30 Days With Shadow Lover

30 Days With Shadow Lover
Episode 5



Suara Handphonnya Reno berdering disaat iya sedang mengerjakan pekerjaan yang banyak, namun jika iya tidak mengangkatnya pasti sang ayah marah, namun jika angkat pasti ayahnya akan marah-marah padanya


Dengan Terpaksa iya harus mengangkatnya dan menyiapkan mental untuk mendengar ocehan sang ayah


Kring... Kring...


" Halo " ucap Reno dengan wajah dinginnya


" Halo Reno.. gara-gara Pa Wira marah sama ayah... mau kamu itu apa sih sebenarnya " ucap sang ayah marah seperti yang diprediksi oleh Reno


" Salah Reno apa sih ayah.. Reno ga ngerti " ucapannya datar


" Gara-gara kamu mengusir cinta kemarin ayahnya marah pada ayah.. apa kamu tidak bisa lebih lembut lagi memperlakukan Cinta " ucapnya Sang ayah dengan nada tingginya


" Oh masalah kemarin cinta yang aku usir... gitu aja dibesar-besarkan " ucap Reno dengan santainya


" Kamu mengganggap ini sepele.. dengar ya Reno mau tidak mau hari ini kita harus minta maaf kepada keluarga Cinta " ucap sang ayah tegas


" Nanti aku telepon cinta dan minta maaf simpel kan " ucap Reno dengan wajah datarnya


" Tidak, ayah mau kita pergi kerumah cinta, kita makan malam bersama dengan keluarga cinta dan kamu harus minta maaf didepan keluarga cinta " ucap Sang Ayah


" Percuma bilang tidak juga,, ayah kan tidak pernah mendengarkanku " batin Reno


" Terserah ayah, atur saja sendiri dari dulu kan Ayah suka atur aku sesuka Ayah " ucap Reno dengan wajah marahnya dan mematikan teleponnya


" Hey Reno... ayah belum selesai bicara.. " ucapnya kesal karena sang anak malah menutup teleponnya


Sedangkan ditempat Reno iya sedang menahan emosinya pada sang Ayah, iya mencoba berdamai dengan hatinya dan menenangkan hatinya.


Tok... Tok... Tok...


" Masuk "


" Tuan Maf nanti jam tiga ada meeting di cape ABC bersama Klien dari Amerika " ucapnya Reyan, namun iya heran ketika melihat sang majikan memejamkan matanya namun terlihat dari wajahnya menahan marah


" Iya.. " ucapnya Reno masih memejamkan matanya


" Tuan tidak apa-apa " tanya Reyan dengan hati-hati


" Ayahku barusan telepon dia marah-marah karena kemarin cinta kita usri " ucap Reno berubah wajahnya menjadi kesal


" Maafkan saya Tuan, Saya tidak bermaksud membuat masalah pada nona cinta " ucapnya Reyan sambil menundukkan kepalanya


" Kamu santai saja, itu bukan salahmu karena memang aku tidak suka dengan Cinta " ucap Reno melampiaskan amarahnya


" Tumben Tuan tidak melempar semua barang-barang biasanya jika iya marah suka begitu " batin Reyan


" Lalu Apa rencana Tuan Jonatan pada anda dan nona cinta " tanya Reyan dengan berhati-hati


" Ayah menyuruhku makan malam bersama keluarga cinta dan meminta maf dihadapan keluarganya " ucap Reno sambil meminum kopinya agar lebih rileks


" Itu hal mudah, Tuan Reno pasti bisa " Ucap Reyan memberikan Semangat


" Aku takut ayah menyuruhku cepat-cepat nikah dengan Cinta " ucap Reno


" Nanti Tuan ulur-ulur saja waktunya " ide Reyan membuat Reno senang


" Kamu benar.. aku akan buat Cinta menyesal dan iya membatalkan perjodohan dengan sendirinya " ucap Reno dengan senyum jahatnya


" Apa yang sebenarnya direncanakan Tuan Reno... " batin Reyan


" Nanti kamu stand by, aku akan menyuruhmu menjemput ku.. nanti lokasinya saya kasih tahu.. " ucap Reno dengan senyum jahatnya


" Baik Tuan " ucapnya Reyan heran namun iya tak ambil pusing


" Apa Tuan akan memberi ku bonus lagi " batin Reyan


" Kamu jangan berpikiran jika aku mau memberimu bonus lagi... " ucap Reno sambil tertawa-tawa


" Tuan Ko tau apa yang aku pikirkan, ditambah lagi Tuan tertawa hal yang jarang sekali " batin Reyan


" Iya Tuan, saya tidak berpikiran seperti itu " ucap Reyan


" Pokonya kamu siapkan segalanya nanti kita kesana " ucapnya Reno


" Baik Tuan " ucap Reyan


Reno dan Reyan segera pergi ke ke cafe ABC untuk melakukan Meting nya bersama Sang klien disana.


.


...****************...


.


Sesampainya disana mereka sudah ditunggu oleh sang Kliennya


" Selamat Sore Tuan Reno " ucap Pa Marta sebenarnya dia asli orang Indonesia namun menikah dengan orang Amerika dan tinggal disana, usahanya maju setelah iya menikah dengan orang amerika


" Sore Pa Marta " ucap Reno menjabat tangannya dan tersenyum ramah padanya


" Apa Kabar " ucap Pa Marta basa basi


" Kabar baik, semoga anda sekeluarga baik-baik juga " Reno


" Tentu Tuan Reno.. ini yang saya suka dari anda " ucapnya sambil tersenyum


" Anda terlalu memuji, apakah kita bisa mulai meteingnya sekarang " tanya Reno dengan sopan


" Silahkan Tuan Reno " ucap Pa Marta sambil tersenyum


Reno segera mempresentasikan produk yang iya kenalkan pada pa Marta secara detail dan lengkap, iya juga berbicara dengan lugas apa saja keuntungan dan kerugian produk itu.


Meting berlangsung dengan hikmat, Pa Marta pun mengerti dengan produk itu dan juga iya setuju jika harus menanam saham di perusahaan yang Reno pimpin


" Saya suka anda, anda berkarisma " ucap Pa Marta


" Terima kasih Pa.. " ucapnya sambil tersenyum


" Andaikan anak saya masih ada, saya mau jodohkan anda denganya " ucap Pa Marta


" Kenapa setiap orang bilangnya Tentang perjodohan dan pernikahan semua.. Aku muak " ucapnya Reno dalam hatinya


" Saya sudah punya calon " ucap Reno bohong


" Oh begitu,, saya minta maf Tuan Reno " ucapnya dengan malu


" No Problem, santai saja.. " ucap Reno sambil tersenyum


" Saya mau menandatangani kontraknya " ucap Pa Marta


" Silahkan Tuan.. Reyan mana kontraknya.. " ucap Reno pada sang asistennya


" Ini Tuan " ucap Reyan memberikan kontrak kerja di tas milik sang majikan


" Terima kasih "