(The Fate And Darkness) The Rise Of The Demon Knight S2

(The Fate And Darkness) The Rise Of The Demon Knight S2
Yumiko terpesona?



Seketika Yumi teringat ucapan Lux.


(aku berjanji apabila dia memakan manusia lagi..aku akan siap menebas lehernya)


pupil Yumiko membesar dan dia berlari.


*Wushhh.....


"Oii....Yumiko!!!!" Teriak Lux


"Yumiiii..mau kemana??" ucap amber.


mereka terus mengejar yumiko hingga ke hutan belantara, Mereka mulai kewalahan mengejar yumiko.


Amber kesulitan berlari saat masuk kedalam hutan.


"Amber ngapain??...kejarr diaa!!!!" teriak Lux.


Amber berlari sambil mengangkat gaunya.


"Tuan..aku kesulitan..liat kan gaun ku"


Lillith berhenti dan melihat mereka.


"ayo tuan, Mbak...." ucap Lillith.


"lilly duluan kejar dia.."


Lillith terus berlari dengan kaki rampingnya.


"Amber ayo naik..." ucap Lux sambil menurunkan punggungnya.


"ehh..." wajah Amber memerah..


Amber naik ke punggung Lux.


"EGGHH..!!!" Lux mengenjan seperti orang yang sedang nahan BAB.


(Berat bet Anjing...., Ngangkat apa Gw ini..??, Kebo Bule kahh???.)


"tuan kamu gpp...." ucap Amber khawatir melihat Wajah Lux


"udah gpp, ayo bersandar di punggung gw"


*Nyottt....dada Amber menempel di punggung Lux.


"WAA..." Wajah Lux merah...


"Yoo...siap Amber..." Ucap Lux


Amber menganguk, Lux menggunakan sihirnya.


"shadow dashh.." Lux berlari dengan sangat cepat.


*tapp..tapp..tapp..


*wushhh...wushh...


Amber tidak seimbang dan berkali2 hampir jatuh.


"Amber peluk aja badanku" ucap Lux.


Amber langsung menempelkan dadanya dan memeluk badan Lux denga erat.


"Ehh..." Lux kehilangan fokusnya dan tidak sengaja terselandung ranting dan mereka ber2 terjatuh.


*braakk...brukk...


*braakk..brukk...


Amber terbangun dengan gaun yang penuh tanah.


"aduh..tuan yang fokus dong klo lari.."


Amber melihat kiri-kanan.


"tuan..??tuan..??LUXXX!!!!" Amber panik...


Tiba-tiba..


"blubukk..•• Blubuk..••" suara gelembung.


Amber menoleh ke belakang dan melihat lumpur yang berbentuk manusia sedang berbaring.


"Ya ampun Luxxx, kamu kok bisa gini" Amber menarik Lux yang penuh dengan lumpur.


*srekk...srekkk....


mereka mendengar suara aneh di balik pohon.


"siapa itu..." ucap Lux


"n-nggak tau" Amber ketakutan.


Lux menebang pohon tersebut dengan badan masih dipenuh dengan lumpur.


dan ternyata Yumiko dan Lillith sedang berhadapan.


Lillith menoleh ke belakang dan melihat monster lumpur yang ternyata Lux.


"HUEEEEE.....*GEDEBUGG" Lillith pingsan.


Yumiko menyiapkan sabitnya dan matanya menyala


"Grrrr...."


"eh..Lily kamu gpp" Amber datang dan membawa Lillith.


Mata yumiko kembali normal dan berusaha pergi.


"Yumi mau kemana?" ucap Amber.


"uhh..ahh..umm.." ucap Yumiko gugup.


"Yumiko?" Lux mengelap muka dan langsung membuka armor bajunya.


"Hehh..ribet baju gw lumpur semua..."


Yumiko ketakutan...melihat Lux.


Setiap Lux melangkah kedepan, yumiko mundur ke belakang.


"Heii..yum-"


"Jangan bunuh aku..." Yumiko langsung menutup wajahnya.


"bunuh?" tanya Amber.


"Bunuh?...." Lux melihat Yumiko yang ketakutan, matanya mengeluarkan air mata.


Lux teringet sesuatu.


"owhh...." ucap Lux, Lux menyiapkan pedangnya.


pupil Amber membesar.


"Tu..tuann...??"


Lillith yang masih setengah sadar melihat Lux memegang pedang dan melihat yumiko menangis


"tuan..., TUAANN!!!!!....KENAPAA!!!!" lillith langsung teriak.


Yumiko berdiri, membuka hoodienya , menundukan kepalanya dan memperlihat tengkup lehernya.


Lux mengayunkan pedangnya, Amber dan Lillith tidak sanggup melihat dan...


*Jebbb......


yumiko membuka matanya, Lux menancapkan pedangnya ke tanah.


"ehh.." Yumiko perlahan melihat Ke lux dan...


*bruggg.....


Lux langsung memeluk Yumiko dan mengelus kepalanya.


"eh..kok..k-k-k-kok!!!" Yumiko terkejut dan tangisanya pecah.


"memang gw pernah berkata seperti itu, tapi saat aku melihat mu selama 2 tahun, kau berhasil menahanya dengan baik, tapi kali ini mungkin kau tidak disengaja jadi aku memaafkamu" ucap Lux.


"ehh...makasih" ucap Yumiko.


"tapi apakah kau membunuh orang tersebut?" tanya Amber.


"nggak mbak, aku mencium bau bangkai dari darah bangsawan jadi aku tergiur" ucap Yumiko.


"Yaudah lain kali jangan diulangi lagi kecuali perintah ku, dan jangan asal kabur aja tanpa mengucapka salam" ucap Lux mengelus kepala Yumiko.


Yumiko mulai timbul rasa cinta di dalam lubuk hatinya.