(The Fate And Darkness) The Rise Of The Demon Knight S2

(The Fate And Darkness) The Rise Of The Demon Knight S2
pencarian danau dan baju baru putri



Setelah 10 menit berjalan, mereka akhirnya menenumukan mata sungai yang bersih, Amber membuka sepatu dan kaus kakinya.


*ceplakk..ceplukk...


"Airnya dingin enak..ini." ucap Amber.


"Okee..." Yumiko menggotong Lula sampai di bibir sungai.


"Tuan...pergi dulu" ucap Amber.


"huh?"


"kita mau mandiin Lula" ucap Lillith.


"tolong ambilkan handuk, tuan" ucap Amber


"tcih..." Lux langsung membuka profile dan mengambil handuk lewat inventory-nya


Lux langsung melempar ke Amber.


"handuknya cuma 3 ya.., yaudah makasih tuaann..." Amber berlari sambil membawa handuk.


Mereka berendam di sungai yang ditutupi semak-semak, Lux diam tidak melakukan apapun hanya diam menatap langit.


Tiba...tiba...


*KYAAAAAA....suara teriakan Amber.


Lux langsung berjalan dengan santai.


"ada apa? Kodok? Huh?" ucap Lux.


"BUKAAAAANNNN....." teriak Amber.


Lux mengintip di antara semak², Lux terkejut ternyata banyak potongan tubuh manusia yang di buang di rawa.


mereka semua pergi ke daratan, kecuali Yumiko karena kekurangan handuk.


Lux menghampiri beberapa mayat tersebut, Lux mengambil jari dari mayat tersebut dan melihat datannya.


"hmm..cuma?" Lux terlihat kebingungan.


"Ada apa? Kakak?" tanya Yumiko.


Lux menoleh ke Yumiko "jadi-" Lux melihat tubuh Yumiko yang didalam air, air danau tersebut terlalu jernih hingga terlihat jelas tubuh Yumiko.


*gedebugg...


Lux langsung tejatuh, Amber menghampiri dan menaruh kepala Lux di pahanya.


"Tuann...kamu kenapa?" Amber khawatir


Lux kembali sadar dan berdiri.


"ehemm...jadi, mereka ini, seorang bandar yang dibunuh oleh bandar yang lain" ucap lux.


"tuan tau darimana?" ucap Lillith


"aku punya kemampuan bisa baca, riwayat hidup manusia walaupun hanya 2 hari saja" ucap Lux.


"2 hari?" ucap Amber.


"2 hari kedepan sama 2 hari kebelakang"


Lula yang mendengar tersebut penasaran, sebenarnya dia siapa? Jangan²......


Lula teringat kisah dari kakeknya bahwa ada pahlawan berambut abu yang memiliki banyak kekuatan aneh...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dahulu kerajaan Lula termasuk kerajaan pecahan dari kerajaan bernama el castello de vanxual, kerajaan tersebut menjadi kerajaan terbesar ke 4, tapi kerajaan tersebut hancur hingga 87% akibat ulah iblis dan pria abu.


Seluruh keluarga besar dari kerajaan vanxual tewas dan hanya menyisakan kakek lula.


Lula merasa takut dan khawatir terhadap suara tersebut.


(Mustahil kalau dia masih hidup kan?)


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"jadi...mereka bandar apa?" tanya Lillith


"aku kurang tau?"


"mungkin bandar tanaman bahaya" ucap Amber.


"Bahaya?" tanya Lux.


"itu...tanaman yang kalo disalah gunakan kita bisa mabuk dan berkhayal" ucap Amber.


Lux terkejut (disini ada nark0ba juga ya..)


"Hmm..didunia ku dulu, banyak kasus begini.." ucap Lux.


"mereka tetap mempertahankan bisnisnya jadi kalau ada sainganya mereka saling membunuh satu sama lain" ucap Amber


"jadi...mau diapakan mayat ini?" tanya Lillith.


"EHEMM..EHEMM..." teriak Yumiko.


"huh?" ucap Lux sambil membelakangi Yumiko.


"sebelum di kubur, aku dulu diangkat, aku masuk angiiiinn!!!!!" ucap yumiko.


"oke..oke..." Amber pergi ke semak² untunk memakai gaunya.


"nih..." Amber memberikan handuknya.


Yumiko berenang ke tepian, dan memakai handuknya.


Lillith dan Lula pergi ke semak², Lux membututinya.


*pukk..Pundak Lux ditepuk Amber.


"Kamu tunggu...sini!! Oke!" ucap Amber sambil tersenyum sinis.


"eheheh..becanda² gk mungkin aku ngintip" ucap Lux.


"Yumiko...ikut mereka ganti baju" ucap Amber.


Yumiko berlari dan ikut Lillith, Lux dan Amber duduk ber2 an di bibir danau.


Amber sedang melihat danau.


Lux terpukau, pantulan sinar matahari mengenai danau dan rambut pirang Amber, Rambut Amber terlihat berkilau mata hijaunya seolah² memantulkan cahaya.


Amber merasa di lirik Lux, Amber menoleh ke Lux. Amber tersenyum


wajah Lux merah, Senyum Amber memberikan kesanya gemas dan elegant, bibirnya yang melengkung membuat pipi chubby nya terlihat lebih menggempal,


eye's smile nya yang terkesan seperti gadis polos yang periang.


