(The Fate And Darkness) The Rise Of The Demon Knight S2

(The Fate And Darkness) The Rise Of The Demon Knight S2
kerajaan yang hancur (pt 2)



mereka bersiap melawan iblis yang sedang mendobrak istana.


"kalian semua pasukan elite kami, jadi kalian dapat mengalahkan para iblis itu dengan mudah"


ucap putri sambil mengangkat chakram ke langit.


"SIAAAPPP..." teriak para pasukan.


*JGREEEKKKK....pintu istana terbuka, puluhan iblis masuk dan pasukan Putri tersebut seketika lenyap.


dan hanya menyisakan penasihat dan putri.


"bagaimana ini?" ucap penasehat.


Putri tersebut melepas jubahnya.


"izin kan aku meratakan mereka"


putri tersebut mengayunkan dan melempar chakramnya seperti kapten amerika memainkan perisainya


"Energyy fluxxx" chakram berwarna kuning ke oranye dan putri mulai menebasnya.


*sreekk


"jreeekkk.....


Semua pasukan iblis langsung di hancurkan putri, tetapi yang diluar istana berkumpul ke istana yang berjumlah ribuan iblis.


Putri tersebut menaruh chakramnya di dada, "aura of the eclipse.." dan langit menjadi gelap, para iblis kebingungan dan tidak bisa melihat.


mereka semua kebingungan dan...


*srekk...


Srokkk..


Breekkk....


Crakkk...


Putri tersebut berlari sambil menebas para iblis dengan cepat hingga seluruh pasukan iblis habis.


"Hufftt....hufttt..." putri kewalahan.


"ahahah...sepertinya iblis len-" ucap penasehat terpotong karena dari belakang ada Pedang besar ingin menebas Penasehat.


sang putri langsung teleportasi dan menangkis serangan tersebut.


"SIAPA KAUUU!!!!" TERIAK PUTRIII


"hihihihi...." tiba tiba sesesosok makhluk berbadan besar yang memegang pedang, peganganya dari gading mamoth dan mata pisaunya terbuat dari obsidian datang dari balik bayangan


"I-iblis peringkat dalam..." ucap penasehat kerajaan


"iblis? Ahahahah....kami Dari kelompok Zafui, Nama gw Namrikus...dan serahkan seluruh istana kalian"


"TIDAKK AKAN.." ucap Putri tersebut.


"Ohoho...badan sekecil ini banyak gaya ya?"


"kau dengan mudahnya membantai pasukan gw.., mungkin kau cukup kuat"


sang putri menahan emosinya.


"yang mulia sebaiknya kita pergi dari sini, biarkan mereka mengambil kerajaan kita" ucap sang penasehat.


"Tutup mulut mu..."


"AHAHAHA...BERANI JUGA DIAA..."


Namrikus membawa temannya.


"perkenalkan tajradus, Asassin andalan kitaa" ucap namrikus ke temnya yang sedang mengasah katanannya.


Sang putri menahan rasa takutnya.


"BAIK...KALIAN 1 vs 1 lawan saya"


"Ahahaa..aturanya jangan menggunakan alat selain pedang dan senjata mu" ucap tajradus


Ucapan tersebut membuat penasehat istana terkejut.


"ahahaha...baik, akan ku ladeni gadis kecil ini"


Ucap tajradus.


Mereka semua memgang senjatanya.


Namrikus berlari sambil mengayunkan pedangnya.


Sang putri melihat pergerakan namrikus, sang putri melemparkan salah satu chakramnya ke namrikus.


Namrikus menghindar dan sang putri berlari ke belakang mengincar leher namrikus dan...


*Ktanggg..


tajradus menahan serangan Sang putri dan menendangnya.


"tcih..curang dasar pecundang"


Penasehat putri hanya menonton dari kejahuan.


Sang putri menahan serangan tajradus dengan satu chakramnya.


*ting..tang..ting...tang....


Namrikus mengayunkan pedang besarnya, dengan mudahnya sang putri menghindar dan menebas setengah dari tangan kirinya hingga terkelupas, Namrikus langsung menabrak putri tersebut dan tajradus mengayunkan pedangnya.


Peperang terus hingga namrikus terjatuh karena kehabisan darah,


"Tcih..badan besar kalah sama yang badan kecil" ucap Sang putrii


Tiba tiba tajradus melemparkan bom asap dan asap menutup semua pandangan sang putri, tajradus terus menebas putri tersebut, sang putri yang kesulitan melihat dia memanfaatkan suara ayunan pedang.


Setelah asapnya reda, Tajradus menghampiri putri, sang putri menebas leher tajradus tetapi sebelum putri menebas, tajradus membaca mantra tembus.


sehingga tebasan chakra putri tersebut hanya menembus leher tajradus.


