30 Days With Shadow Lover

30 Days With Shadow Lover
Episode 19



Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, Ini adalah hari pertunangan Reno dan Cinta, semua pesta sudah disiapkan dengan sedetail mungkin karena cinta ingin pertunangannya sempurna.


Pertunangan itu dilakukan di hotel yang dimiliki keluarga cinta. Reno dan anggota keluarganya sudah berada dihotel dan sedang bersiap-siap.


" Kau terlihat Ganteng sekali " goda Nesa pada Reno


" Bernarkah " ucap Reno


" Apalagi kalau kamu senyum " ucap Nesa


" Mana mungkin aku senyum, cinta bukan orang yang aku sayangi " ucap Reno


" Sudahlah Reno... mungkin cinta yang terbaik " ucap Nesa sambil tersenyum


" Sudahlah Nesa aku tidak mau membahasnya.. " ucap Reno


" Reno... Reno aku ga paham.. padahal cinta cantik loh " ucap Nesa


" Cantikan kamu " jawab Reno


" Masa ... " ucap Nesa senang


" Iya " ucap Reno senang melihat tingkah Nesa yang senang bukan main mendengar gombalan Reno


" Oh iya Reno, apakah kamu mengundang Nadia juga " ucap Nesa


" Sepertinya tidak " ucap Reno


" Kenapa " tanya Nesa


" Aku masih marah padanya.. " ucap Reno dengan wajah kesalnya


" Kenapa " tanya Nesa


" Tidak apa-apa " tanya Reno sambil tersenyum


" Jangan sampai dia tau " batin Reno


" Apa yang disembunyikan oleh Reno " batin Nesa


" Tapi kamu akan membantukukan, aku harus menyampaikan surat ini pada putra " ucap Nesa


" Nanti aku akan aku berikan padanya " ucap Reno


" Tapi aku ingin melihat ekspresinya " ucap Nesa bersemangat


" Baiklah... setelah acara ini selesai " ucap Reno


" Kamu gila " tanya Nesa


" Tidak " ucap Reno


" Caranya pasti lama, besok juga ga papah " jawabnya Nesa


" Aku bosan dengan acaranya... nanti " ucap Reno dengan enteng


" Nanti ayahmu marah " ucap Nesa


" Sudah biasa " ucap Reno


" Terserah lah asal tidak membuat mu menderita " ucap Nesa sambil tersenyum


Tiba-tiba seseorang mengetuk kamar Reno.


Ting... Tong .. Ting .. Tong.


" Siapanya " tanyanya Reno


" Entahlah.. jika saja " ucap Nesa


" Baiklah " ucap Reno


Ceklek,,


" Bunda " ucap Reno kaget


" Boleh bunda masuk " ucapnya sambil tersenyum


" Masuk bunda " ucap Reno


" Bunda bahagia sebentar lagi kamu akan tunangan dan menikah... " ucap sang bunda


" Aku ga bahagia bunda " ucap Reno dalam hatinya


" Sebenarnya bunda ada apa kesinj " ucap Reno


" Bunda Mau kamu mencintai dan menyayangi cinta nak " ucapnya Sang Bunda


" Kalau hal itu Reno tak bisa janji " ucap Reno


" Bunda tau Cinta bukan orang yang kamu sayang tapi belajarlah untuk mencintai dia " ucap Sang bunda


" Entahlah bunda " ucapnya Reno


" Rasa sayang bisa datang ketika kita bersama-sama.. siapa tau kamu juga begitu... nanti lama kelamaan akan mencintai cinta " ucap sang Bunda sambil senyum-senyum sendiri


" Benar tuh di katakan bunda " ucap Nesa sambil tersenyum


" Tidak semudah itu juga " ucap Reno


" Bunda tau.. kamu cobalah buka hatimu untuk Cinta " ucap Sang bunda


" Akan aku coba " ucap Reno


" Benarkah " ucap sang Bunda senang mendengar hal itu


" Iya bunda " ucap Reno


" Alhamdulillah.. akhirnya kamu bisa luluh juga " ucap Sang bunda


" Hati-hati jadi bucinnya " ucap Nesa dengan nada meledek


" Diam.. " ucap Reno kesal


" Ada apa Reno " tanya sang Bunda Nesa


" Tidak apa-apa ko bunda " ucap Reno tersipu malu


" Baiklah kalau begitu Bunda pamit ya.. kamu cepat siap-siap sebentar lagi kita akan masuk kedalam acara tersebut " ucap sang bunda


" Iya bunda " ucapnya Reno


Sang bunda pun pergi dari kamar Reno, dan segera menunggu sang suami untuk bersama-sama pergi ke bawah ke dalam acara yang sudah siap.


Tak lama kemudian sang ayah sudah siap dan segera mengetuk pintu kamar hotel Reno


Ting... Tong .. Ting .. Tong.


Ceklek,,


" Ayo kita segera ke bawah " ucapnya Sang ayah


" Iya " ucap Reno dengan wajah malas


" Reno jaga sikapmu, tunjukan wajah bahagia mu, ini acara yang membahagiakan tak sepantasnya kamu menampakan wajah begitu " bentak sang ayah


" Iya ayah iya " ucap Reno kesal


" Ayo senyum " goda Nesa


" Ssttt diam kamu " bisik Reno


Kini mereka sudah sampai diacara tersebut, dekorasinya sangat bagus, bunga dimana-mana menambah kesan indah.


" Wah bagus sekali " ucap Nesa


" Biasa saja " ucap Reno ketus


" Biasa saja apa Nak " tanya Sang bunda


" Biasa saja perasaanku " ucap Reno


" Apa Kamu degdegan " goda sang bunda


" Hayo ngaku " ucap Nesa menambah kesal Reno


" Tidak sama sekali " ucap Reno


" Ingat ya Reno jaga sikapmu, jangan bikin malu ayah dan bunda " ucap sang ayah


" Iya, Ayah aku mengerti... " ucap Reno


Bersambung...