(The Fate And Darkness) The Rise Of The Demon Knight S2

(The Fate And Darkness) The Rise Of The Demon Knight S2
partynya agus terkena sihir iblis



sementara itu Edward terkejut melihat kepala iblision yang lemas dengan wajah penuh dengan darah.


"sayang kamu kenap-" Edward menghampiri iblision.


*Grrr...Arrrrgghhh......


Iblision marah mengeluarkan aura berwarna ungu.


"bisa-bisa gw kalah...sama dia" iblision mengamuk.


tentakelnya menjadi sangat besar, matanya merah darah.


Sambil memukul-mukul tembok dengan tentakelnya.


*bukkk...bukk..bukkk


"tenang saja, wajar saja dia raja dari para iblis makanya dia lebih kuat..pastinya" ucap Edward.


Iblision melirik ke edward.


"Grr...grr...hufftt.....benar gw harus sabar"


"tapi ingat Lux...leather face dia iblis yang lebih kuat dari si tolol mamon"


"penasaran gw anjing dengan kekuatan dia..!!!!" ucap Iblision.


"siapa?" Ucap Edward.


"Ajajel dan Lux pastinya" ucap Iblision.


"gw mau ketemu tali dulu" ucap Iblision.


"dimana?"


"di hutan boneka, lu jangan ikut" ucap Iblison.


"kenapa?"


"darah iblisnya terlalu kuat, kau bisa menjadi santapanya"


"owh...(kok gw diem disini aja gak pernah keluar) ucap edward kecewa


.


.


mereka terus berjalan yang dipimpin oleh Lux,


Camellia berjalan sambil menunduk.


"kenapa sensei?" tanya Lillith.


jari telunjuk Camellia memegang dagunya.


"ehehehe....gakpapa kok?"


Camellia mendekati Lux dan menepuk pundak Lux.


"Lux...?" ucap Camellia.


"hmm?"


"ehh...emang lux jadi mau balikin aku?" tanya camellia dengan gugup.


Camellia tersenyum "heheheheh....."


"mereka mau lu masih tinggal disana ngajar para murid di sana" ucap Lux.


Camellia tersenyum terpaksa "bener juga ya...eheheheheh.....(hufft...mungkin petualanganku sampai sini saja dengan mereka)


Yumiko melihat wajah camellia yang terlihat sedih namun ditutupi dengan senyuman.


mereka berjalan dan menemukan michael dengan wajah lesuh baju armor yang berkarat.


"eh...itu michael bukan sih?" tanya Lillith.


"mana? oh itu dia" ucap Lux.


"wajahnya lesu banget, ehh...dia gendong siapa?" ucap Amber.


"yuk...samperin" ucap Yumiko.


sampai disana mereka melihat yana dengan wajah pucat dan tubuh mengigil.


"ya ampun...dia kenapa?" tanya Amber.


"ki-kita semua d-diganggu..." michael menjelaskan dengan gagu.


Lillith melihat yuni yang di gendong dengan mulut yang berbusa.


mata yuni abu-abu dan tubuhmu nya mengalami kejang-kejang.


mereka merinding melihat yana dan yuni.


Lux melihat tabitha, tabitha langsung berlindung dibelakang badan michael.


"lah..kenapa lu gak biasanya kayak gini" ucap Lux.


tabitha ketakutan gak berani melihat Lux dan partynya.


"dih...parno banget lo..." ucap Lux.


tabitha langsung menangis kejar.


mereka juga melihat tubuh tabitha yang pucat.


"hayo lo...anak orang ditangisin" ucap Yumiko.


"lah..salah gw apa!?!?" ucap Lux


Tiba-tiba Camellia merasa ada yang megang kakinya dari belakang


"KYAAA.....AGUSSSS....!!!!!" teriak Camellia menengok ke agus


"K-Kun, s-se...." Wajah agus lebih pucat dari yang lain.


mulutnya kaku, matanya berwarna abu abu dan diiket Di pohon.


agus terus menerus nangis.


"kenapa lu iket" ucap Lux.


"dia bisa ngebunuh lo..." ucap michael.


camellia menempelkan tanganya ke dahi yuni yang di gendong michael.


"Hmmm..."eh.!!!!" Camellia langsung terkejut.


"cep..gak mungkin!!!!" ucap Camellia.


"apaan emang?" ucap Lux.


camellia langsung menyentuh dahi yana.


"cep...Astaga gawat ini....!!!!" ucap Camellia.


mereka semua penasaran.


"apaan sih!!!!" Lux kesal.


Camellia meghampiri tabitha untuk menempelkan dahinya.


taitha langsung menangis dan berteriak.


"TOLONG...!!!!"


mereka kebingungan.


"Aduh..cep.....bahaya bahaya" ucap Camellia.


"apasih!!!! cap..cep..cap..cep daritadi sok panik, penasaran gw mereka kenapa???" Lux mulai emosi


"mereka semua sama gejalanya, lu gak perlu nempelin tangan lo...ke semuanya" Lux semakin penasaran.


camellia menghiraukan Lux dan langsung menempelkan tanganya ke dahi agus.


"Ya..ampun!!!! parah ini!!!!"


Lux kesal langsung memegang kepala camellia dan meremas dengan keras.


