
mereka berkumpul dia aula kerajaan, ratu vui sedang duduk di singasanna dan ezra sedang berdiri di sampingnya.
ezra tidak bisa memalingkan pandanganya dari amber, Ezra terus menatap Amber yang sedang menunduk hormat.
semuanya menunduk kecuali Lux yang sedang melambaikan tangan ke Ratu Vui.
"hi ratu vui apa kab-"
Amber langsung menarik baju Lux, Lux terjatuh dan kepalanya di tundukan oleh Yumiko.
"nggak sopan kak" bisik yumiko
"gak ada hormatnya sama ratu" bisik Amber.
Ratu vui tersenyum dan pipinya memerah.
"angkat kepala kalian"
mereka semua mengankat kepalanya.
dan Ratu vui melihat camellia.
"hi..Violet"
"gimana kabarmu?" tanya Vui.
Camellia menggaruk kepalanya.
"aku baik-baik saja, tapi sedikit terkejut"
"raja xavier kemana?" tanya Lillith.
*pokkk....
raja xavier menepuk pundak Lillith dan camellia.
"wohohoho...aku baru dateng"
"Eh...bu guru violet?"
Camellia mengangguk kepalanya.
"Lux dan kawanya kerja bagus.."
"ada hadiah buat kalian, tunggu sebentar"
Tiba² Azure datang sambil membawa 1 kantong emas.
"nih..."
"silahkan...a..mbil"
"kok 4 berlian doang?" ucap Lux kecewa.
Amber menutup mulut Lux.
"shh...ehehehe...makasih hadiahnya yang mulia" ucap Amber.
"iya..maaf kami tidak bisa menepati janji kalian"
"karena biaya perbaikan istana yang sangat tinggi"
"tapi nanti kita tambah hadiahnya" ucap Ratu vui
"iyalah..harus di tamb-"
*bugg..adu...
Amber langsung menendang betis Lux
"n-nggak usah" ucap Amber
"makasih ya .."
ketika Lux dan kawanya mau pergi, Bahu Lux di tepuk Ezra.
"Lux, agus kemana?"
"oh iya, dia di kilinik, abis kena darah atau sihir iblis" ucap Lux
"jadi gimana kondisinya?" tanya Raja xavier.
"membaik, ada camellia yang urus" ucap Lux.
"kamu yang rawat dia?" tanya ratu vui.
Camellia menganggukan kepalanya.
"syukurlah..."
"jadi saya bawa kan misi baru buat kalian" ucap raja Xavier.
"apa itu?" tanya Amber
"selamatkan putri dari dinasti yang hancur sama bunuh iblis yang menyiksa party agus" ucap Ezra.
"hadiahnya-" Mulut Lux langsung ditutup Amber.
Ratu vui tersenyum melihat Lux selalu minta imbalan
"Hihihi..hadiahnya ada kok dari azure, tapi entah berapa"ucap ratu vui
"ada.....banyak" ucap Azure dengan nada pelan serta.
"lu bisu ya..?" tanya Lux.
"ehh..." Azure kebingungan.
azure menggelengkan kepalanya.
"pelit banget kalo ngomong" ucap Lux
mereka semua tertawa.
"a-aku tidak paham...." ucap Azure sambil menunduk karena malu.
.
.
"baiklah...kita mulai pencarian besok"
" kita sudah siapkan hotel ternyaman disini" ucap
Raja xavier
"Azure pandu mereka ke kamar"
"baik..."
"gratis?" ucap Lux.
"betul..gratis" ucap Ezra.
"Sip..Yok mari kita tidur" Lux langsung berlari.
Amber langsung menarik kerah belakang Lux.
"Bentar dulu...."
"apaan??" tanya Lux
"bilang terima kasih dulu" ucap Lillith.
mereka semua menunduk dan mengucapkan terima kasih, kecuali Lux yang menghampiri raja xavier, ratu vui dan Ezra.
"ehh...kamu ngapain" ucap camellia.
*cup...
Lux langsung bersalaman dan mencium tangan Raja Xavier dan ratu vui.
Raja xavier tersenyum takjub.
Ratu vui wajahnya memerah dan malu.
(aku sebagai anaknya aja belum pernah kayak kk Lux) ucap ezra dalam hati.
"kamu ngapain...kakak" yumiko kesal.
"cium tangan beliau"
"Arrgg..." yumiko gemas dengan tingkah Lux
"hahaah...aku jadi merasa senang"
"kau sangat memuliakan orang tua" ucap Raja Xavier.
"adab mu sangat bagus..menghormati orang lebih tua" ucap ratu vui sambil mengelus tangan yang bekas dicium Lux.
(aku gak bakal cuci tangan kanan ku ini) ucap Ratu vui dalam hati.
"dah..yok balik" ucap Lux.
mereka semua menunduk dan meninggalkan aula kerajaan.
ezra langsung mencium tangan ke dua orangtuanya.
raja xavier tersenyum tetapi ratu vui sedih.
