(The Fate And Darkness) The Rise Of The Demon Knight S2

(The Fate And Darkness) The Rise Of The Demon Knight S2
Ayo by one sinii



Kemudian Lux mengumpulakan barang bukti, Lux mengingat kejadian semalam dan mengaitkan kejadian tersebut dengan kisah Agus.


Lux terkejut..


"Pasti ini ulahh iblis tali" ucap Lux.


"berarti kita berada di kawasanya dia?" tanya Amber.


"Kurang yakin, baik sebelum terjadi apa2, kita tinggalkan tempat ini" ucap Lux membawa tasnya.


"bajunya gimana? " tanya Yumiko.


"tinggalkan saja, takutnya ada sihir di Bajunya"


Mereka membereskan tendanya dan bergegas pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Leather face dan cindaku sedang menyamar menjadi manusia dan menyelinap ke dalam kerajaan kecil di suatu desa.


"Hmmm...bau manusia" ucap cindaku.


"Ahahah...kangen gw di masa seperti ini" ucap Leather.


tiba2 ada suara anjing menggong gong di depan mereka ber2


Leather tersenyum sambil menghampiri anjing tersebut, Anjing tersebut menatap Leather dengan serius.


Bola mata Leather berubah menjadi merah, Anjing tersebut tiba² membeku.


"Anjing pintar.." ucap leather.


Mereka meninggalkan anjing tersebut, Anjing tersebut tiba-tiba menjadi abu.


"kira-kira portal iblis kapan terbuka?" ucap Cindaku


"semua tergantung keputusan iblis dalam peringkat 3" ucap leather.


"tcihh..kenapa harus dia coba?"


"dia iblis paling jenius dari semua, raja vanholus sempat menyegel tetapi dibuka oleh raja vanclorian yang dungu ituu.." ucap leather


"dia iblis jenius walaupun arogant, tetapi pengaruh dia di dalam abys sangat tinggi"


"kenapa gk iblis peringkat 1 atau gk si Tali?" tanya cindaku.


"iblis peringkat pertama kan dia tinggal di abyss dan tidak bisa keluar"


"kalau di bandingkan mereka Tali adalah iblis neraka dalam terkuat tetapi dia benci dengan kita" ucap Leather.


"bahkan dulu Tali menantang Azazel untuk berduel"


"tetapi azazel sangat mencintai Tali, sehingga dia diberikan darah yang banyak ke tali"


"iyaa sihh.....dulu waktu gw sedang rapat antara neraka dalam dan luar, aku gk bisa berpaling dari Tali" ucap Cindaku.


"Aahhaha..kamunya aja yang mesum" ucap Leather.


"Tolol!!!" cindaku memukul leather.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lux melihat Peta dan terkejut.


"whaaa...kita deket kerajaan vanclorian Amber!" ucap lux


"ehh..serius" Amber langsung menghampiri Lux dan dadanya tidak sengaja menyentuk lengan Lux.


"ehh!" Lux malu.


"Nihh...liat"


"Ehemm...ehemm....Kumat lagi si mbak" ucap Lillith


"ehh..tapi gpp, kamu sempet di benci disana" ucap Amber.


Lux tersenyum dan memberikan petanya ke Amber, Lux berlari dan menghadap mereka.


Sinar matahari menyulut wajah Lux, rambut abu-abunya berkilau dan pupil ungunya terlihat terang dan jernih.


"mereka gk bakal tau kalau aku Lux, muka ku kan berbeda" ucap Lux


Mereka ber3 mematung,bola mata mereka bersinar dan wajah mereka memerah.


(terima kasih tuhan) ucap Lillith dalam hati.


"iyaa tuann...kau semakin tampan~♡" Amber tersenyum.


Yumiko berlari sambil menendang kaki Lux.


"Awooo!!! Jangan berlagak sok ganteng kakak!..wlee!!" ucap Yumiko sambil berlari dan meledek Lux.


"Woiii...awas nanti jatuh keranjangnya" ucap Lux mengejar Yumiko.


setelah mengucapkan tadi yumiko tersipu malu sambil memegang dadanya.


"Lu mau kemana!!! Gw yang megang Petaa" teriak Lux


Yumiko terdiam dan menoleh ke belakang.


"ehh..aduhh" Yumiko di pukul oleh Lux menggunaka peta yang di gulung.


"jadii kita ke vanclorian?" tanya Amber.


"ehhh..Nggak, mending ke tenpat baruu" ucap Lux


"dimana?" tanya Lillith.


" North broan tung, kota apaa ini?" ucap Lux


"Amber kamu tau?" tanya Amber.


"ehh..hmm..kota baru kayaknya?"


"yaudah kesana yukk...sekalian kita cari obat buat mata Lula" ucap Lux.


"gk usah..." tanya lula.


"dihh...begaya luuu" ucap Lux.


"hmm? Coba sini duel kita" tanya Lula.


Lula melepas gengaman Lillith, Lula


"pftt...gimana mau lawan gw? Lu aja ngebelakangin gw." ucap Lula.


lula membalik dan tanganya mengepal.


