(The Fate And Darkness) The Rise Of The Demon Knight S2

(The Fate And Darkness) The Rise Of The Demon Knight S2
operasi penculikan Camellia berhasil



Lux dan Partynya berkumpil di dalam restoran untuk merencamakan strategi.


Lillith sedang memakan free chip di meja makan.


*crunchh....


"jadi..kita mau bagaimana tuan?" ucap Lillith


"Hmm...."


Amber mengambil satu keripik di meja.


*crunchh...


"hmm..enak juga"


lillith dan Amber memakan keripiknya.


"tuan, Yumi kamu gak mau?, tinggal sedikit nih" ucap Amber.


"udah makan aja" Lux masih berpikir dan merancang strategi.


"uhh....ng-nggak suka keripik" ucap Yumi.


Lux terkejut


"n-nggak suka?" Lux terkejut


"i-iya...emang kenapa?"


"makhluk bumi mana yang gak suka keripik kentang"


"ini singkong tuan" ucap Amber


"owh ....Coba satu gigitan saja!!!!"


"Uhh...Tuan selera orang berbeda" ucap Amber.


"Nggak...karena keripik itu "kusuka" ku suka kamu suka keripik singkok ku suka" ucap Lux mengambil satu keping keripik dan memakannya.


*crunchh....


Lux mengacungkan jempolnya "enak...."


"keripiknya habis, sebentar gw ambilin lagi" Lux meninggalkan meja makan untuk mengambil keripik tambahan.


Lillith dan Yumiko kebingungan.


"tuan...ngomong apa sih??" ucap Lillith


"apakah dia bug atau mabuk?" ucap Lillith


"gak ada yang tau sifat asli tuan gimana?" ucap Yumiko.


Amber tertawa tipis sambil menutup mulutnya.


"hihihi....aku gak ngerti apa yang dia ucapkan tapi dia sangat konyol" ucap Amber.


Lux kembali sambil membawa 2 piring ber isi Keripik singkong.


"wha...satu lagi dikasih keju" ucap Amber.


"Aku minta ya..." ucap Amber.


"ambil-ambil"


Lux mengambil kepingan keripik dan menodong ke Yumi.


"nih...makan"


yumiko langsung memakan keripik di tangan Lux.


*Crunchh...


"hoe-...Gak enak" ucap Yumi.


"HUH!? memang aneh kamu" ucap Lux.


(daritadi yang aneh itu...tuan!!!) ucap Yumiko dalam hati


"Jadi rencana kita.." Lux mengambil buku dan menulis rencana.


"jadi Lily..."


"terus Amber nanti kamu itu gini...."


"terus Yumiko kasih 2 kantong ini ke tigor" ucap Lux.


"eh...itu kan emas kita" ucap Amber.


"Aku sudah ngitung semua itu totalnya 100 batang emas, 1 batang emas kan 1.000 keping koin"


"ini buat bayar hutang camellia"


"kok di bayarin?" ucap Amber.


"dari pada orangtuanya di penggal"


"jadi yang ngasih yumi, Oke"


"Awo?,Aku?" ucap Yumiko.


"soalnya dia gak tahu suaramu, klo aku tau jadi takutnya kita dikejar-kejar lagi" ucap Lux.


"owh...okeyy...Awooo"


tiba" pelayan datang membawa pesanan mereka.


"permisi ini pesananya".


"ah..terima kasih" ucap Amber


mereka asik memakan daging asap yang mereka pesan, setelah itu mereka bersiap-siap dan keluar dari restoran dan jalanan jadi sangat ramai mereka tidak bisa melihat parade dan Camellia.


mereka menyelip ke tengah dan akhirnya melihat kereta Tigor dan Camellia sedang berhenti, mereka sedang melambaikan tangan.


Yumiko melompat-lompat.


*hap..hap...hap....


"gak keliatan...." ucap Yumiko


"Hufftt....."Lux menghela napas.


"Buka tudung mu" ucap Lux.


"oke..." Yumiko membuka tudungnya


"HAP..." Lux memegang leher yumiko dan mengankatnya seperti mengangkat kucing dari leher.



"eh..." Yumiko terkejut karena diangkat Lux.


