30 Days With Shadow Lover

30 Days With Shadow Lover
Episode 15



Reno dan putra sudah berada diperusahaan dimana putra bekerja. Iya ingin tau sebenarnya apa yang dikatakan Reyan benar atau tidak.


" Apa ini perusahaan milikmu " tanya Reno


" Betul " ucap Nesa sambil tersenyum


" Aku sudah tidak sabar ingin melihat putra " ucap Nesa


" Tapi sekarang adikmu yang menggantikan posisimu " ucap Reno sambil tersenyum


" Dari mana kamu tahu " ucap Nesa


" Ini, kartu nama yang tadi adikmu berikan " ucap Reno sambil menyerahkan kartu nama itu


" Tidak apa-apa Nadia orangnya baik " ucap Nesa


" Kamu yakin " tanya Reno


" Iya.. dia adikku satu-satunya " ucap Nesa


" Yasudah kita masuk kedalam yu " ajak Reno


" Baiklah " ucap Nesa


Mereka akhirnya masuk kedalam perusahaan tersebut, dilihatnya sudah mulai sepi, karena Reno dan Nesa Kesana ketika karyawan sudah pulang


" Ko sepi ya " ucap Reno pada Nesa


" Iya, tapi biasanya putra sering lembur " ucap Nesa sambil tersenyum


" Kenapa begitu " tanya Reno


" Putra orangnya pekerja keras " ucap Nesa tersenyum


" Kamu Yakin " tanya Reno kembali


" Aku kenal putra sudah lama " ucap Nesa


" Dimana Ruangannya " tanya Reno


" Tuh disana " ucap Nesa


Mereka segera menuju ruangan putra, Reno segera mengetuk pintu ruangan Putra namun tak ada jawaban, iya pun membuka ruangan itu dan benar saja memang tidak ada orang didalam


" Putra tidak ada " ucap Reno Kesal


" Kemana dia " ucap Nesa heran


" Entahlah " ucap Reno


Namun tiba-tiba terdengar suara yang samar-samar sedang tertawa-tawa


" sssttt ada suara orang yang tertawa " ucap Reno


" itu seperti suara Nadia " ucap Nesa


" Tapi disebelah sana suaranya " ucap Reno


" Itu ruanganku dulu " ucap Nesa


" Berarti memang Nadia disana " ucap Reno penasaran


" Ayo kita kesana " ucap Nesa


Merekapun mendekati ruangan Nesa yang sekarang dijadikan ruangan Nadia. diluar terdengar iya tertawa-tawa dengan seorang laki-laki


" Semoga pikiran ku salah, aku seperti mendengar suar putra " batin Reno


" Mungkin kamu salah " ucap Nesa


" Semoga saja " ucap Reno


Ceklek,,


Dan benar saja, didalam ada Nadia dan putra yang sedang suap-suapan makanan, layaknya sepasang kekasih yang sedang melakukan adegan romantis


" Sebenarnya hubungan mereka apa " ucap Nesa heran


" Sudah kuduga " batin Reno


" Kamu ngapain disini " ucap Putra dengan wajah marahnya


" Maf tadi saya ketuk-ketuk pintu namun tak ada jawaban " ucap Reno bohong


" Kamu Reno kan, sini masuk " ucap Nadia senang


" Silahkan duduk " ucapnya Nadia langsung mempersiapkan Reno duduk sedangkan iya segera menghampiri Reno dan menjauhi putra


Sedangkan Nesa menatap wajah putra sampai meneteskan air matanya, iya merasa sakit hati ketika melihat sang kekasih malah tertawa-tawa dengan adiknya.


" Ada apa kamu datang kemari " ucap Nadia


" Aku sebenarnya mau mengajak nona Nadia makan malam, tapi saya pikir kedatangan saya hanya menggangu anda bersama pacar anda " ucapnya Reno


" Tidak, dia bukan pacar aku " ucap Nadia


" Apa anda yakin " ucap Reno dengan wajah herannya


" Nadia... kamu selama ini anggap aku apa " ucapnya Putra marah setelah Nadia bilang kepada Reno bahwa iya bukan pacarnya


" Kamu kekasih kakakku " ucap Nadia sambil tersenyum


" Kamu keterlaluan " ucap putra marah dan meninggalkan ruangan itu


Nesa yang melihat kejadian itu hanya bisa terdiam dengan wajah sedihnya


" Jadi bagaimana apa kita jadi makan malamnya " ucap Nadia


" Jadi... " ucap Reno


" Mau jam berapa " tanya Nadia


" Nanti jam tujuh aku jemput dirumahmu " ucap Reno


" baiklah " ucap Nadia dengan raut wajah senang


" Kalau begitu saya pamit " ucap Reno


" iya silahkan " ucap Nadia


Reno langsung menuntun Nesa pergi dari sana. Mekipun Nesa tidak mau tau Reno terus menarik tangannya


" Lepaskan aku " ucap Nesa dihalaman kantor


" Kita pulang " ucap Reno


" Aku masih mau Disini.. " ucap Nesa sambil menangis


" Kamu akan terluka jika disini terus " ucap Reno


" Apa maksudmu " ucap Nesa heran


" Sudahlah kamu ikut aku saja " ucap Reno


" Jelaskan apa yang terjadi " tanya Nesa sambil meneteskan air matanya


" Aku akan jelaskan tapi tidak disini " ucapnya Reno


" Dimana " ucapnya Nesa


" Kamu ikut denganku dahulu ya " ucap Reno


" ok " ucap Nesa langsung naik kedalam mobil sementara Reno pun masuk kedalam mobil


Reno langsung melajukan mobilnya kesebuah taman, setelah sampai ditaman iya mematikan mesin mobilnya dan mulai bicara pada Nesa


" Sudah kamu jangan menangis " ucap Reno menghapus air matanya


" Aku merasa menjadi orang bodoh selama ini " ucap Nesa


" Kamu tidak bodoh tapi putralah yang berkhianat " ucap Reno


" Maksudnya " ucap Nesa


" Adikmu dan Putra sebenarnya punya hubungan spesial " ucap Reno


" Apa " ucap Nesa kaget


" Aku sebenarnya tidak mau mengatakan ini padamu, takut kamu terluka " ucap Reno


" Aku tidak percaya mereka melakukan itu padaku " ucap Nesa


" Nanti kita kerumah Nadia, disana kamu bisa lihat dikamarnya Nadia " ucap Reno


" Baiklah " ucap Nesa


Reno pun melajukan mobilnya menuju rumahnya untuk bersiap-siap makan malam bersama Nadia


Bersambung...