
Iya sudah berada dikamarnya, iya sekarang mencari keberadaan Nesa.
" Apa Kau merindukanku hingga Kau mencariku " ucap Nesa sambil tersenyum manis
" Sial aku,, dia ngagetin lagi " batin Reno dengan wajah dinginnya
" Aku tidak Mecari mu " ucap Reno
" Kamu yakin " ucapnya Nesa sambil mendekatkan tubuhnya kepada Reno, seketika Reno langsung menjauhinya
" Kamu takut " ucap Nesa tertawa-tawa
" Aku tidak takut.. karena Kau bukan hantu " ucapnya Reno menatap tajam wajah Nesa
" Kalau aku hantu bagaimana.. apa Kau akan takut " ucap Nesa
" Sebenarnya Kamu siapa, dari mana Kau bisa masuk, ini mansion dengan keamanan yang ketat " ucapnya Reno heran
" Aku datang untuk membuatmu berubah menjadi orang yang lebih baik " ucap Nesa
" Memangnya Siapa Kau, Kau peri atau malaikat atau bahkan Kau setan " ucap Reno dengan wajah marahnya
" Aku bukan semua yang Kau katakan, Aku Nesa.. "
" Terserah lah " ucapnya melangkah kekamar mandinya dan membersihkan tubuhnya, setelah selesai iya keluar dari kamar mandinya dengan bertelanjang dada dan hanya memakai celana selutut
" Aaghhhh Kenapa kamu masih disini apa Kau mau mengintip ku " ucapnya Reno dengan wajah Kaget
" Aku tak tertarik padamu " ucap Nesa
" Sialan dia, berani-beraninya dia menolak ku dan berkata jika Dia tidak tertarik padaku padahal diluaran saja banyak gadis-gadis mendambakan ku " Batin Reno kesal
" Jangan kesal, aku tahu isi hatimu... meskipun semua orang tertarik padamu.. tapi aku tidak " ucapnya sambil tertawa
" Dari mana dia tau isi hatiku " batin Reno bertanya-tanya
" Tidak perlu aku tau dari mana aku tau isi hatimu yang jelas aku bisa baca pikiran seseorang " ucapnya Sambil tersenyum
" Lalu untuk apa Kau kembali kesini " ucap Reno
" Aku mau berteman dengan mu " ucapnya langsung menghampiri Reno, sedangkan Reno mundur kebelakang seperti orang ketakutan
" Mau apa Kau " Ucap Reno dengan wajah paniknya
" Tidak.. aku hanya ingin menggoda mu " ucap Nesa dengan Senyum jahatnya
" Baru Kali ini aku takut digoda oleh wanita, biasanya aku bayar mereka mahal hanya untuk menggodaku " Batin Reno
" Cepat kamu pakai bajumu.. aku akan menunjukan sesuatu padamu " ucap Nesa padanya
" Kamu tunggu sebentar disini aku akan memakai bajuku kembali,, " ucapnya langsung masuk dan mengunci pintu kamar mandi
" Apa yang aku pikirkan.. masa aku takut dengan wanita seperti dia yang jauh dari tipe ideal yang aku punya " ucap Reno Sediri sambil memakai Kaos pendeknya
" Dari pada aku pusing lebih baik aku segera temui dia, dan bilang dia jangan ganggu-ganggu aku lagi " ucapnya langsung membuka pintu kamar mandinya dan menghampiri Nesa yang sedan duduk diranjangnya
" Hey.. ngapain kamu duduk disana " ucap Reno dengan nada tidak suka
" Memangnya kenapa " ucapnya Nesa heran
" Tidak mau... ayo cepat sini kita nonton bareng-bareng " ucapnya Nesa sambil tersenyum
" Gawat jangan-jangan dia mau nunjukin Vidio mesum " batin Reno
" Astaga pikiran mu kotor sekali... aku cuma mau tunjukan Vidio untuk renungamu " ucapnya Nesa
" Oh kirain " ucapnya Reno malu sendiri dengan pemikiran negatifnya
Reno menghampiri Nesa yang sedang duduk diranjangnya dan duduk disamping Nesa, iya pun menonton Vidio itu bersama Nesa.
" Dengarkan baik-baik biar pikiran mu tidak negatif " ucap Nesa
" Iya bawel " ucap Reno melihat Vidio itu, iya merenungi setiap ucapan sang pendakwah itu bahkan setiap ayat-ayat suci yang dilantunkan sang Ustad iya beberapa kali iya meneteskan air matanya
" Sedikit demi sedikit kamu harus berubah " ucap Nesa sambil tersenyum
" Aku mau punya suara merdu seperti itu " Reno
" Belajar lah " ucap Nesa
" Apa kamu mau mengajariku " tanya Reno
" tidak " jawab Nesa
" Kenapa " tanya Reno kembali
" Kamu harus belajar pada orang yang memang ahli di bidang itu.. " ucap Nesa
" Kamu ga bisa baca ayat-ayat Alquran " cibir Reno
" Bisa tapi ga jago " ucap Nesa
" Aku ngantuk... " ucap Reno langsung berbaring dikasur empuknya
" Yasudah... " ucapnya Nesa
" Kamu pulang sana, memangnya Ibumu tidak mencari mu apa " ucap Reno sambil memejamkan matanya
" Gak ada yang peduli padaku.. " ucapnya dengan wajah sedihnya Reno pun segera menoleh padanya dan duduk kembali disamping Reno
" Sama.. aku juga merasa begitu.. Ayah hanya menganggap aku sebagai boneka yang bisa iya atur-atur sendiri, padahal aku punya perasaan " ucap Reno mencurahkan isi hatinya
" Kamu setidaknya beruntung masih punya orang tua lengkap sedangkan aku sudah tidak punya orang tua.. " ucapnya
" Kamu yang sabar ya... aku yakin suatu saat kamu bahagia " ucap Reno
" Makasih kami sudah menjadi temanku dan aku merasa tidak kesepian lagi " ucapnya tersenyum kembali
" Kamu tenang saja.. Kalau kamu butuh aku datang saja ke kamarku " ucap Reno
" Baiklah kalau Kau memaksa " goda Nesa
" Kamu ini.. aku mau tidur By.. " ucap Reno
" Baca doa sebelum tidur " ucap Nesa
" Iya iya bawel " ucapnya membaca doa dan langsung memejamkan matanya lalu beberapa menit kemudian tertidur