"baik, ini pertarungan bersih yaa..tidak ada saling bunuh" ucap Lula.


"yaudah"


"mana senjata mu kita adu senjata" ucap Lula.


"lu kan gk bisa liha-"


*Shh...gk usah banyak omong


"Finee..." Lux mengeluarkan pedang besarnya.


"sudahh gww...mana senjata lo"


"Fuuhh...rumh-almajdd!!!" ucap Lula.


"HAAAA!?!!?!" LUX TERIAKK.


"Awwooo...kok iso?(sama donk kayak gw tapi di punggung)" Yumiko melolong


"kok bisaa??" ucap Amber.


Lillith kesal melihat dada Lula


"Ayoo!! Aku buktiin kalo bisa perang dengan mata tertutup" ucap Lula


"hmm.."


*tap....tap..tapp....Lula berlari.


Lux menebas dan..


*tingg....


Pedang Lux di tangkis


*tang...ting..tangg....


Amber, yumik dan Lillith terkejut melihat lula.


"dia buta tapi bisa gituu" ucap Lillith.


"awwoo...edan" ucap Yumiko


"kalian hati-hati yaa!!!!" TERIAK AMBERR.


Lux mencoba bergerak dekat cepat, lux mengayunkan pedangnya dengan penuh tenaga.


Lula menangkis seluruh serangan Lux dengan santai.


Lux mengambil napas dan menemukan kesempatan, Lux menepis lancen lula dan terlempar jauhh...


"hahaah..kalah" ucap Lux.


"kalah?" Lula tersenyum.


"kalah lahh...lu gk ada senjata" ucap Lux.


"sini..kan gw belum jatuh" ucap Lula sambil megayunkan tanganya.


Lux emosi dan berlari...


*tapp...tapp.tappp...tapp


*Syuuutttt.....


Lux mengayunkan pedang dan menarget kan kepala Lula.


"TUAAANNN!!!!!!" teriak Amberr.


Mereka ber 3 menutup matanya


*Syuuutttt.....


Dan......


*TANGGGGG.......


mereka membuka matanya.


mereka terkejut Lula menangkis pedang besar lux dengan karambit di tanganya.


"Ehhh??..."Lux terkejut.


Lula tersenyum..."dan sekarang gantian"


Lula menyerang Lux secara bertubi2.


Lux kesulitan menangkis karena pedangnya yang terlalu besar.


Amber,Yumiko dan Lillith takjub dengan gaya berpedang Lula.


"dia bukan berperang tetapi menarii" ucap Lilith.


"indahhnyaa..." ucap Amber.


"Pffttt...liat muka kaka dah...ruwet banget keliatanya" Yumiko menahan tawa.


"Anj11rr...gw bingung dari pala sampe kaki gerak semuaa" ucap Lux.


Lux melempar pedangnya dan menggunakan dagger Lillith dan menangkis serangan Lula.


*tanngg...tang...


Mereka bertatapan (kecuali lula karena buta)


"hihihi seru juga lawan aku ini" ucap Lula


"Hmm...serukah? Akan aku buat kau tersungkur" ucap Lux sambil tersenyum tipis.


"ada 2 kekurangan kamu?" ucap Lula.


"hm?"


"emosi...dan seni bela diri" ucap Lula


"eh..? Waaaa....*uhukk" Lula langsung memeluk pinggang Lux, membanting Lux ke tanah (german suplex) dan mengunci tangan Lux dengan paha Lula.


"nahh...kan dapet" ucap Lula.


"Aadududuauaau...lepas² sakitt-sakittt" ucap Lux


mereka ber 3 terkejut dengan teknik bela diri Lula


"mbak bela diri apaan?" tanya Lillith


"Wahh kamu keren" ucap Amber.


"busett apaan tuh, awwwoooo...tuan malah rebaahan" ucap yumiko sambil menjulurkan tanganya ke Lux.


"tutup mulutmu!!" ucap Lux, Yumiko membantu mengibas² baju Lux yang di pebuhi tanah.


"hihihi...waktu kecil aku penari perut dan penari salsa ketika aku beranjak remaja aku sering disuruh ikut seni bela diri dari berpedang sampai gulat.


"Pantess...dari dulu udh di pushh" ucap Lux sambil mengelap hidunya.


"Nice...Lula, aduh..gw istirahat dulu yakk"


"ayoo..berangkat lagii?" Yumiko menarik baju Lux.


"bentarr punggung gw sakit di banting Lula"


"Pftt..Awwooo...ada sesepuh udh jompo" ucap Yumiko.


Mereka semua tertawa.


"awas lo yaa Yumikoo gw sembuh, gw bersumpah menjitak kepala kamu sampe nangis" ucap Lux


Yumiko tertawa.."ahahha...Ampun kakak lagi mode jutek"


Mereka tambah tertawa.


"hihihi.."amber tertawa sambil mengeluarkan air mata


"cukupp...hahah..cukupp" ucap Amber