
Reno segera masuk kedalam mobilnya dengan perasaan kesal, dilihatnya Nesa sudah duduk disamping tempat duduknya.
" Astaga, kamu selalu saja mengagetkan aku " ucap Reno kesal
" Reno mulai sekarang aku akan mengikuti mu " ucapnya Sambil senyum-senyum
" Terserahlah jika kau tidak ada kerjaan silahkan " ucap Reno
" Mau dia arwah atau tidak, aku senang berada didekatnya " batin Reno
" Entah mengapa aku pun merasakan kenyamanan seperti itu, seperti kita sudah pernah saling mengenal " batin Nesa
" Kita mau kemana Reno " Tanya Nesa
" Kita akan kekantor ku " ucap Reno dengan wajah datarnya
" Kalau dilihat-lihat kamu keren dan ganteng juga " ucap Nesa sambil melihat wajah Reno
sssttttttt
Mobil itu seketika berhenti mendengar apa yang dikatakan Nesa
" Kamu bilang apa " ucap Reno dengan senyum-senyum
" Kamu keren dan ganteng " ucap Nesa
" Terima kasih, itu sudah menjadi melekat padaku dari dulu " ucapnya langsung melajukan mobilnya kembali
" Ish, kamu ya geer sekali " ucap Nesa sambil tertawa-tawa
" Baru kali ini aku melihatmu tertawa " ucap Reno
" Habis kamu lucu " ucapnya Nesa
Reno sudah sampai didepan kantornya iya segera keluar dari mobil dan masuk kedalam menuju Ruangan, sedangkan Nesa membuntutinya dari belakang
Didepan kantornya dilihatnya Reyan sedang ribut dengan seorang wanita. mereka pun segera menghampirinya
" Lepaskan aku " ucap Cinta
" Maf Nona anda tidak bisa masuk sembarangan kedalam ruangan Tuan Reno " ucap Reyan
" Memangnya Kenapa aku calon istrinya " ucap Cinta dengan wajah sinisnya
" Saya belum mendapatkan ijin dari Tuan untuk mempersilahkan Anda masuk " ucap Reyan
" Hey dengar nya aku sama dia mau tunangan tiga hari lagi,, masa aku ga boleh masuk kedalam ruangannya " ucap Cinta kesal
" Tapi Nona... " ucap Reyan terpotong
" Ada apa ini ribut-ribut " ucap Reno mengagetkan Reyan dan Cinta
" Reno masa aku ga boleh masuk sama Reyan " ucap Cinta dengan tingkah manjanya, sedangkan Nesa tampak memperhatikan wajah Cinta
" Dia cantik dan seksi juga " ucap Nesa mau menyentuh wajah Cinta
" Jangan sentuh " ucap Reno pada Nesa namun karena Reyan dan cinta tidak bisa melihat kehadiran Nesa lalu mereka heran dengan sikap Reno
" Kenapa " tanya Nesa heran
" Pokonya jangan sentuh " ucap Reno kesal
" Reno aku ga sentuh apa-apa " ucap Cinta
" Sial, aku lupa jika Nesa kan arwah, bisa dianggap gila aku " batin Reno
" Maksudku Reyan jangan sentuh Cinta " ucap Reno mengalihkan pembicaraan
" Ternyata Reno perhatian dan ga mau Reyan ganggu aku " batin Cinta
" Akhirnya kamu percaya kalau aku arwah " ucap Nesa sambil tertawa senang
" Diam kamu " ucapnya Reno pada Nesa kembali
" Tuan aku diam ko " ucap Reyan heran
" Tuan kenapa ya, dia kelihatan kurang sehat " batin Reyan
" Aku merasa Reno hari ini aneh " batin Cinta
" Kamu dipikiran mereka seperti kurang sehat dan aneh " ucap Nesa sambil tersenyum-senyum
" Terserahlah " ucapnya Reno segera menuju ruang kerjanya, seperti biasanya Nesa mengikutinya, sedangkan Cinta juga mengikutinya
" Reno Tinggu " ucap Cinta namun diabaikan oleh Rena
" Reno bikin kesal saja " batin Cinta
Sedangkan Reyan juga ikut masuk kedalam ruangan sang majikan untuk melaporkan agenda hari ini
" Tuan hari ini anda ada Meting dengan klien jam sepuluh " ucapnya Reyan sambil tersenyum
" Baik " ucap Reno
" Kalau begitu saya pamit Tuan " ucap Reyan
" Em.. " ucapnya
" Ternyata Reyan ganteng ya " ucap Nesa
" Gantengan aku kali " ucap Reno
" Maksud kamu " tanya cinta
" Lagi-lagi aku lupa kalau cinta itu arwah " batin Reno
" Maksud aku, apakah aku ganteng.. " ucap Reno mengalihkan pembicaraan
" Kamu sangat ganteng " ucap Cinta mendekati Reno
" Jangan dekat-dekat " ucap Reno dengan sinis
" Tapi kan Reno aku kangen kamu " ucap cinta dengan nada manjanya
" To the points saja kamu mau apa kesini " ucap Reno
" Aku mau kita cari gaun untuk pertunangan kita, acaranya tiga hari lagi " ucap cinta
" Hari ini aku sibuk " ucap Reno sambil membuka berkas-berkas laporan
" Tapi Reno... " ucap Cinta kesal
" Kamu pilih saja sendiri, itu kan kamu sendiri yang mau tunangan denganku " ucap Reno
" Reno ko kamu bilang begitu " ucap Cinta
" Sudah lah sebaiknya kamu pergi sana aku sibuk " ucap Rena
" Kamu jahat " ucap Cinta segera pergi dari ruangan itu dan pulang kerumahnya
Kini diruangan itu tinggal Reno dan Nesa, Nesa menatapnya tajam dan kesal
" Kenapa kamu menatapku seperti itu " tanya Reno
" Kamu kenapa sih jahat sekali sama cinta " ucap Nesa
" Aku kan sudah pernah bilang aku ga suka dia " jawabnya
" Tapi harus kamu kaya gitu sama dia " tanya Nesa
" Sudah lah aku mau Meting sebaiknya kamu jangan ikut, kamu duduk manis saja Disini " ucap Reno
" Aku mau ikut " jawab Rena
" Kamu pasti akan mengacaukan Meetingnya jika kamu ikut " ucap Reno
" Yasudah kalau kamu mau kaya begitu " ucap Nesa
Bersambung...