Lux membalikan wajahnya (aku bersumpah untuk menjaga senyum dia)


"Amber...?" ucap Lux dengan nada datar.


"ada apa tuanku?"


Lux gugup sambil memainkan jarinya.


"ka..kamu terlihat Cantik hari ini" ucap Lux yang tetep membalikan wajahnya.


Amber shock dan pipinya memerah....


Amber mengambil tangan kanan Lux, dan memasukan sela² jarinya ke jari tangan Lux. Tangan Amber yang satu memegang pipi Lux sambil mencubit gemas.


" lawan bicara mu di belakang lho.." ucap Amber dengan pipi merah merona.


Lux perlahan menoleh dan....


*Cup....Amber dengan cepat mencium dahi Lux.


Lux speechles hanya diam dan terkejut.


Amber menggeserkan badanya hingga badan mereka bersentuhan.


Amber bersandar di pundak Lux.


"Uhh...tuan?" ucap Amber.


"aku mau ingin menyampaikan sesuatu"


"Uhh..ehh.apa?" ucap Lux terbata-bata.


"aku ingin menjadi-" ucapan Amber terpotong.


"HAYOOOOLOOOOOO!!!!!...NGAPAIINNN!!!!" TERIAK YUMIKOO.


"BUBAAARRR!!!!....BUBAAARRR....!!!" teriak Yumikoo kesal.


Amber dan Lux terkejut dan langsung berdiri.


"Kita Bukan satpol PP panik bangett dasarr..." ucap Yumiko


"dasar kalian, ditinggal sebentar udah begini" ucap Lillith


Lula yang tidak bisa melihat penasaran dengan apa yang terjadi barusan.


"a-ada apa ini!??!!" ucap Lula.


"uhhh...ja-jadi gimana Lula?" ucap Amber.


Lux melihat baju yang di kenakan Lula.


"itu bukanya pajamas kamu Lillith?" ucap Lux.


"i-iya..aku udah gk make lagi....aku kasih dia aja" ucap Lillith.


"gimana lula...pas gak bajunya?" ucap Lux.


"pas....tapi di dada kekecilan"


Lillith membatu....


(Itu bukan Bajunya yang kecill, Dada mu aja yang *off-side*)


"yaudah kita belikan baju untuk Lula" ucap Lux.


"udah gk usahh...aku buka aja kancingnya biar gk sempit"


Lula membuka 4 kancing atas dan....


*boing².....


belahan dadanya terlihat, Amber dengan cepat menutup mata Lux.


"Heeeiiii....dasar jelalatan!!!" ucap Yumiko.


"kamu nggak pakai braa, Lula jangan segitu bukanya" ucap Lillith


lula tidak mengetahui,wajah Lula merah....


...****************...


Setelah kekacauan itu selesai, Lux dan kawanya berangkat kembali ke kerajaan xvuil untuk mengembalikan Lula.


"sebelum kita ke bertemu raja, Kita cariin baju yang pas dulu" ucap Lux.


"yaudahh....kita balik ke XVuill" ucap Yumiko.


Mereka sedang asik berjalan dan mengobrol, Lula sedang di bopong Lillitj dan Yumiko.


Tiba..tiba..


*Bzzzttt....Bzztttt....


Dari kantong Lux ada suara getaran, Lux langsung mengambil Hpnya.


mereka ber3 langsung melihat Lux dengan tatapan membunuh.


(pasti si jutekk) ucap mereka dalan hati.


Lula merasakan hawa amarah mereka.


"ke-kenapa kalian?" ucap Lula.


Lux mengangkat teleponya.


"hmm?


"LO DIMANA?" ucap Laura.


"di jalan ini, bareng party an gw"


"nanti malem lu on yee...., kalau gw chat, sok ngartis lu ajg!!!" Laura kesal


"iye..iye gw on, mau ngapain emang?"


"jadi ada sesuatu yang ingin gw omongin setelah gw melakukan eksplor gw ngelihat sesuatu yang mungkin elu tau"


"oke..."


"DAN terakhir, kalau lo bisa kesini mampir, gw mau upgrade senjata sniper si kucing" ucap Laura


"kalau kalian mau awaken? di tempat gw bisa" ucap Laura.


"awaken?" Lux kebingungan


"sumpah demi apa? Lo gk gau?" Laura terkejut.


"1diot...udah hampir 5 tahun disini, awaken aja gk tau" ucap Laura.


"awaken tuh buat upgrade hero power kamu sama partner kamu"


"sekarang lo level berapa?" tanya Laura.


"uhh...klo gk salah 96"


"damage lu berapa?" tanya laura.


"uhh...2000 an"


"2000 an? damage apaan? Mana sakit? Kayak di cakar ayam?"


"Awaken tolol Sini....nanti" ucap Laura.


"iyee...iyee..."


Lux mematikan callnya.


Mereka semua penasaran.


"dia ngomong apa?" ucap Lillith.


"nanti gw jelasin, pertama beliin dulu baju buat si Lula" ucap Lux .


"Okeeee..." ucap mereka ke 3