
Yumiko mengelap air matanya dan membuang kaki yang ia pegang, Yumiko menatap Lux dengan gemas.
"apa?" ucap Lux.
Yumiko menjulurkan tanganya, Yumiko menatap Lux dengan wajah gemasnya.
pipi Amber memerah dan ingin berlari memegang tangan Yumiko, tetapi di tahan Lillith.
"jangan mbak, biar tuan yang pegang" ucap Lillith.
Yumiko menunngu cukup lama, mata Yumiko berkaca-kaca.
Lux menatap tidak tega dan langsung memegang tangan Yumiko, Lillith langsung memegang tangan Lux sebelahnya.
"ehh..." Lux terkejut.
Amber tertawa anggun, Amber memegang tangan Yumiko dan mereka berjalan sambil bergandengan tangan.
"Yok Balik.." ucap Lux.
Lillith langsung mencegat mereka.
"ada apa lily?" ucap Amber
Lillith kembali melihat kaki tersebut dan terdapat badge istana yang ditutupi darah, Lillith mencopot badge dan langsung membawa ke Yumiko.
"Yumi, penciuman mu tajam kan? coba cium ini " ucap Lillith
Yumiko langsung mengndus badge tersebut.
"nyium apaan? Itu darah doang?" tanya Lux
Yumiko memejamkan matanya.
"SNIFFF...aku mencium sesuatu selain darah" Yumiko membuka matanya dan melihat aroma yang lurus melewati hutan.
"ikut aku.." ucap Yumiko sambil mengendus-endus tanah.
Lux tersenyum."bener² kyk anjing" ucap Lux.
Amber langsung mencubit perut Lux.
"Shh...dia lagi bantu kita, Tuan ngebully mulu..."
......................
mereka langsung melihat bongkahan istana yang hancur lebur....dan hanya menyisakan 1 kubah dan bangunan kecil, mereka menulusuri dan melihat banyak tenggorak dan mayat bergeletakan di tanah.
"Kalian berpencar cari tuan putri" teriak Lux
Mereka berpencar dan mencari hingga menjelang fajar tapi tidak ada jejak tuan putri.
Mereka berkumpul di aula kerajaan, dan tidur bersama.
Mereka tertidur pulas hingga sore, sore tiba...
Ketika yumiko tertidur sambil membuka mulutnya, tiba-tiba yumiko merasakan sesuatu.
"Pfrrttt..apaan ini? Paitt??" teriak yumiko sambil meludah.
*Kraakkk...kraaakk..kraaak...(diatas mereka sudah ada burung bangkai berterbang membentuk lingkaran).
Yumiko menggesek lidah "Ihhh...Taiii, weehh...b4ngsatt Loo yaaa!!!" teriak Yumiko.
Yumiko menggenggam sabitnya.
"GRRR..Aaawwwooo ..." Yumiko melempar sabitnya.
"Geluddd...sini...Anj1ngg!!!!" Mata Yumiko menyala.
Lux dan kawanya mendengar suara ricuh dari Yumikoo.
"Apa sih..yumi..." ucap Lux.
"Hoaaamm....pusing banget pala kuu" lillith memegang kepalanya.
Lux dan Lillith terbangun sedangkan Amber masih tertidur pulas di pangkuan Lily
mereka melihat Yumiko sedang membakar burung.
"owhh..udah bangun? Nih..makan gihh" ucap Yumiko menunjukan Burung bakarnya
Lux mencubit pipi Amber.
"Bangun kebo bulee...mau makan nggak" Lux menarik pipi Amber dan Amber pun duduk.
"Sakitt...ihh...hmph" ucap Amber dengan rambut yang masih acak acakan.
"nggak usah marah ke gw, benerin dlu noh rambut lo, baru makan" ucap Lux
"Ayok..lily"
"yokk..tuan" ucap Lillith
Amber mengikuti mereka, mereka sampai dan Yumiko memberikan burungnya.
"ini dapet darimana?" tanya Lux.
"tadi dia ganggu kita yaudah aku bunuh"
"ini burung apa?" tanya Amber.
Yumiko hanya menganggukan bahunya.
Mereka memakanya dan...
*PUFRRTTT....
"Apa-apaan ini??" Amber melepeh dagingnya.
"ini burung apa ?" tanya Lillith.
"perutnya pait..." ucap Lux melepeh dagingnya.
"Aku liat ada burung diatas kita, palanya botak"
"dia ganggu kita, yaudah aku masak" ucap yumiko sedang mengunyah kepala burung tersebut.
Amber dan Lux saling menatap dan sadar kalau itu burung bangkai.
*PRRRRFRTTTTT.....
Mereka ber2 menyemburkan makananya.
Lillith ikutan nyembur *pfftt..
Lux menatap Yumiko dengan sinis...
Yumiko yang sedang mengunyah ketakutan melihat Lux.
*glekk..(menelan dagingnya) Awo?"
"YUUUUMIIIKOOO!!!!" Lux menarik ke dua pipi Yumiko.
"itu burung bangkai, isi perut dia bangkai semua bodohhh" Ucap Lux.
Amber dan Lillith mencoba menenangkan Lux.
"tuan..jangan berlebihan donk.." ucap Amber.
"A..aku dulu sering makan ini jadi gpp" ucap Yumiko sambil ke dua pipinya dicubit.
