
Mereka sudah sampai diruang makan, mereka segera duduk dilihatnya banyak sekali makanan yang sudah disiapkan Pa Wira untuk mereka.
" Aduh Pa Wira, Bu sila.. makanannya banyak sekali.. jadi merepotkan ini " ucap Bu Arin
" Tidak apa-apa Bu.. " ucapnya Bu sila tersenyum
" Tante cinta bantuin mamah masak loh " ucap cinta sambil senyum-senyum melihat wajah Reno tampan
" Wah cinta hebat susah cantik pandai masak pula " ucapnya Bu Arin memuji cinta
" Palingan juga dia bantu ngerecokin bukan bantuin membuat masakan " batin Reno
" Mari silahkan duduk " ucap Pa Wira sambil tersenyum
" Terima kasih Pa wira " ucap Jonatan
Merekapun duduk dikursi yang sudah disediakan.
" Mari silahkan dicicipi " ucap Bu Sila
" Terima kasih Bu Sila " ucap Bu Arin mengambilkan makanan untuk sang suaminya sedangkan cinta berniat mengambilkan makanan untuk sang calon tunangannya
" Mau apakan poringku " tanya Reno dingin
" Aku mau mengambilkan mu makanan.. " ucapnya Cinta
" Reno ga boleh begitu kamu " ucap sang ayah membuat dia semakin membenci cinta
" Maafkan putra saya Pa Wira.. dia jarang punya teman dekat wanita jadi sedikit kaku " ucap Pa Jonatan
" Ternyata calon menantuku orangnya setia " ucapnya Pa Wira sambil tertawa bersama dengan Jonatan
" Setia apa, orang aku ga suka anaknya " batin Reno dengan wajah kesalnya
" Nak kamu jangan begitu, biarkan cinta mengambilkan mu makanan " ucap sang Ibu sambil tersenyum
" Iya bu " ucap Reno pasrah
" Nak cinta maafkan Reno ya.. " ucap Bu Arin
" Iya Bu aku ga kenapa-kenapa.. " ucap cinta mengambilkan makanan untuk Reno
" Jangan yang itu pedas aku ga suka " ucap Reno pada Cinta
" Kalau yang ini ga pedas " ucap Cinta sambil tersenyum
" Aku ga suka itu apalagi yang digoreng-goreng " Ucap Reno menguji kesabaran Cinta
" kamu mau yang berkuah yang ini saja ya " ucap Cinta
" Tidak, Aku tidak mau banyak sayuran " ucap Reno sambil tertawa-tawa dalam hatinya
" Rasakan Kamu cinta... " batin Reno
" Kamu harus sabar Cinta menghadapi Reno yang dingin dan keras kepala " batin Cinta
" Reno.. " ucap sang ayah Marah dengan apa yang Reno lakukan
" Tidak apa-apa Om... aku sudah biasa menghadapi Reno " ucapnya sambil tersenyum manis
" Kamu memang calon istri idaman, Reno pasti beruntung punya calon istri seperti kamu " ucap Jonatan memuji cinta
" Om bisa saja " ucap Cinta senang karena dipuji sang com mertua
" Ayah akan bilang sama kamu jika pertunangan mu dengan Cinta akan dilakukan seminggu lagi " ucap sang ayah dengan tegas
" Terserah " ucap Reno menyantap makanannya
" Bisa-bisanya Cinta suka pada lelaki seperti dia " batin Pa Wira
" Akhirnya Reno menyetujui pertunangan ini " Batin Cinta
" Kalau seperti ini, rasanya aku ingin bertemu dengan Nesa dan bercerita padanya, hanya dia yang paling mengerti aku " batin Reno
" Bagaimana jika acaranya dilakukan dihotel " ucap Jonatan pada Pa Wira
" Aku setuju Tuan " ucap Pa Wira
" Cinta apa kamu tidak keberatan jika acaranya dilakukan dihotel milik Om " tanya Jonatan pada cinta
" Tidak Om, tapi konsep dan segala macamnya biar cinta yang pilih.. " pintanya
" Silahkan Nak, Om tau kamu mau pestanya sesuai dengan impianmu kan " tanya Jonatan
" iya Om " jawabnya
" Nanti Ibu nanti ya nak " ucap Bu Arin
" Harus dong Tante biar pestanya lebih meriah " ucap Cinta sambil tersenyum
" Maaf jika sudah tidak ada yang mau dibicarakan saya pamit " ucap Reno
" Anak ini " ucap Jonatan dengan wajah marahnya
" Mas,, sabar malu dirumah orang " bisik sang istri
" Aku harus tahan emosi menghadapi Reno, dari pada rencana perjodohannya batal " batin sang ayah
" Apa aku boleh ikut " ucap Cinta membuat semua yang ada disana menatap Reno dan cinta
" Tidak " ucap Reno dengan wajah datarnya
" Reno kamu bawa cinta jalan-jalan.. kalian memang harus saling dekat agar kalian saling mengenal satu sama lain " ucap Jonatan sambil menatap wajah Reno tajam
" Lihat saja, aku akan membuat kamu membatalkan perjodohan kita " batin Reno
" Baiklah jika memaksa " ucap Reno langsung pergi setelah menyalami kedua orang tuanya dan kedua orang tua Cinta
" Aku pergi dulu " ucap Pa cinta dengan semangat
" Hati-hati dijalan nak " ucap Bu sila, biar bagaimanapun iya khawatir jika cinta dan Reno, dari yang iya lihat memang Reno sepertinya belum mencintai Cinta
" Iya bu " ucapnya langsung pergi membuntuti Reno
.
...****************...
.
Sedangkan dihalaman depan rumah Cinta mobil Reyan terparkir disana, Reyan turun dan membukakan pintu untuk sang majikan, namun iya dibuat heran ketika melihat orang yang dibenci sang majikan malah sekarang pergi bersamanya
" Selamat malam Reyan " ucap Cinta dengan senyum liciknya
" Nona Cinta, Maksud tuan apa ya membawa nona cinta ikut ke Club bisa terjadi pertengkaran " ucapnya Reyan dalam hatinya
" Kenapa bengong heran ya, Reno dan aku pergi bersama, tugasmu disini hanya menyetir " ucap Cinta
" Sombong sekali dia " batin Reyan
Reyan segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Club, sedangkan cinta sangat senang karena akhirnya Reno dan dia jalan bersama
" Reno kita mau kemana " tanya cinta
" Kamu diam saja dan jangan banyak tanya, nanti juga kamu tau " ucapnya Reno dengan ekspresi datar
" Rasakan Kamu cinta, Kamu akan pingsan jika tau rencana tuan " batin Reyan
" Sabar Cinta, jangan terpancing emosi.. Agar Reno kagum padamu " batin Cinta
Tiga puluh menit mereka sudah sampai ditempat yang dituju Reno dan Reyan, seketika cinta heran namun dengan pemikirannya iya malah senang
" Jangan-jangan Reno ingin mengajakku bersenang-senang " batin Cinta