta


" Maf Nona anda tidak bisa masuk sembarangan kedalam ruangan Tuan Reno " ucap Reyan


" Memangnya Kenapa aku calon istrinya " ucap Cinta dengan wajah sinisnya


" Saya belum mendapatkan ijin dari Tuan untuk mempersiapkan Anda masuk " ucap Reyan


" Hey dengar nya aku sama dia mau tunangan tiga hari lagi,, masa aku ga boleh masuk kedalam " ucap Cinta kesal


" Tapi Nona... " ucap Reyan terpotong


" Ada apa ini ribut-ribut " ucap Reno mengagetkan Reyan dan Cinta


" Reno masa aku ga boleh masuk sama Reyan " ucap Cinta dengan tingkah manjanya, sedangkan Nesa tampak memperhatikan wajah Cinta


" Dia cantik dan seksi juga " ucap Nesa mau menyentuh wajah Cinta


" Jangan sentuh " ucap Reno pada Nesa namun karena Reyan dan cinta tidak bisa melihat kehadiran Nesa lalu mereka heran dengan sikap Reno


" Kenapa " tanya Nesa heran


" Pokonya jangan sentuh " ucap Reno kesal


" Sial, aku lupa jika Nesa kan arwah, bisa dianggap gila aku " batin Reno


" Maksudku Reyan jangan sentuh Cinta " ucap Reno mengalihkan pembicaraan


" Akhirnya kamu percaya kalau aku arwah " ucap Nesa sambil tertawa senang


" Diam kamu " ucapnya Reno pada Nesa kembali


" Tuan aku diam ko " ucap Reyan heran


" Bisa benar-benar gila aku dibuatnya Nesa " batin Reno


" Tuan kenapa ya, dia kelihatan kurang sehat " batin Reyan


" Aku merasa Reno hari ini aneh " batin Cinta


" Kamu dipikiran mereka seperti kurang sehat dan aneh " ucap Nesa sambil tersenyum-senyum


" Terserahlah " ucapnya Reno segera menuju ruang kerjanya, seperti biasanya Nesa mengikutinya, sedangkan Cinta juga mengikutinya


" Reno Tinggu " ucap Cinta namun diabaikan oleh Rena


" Reno bikin kesal saja " batin Cinta


Sedangkan Reyan juga ikut masuk kedalam ruangan sang majikan untuk melaporkan agenda hari ini


...****************...


" Em.. tidak Bu " ucapnya sambil tersenyum


" Tuh kan bahkan orang tuamu tidak melihatku " ucap Nesa


" Apa betul Nesa adalah arwah " batin Reno ragu


" Kalau mereka melihat aku mungkin kamu akan ditampar lagi sama ayahmu karena kamu membawa wanita lain kerumahmu " ucap Mesa


" Benar juga katanya, tapi masa iya Nesa adalah Arwah " batin Reno


" Reno " panggil sang ayah


" Iya ayah " ucap Reno menoleh pada sang ayah


" Kamu dengar baik-baik tiga hari lagi acara pertunangan mu, kamu jangan sampai membuat rencananya gagal atau pun berulah " ucap sang ayah


" Em.. " ucap Reno malas membahas hal itu


" Kamu harus bersikap baik sama cinta " ucap sang ayah


" Kalau itu Reno ga bisa janji, Reno sudah selesai sarapanya.. Reno pamit " ucap Reno menyalami kedua orangtuanya dan pergi dari sana


" Anak itu selalu saja pergi seenaknya, dia kerap kepala sekali " ucap Jonatan


" Mas sudah lah... percuma kamu keras pada dia " ucap Sang istri


" bingung dengan sikapnya aku harus bagaimana lahi " ucap sang ayah heran


" Semoga saja setelah menikah dengan cinta iya akan berubah " ucap sang istri


" Semoga saja kalaupun dia tidak berubah aku yang akan membuatnya berubah " ucap sang suami