Tajradus tidak mati dan langsung menebas ke 2 mata Sang putri hingga buta.


putri tersebut kesakitan sambil menutup wajahnya.


"KAU....CURANG MENGGUNAKAN SIHIRRRR" TERIAK PUTRI TERSEBUT KESAKITAN.


tajradus menghampiri putri tersebut dan menjambaknya.


"hehh...terima saja kekalahan mu..dasar buta" Tajradus menendang Putri tersebut.


"tanya boss dulu" ucap namrikus berjalan lemas.


sang penasehat mengendap-endap membawa putri tersebut.


"heh? Ini siap-"


"sttt...ini aku, peter kita keluar dari sini" ucap peter sambil merobek baju lengan.


" aku ikat mata mu agar darahnya tidak keluar kemana²" ucap Peter.


"mega heall!!!" peter membaca mantranya dan mata putri tersebut sudah tidak mengeluarkan darah lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


3 bulan kemudian


Lux dan kawanya mencari desa tetapi tidak menemukan sama sekali.


perut mereka semua bunyi.


"aduhh...lapar" ucap Amber.


"ini sudah sore tapi tidak ada desa sama sekali" ucap Lux.


Setelah sekian lama berjalan, Yumiko melihat rumah besar di tengah hutan, rumah tersebut terlihat mewah.


"kakk liatt...." yumiko menunjuk ke depan


"whaaa....syukurlah ada rumah" ucap Amber.


"Ayo..tuan kita kesana" ucap Lillith.


"Nanti ketika selesai makan disana kita bayar" ucap Amber.


"yaudah kalian duluan" ucap Lux.


Saat mereka berjalan menghampiri rumah, mereka langsung di sambut oleh ibu² berambut hitam dari belakang.


" Hii~~ sedang apa kalian?" ucap ibu tersebut.


mereka semua menghadap belakang.


"ehh...kita mau ke rumah ini" ucap Lux.


Mata ibu tersebut betsinar.


"Whaaa~~ayo masuk ini rumah ku"


ibu tersebut mengajak mereka ke rumahnya.


Saat mereka masuk, mereka mencium aroma didalam rumah tersebut.


"Hmm...rumahmu wangi ya.." ucap Yumiko.


"Hihihi...iya"


Lux menghirup aroma rumah tersebut dan curiga.


(baunya kayak gak asing)


ibu tersebut langsung menjamu mereka dengan makanan yang banyakk.


"ini kalian makan" ucap ibu tersebut.


mereka semua melahap makanan tersebut kecuali Lux.


"hm? Manis? Kenapa gak makan?" ucap ibu tersebut.


"Uh? ibu kok masak banyak, padahal ibu tinggal sendiri disini" ucap ibu tersebut.


Lux nencurigai ibu tersebut.


"oh iya nama kalian siapa aja?" ucap ibu tersebut.


"aku Amber, yang rambut abu yumiko, yang kuping kucing itu..Lillith" ucap Amber.


Ibu tersebut melihat Lillith sambil tersenyum.


"hmm..kamu dari bangsa A**nimoliusta?" tanya ibu tersebut.


"aku gak tau.." ucap Lillith.


"hmm kok gak tau?" tanya ibu tersebut.


"dia dulu budak dari kecil, jadi dia tidak tahu dimana kampung nya" ucap Amber.


"hmm...aduh kasianya, kalau yang laki siapa namanya?" tanya Ibu tersebut.


"gw Lux" ucap Lux dengan dingin.


"whaa...lucu namanya, Aku Drusilla salam kenal" ucap Drusilla.


"jadi perjalanan kalian gimana?" tanya drusilla.


mereka bercerita hingga menjelang malam.


Lux dan kawanya bersiap pergi, wajah mereka keliatan lelah.


"Ayokk...makasih ya...bu drusilla" ucap Lux.


"ehh...klian keliatan lelah, tidur disini dulu aja, pagi kalian baru pergi" ucap Drusilla


"Hoaamm....kalian pada mau gak?" tanya Lux.


Mereka semua menganggukan kepalanya.


"okeyy 2 kamar siap" ucap Drusilla.


"makasihh ibu druss" Yumiko terlihat gembira dan melompat ke kasur.


"soal bayaran gimana bu" ucap Lux


"semuanya gratis" ucap drusilla.


"Horeee..." teriak yumiko.


Mereka langsung di bawa ke meja makan dan ibu druss sudah menyajikan 1 ekor ayam kalkun.


Merek makan dengan lahap.


......................


Malam tiba Lux dan kawanya tidur di kamar mereka ber3 tidur bersama kecuali Lux tidur di kamarnya sendiri.