
Lux sedang meluruskan kakinya, sudah lebih dari 30 menit mereka menunggu Lux, Lillith memijit kaki Lux
"Tuan?" ucap Lillith sambil mengurut betis Lux
"hm?"
"udah mendingan?" ucap Lillith.
"sudahh..." Lux berdiri.
"makasihh..."Lux mengelus kepala Lillith.
Lillith menganggukan kepalanya.
Amber yang sedang berbicara dengan lula langsung menghampiri Lux.
"Tuaaann...gimana sekarang?" ucap Amber sambil mengelus pipi Lux.
Lux menaruh tangan Amber.
"humm..udah baik" ucap Lux.
"syukurlaahh..." ucap Amber tersenyum.
yumiko melihat Lux, Yumiko langsung menghampiri Lux dengan semangat..
"Yeeyy...Awooo..udah sembuh, ayo jalan-jalan" ucap Yumiko sambil berputar-putar di tempat
"Yumii" ucap Lux dengan nada datar.
"Iyaaa...ada apa?" ucap Yumikoo.
"Buka tudungmu"
"eh?"
"BUKAA!!!"
"awo? Okeyy.." yumiko membuka tudungnya dan...
*Happ...
"eh?" Yumiko terkejut karena kedua tangan Lux berada di kepalanya.
*Srekkk..srekkk...srekkk....
"Sesuaiii janjiii yaa...." ucap Lux dengan senyum kejamnya.
Mereka tertawaa...
"AWOOOO....TUAANNN PLISS MAAPP...SAKITTT" YUMIKO MERENGEK KESAKITANN.
Yumiko menabok-nabok badan Lux.
"Twann...Cakittt....HWEEEE.....SAKITTT....maapppp!!!" kedua mata Yumiko menyala.
setelahh...25 menit yumiko akhirnya nangis tetapi masih di jitak Lux.
Senyum mereka berubah menjadi kasian.
"tuan?" Ucap Amber.
Lillith berlindung di belakang Amber.
Wajah Lux terlihat kejam.
"AHAHAHAHAH..!!!"
Lula hanya bingun dan tidak tahu apa-apa.
"baikk..sudah cukup" Lux melepas tanganya dari Yumiko
Yumiko menutup kepalanya dengan tudung dan sambil berlari ke belakang Amber.
"Yumi?"
"BWAAAAA.......JAHAT!!!!" Yumiko menangis kencang.
"Tuan Lux jahat...jahat..Awooo" ucap Yumiko sambil mengelap air matanya.
"Hmm...Tantrum kan dia" ucap Lux.
Makin kejer nangis yumiko
Amber menyentil Bibir Lux.
"Aduh.."
"Mulutnyaa..."
Amber mengelus kepala Yumiko.
"udahh piis piss...jangan nangiss"
"lagiaann kamu iseng duluan sii"
"*hikss...abisnya...tuan itu cocok klo di bully" Yumiko menangis sambil tertawa tipis.
"Lagi nangis masih aja mancing emosi orangg!!!" ucap Lux.
Lula datang dan menghampiri Yumiko.
"hei..."
"jangan nangis..nanti kapan-kapan akan aku buat tuan mu nangis..oke?" Lula tersenyum.
*Hikss..."makasihh yaa"
"Tuan Lux emang begituu, tiap aku buat ulah pasti pipiku jadi sasaran" ucap Lillith.
Mereka semua menenangkan Yumiko.
"huftt...Yumi, maaf gw udah kelewatan" Lux melipat kedua tanganya.
"Yok...balik" ucap Lux.
"tuntun kami Lux" ucap Lula
"Ayoo..mbak yumi, jangan nangis lagii" ucap Lillith
"tungg-" ketika Amber mau jalan
gaun Amber ditarik yumiko, Yumiko membisikan Amber, Amber tersenyum tipis.
"TUAAANNN!!!!" teriak Amber.
"iya?"
"Kamu cuma bawa tas doangkan sama peta.."
"iyaa..."
"nih bawaa" Amber memberikan Tas dan kantong berisi kulit.
"lah kok? Ini kan barang mu?" ucap Lux.
"Aku mau gendong bayi" ucap Amber tersenyum.
"Bayi?"
Yumiko naik di punggung Amber.
"Hadehh.." Lux memijat dahinya.
"Hmphh..*Bleee" Yumiko meledek Lux.
"Tcihhh..."
"eheheh*Aduhh" Yumiko tertawa dan kepalanya di tepuk Amber.
"huu..jangan usil duluan makanya"
"maaf..mama- eh..Mbak" ucap Yumiko tersipu malu
"Fu~Fu~..aku dipanggil mama"
"ayoo tuan Lux" ucap Amber.
Lux bingung bawa tasnya dan melihat Lula tidak bawa apa-apa.
"lula?"
"bawa ini?" lu memakailan tas ke Lula.
"lah kok?..." tangan gw penuh.
"Gk lahh..."ucap Lula.
"bantu doang sebentar" ucap Lux.
"tcih yaudahh...(baru pertama kali ada yang nyuruh aku angkat barang, dia gk tau apa aku siapa? Putrii lhoo) ucap Lula dalam hati
"Gw denger..." ucap Lux.
"tcih!!(kok dia tau isi hati aku)
(gw tau raut bibir lu) ucap Lux dalam hati.
Mereka berjalam selama 3 jam dan akhirnya menemukan kerajaan north broan tung.
"nama kerajaanya udah kayak kerajaan asia" ucap Lux.
Mereka terkejut karena ada banyak bangsawan dari luar masuk ke istana.
"wahh gak beres ini" Lux mengambil kain di keranjang yumiko.
"Nih..Amber, Lily pake" ucap Lux.
mereka menutup wajahnya dengan kain.
