
Mereka sudah didalam mobil, dimana disana ada cinta dan Reno yang duduk didepan sedangkan Nesa di belakang
Reno melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Nesa kaget dan berteriak-teriak, jelas saja teriakan itu sangat berisik membuat Reno pun marah
" Diam " Bentak Rena
" Aku takut tau " ucap Nesa mulai menangis seketika langit pun mendung dan mulai gerimis
" Aku jadi merasa bersalah karena sudah membentaknya " ucap Reno dalam hatinya
" Aku dari tadi diam " ucap Cinta heran
" Ini ngapain sih cinta main ngomong-ngomong aja, aku kan ga bicara sama dia juga " batin Reno
" Aku minta maf " ucap Reno sambil melihat ke jok belakang mobil
" Kamu minta maf kenapa " ucap Cinta tambah ketakutan
" Yaudah aku maafkan tapi jangan begini lagi " ucap Nesa
" Iya terima kasih " Reno tak memperdulikan pertanyaan cinta dan iya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
" Ada apa dengan Reno.. " batin cinta heran
" Reno kamu belum jawab pertanyaan ku " ucap Cinta
" Aku ga peduli " ucap Reno pada cinta
" Reno... apa tidak bisa kamu buka sedikit hatimu buat aku " ucap Cinta
" Aku ga suka sama kamu " ucap Reno sinis
" Reno kamu ga boleh bilang begitu " ucap Nesa
" Tapi aku sayang banget sama kamu " ucap Cinta sambil meneteskan air matanya
" Sudah jangan drama, kita sudah sampai di Mall kalau kamu tidak mau turun aku akan mengantarmu pulang,. dan kamu belanja sendiri, aku tak mau mengantarmu ke Mall lagi " ancam Reno
" Tapi Reno " ucap Cinta
" Turun " ucap Reno
Merekapun akhirnya turun dari mobil dan segera masuk kedalam.
" Wah sudah lama aku tidak ke Mall " ucap Nesa
" Kamu jangan malu-maluin " ucap Reno sambil tersenyum
" Aku ga malu-maluin ko, baju aku bagus penampilan aku ok " ucap Cinta
" Terserah " ucap Reno
Merekapun segera menuju butik, dengan bersemangat cinta memilih dres untuk acara pertunangan
" Apa kamu mau gaun " bisik reno
" Mau, tapi kalau ada yang lihat pasti dibilang baju terbang " ucap Nesa sambil tersenyum
" Kasian juga dia " batin Reno
Tiba-tiba seseorang muncul dihadapannya yaitu Putra bersama Nadia, Nadia adalah adik tiri Nesa
" Itu Putra " ucap Nesa menghampiri keduanya yang sedang bergandengan tangan datang ke butik tersebut, Reno pun mengikuti Nesa dari belakang
Disana Nadia sedang memilih-milih baju yang paling mahal disana untuknya.
" Bagaimana ini... cantik " tanya Nadia
" Cantik sayang " ucap Putra
" Sayang " ucap Nesa kaget dan meneteskan air matanya
" Siapa sebenarnya mereka " batin Reno
Reno pun punya ide untuk bisa mengetahui siapa mereka
Brukk,,
" Maafkan saya Nona " ucap Reno sambil tersenyum
" Tidak apa-apa " ucap Nadia sambil tersenyum
" Ada apa ini " tanya putra
" Saya tidak sengaja menabrak nona ini " ucap Reno
" Kalau jalan hati-hati, lihat-lihat " ucap putra marah
" Put, sudahlah lagian aku tidak apa-apa " ucap Nadia sambil tersenyum
" Tapi sayang " ucap Putra kesal
" Sssttt... " ucapnya Nadia sambil tersenyum
" Masnya aku tidak apa-apa maafkan teman saya ya " ucap Nadia sambil tersenyum
" Teman, jadi selama ini kamu anggap aku teman " ucap putra semakin marah
" Kamu pacar kakakku.. " ucapnya Nadia
" Apa arti kita selama ini hem " ucap Putra kesal dan memilih pergi
" mafkan gara-gara aku kamu dan pacarmu berantem " ucap Reno heran
" Nadia sama putra ga pacaran aku salah sangka ternyata " ucap Nesa sambil tersenyum
" Dia bukan pacar saya " ucap Nadia masih memandang wajah Reno
Tak lama kemudian cinta datang dengan menggunakan baju yang sudah iya pilih sesuai warna kesukaan, iya ingin menunjukan pada sang calon tunangannya namun iya malah melihat Reno bersama orang lain
" Sayang, lihat gaunku bagus tidak pasti nanti diacara tunangan kita aku akan menjadi orang yang paling cantik " ucap Cinta
" Siapa wanita itu " batin Cinta melihat dari ujung kaki hingga ujung rambut Nadia
" Cinta cantik kan " ucap Nesa
" Biasa aja " ucap Reno
" Katanya calon tunangan tapi ko gitu sikapnya berarti Laki-laki ini memang tidak mencintai tunangannya " batin Nadia
" Sepertinya Nadia dan Cinta keduanya lagi cemburu dan suka padamu " ucap Nesa
" Cepat waktuku tidak banyak aku sibuk, kalau kau sudah menemukan baju yang cocok bungkus saja " ucap Reno
" Tapi.. " ucap Cinta
" Aku tinggalin nih " ucap Reno
" Ya.. aku segera membungkusnya " ucap Cinta langsung pergi berganti baju
Sedangkan pandangan Nadia tidak lepas dari wajah Reno
" Ehem Tuan, apa itu tadi tunanganmu " tanya Nadia
" Ya begitulah " ucap Reno dengan wajah datarnya
" Aku Nadia " ucapnya sambil mengulurkan tangannya
" Aku Reno " ucapnya membalas uluran tangannya
" Boleh Aku minta Nomor Handphone mu " ucap Nadia
" Kenapa wanita begitu agresif sebenarnya malas juga berhadapan dengan mereka " batin Reno
" Tapi aku ga " ucap Nesa
" Ya " ucap Reno
" Dari pada dia lama, lebih baik aku berikan kartu namaku saja,, pasti putra sekarang lagi ngambek sama aku " batin Nadia
" Ini kartu namaku.. hubungi aku jika kau butuh teman curhat, aku tidak bisa lama-lama " ucap Nadia lalu pergi dari sana
" Adikmu memang aneh " ucap Reno
" Tapi aku heran kenapa aku selama ini tidak tahu jika mereka begitu dekat " ucap Nesa heran
" Mana ku tahu " ucap Reno
Bersambung...