Lux menghela napas dan melepas cubitanya
"sakitttt....tapi enak" ucap Yumiko memegang pipinya
"enak?" tanya Lillith
Lillith heran dengan jawaban Yumiko, Lillith korban cubitan Lux tapi kenapa Yumiko suka?
"tampar pipi aku..kaka-"
Lux langsung menendang tepat dirahang Yumiko dan terpental.
"udah mabok diaa...." ucap Lux.
Amber menggedong Yumiko dan mereka melanjutkan perjalananya.
......................
mereka melanjutkan perjalanan dan menemukan desa yang terbengkalai.
"ituuu....desaa, ayo kesana!!!" teriak Lillith sambil menarik baju Lux.
"huh?...owh, yaudah kesana" ucap Lux
"siapa tau ada putri" ucap yumiko
"bener juga ya..." Amber memegang dagunya.
Mereka berlari kesana, di sana tidak ada penduduk sama sekali, banyak binatang ternak berkeliaran.
"kok iso hewan ternak gak dibawa sama para warga?" tanya Lux.
"kita berpencar dan cari putri atau barang² yang mencurigakan" ucap Lux
Semuanya berlari.
"kecuali kamu Yumiko!!!" teriak Lux
Yumiko berhenti dan menatap Lux.
"awo?" Yumiko memiringkan kepalanya.
Lux menghampiri dan menepuk pundak yumiko.
"kau disini buru hewan ternaknya dan pisah kan antara kulit dan daging, Oke!!" ucap Lux
"Ay~Ay~...Awooo" Yumiko mengeluarkan sabitnya, berlari dan langsung membacok sapi yang sedang diam.
Lux berjalan mencari tuan putri.
...****************...
Amber berjalan dan hasilnya nihil, Amber berdiam di kursi sambil melihat suasana desa terbengkalai di sore hari.
Lux tidak mencari, Lux merokok di balik rumah.
"hufttt....Rokok tinggal 2 bungkus lagi" ucap Lux
Melihat kantongnya.
Lux bersandar sambil melihat menu profil di pedangnya.
"huffttt....(membuang asap rokok)"
"Lvl 96 tapi darah gw masih sedikit, mana boros dan banyak skill terbuka tetapi tidak gw pelajari" ucap Lux.
"title gw gk naik², gw butuh Maid biru itu untung naikin profil gw" ucap Lux.
Lux tertidur di atas runtuhan rumah.
Mereka akhirnya menemukan Lux
"Huffttt.....aku nyariin dari tadi, yang ketemu malah tuan" ucap Lillith.
dan beberapa menit kemudian Amber dan Yumiko datang.
"hihihihi....tuan bobo" ucap Amber.
pipi kanan Lux banyak sisa puntung rokok, Amber memberikan sapu tangan dan membersihkanya, Lux terbangun.
"huh?...owh..maaf ketiduran" ucap Lux
"jadi ketemu sesuatu gak?" tanya Lux.
Amber dan Lillith menggelengkan kepalanya, Yumiko menghampiri mereka ber3 sambil membawa 2 daging ayam yang sudah dia bakar.
"nihh...makan dulu, nanti lanjut lagi" ucap Yumiko.
"owhh..makasih mbakk" ucap Lillith.
Mereka memakan ayam tersebut.
"tuan, daging dan kulitnya udah saya pisahkan" Yumiko menunjuk ke belakangnya.
"wuaaa...banyak banget dagingnya, kita makan daging yeaaa" ucap Lillith.
"kulitnya sudah di cuci?" tanya Amber.
Yumiko mengangguk kepalanya sambil mengunyah kepala ayam.
Setelah mereka makan, Yumiko mencuci kulit, Lillith dan Amber sedang bersantai.
Lux sibuk mencincang daging.
"Yumiko..bener2 ngebunuh semua hewan ternak cuman semalam"
"bahkan mengulitinya" Lux takjub dengan
yumiko.
......................
Yumiko datang sambil membawa kulit yang sudah ia cuci.
Amber dan Lillith membantu yumiko menjemur kulitnya.
"baik sekarang kita tunggu, setelah itu kita cari putri di tempat lain" ucap Lux.
"tapi..siapa tau dia mati" ucap Lillith.
"mungkin, soalnya sedikit sekali tuan putri yang mampu bertahan sendiri, apalagi di hutan begini" ucap Amber.
Lux memegang dagunya.
"hmm....?" Lux melihat yumiko yang sedang mengejar kupu-kupu.
"kita manfaatkan dia" ucap Lux menunjuk yumiko.
Yumiko menoleh "heh?"
"penciumanmu tajam kan?" ucap Lux
"humu..humu" Yumiko menganggukan kepalanya
"kita pake penciumanya untuk mencari putri"
"tapi apa yang yumiko cium?" tanya Amber.
"ehhh...mungkin aroma parfum tuan putri, atau keringa-*Plaakkk" Amber langsung menepak kepala belakang Lux.
"bisa bisanya diaa..."
"iyaa...ehehe..yo balik" ucap Lux
...****************...
Mereka beranjak pergi dari desa tersebut, Yumiko mencium sesuatu.
*bruggg...Yumiko terdiam dan mencium sesuatu.
" ada yumi?" ucap Amber
"Awooo...aku menemuka sesuatu..." Yumiko berlari
"OIII!!! TUNGGU" TERIAK lux sambil membopong tumpukan kulit