
Setelah mereka selesai Meting mereka pergi kerumah masing-masing, Reno akan bersiap-siap dahulu makan malam bersama keluarga cinta sedangkan Reyan bersiap-siap merencanakan rencana sesuai yang diminta sang majikan
Reno sudah sampai didepan Mansionnya, iya segera pergi kedalam untuk bersiap-siap makan malam menuruti apa yang diinginkan sang ayah
" Kamu sudah pulang nak " sapa sang ibu
" Iya bu " ucapnya sambil tersenyum pada sang ibu
" Bagus kalau kamu sudah pulang, sekarang kamu mandi dan bersiap-siap, jangan terlambat " ucap sang Ayah dengan wajah sinisnya
" Iya ayh " ucapnya langsung pergi kekamarnya dengan perasaan kesal
Iya memutuskan untuk segera mandi dan membersihkan tubuhnya yang lengket oleh keringat. Setelah mandi iya dibuat kaget oleh kehadiran Nesa,
" Astaga Kau ini mau membuatku jantungan apa " ucap Reno kaget
" Tubuhmu seksi juga " ucap Nesa sambil tersenyum
" Kamu mengintip ya " ucap Reno dengan wajah marah
" Mengintip bagaimana orang dadaku ga kamu tutupi " ucap Nesa melihat tubuh Reno
" Astaga aku lupa hanya menutup bagian bawah tapi tidak menutup bagian dada " batin Reno
" Tumben jam segini pulang mau kemana " tanya Nesa
" Bukan urusanmu.. aku mau kencan dengan wanita.. " ucapnya Reno mencoba menggoda Nesa
" Wanita yang tidak Kau cintai itu " tanya Nesa kembali
" Dari mana dia tau.. " batin Reno heran
" Aku cuma mau bilang kamu jangan ngerjain dia keterlaluan.. dia wanita kasian " ucapnya Nesa mencoba menasehatinya
" Tau apa kamu sama dia, jangan so tahu deh " tanya Reno dengan wajah kesalnya
" Aku memang ga kenal dia, nanti kamu akan menyesal jika terjadi apa-apa yang akan merugikan mu dan membuat ayahmu marah.. lagian yang aku lihat dia baik " ucap Nesa sambil tersenyum
" Entahlah, aku tidak bisa menyukai cinta entah kenapa " batin Reno
" Bukan tidak bisa. kamu belum mencoba membuka hatimu untuk Cinta.. " ucap Nesa
" Lagi-lagi dia tau isi hatiku.. " batin Reno
" Sudah sana siap-siap, berpakaian yang rapi dan sopan.. ingat pulangnya jangan malam-malam kita belajar mengaji dulu " ucap Nesa pada Reno
" Iya-iya bawel " ucap Reno menggambil pakaian dan segera memakainya dikamar mandinya karena takut Nesa mengintip pikirannya
Kini iya sudah rapi dan wangi, Nesa pun menghampirinya
" Em.. ganteng nya.. rapi pula.. aku jadi suka lihatnya " Ucap Nesa sambil tersenyum manis
" Kenapa aku jadi suka melihat Nesa tersenyum ya " batin Reno
" Aku ganteng dari lahir kali " ucap Reno sambil tertawa-tawa
" Ish kamu ini, cepat pergi sana.. dan cepat kembali " ucap Nesa
" Baiklah bawel, tungguin aku ya " ucap Reno langkah pergi dari kamarnya dan segera menghampiri orang tuanya yang sudah siap
" Ayo pergi sekarang.. " ucap sang ayah dengan wajah galaknya
" Aku tak semobilnya " ucapnya Reno membuat sang ayah marah kembali
" Kamu mau kabur hah.. kamu cepat naik ke mobil ayah " ucap Sang ayah dengan wajah marahnya
" Tapi ayah " ucap Reno
" Tidak ada tapi-tapian cepat masuk " bentak sang ayah
" Baik lah bu " ucap Reno masuk kedalam mobil dan duduk disamping supir dengan perasaan kesal
" Selalu begitu.. ayah kenapa kamu suka marah-marah.. " Batin Reno
Kini mereka semua sudah berada didalam mobil, dan sang supir segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju alamat yang sudah sang tuan beritahu sebelum
Tiga puluh menit mereka sudah sampai dirumah Cinta, dengan perasan Kesal Reno segera turun dari mobil bersama sang ayah dan segera membuntuti mereka dari belakang
" Males banget sebenarnya jika harus ikut acara beginian.. lebih enak mengobrol bersama Nesa " ucap Reno
Ting.. Tong... Ting... Tong ..
Ceklek,,
" Tuan Jonatan " ucap Bu sila, Bu sila adalah ibu kandung cinta
" Selamat Malam Bu Sila " sapa Jonatan
" Sebentar saya panggilkan suami saya dahulu, kalian masuk saja dulu " ucap Bu sila ramah
" Baik Terima kasih Bu " ucap Jonatan
Bu sila segera memanggil suami dan sang putri untuk segera menemui tamu dari keluarga Tuan Jonatan. Namun sebelum mereka bertemu Jonatan menyuruh Reno membawakan bunga yang sudah iya bawa dan memberikannya pada cinta
" Bawakan ini dan berikan nanti pada cinta , bilang ini dari kamu sebagai permintaan maaf kamu pada cinta " ucap Sang ayah sambil menyerahkan bingkisan bunga
" Ribet banget sih pake kaya beginian segala " ucap Reno memegang bunga tersebut
" Reno jangan membantah " ucap Sang ayah marah
" Iya iya " ucap Reno dingin dan kesal
Tak lama kemudian keluarga Pa Wira datang dan menyapa keluarga Tuan Jonatan
" Selamat malam Tuan Jonatan " ucap Pa Wira sambil tersenyum dan menjabat tangannya
" Selamat malam Pa Wira " ucap Jonatan membalas jabat tangan tersebut
" Mari silahkan duduk " ucap Pa Wira pada pa Jonatan
" Reno " panggil cinta segera menghampirinya
" Ini bunga buatku " ucapnya sambil tersenyum dan menggandeng tangan Reno namun segera ditepis oleh Reno
" Ini bunga untukmu sebagai tanda permintaan maaf ku padamu " ucap Reno dengan wajah dinginya
" Makasih sayang.. " ucapnya cinta senang mendapatkan bunga dari orang yang iya sayang
Mereka berbincang-bincang terlebih dahulu sebelum akhirnya mengajak makan malam bersama.
" Pa Jonatan lebih baik kita bahas masalah anak-anak sambil makan saja bagaimana biar suasananya lebih hangat " ucap Pa Wira
" Saya sangat setuju.. iya kan Reno " ucapnya sang ayah sambil tersenyum
" Sialan, dalam hal begini aku tidak bisa nolak.. " batin Reno kesal
" Tentu saja ayah " ucapnya dengan wajah malasnya
" Mari silahkan ikut kami.. " ucap Bu sila pada mereka
" Bu sila jadi merepotkan " ucap Bu Arin
" Tidak apa-apa Bu Arin " ucapnya sambil tersenyum
Bersambung...