"mulai sekarang aku akan mencium tangan kalian, jika hendak ingin pergi" ucap ezra.
"hahaha...anak papa emang de best"
"aku udah besar ayah" ucap ezra.
(hufftt....bekas ciuman Lux hilang deh..)
(tapi aku terkesan karena anaku bertingkah sangat sopan setiap harinya)
.
.
"sensei gak ikut?" tanya Lillith
"aku harus rawat tim agus" ucap Camellia.
"oke..."
*pukk...
Camellia langsung menepuk pundak Lux dan berlari.
"dadadh...nanti sebelum kalian pergi dari istana ini, pamitan dulu ya...sama aku" ucap Camellia berlari sambil melambaikan tanganya.
Lux memegang pundak yang tadi tepuk Camelia dan ada kertas yang menempel, Lux mengambilnya.
dan dimasukan ke kantong
"apaan itu?" tanya amber.
"uhh...gak ada apa²"
mereka berjalan disekitar istana.
dan melihat pintu kamar yang terlihat mewah.
"silahkan masuk" ucap azure
Azure membukakan pintunya dan..
kamar yang berwarna abu gelap dan dipadu lampu malam yang terkesan elegant.
"itu..kasur utama"
"1 lagi di belakang" Ucap Azure menunjuk ke kamar.
Lillith membuka gorden dan terlihat pemandangan seluruh kerajaan di siang hari.
"waahh...indah sekali" ucap Lillith sambil ekornya bergerak-gerak.
Yumiko melihat jendela bersama lillith.
"kakak...keren banget" ucap Yumiko.
Amber duduk di kasur.
"whaa...empuk banget"
"sini azure duduk" ucap Amber menyuruh duduk disampingnya.
Azure langsung duduk di lantai.
"aku...gak boleh setara sama kalian"
"kata siapa?" ucap Lux.
"aku maid...kalian semua tuanku"
"pfftt....santai aja kita sama2 manusia"
"duduk aja"
Amber tersenyum ke Lux
pipi Azure merah dan langsung duduk disamping Amber.
"aku buatin teh ya..." Yumiko berlari ke dapur.
"Oh iya Lil-?" ucap Lux
*krookk..
Lillith tertidur di karpet.
"hufft...tukang tidur" ucap Lux kesal.
yumiko membawakan teh.
"ini tehnya..." ucap Yumiko
mereka mengambil tehnya dan meminumnya.
"jadi azure...kamu suka apa?" tanya Amber.
"Aku? errmm....perang dan terluka"
mereka langsung melihat Azure.
"huh?" Lux kebingungan.
Azure menggulung tangan kanannya.
dan banyak luka jahitan di kulit putihnya.
"kamu ikut perang?" tanya Yumiko.
"ermm..dulu ikut"
"tapi waktu itu aku terluka parah, dan raja menghentikan ku jadi pasukan seven messenger of God" Ucap Azure.
mata Amber melotot dan tersedak teh.
*uhukk...uhukk...
"ka-kamu pernah ikut di pasukan itu..." Amber terkejut.
Azure menganggukan kepalanya.
"kamu kenal Xenzha?" ucap Amber.
"pernah dengar, dia seniorku"
"tim dia adalah tim terkuat se alam semesta" ucap Azure.
"iya...tapi sayang bubar" ucap Amber.
"dan 4 diantara mereka mati mangenaskan"
"sekuat apa sih squad mereka?" ucap Lux.
"squad mereka yang bisa menyatukan perdamaian setelah kerusuahan dan kehancuran dinasti saat itu"
"emang siapa yang bisa ngancurin banyak dinasti " tanya Lux.
"aku kurang tau orangnya" ucap Amber
"sekuat apa xenzha?" ucap Yumiko.
"dia orang terlemah disquad, tapi dia memiliki kecepatan menyerang musuh dia atas rata-rata, dan mudah mencari kelemahan musuh"
"bagaimana dengan squadmu?" tanya Yumiko
"mati semua"
"lah.." mereka terkejut.
"kok bisa?" ucap Amber.
"Saat itu aku membantu menghentikan portal iblis di negeri yang sangat jauh..."
"saat itu iblis neraka dalam datang dan meratakan semua pemukiman"
"aku berusahan melawanya tapi dengan sekali cakar ditangan ku, aku langsung pendarahan"
"dan rekanku mati melindungi ku..." ucap azure menunduk dengan tatapan datar.
"seperti apa bentuk fisik iblis neraka dalamnya?" tanya Lux.
Azure meremas roknya dan mengeluarkan listrik.
Azure menggelengkan kepalanya.
"nanti...aku cerita...."
Azure bediri dan menunduk ke Lux dan kawanya.
"aku...ada urusan"
Azure langsung meninggalkan kamar.
"dia kenapa?" tanya Yumiko
"marah, inget masa lalu"
"mungkin"ucap Lux.
"sepertinya dia marah, sambil mengeluarkan aura listrik" ucap Amber.