"DARITADI LU HEBOH SENDIRI!!!!, apaan emang penyakitnya" Ucap Lux kesal


Lux melepas cengkramanya.


"Aduh...sakit tau, jadi dia kena sihir atau kecipratan darah iblis" ucap Camellia.


"michael...kok bisa kamu bertemu iblis?" tanya Camellia.


"jadi...saya sama mereka, niatnya mencari putri yang katanya masih tinggal di istana yang runtuh"


"terus kita nyasar ke hutan dan...mendengar suara perempuan ketawa dengan nada yang melengking"


"kita kabur dari hutan tetapi, di hadang sama makhluk besar yang gak jelas bentuknya, di situ mereka wajahnya di tutupi boneka"


"Boneka?, boneka!?!?!?" Camellia panik.


"saya berhasil menepis semua bonekanya kecuali mereka"


"dan mereka menelan darah dari mulut boneka tersebut, setelah itu gw bawa lari mereka"


"boneka? kesanya lucu ah..." ucap Lux.


"nggak tuan...dulu ada mitos..bahwa ada hutan yang dihuni boneka iblis" ucap Amber.


"benarkan sensei-camellia?" ucap Amber


"itu bukan mitos...emang kisah nyata, bahwa ada iblis yang kekuatannya setara iblis neraka dalam"


"dia gak nampakin wajah tapi....dia menggunakan boneka tali untuk mencari mangsa, setelah mendapatkan mangsanya, dia makan lalu di jahit kembali dan di isi kapas dan dijadika boneka pasukanya"


"berarti..." ucap yumiko


*HOEEEHKKKK......


Lux muntah karena ngebayangin prosesnya.


tabitha ikut muntah melihat Lux


"lah...dia ikutan" ucap Camellia


"Tuan..." ucap lillith sambil memijit pundak Lux


"kamu kenapa?" Amber memijit leher Lux.


"jangan di pijit leher gw tolo- *HOEEEEKKKK...." ucap Lux.


"eh..maaf"


"haaahh.....jijik gw bayanginnya" ucap Lux mengelap bibirnya


"iya...jangan di bayangin atuh...." ucap Camellia.


"cara nyembuhin mereka gimana?" tanya michael.


"bawa kembali ke kerajaan xvuil jangan sampe telat, gejalanya udah parah" ucap Camellia.


"klo telat kenapa?" tanya Lillith.


"jadi membusuk soalnya saya liat dari tangan agus sudah mulai membusuk" ucap Camellia.


"yaudah..bawa mereka" ucap lux.


michael membopong yuni


Amber membopong yana.


tabitha saat ingin di gendong memberontak dan nangis.


"uweee...jangan...GAK MAU!!!!"tabitha rewel.


"shh....shh...suimin jumon" camellia membaca sihirnya dan tabitha pun tertidur lelap.


"gw gendong tabitha lu agus sensei" ucap Lux siap siap menggendong tabitha.


*dugg...


Amber menendang Lux hingga tersungkur.


"apa apaan sih" Lux kesal.


"gendong agus aja lebih berat dia kasian sensei" ucap Amber.


"buktinya si michael gendong yuni"


"dia daritadi gendong si yuni" ucap Amber.


"cih...baiklah"


Camellia tersenyum sambil membopong tabitha.


agus memberontak sambil mencakar cakar armor Lux.


"apa sih..." ucap Lux.


*BUGGG...


Lux memukul kepala bekalang agus dan pingsan,


lux langsung menggendongya seperti menggendong anak sapi.


mereka semua kaget.


"yok..berangkat" ucap Lux.


"kasar banget ke sohib sendiri" ucap camellia.


"biar cepet..di gendongnya"


Lillith membawa pedang amber dan yumiko membawa perisainya


"untung kita pendek ya...suruh bawa beginian" ucap Yumiko.


"yang pendek elu doang disini" ucap Lux.


tertawa mereka pecah.


yumiko kesel dan menendang kaki kanan Lux.


"aduh..aduh...kurang ajar"


"tuan duluan yang ngeledek...Wleeee.." ucap Yumiko sambil menjulirkan lidahnya (meledek Lux)


"kalian itu berantem mulu.." ucap Camellia.


"BODO AMAT!!!!" Teriak yumiko dan Lux dengan kompak.


"tuh..kan samaan" Amber ikut manas manasin suasana.


"lu ngapain ngikutin gw" ucap Lux.


"kakak ngapain ngikutin aku!?!?!?" ucap Yumiko.


"lu tukang plagiat?!!?" ucap Lux.


"kakak itu" ucap yumiko.


"lu..!!!"


"kakak!!!!"


di sepanjang perjalanan mereka terus berantem, Lillith menutup kupingnya, Amber dan camellia terus tertawa.


michael tersenyum tipis (dasar...bocah kalian)


"biasanya kan klo orang berantem terus" ucap Amber.


"lama-lama mereka jadian, cieee...." ucap Camellia.


wajah yumiko merah.


"GAK SUDI!!!!" teriak mereka secara bersamaan


"TUHKAN...!!!!" TERIAK LUX.


"AWOO...kakak ini nyebelin"


"hahhaaha...udah² berisik" camellia gak bisa berhenti tertawa.


"masih jauh perjalananya, nanti lelah" ucap Amber