
Keesokan harinya,,
Resi dah bangun dan bersiap-siap untuk pergi kekantornya. Iya segera menuju ruang makan dimana sang ayah dan ibu berada disana.
" Pagi Nak " ucap Sang ibu sambil tersenyum pada Reno
" Pagi Bu.. pagi ayah " ucap Sapa Reno dengan wajah dinginnya
" Kamu mau sarapan apa biar ibu ambilkan " ucap Sang ibu mengambil piring Reno
" Roti saja " ucapnya singkat, sang ibu pun langsung mengambilkan roti dengan selai coklat kesukaan sang putranya
" Ini Nak, habiskannya " ucap sang ibu sambil tersenyum senang karena Iya sangat menyayangi sang putra kesayangannya itu
Mereka makan tanpa sepatah kata, dengan saling diam dan menikmati sarapannya, setelah selesai Reno pun segera pamit pada kedua orangtuanya.
" Ayah... ibu Reno pamit " ucapnya mencium tangan keduanya
" Hati-hati dijalan nak " ucap Sang ibu sambil memeluk Reno
" Iya bu " ucapnya sambil tersenyum dan membalas pelukan sang ibu
" Langsung pulang jangan kelayaban terus " ucap sang ayah sini
" Em " ucap Reno langsung pergi meninggalkan mansionnya, iya segera mengambil salah satu mobil sport dan melajukannya dengan kecepatan tinggi
Sesampainya dikantor Reno segera masuk kedalam ruangan ya dan duduk dikursi kesayangannya.
Tok... Tok... Tok...
" Masuk "
Ceklek,,
" Maf Tuan diluar ada Nona Cinta " ucap Reyan. Reyan adalah asisten pribadi Reno, iya sudah setahun ini mengabdi pada Reno. iya juga orangnya tak kalah dingin dengan Reno.
" Usir dia.. aku tidak mau bertemu dengan dia " ucapnya Reno dengan wajah datarnya
Kemudian tiba-tiba cinta menerobos pintu ruangan Reno, dilihatnya Reno sedang duduk dikusinya, betapa bahagianya iya ketika melihat Reno karena memang iya sangat mencintai Reno namun Reno tak pernah mencintainya karena hubungan mereka hanya sebatas perjodohan orang tua mereka
" Reno " panggil cinta
" Mau apa kamu datang kemari " ucap Reno dengan wajah datarnya
" Aku.. kangen... lepaskan " ucap Cinta marah ketika iya ingin menghampiri Rena namun malah ditahan tangannya oleh Reyan
" Maaf Nona Tuan Reno tidak mau bertemu dengan anda " ucap Reyan mencengkram tangan Cinta dengan kuat
" AW.. lepaskan aku " ucapnya Cinta meringis kesakitan
" Bawa dia pergi " ucap Reno
" Baik Tuan " ucapnya langsung menyeret cinta dari ruangan Reno, Cinta yang tarik tangannya dengan kuat langsung meringis kesakitan dan menuruti kemauan Reyan
" Berengsek Reyan.. lihat saja pembalasnaku " batin cina kesal dan marah iya pun segera pergi dari kantor itu.
Sedangkan Reno dan Reyan segera melanjutkan pekerjaannya seperti biasanya tanpa ada gangguan dari cinta.
Suara dering handphone milik Reno berdering tanda seseorang menghubunginya, iya melihat dilayar handphonnya muncul nama sang ayah
Kring... kring...
" Pasti wanita itu mengadu pada ayah " Batin Reno
Reno segera mengangkat handphonnya meskipun iya malas namun pasti sang ayah tambah kesal jika iya mengabaikan teleponnya
" Halo " ucap Reno mendengarkan celotehan sang ayah karena iya tadi mengusir cinta dikantornya
" Halo Reno.. apa-apaan kamu mengusir cinta dari kantormu,, apa kamu sudah gila Hah,, " ucap Sang ayah dengan nada tinggi
" Dia terlalu menggangu dan terlalu berisik " ucap Reno dengan santainya menjawab pertanyaan sang ayah
" Cinta itu calon istrimu,, dia sebentar lagi akan menjadi tunanganmu,, kamu harus hormati dia dan sayangi dia " ucapnya sang ayah dengan nada kesal
" Aku ga suka dia " ucap Reno ketus
" Selalu saja begitu.. tak pernah menuruti keinginan ku " batin Reno sedih
" Terserah ayah.. aku ga peduli " ucapnya langsung menutup teleponnya dengan perasaan kesal dan marah
Tok... Tok... Tok...