"emang kita masih jadi buronan?" tanya Lillith
"liatt nohh..." Lux menunjuk ke papan informasi dan ada gambar Lillith, Amber dan Lux.
"masih buronan kita lhooo.." ucap Amber.
"Yaa..ampun, masih aja lo kupikir kita udah selesai" ucap Lillith.
Mereka memakai jubah kecuali yumiko dan Lula.
"padahal kita udah berkali² berkunjung ke istana, tapi tetep gak di cari tuh" ucap Yumiko.
"mungkin informasinya belum sampai, kerajaan ini deket sama vanclorian kan? Makanya" ucap Lux.
"yokk...masuk"
Mereka akhirnya masuk kedalam wilayah kerajaan, mereka terkejut melihat banyak sekali bahan makanan yang di jual di pasar.
"owhhh...ini tempatnyaa..." ucap Amber.
"ini biasanya pengawal istana membeli bahan disini, bahkan saffron disini di jual murahh" ucap Amber
"wahh..serius berapa?" tanya Lux terkejut.
"disini...kalau tidak salah 2 KGnya cuma 5KG emas" ucap Amber.
"Gilaa...sedeng luu..(di negara gw bisa beli mobil pintu kupu-kupu)" ucap Lux
"ishh...segitu murah loohh.."ucap Amber.
"dan aroma sama rasanya khas" ucap Amber.
"emang...1 Kg emas berapa koin?" tanya Lillith.
"kurang lebih 1000 koin" ucap Lux.
"Berarti!! Awooo..5000 koin emas?" yumiko terkejut.
"segituu...udah bisa beli kampung aku plus orang-orannya" ucap Yumiko.
Mereka tertawaa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
pagi yang cerah menyinari kamar Xenzha. Suasana kerajaan vanclorian kembali adem dan damai setelah banyak kerusakan oleh iblision
"Hoaamm......pagii" Xenzha mengucek matanya.
"Pa-pagii..Pangeran"
Xenzha terkejut karena mendengar suara perempuan di kasurnya.
"ksatria? Ngapain?"
"Hoaamm...ehh, pangeran lupa?"
Xenzha menganggukan kepalanya.
"tadi malam kamu ngajak aku ke bar kan?"
Xenzha mengangguk.
"kamu mabuk, di saat itu juga aku mabuk tapi masih setengah sadar"
"aku bawa kamu ke sini dan....." wajah chiku memerah.
"disitu kamu langsung buka baju dan..."
Xenzha terkejut.
"Huh!!! semalem aku nyerang kamu ya?" ucap Xenzha dengan wajah paniknya.
"huh? Maksudnya?"
"itu..main sama kamu? Melakukan hubungan pasutri" ucap Xenzha.
"apa? Ehh..nggak kok"
"kamu buka baju dan langsung narik aku buat guling" ucap Chiku.
"syukurlah aku tidak nyerang kamu"
"baiklah.." Xenzha berdiri dan kakinya masih senpoyongan dan menabrak meja.
*Bruug...
"Pangerann!!!!" ucap Chiku.
*tapp...tapp..tap...
3 pelayan masuk kedalam kamar dan melihat xenzha tergeletak di lantai.
mereka membawa xenzha ke kursi dan menyuruh minum air.
"sepertinya aku masih mabuk" ucap Xenzha tertawa.
Chiku melihat tubuh Xenzha.
(badanya tinggi dan lurus tidak ada otot tetapi banyak sekali bekas lukaa sana dan tanda ksatria 7 god)
"jangan diliatin terus chiku..." Xenzha tersenyum.
"ehh..bukan gituu"
"keren aja banyak luka dari perjuangan tempo dulu" ucap Chiku.
"intinya jangan sampai seperti dahulu lagi oke" ucap xenzha.
"baik ksatria beres² kita akan pergi ke kota north broan tung...beli bahan buat makan" ucap Xenzha.
"oh iyaa..tadi kata raja franck dia nitip saffron sama caviar" ucap Chiku.
"oke.."
setelah mereka memakai seragam, Mereka di sambut 2 kuda putih dan hitam yang bersih.
serta 4 penjaga istana.
"Ahahah...gk usah pake pengawal, kita cuma mau ke north broan tung saja"
"sekalian jalan pagi" ucap Xenzha.
"baikk pangeran" mereka langsung membukakan gerbang.
"yokk...ksatriaa" ucap xenzha.
......................
Setelah mereka sampai di depan kerajaan, chiku sedang membeli buah-buahan, Xenzha pergi ke stan rempah-rempah.
Tiba-tiba Xenzha tidak sengaja melihat sepatu tinggi berwarna putih dan rok biru muda.
"huh? Siapa ituu..?" Xenzha terus memperhatikan dan...
Xenzha melihat sehelai rambut berwarna pirang.
"jangan²" pupil Xenzha membesar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"hmmm...beli apa yaa..buat ide masak" Ucap lux sambil menggaruk dagunya.
"Beli kentang aja, aku udah lama gk makan kentang" ucap Amber.
"rempah rempah aja" ucap Lillith.
"jeroan..." ucap Lula.
Mereka semua terdiam melihat Lula.
"lah kok diem? Jeroan aja, udah murah enak lagii"
"Kolestrol yang ada" ucap Lux.
"tcihh....umur kalian rata² berapa sii? Di bawah 30 tahun kan?, gpp beli aja"
"Awoooo...jeroan apa? Manusi-*Pugg" Lux langsung menjitak Yumiko.
"yaudah gw beli"
"hari ini mungkin gw masak" ucap Lux.
Amber senyum dan tertawa.
......................
Xenzha mendengar suara deep dari lux dan tertawa Amber.
"Akhirnyaa...ketemu jugaa" ucap Xenzha sambil tersenyum tipis.