(The Fate And Darkness) The Rise Of The Demon Knight S2

(The Fate And Darkness) The Rise Of The Demon Knight S2
Yumiko!!, kamu menemukanya?



Yumiko berlari kembali ke pedesaan, Lillith berusaha menangkap hoodienya tetapi tidak sanggup, kaki Yumiko yang kecil membuat ia mudah berlari di semua rintangan.


"Lily, kejar dia...dasar anak anjing kabur-kaburan mulu" ucap Lux


Lillith berlari sementara itu Lux sedang menuntun Amber, Amber berlari sambil mengangkat gaunnya.


"itu gaunnya buang dah udh dekil" ucap Lux.


"ehh..JANGAN!!!, lagi siapa suruh gendong aku sambil lari jatuhkan, mana gaun ku kotor lagi, untung gk sobek" ucap Amber


"yaa...kamu gk bisa diem" ucap Lux


"gimana gk bisa diem? Kamu cepet banget larinya" ucap Amber


Lux ingin menanyakan sesuatu tapi gugup.


"uuhh...Amber?" ucap Lux.


"hmm?" Amber menoleh ke Lux.


"be-berat lo berapa?" ucap Lux


"Hehh!!!..." wajah Amber merah


"Nggak sopann!!!!" ucap Amber.


"lah..nanya doang?" ucap Lux.


"hmph...78!!!" ucap Amber sambil cemberut.


"78?....tapi badan lu langsing?" Lux bingung sambil melihat Amber.


"hufftt...masa gk tau" ucap Amber.


"ehh...?" Lux bingung


(kalau soal dada gk mungkin dadanya sampe 20 kg)


"yaudah nih..." Amber membalikan badanya dan mengecilkan gaunya hingga paha dan bokongnya terbentuk.


"satu lagi...." Amber melompat dan...


*boing....


"itu yang bikin aku beratt..." ucap Amber.


Lux menutup hidungnya dan kupingnya mengeluarkan darah.


"ehhh...kenapa?" Amber memgelus kepala Lux.


"ng-nggak.." ucap Lux.


Lux menutup kupingnya dan hidungnya keluar darah, Amber dengan tatapan kesal melihat Lux.


"*Plaakkk...."Amber menampar pipi Lux.


""dasar...tuan, bisa gk sih sehari aja, gk berpikiran kotor" ucap Amber.


Lux menganggukan kepalanya.


Mereka ber2 berjalan menelusuri jejak Yumiko dan Lillith.


Jejak itu pun berhenti di depan gubuk tua yang atapnya hancur, Yumiko terdiam didepan pintu dan Lillith tergeletak di depan sambil engap-engap.


"yumiko...Bilang dulu jangan asal kabur aja looo!!!" ucap Lux.


"yumiko kamu kenapa?" ucap Amber yang sedang mengibas-ngibas Lillith


Yumiko perlahan membuka pintu.


*Breegg...pintu tersebut langsung hancur.


"S-siapa i-ituu..?" ada suara gadis dengan nada lemas.


Yumiko dengan tatapan kosong, membalikan badanya dan langsung menutup wajahnya dengan hoodie


Lux berjalan dan langsung di jegat Amber.


"aku aja tuan..." Amber menghampiri dan teriak...


"ehh..AHHHHH!!!!!"


Lux berlari " Amber ada apa?"


Lux datang dan melihat seorang gadis yang tangan, kaki dan leher di ikat oleh rantai..serta mata yang ditutup kain dan banyak berkas darah di kain mata tersebut.


Bau busuk dan kotoran menyerang hidung mereka, Lux langsung mundur dan muntah.


*Hoeeekkk....bau..bett gila" ucap lux


"Tuan jangan muntah aku ju-*Hurb..HOEEKKK" Amber ikutan muntah melihat Lux muntah


Lillith tersadar dan langsung masuk kedalam ruangan tanpa ragu, Lillith menecahkan rantainya menggunakan Snipernya.


*ckrekk...dorr..dor...dorr...." semua rantai hancur.


"eh..suara apa itu?, Ehh...ehh..kok aku diangkat" ucap putri tersebut.


Lillith membawa putri tersebut keluar, Yumiko yang tadi shock menjadi penasaran.


Ketika Yumiko ingin membuka penutup, gadis tersebut berbicara.


"jangan..."


yumiko menjauhkan tanganya.


"ehh..kenapa?"


"pokoknya janga-*Krucukk-krucukk" suara perut putri bunyi.


"eh..ada makanan tidak?" ucap putri tersebut malu²


Lux mengeluarkan sepotong roti dari tasnya


"kamu bawa roti?" tanya Amber.