" Masuk "
Ceklek,,
" Tuan sudah waktunya Meting dengan klien " ucapnya Reyan
" Baik, persiapkan semuanya lima menit lagi kita akan segera pergi " ucapnya Reno dengan wajah dingin
" Baik Tuan " ucap Reyan
Setelah selesai Reyan dan Reno melangkah pergi kerestoran yang sudah di siapkan oleh Reyan untuk Meting dengan klien tersebut
Mereka Meting sampai malam, setelah Meting ya selesai Reyan dan Reno segera pergi dari sana. Reyan berniat mengantarkan sang majikan ke Mansionnya namun sang majikan malah minta diantar ke Apartemennya
" Tuan, mau saya Antarkan ke mansion anda " ucap Reyan
" Jangan, Antarkan saja saya ke apartemen " ucap Reno
" Baik Tuan " ucap Reyan menuruti semua perkataan sang majikan
Sesampainya di apartemen iya menyuruh Reyan untuk menemaninya berdiam di apartemennya, sedangkan iya pergi mandi dan bersiap-siap memakai pakaian casualnya.
Iya pun menghampiri Reyan yang sedang meminum kopi ditengah rumah.
" Tuan, apakah anda mau kopi " tawarkan Reyan pada sang majikan meskipun iya heran dengan penampilan sang majikan yang tidak seperti biasanya " Tuan mau kemana sudah rapi " batin Reyan
" Jika kamu sudah minum kopinya Antarkan saya ke Club " ucap Reno
" Baik Tuan, saya sudah selesai minum kopinya.. mari kita pergi " jawab Reyan gugup
" Ok.. " ucap Reno melangkah pergi dari Apartemennya sedangkan Reyan membuntutinya dari belakang.
Mereka segera naik kedalam mobil dan segera menuju Club yang terkenal dikota ini, Reyan menemani sang majikan karena jika sang majikan mabuk iya bisa melindunginya dari godaan wanita cantik yang menginginkan dan memanfaatkan sang majikan.
Mereka sudah sampai di Club dan segera masuk kedalam, Reyan menyewa privat Room untuk mereka tak lima juga Reno menyewa tujuh wanita penghibur.
Mereka sudah Didalam ruangan, sang wanita penghibur pun melakukan aksinya merayu Reno, mereka bahkan bertelanjang tanpa busana agar membuat Reno terangsang namun Reno masih saja datar, namun yang terangsang malah Reyan
" Sialan wanita-wanita ini.. bikin yang dibawah ini tegang " batin Reyan
Sang wanita penghibur pun bergoyang-godang didepan Reno dan Reyan dengan sangat lincah seakan menggoda hasrat mereka kaum lelaki. Reno mencoba memejamkan matanya namun yang terlintas di pikirannya ada Nesa gadis cantik dan manis yang kemarin malam iya temui didalam kamarnya
" Astaga Nesa.. jangan-jangan dia kelaparan karena seharian ini tidak ada yang memberinya makanan " Batin mulai panik dan menatap Reyan
" Kenapa dengan ekspresi Tuan Rena, kenapa dia terlihat sangat cemas " batin Reyan
" Kalian Layani Reyan ini bayarannya.. aku harus segera pergi " ucap Reno terburu-buru
" Tapi Tuan... " ucapnya Reyan
" Itu bonus untukmu.. Aku pergi dulu " ucap langsung pergi dari ruangan itu dan segera mencari taksi
.
...****************...
.
Iya segera menaiki taksi dan buru-buru pulang ke Mansionnya dengan perasaan cemas dan khawatir, tiga puluh menit kemudian iya sudah sampai dimansionnya dan langsung masuk kedalam
Dilihatnya sang ayah sedang bersantai diruang tv bersama sang ibu, mereka heran karena baru jam sepuluh Reno sudah pulang tidak sepeti biasanya
" Kamu sudah pulang nak " ucapnya sang ibu namun tak didengar oleh Reno, iya segera pergi menuju kamarnya.
Bersambung.....