
di saat itu juga xenzha meninggalkan Chiku dan mulai membuntuti Lux dan Amber, xenzha menaruh kudanya dan lanjut membuntuti mereka
"hmm...tumben putri doyan jeroan?" ucap Lux
"iyaa....sebenarnya di kerajaan ku itu makanan yang dilarang, dan biasanya yang itu cuma kalangan menengah ke bawah" ucap Lula
"Dan aku penasaran..." ucap Lula.
"Hmm...gw sepertinya belum pernah, agus dulu sering cerita katanya enak" ucap Lux
"loh...bukanya tadi kamu bilangnya enak ya?" ucap Amber mehhhhqlnunjuk ke Lula.
"iyaa....itu kan kata mereka"
...****************...
Setelah itu mereka pergi stan daging, Xenzha akhirnya bisa melihat jelas Lux dan Amber.
"Akhirnya aku bertemu Amber...Adik angkat kesayangan aku"
"kenapa kau semakin cantik..dimata ku" ucap Xenzha.
"Lux? Sama siapa aja itu? 1...2..5..banyak banget partynya?!?!?"
"udah gitu perempuan semua lagi"
"ngapain mereka?"
Lux dan kawanya bertanya ke stan daging, mereka bingung karena tidak ada jeroan di stannya.
"ehhh...pak apakah disini jual jeroan?" tanya Lux.
"Adaa...buat apa? Makanan anjing kah?"
"bukan kita mau nyoba masak ituu" ucap Lux
"jeroan? Di makan? Ahahahaha....kalian ngapain makan sampah, gk mampu beli dagingkah?" Pedagang tersebut meremehkan Lux.
"Tcihh...kami cuma penasaran sama rasanya" ucap Lux.
"Ahaahah...kalian mau di samain sama anjing kah" pedagang tersebut tertawa sambil mengumpulkan jeroanya di kantong
Lux kehilangan kesabaran dan mencekik pedagang tersebut, orang-orang pada terdiam dan melihat Lux.
"Sekali lagi..Elu ngeremehin gw...jangan harap..anak dan istri lu bisa liat elu lagi!!....HUH!?!?!" ucap Lux.
"I-iyaa...."
Para warga terdiam, melihat Lux emosi.
"DAN INGAT.....YUMIKO BERIKAN MANA KANTONGKU!!!" TERIAK LUX.
"i..ini" Yumiko memberikan kantong.
Lux menjambak pedagang tersebut dan Lux menunjukan isinya kantong tersebut.
"liat...Di dalam ini ada 30 berlian, gw bisa beli semua dagangan lu..PAHAMM!!!" lux mendorong pedagang tersebut.
Amber dan kawan-kawanya tidak berani menenangkan Lux.
Xenzha bingung dengan sikap Lux.
"kenapa? Dia marah-marah?"
"beli apaan dia?"
Pedagang tersebut langsung memberikan jeroanya dan di berikan bonus daging ke Lux.
"Berapa?"
"G-gratiss...maaf telah membuat kau marah" ucap pedagang tersebut.
"beli jeroan!?!? Buat apa? Jangan²" Xenzha penasaran dengan Lux.
"DORRR.....pangeran bisa-bisanya ninggalin aku..." Chiku mengagetkan Xenzha.
"Ehh!!...ksatria udah selesai?" ucap Xenzha panik.
"Aku udahh...aku nyariin pengeran cuma ada kudanya doang"
"pangeran emang ngapain?"
"Nggak kok..."
Mereka masih terlihat takut dengan Lux, dan mereka meninggalkan kerajaan.
"yok...balik, rawan klo kita lama-lama disini"
"Tuaann....kamu tadi marah banget ya?" tanya Lillith.
"Jelas lahh....kita di remehin sama orang di bawah kita, mana kita di samain sama anjing lagii"
"Brengsek itu orangg...klo bukan di tempat umum udah gw bunuh diaa" ucap Lux.
Amber berinisiatif memeluk tangan Lux dan mereka semua langsung mendekati Lux.
"ehehe...jangan marah lagii ya.." ucap Amber.
"kakak kalau marah..keliatan jelek" ucap Yumiko.
"Humm...ehehe" Lillith menempelkan wajahnya ke tangan kiri Lux.
"Tcihhh...kalian gak usah gitu lahh..." Lux tersipu malu.
"Cieeee....di apit nona-nona langsung salah tingkah" Yumiko mengejek Lux.
"Berisik"
"Tuan....sorry ya..gara-gara aku kau sampe segitunya" ucap Lula.
"hmm? Santaii aja setidaknya kita dapet inii, nahh...yang bingung mau diapain ini jeroanya, di sup kah? Liat nanti deh" ucap Lux.
