30 Days With Shadow Lover

30 Days With Shadow Lover
Episode 14



Setelah selesai memilih gaun yang akan cinta kenakan di hari pertunangannya, mereka melanjutkan belanjanya menuju toko perhiasan, untuk mencari cincin tunangan.


Mereka sudah berada di toko perhiasan, Reno dibuat pusing oleh cinta karena iya lama sekali memilih cincin saja


" Reno yang ini bagus " tanya Cinta


" Terserah " ucap Reno


" Ih Reno, kalau yang ini bagaimana " tanya cinta kembali


" Gimana kamu saja " ucap Reno tak mau ambil pusing


" Reno bantuin milih dong banyak-banyak cincin yang bagus " ucap Cinta


" Pilih aja semuanya " ucap Reno Sambil memainkan handphonenya


" Reno masa aku pilih semua, aku maunya satu yang bagus " ucap Cinta dengan wajah kesal


" Cuma satu aja ribet amat " ucap Reno


" Reno ga boleh begitu " ucap Nesa


" Jangan pedulikan dia " bisik Reno


" Tapi menurutku yang dipilih cinta bagus-bagus " ucap Nesa


" Kamu suka " ucap Reno pada Nesa


" Aku suka yang ini " ucap Nesa memegang cincin itu lalu dengan segera Reno memengangnya


" Bisa gawat kalau yang lain tau,, dikira cincin terbang lagi " batin Reno


" Hehehe maf ya " ucap Nesa tersenyum


" Kamu suka yang ini sayang " ucap Cinta sambil tersenyum


" Bukan " ucap Reno


" Coba aku mau pakai " ucap Cinta mencoba pilihan Reno


" Tapi kekecilan " ucap Cinta


" Kan aku sudah bilang jangan di pakai " ucap Reno Kesal


Tiba-tiba handphone Reno berbunyi, pertanda ada yang menghubunginya yaitu Reyan sang asisten pribadinya


Kring... Kring... Kring..


" Kamu jangan sentuh apapun ok " bisik Reno sambil tersenyum pada Nesa


" Baiklah " ucap Nesa


Reno segera mengangkat teleponnya jauh dari Nesa dan Cinta


" Halo " ucap Reno


" Halo Tuan " ucap Reyan


" Ada apa " ucap Reno


" Saya mau memberitahukan tentang informasi Pa Putra Pratama yang sesuai anda minta " ucap Reyan


" Katakan " ucap Reno penasaran


" Putra Parama adalah anak yatim piatu, ia menjadi wakil CEO di perusahan Mynes, perusahaan itu milik kekasihnya yaitu Nesa " ucap Reyan


" Lalu " ucap Reno


" Sayangnya Nesa kondisinya sedang kritis dan koma karena iya mengalami kecelakaan, Posisi CEO pun untuk sementara digantikan oleh adik tirinya yang bernama Nadia " ucap Reyan


" Apa ada hubungan antara Putra dan Nadia " Tanya Reno


" Ada Tuan, mereka sering makan bersama bareng dan terakhir kali mereka berlibur bareng disaat Nesa masih koma " ucap Reyan


" Sialan, Mereka ternyata berkhianat dibelakang Nesa " ucap Reno kesal


" Lalu apa ada lagi yang Tuan mau tau atau saya selidiki lagi " ucap Reyan


" Kamu cari tau Nesa dari dia kecil, aku mau tau dia detail " ucap Reno


" Baik Tuan " ucap Reyan


" Kalau sudah ada informasi kasih tahu saya " ucap Reno


Reno pun segera menghampiri Nesa dan Cinta, dilihatnya Cinta masih memilih cincin sedangkan Nesa iya hanya melihat-lihat


" Bagaimana sudah ada " ucap Reno


" Kalau yang ini bagaimana sayang " ucapnya Cinta


" Bagus " ucap Reno


" Mba saya ambil yang ini " ucap Cinta menyerahkan cincin dan kartu debitnya pada pelayan tersebut


" Baik Nona tunggu sebentar " ucapnya Sang pelayanan


Setelah sang pelayan membungkus cincin tersebut, barulah sang pelayan memberikannya pada cinta


" Ini Nona, terima kasih " ucap sang pelayan memberikan bungkusan cincin dan kartu debit cinta


" Sama-sama " ucap Cinta sambil tersenyum, iya senang karena iya sudah memilih cincin tersebut


Mereka segera meninggalkan tempat itu, Reno pun mengajak Cinta pulang


" Kita pulang " ucap Reno


" Tidak mau " ucap Cinta


" Aku masih ada urusan " ucap Reno


" Aku ikut " ucap Cinta


" Tidak bisa " ucap Reno


" Kenapa " tanya Cinta


" Memangnya kamu mau kemana " tanya Nesa


" Nanti aku kasih tahu " ucap Reno pada Nesa


" Tapi aku mau kamu kasih tau sekarang, jangan-jangan kamu mau ke Club lagi " ucap Cinta


" Aku ada meeting peting.. " ucap Reno berbohong


" Bohong " ucap Cinta


" Yasudah kalau ga percaya " ucap Reno melangkah pergi dari sana


" Reno tungguin " ucap Cinta


Mereka segera masuk kedalam mobil Reno, disana terlihat wajah cinta kesal


" Kamu sebenarnya mau kemana " tanya Cinta


" Aku sudah bilang bukan urusanmu " ucapnya Reno kesal


" Aku mau ikut " ucapnya Cinta


" Please untuk kali ini aku mau sendirian " ucap Reno


" Tapi.. tapi " ucap Cinta


" Kalau kamu terus memaksa aku akan turunkan kamu ditengah jalan yang sepi " Ancam Reno


" Reno ko kamu jahat " ucap Cinta


" Kamu diam atau aku turunkan kamu " ucap Reno


" Iya aku diam " ucap Cinta


Reno sekarang sudah sampai dirumah cinta. Iya sengaja menyuruh Cinta pulang agar iya bisa menemui Putra bersama Nesa


" Sudah sampai silahkan turun " ucap Reno


" Apa kamu mau masuk dulu kedalam, dirumahku sedang sepi dan kosong " ucap Cinta dengan suara menggoda


" Tidak terima kasih " ucap Reno dingin


" Kamu yakin " tanya cinta


" Iya, silahkan kamu keluar " ucap Reno


Dengan perasaan kesal akhirnya Cinta pergi dari mobil Reno, cinta segera masuk kedalam rumahnya sedangkan Reno segera melajukan mobilnya menuju dimana putra berada


Bersambung...