"Buseettt...kita kelaparan tuan, ngantongin roti" ucap Yumiko


Lux menunduk sambil menahan napasnya, lalu dia menyobekan rotinya dan memasukan rotinya ke mulut putri tersebut.


*Ham..nyam..nyam..


Lux sesak napasnya dan memberikan rotinya ke Lillith.


"nih suapin...gk kuat sama baunya" ucap Lux.


Putri tersebut malu dan memerah pipinya.


"emang aku anak bayii!!"


Lillith tersenyum dan menyuapi putri tersebut seperti anak kecil.


"tumben...dia bisa begitu, biasanya kaku" ucap Lux.


Amber tertawa tipis sambil menutup bibir kecilnya "hihihihi...pasti dari ajaran mamanya lah.." ucap Amber


"mama?" tanya Lux.


Amber melihat Lux dengan senyuman manisnya. "a...ku ibunya..."


Lux memalingkan wajahnya dengan pipi yang merah merona.


Lillith selesai menyuapi Putri tersebut.


"tuan...udah selesai.." ucap Lillith.


"baik..ehh..sekarang kita bawa balik dia ke..kerajaan apa gimana?" ucap Lux.


"mandiin dulu gih..." ucap Yumiko.


"yaudah...kita cari sumber air dan mandiin dia" ucap Lux.


"ehh...gk usah repot²" ucap putri


"bukan...gitu kita repot, kalau kita balikin lo kayak gitu kita repot nyeret eluu..." ucap Lux dan mereka ber4 tertawa.


(tcih...dasar laki gk ada sopan santunya)


"mata air, deket sini gak tuan?" ucap Lillith


"sebentar..(lux melihat peta) sekitar 10 menit


Lux dan Amber berjalan didepan sedang Lillith dan Yumiko menuntun putri tersebut


"oh iya ngomong² siapa..namalu" tanya Lux


"itu privasi" ucap gadis tersebut


"kok privasi?" tanya Lux


"Pria rendahan kayak kamu, gk pantes bertanya kepada putri yang mulia"


"tengil banget Si gadis Lumpur, udah gitu Bau taik lagii...badan kurus terus Bau, mata diperban, emang cocok disebut putri?" ucap Lux dan membuat kawanya terkejut.


"Tu-Tuan?" Yumiko berkaca²


"Lux mulut mu jahat..." ucap Amber dengan tatapan sinis


Lillith menurunkan daun kupingnya.


"ehh? Ma-"


putri tersebut menangis, Lillith dan Yumiko langsung menenangkan putri tersebut.


Lux melihat Amber, Wajah Amber cemberut dan meninggalkan Lux sendiri.


"minta maaf ke dia, baru aku akan bantu kamu"


Lillith menundukan kepalanya dan meninggalkan Lux


"ma-maaf tapi tuan lancang, aku pamit dulu" ucap Lillith


"lily?"


"bawa nih..daging sama kulitnya"


Amber menghampiri yumiko dan yang lainnya.


"Mau kemana?" ucap Lux


"cari mata Air...mandiin dia" ucap Lillith


" emang kalian tau?"


Sontak mereka diam dan mematung.


"kan yang megang peta gw.." Lux tersenyum tipis.


"aku bisa mencium bau mata air" ucap Yumiko


Lux membaca petanya


"arah kesana cuman ada jurang, penciuman mu gk berfungsi karena si putri itu lebih kuat aromanya" ucap Lux


Mereka membalikan badanya.


"tuan...maaf tadi lancang, pandu kami ke mata air" ucap Yumiko.


Lillith malu sambil mengangguk- anggukan kepalanya.


"Ayo, ikut gw...(dasar para gadis t0lol) ucap Lux sambil tersenyum melihat tingkah mereka.


mereka berjalan menelusuri padang rumput yang luas, Yumiko dan Lillih membopong gadis tersebut, Amber dan Lux membawa kulit dan daging hasil berburu.


"oh iyee...Sorry ya..tadi gw lancang" ucap Lux.


Sang putri hanya menganggukan kepalanya.


"maaf karena aku terlalu arogant"


"namalo?" ucap Lux.


"ehh....uhh..talulla" ucap Talulla


"itu doang?" uca Lux.


"Zulla..Talulla salome Zulla" ucap talulla


"yowes...kami manggil elu..Lula, gpp kan?"


Pipi Lula memerah (baru pertama kali aku dipanggil seperti itu?)


"tapi aku putri?" ucap Lula


"so?...dihadapan gw rekan tim gw sama rata, bahkan Amber sang putri, tetapi gw tetep manggil nama dia"


Lula penasaran dengan wajah Lux ( baru pertama kali, aku menemukan lelaki yang dewasa).