"Hihihihi...aku sudah lama gak nyobain makanan tuan" Amber terlihat senang dengan Lux.
"ehehe...kami menunggu masakanmu Tuaan" ucap Mereka ber4
"Humm" Lux tersenyum tipis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Xenzha mencoba membuntuti Lux tetapi Chiku menahan xenzha.
"Pangeran ngapain?" tanya chiku.
"ehh...ada urusan penting" ucap Xenzha.
"Kamu sebaiknya izin dulu ke raja"
"mau dia marah lagi?" ucap Chiku.
"...terima kasih udah nyariin aku" ucap Xenzha sambil mengelus Chiku.
"ehh...i-iya"
xenzha dan Chiku akhirnya pergi meninggalkan tempat.
...****************...
Lux dan kawanya mencari desa untuk tempat singgah.
"dan sekarang kita bingung, masak dimana? Kita bermalam dimana?" ucap Lux.
"uhh...coba cek peta" ucap Yumiko.
Lux membuka peta...
"uhh...kemanee broo??"
*Bzzztt..bzttt...
Tiba-tiba ada suara berdering di kantong, Amber langsung merebut Hp lux.
*happ..."nahh..!! dapett, pasti dari si Jutek"
Amber membuka Hp Lux dan melihat notifikasi.
(Lux kamu kosong gak?)
"huh...kosong?" tanya Amber.
Lux mencoba merebut Hpnya tetapi di tahan Yumiko dan Lillith.
"Woiii!!!...lepasiin?!?" teriak Lux
"baca lagi coba" ucap Yumiko.
"O..okey"
Laura mengetik....
(Ayoo...tempat gw kosong)
Mereka langsung melihat Raut wajah Amber yang datar dan membantu, mereka semua kebingungan.
"Amber? Kamu kenapa?"
"dia ngomong apa mbak?"
"lahh...ngebug kh dia??"
Tanganya Amber menyala dan mengeluarkan pedangnya.
"tahan...tahan...." ucap Amber sambil mengayunkan pedangnya.
mereka menahan Lux dengan keras..
"mau gw giling tuan Lux" ucap Amber dengan nada datarnya.
"ehehehe...Hayoloo.." ucap Lillith dan Yumiko
"wehhh...maksudnya apaaa ini!??!?!"
"Ini apaaa....maksudnyaa!!!!!" Amber kesal
"ohh..??*Lux melirik ke Amber..Ta-tahan duluuu.." Lux melihat Amber cemberut.
"Sabar..kemarin dia ngajak kita untunk nginap disana, sekalian megupgrade senjata dan skill kita"
"kita levelnya tinggi tetapi Senjata dan skill kita dibawah rata², itu sebabnya kita damage yang kita berikan sangat sedikit"
Amber melirik lux dengan curigaa.."hmm..masuk akal alasan mu"
Lux menghela napasnya "hufftt....iya sayang~"
"heh!" seketika wajah Amber memerah, Amber memukul manja perut lux.
"hum..hum.." Amber mengangguk.
Lux melihat Lillith dan Yumiko, melirik dengan tatapan tajam.
"nape?"
"tcih...di bilang sayang, dihhh...." Yumiko
"huh? Emang kenapa?" ucap Lux
"ulululu...tayang-tayang" Yumiko meledek Lux
Amber menutup wajahnya "Berisik!!"
Lillith menepuk pundak Yumiko.
"mbak udah ishh..."
Yumiko masih tetap menyindir Lux
"Huffttt.....Ayoo sayang ku~ mari lanjut perjalananya yaa~" Lux berusaha membujuk mereka.
Lillith, Yumiko dan lula wajahnya memerah
"Pfttt...AAHAHAHAAHH..." yumiko langsung tertawa sambil berjalan di depan Lux.
"Eh-" Lillith malu
Lula terdiam dan wajahnya merah (apa-apaan sih..nih orang).
"Hufftt...yaudah, kerajaan De lavla gk lama dari sini" ucap Lux.
Yumiko melindungi wajahnya dari mereka karena menahan malu, melihat Lux mengucapkan sayang ke mereka.
"Tuan..." ucap lillith
"ada apa? Lillith?" ucap Lux.
"ehh...uhh...perasaan kita dari dulu cuma bolak balik kota aja"
"kapan kita mengelilingi negeri?" ucap Lillith
"bener juga ya!...Nanti deh setelah kita upgrade senjata kalian dan pembagian role" ucap Lux
"karena kita terlau lemah untuk pergi ke luar"
"role ?" tanya Lula.
"gw juga belum paham...nanti biar laura yang jawab" ucap Lux