"keliatan...?" ucap Lux.


"shhhhsshsh....KELIATAN" ucap Yumiko sambil mendesis


"EMANG AKU ANAK KUCING APA!!!!!" Yumiko memberontak.


Lux mengangkatnya lebih tinggi lagi.


"ahh...lebih tepatnya anak anjing" ucap Lux


Amber dan Lillith tertawa melihat tingkah Yumiko.


(Cih...emang aku sependek ini apa sampe harus di giniin) ucap Yumiko dalam hati.


"hihihi...Yumi-yumi" ucap Amber.


.


.


setelah itu Camelia dan tigor masuk ke dalam gedung pernikahan. Lux dan kawanya mengumoat di balik tembok untuk bersiap-siap menculik Camellia.


"Nih...." Lux melempar jubah ke partynya.


"pake masker itu..." ucap Lux


(Anjim keren bet...udah kayak maling permata di gedung) ucap Lux dalam hati sambil tersenyum.


"eh...Tuan?" Amber bertanya


Lux menggelengkan kepalanya


"kalian siapkan, apa yang gw rencanain" ucap Lux.


mereka mengacungkan jempolnya.


"sip...Let's go!!!" ucap Lux


mereka berlari dan Lillith menyiapkan senapanya.


"Amber..!!!!" teriak Lux.


"Baik tuan....." Amber melemparkan perisai.


.


.


Camellia berjalan di karpet merah, Camellia menatap Tigor.


"Jadi dipersilahkan untuk menciun pasangan " ucap pendeta.


Tigor membuka penutup wajah dan melihat manisnya camelia tersenyum.


ketika tigor ingin mencium Camellia tiba"......


*Praaangg....suara jendela pecah dan...


"oke....target lock...Mist bullet" Lillith menembakan pelurunya.


Peluru tersebut menembak perisai Amber yang hendak ingin mendarar.


*POOOOFFF......


Kabut tebal memenuhi seluruh gedung pernikahan


semua orang yang didalam istana panik.


Lux melompar kedalam jendela yang di pecahkan Amber.


Yumiko menghilang dan menyelinap masuk kedalam gedung.


Lillith masuk melewati pintu dan mengunci pintu.


*Dorr...dorr....dorr... Lillith menembakan peluru ke langit -langit gedung supaya tidak terdengar Lux sedang mencuri Camellia.


tigor panik ke takutan dan melepas Camellia.


"heehhh.....TIGOR!!!" Camellia panik ketakutan.


Tigor berlari dan di hadang sesosok makhluk kecil berwarna hitam gelap.


"S-siapa?" ucap Tigor panik.


"Nih.....UNTUK LUNASIN HUTANG SENSEI" Yumiko melemparkan 2 kantong emas dan berlari meninggalkan gedung.


Camellia hanya duduk terdiam sambil ketakutan.


*hap.....Lux langsung menutup mata camellia dengan kain, menggendong Camellia dan membawa lari, Camellia meremas dan mencubit badan Lux karena ketakutan.


(dia nyubit?, geli...) ucap Lux dalam hati


setelah Lux dan Yumiko keluar, Lillith melempar senjatanya lewat jendela dan masuk ke semak-semak.


Lillith berlari ke pintu utama yang di kunci.


*BRAKKK.....Lillith menendang pintunya.


Lillith berteriak "HEIIII....PINTU DEPAN SUDAH KU BUKA, HATI2 KELUARNYA...."


Para warga keluar lewar pintu dan Lillith memanjat dan keluar lewar Jendela yang tadi pecah.


"fiuhhh....selesai juga" ucap Lillith mengelap keringatnya di dahinya.


"Yosh.....ayo lari keburu ketahuan" mereka berlari dengan jubah coklat.


petugas melihat mereka dan meneriaki


"HEIII....PERAMPOK"


para penjaga di atas gedung melihat mereka keluar istana dan mereka menyiapkan panah dan mulai menembaki mereka.


"AWAS HUJAN PANAH..!!!!" teriak Lux.


(heh? suaranya?) Camellia mengenal suara tersebut.


mereka mencoba menghindar dari anak panah.


"Jebb....


anak panah tersebut mengenai betis yumiko, dan tembus, yumiko terjatuh.


"Awo...."


"Yumiko..!!" teriak Amber.


Yumiko langsung mencabut anak panahnya.


"aduh..duluan aja" Darah berceceran di betis yumiko.


"Lily bawa pedang dan perisai ini..." Amber mengasih senjatanya ke Lily


"baik"


'Ayo yumi...."Amber menggendong belakang Yumiko.


dan kembali berlari hingga istana sudah terlihat lagi dari belakang.


mereka berhenti di samping jurang dan gaun Amber dipenuhi darah Yumiko.


Lux langsung merobek jubahnya dan mengikat kaki Yumi yang berdarah.


"dah...sekarang darahmu tidak berceceran" ucap Lux.


Camellia yang masih di tutup matanya merasa kebingungan.


"ehh...tuan" Lillith menunjuk ke tanah.


Banyak bekas darah yumiko.


"kita ketahuan jejaknya" ucap Lillith


mereka melihat sekeliling untuk mencari cara agar tidak ketahuan.


Amber menemukan sesuatu dan mengambil sniper di punggung Lillith dan..


*Dor.....Amber menembak kambing dan mati.


"Heh...?, Mbak ngapain?" ucap Lillith.


"Bagus Amber.." Lux mengambil kambingnya.


Lux meminjam dagger emas ke Lillith


dan memotong hingga darahnya berceceran.


"sini jubah kalian" ucap Lux.


mereka mengumpulkan jubahnya, Lux mengaitkan jubahnya ke batu dan melumuri dengan darah kambing


setelah itu membuang jubah.


"dah....jadi dia ngira kita bunuh diri" ucap Lux.


"kambingya di gimanain?" tanya yumiko.


"ikut aku...."Lux menggendong kambingnya.


Camellia dituntun jalan sama Lillith.


"eh....apakah aku boleh buka penutup ini??" ucap Camellia.


Lux mengubah suaranya menjadi suara menjadi sangat dalam.


"KALAU...BUKA HIDUP MU AKAN BERAKHIR DI PANGGANG" ucap Lux.


Camellia memegang tangan Lillith dengan erat."heh..? bu-bukan L-ux"


"ta-tapi kok, ada yumiko sama Lillith?" ucap camelia.


Lux mengambil daggernya dan maruh di leher Camellia.


Camellia panik dan menangis.


Amber langsung mencubit Lux, dan membisiki Lux.


"Becandanya...jangan gitu kasian" bisik Amber.


Lux hanya tersenyum.


mereka terus berjalan, camellia merasa tidak nyaman karena mencium bau darah kambing.


malam tiba setelah itu mereka sampai di dekat ladang jagung yang luas.


"kita beristirahat disini" ucap Lux.


"buka penutup mata dia" ucap Lux.


Lillith membuka penutup mata Camellia.


"heh...L-Lux?!?!" Camellia terkejut.


"iya..ada apa" ucap Lux sambil memotong daging kambing.


"nih...Lillith, tusukin ke stick itu"


"Yumi, buat stick lebih banyak lagi"


"baik...ini dia" Lillith sibuk menusuk daging ke stick


"oke sip.." yumiko memotong bambu menjadi stick kecil.


"Amber, ambil jagung disana" ucap Lux.


"eh...bukanya itu mencuri" ucap Amber.


"Nanti gw izin ke pemiliknya." ucap Lux.


"bener ya...oke" Amber mengambil jagung di ladang.


Camellia takjub karena mereka bekerja dengan kompak.


"ey...jangan ngelamun, bantu bakar ini" ucap Lux.


"eh...ok" ucap Camellia.


Lux mengunpulkan kayu bakar.


"Lillith...!!!" ucal Lux.


"Flameshott..." Lillith menembakan api ke kayu bakar dan terbakar.


Lux dan Camellia membakar dagingnya.


Lux mengeluarkan 5 kantong gula merah dan kacang tanah.


"buat apa itu?" tanya camellia.


"nih...bakar sisanya" Lux mengambil tempat minum logamnya dan direbus airnya.


Amber datang sambil membawa 5 jagung.


"fiuhh..dah" ucap Amber.


"sip..."