Yussa Traba

Yussa Traba
Aries?



"Capek juga pulang sekolah jalan kaki," keluh Yussa sambil melangkah dengan langkah yang ringan namun cepat.


Saat berjalan, matanya aktif memerhatikan sekitarnya, menangkap setiap detail di sekitar. Orang-orang yang melintas, gedung-gedung tinggi, dan hiruk-pikuk kota.


Tiba-tiba, mata Yussa tertuju pada sebuah adegan yang tidak biasa. Dia melihat seorang pria berkacamata tengah ditarik oleh sekelompok orang ke sebuah gang sempit di samping jalan.


"Apa yang sedang terjadi?" batin Yussa, kebingungan tergambar di wajahnya.


Tanpa berpikir panjang, Yussa memutuskan untuk mengikuti kelompok orang tersebut, ingin tahu apa yang sedang terjadi.


"Bukankah sudah kami bilang untuk tutup mulut, bajingan!" teriak salah satu orang botak dalam kelompok tersebut dengan nada marah, sambil mencoba memukul lelaki berkacamata tersebut.


Pria berkacamata itu tertawa. "HAHAHA, Apa kalian sekarang takut?" Ucapnya dengan muka percaya diri.


Orang botak itu menghujani wajah pria berkacamata dengan pukulan-pukulan yang keras, hingga akhirnya kacamatanya patah berkeping-keping. "Takut?" celetuk pria botak dengan nada merendahkan. "Orang-orang dari organisasi yang kami ikuti akan mengatasinya," lanjutnya dengan senyum yang menyeramkan di bibirnya.


Sementara itu, sekelompok orang di sekitar mereka hanya tertawa terbahak-bahak, menikmati pemandangan pria berkacamata yang terus-menerus dihajar oleh pria botak.


"Apa yang kalian tertawakan?" Yussa melangkah maju mendekati mereka, sorot matanya penuh pertanyaan dan kebingungan.


Pria botak tiba-tiba menghentikan aksinya dan menatap Yussa dengan pandangan tajam yang penuh kemarahan. "Siapa kau?" bentaknya dengan nada tinggi, suaranya gemuruh di antara derap langkah Yussa.


Yussa hanya tersenyum tenang, lalu dengan tiba-tiba berjongkok di depan pria botak tersebut.


'Plak!' Suara tamparan yang tajam terdengar di sekitar, dan pria botak itu meraih wajahnya yang baru saja menerima tamparan keras dari Yussa.


"Hei, bajingan! Kau kira Apa yang kau lakukan saat ini?" ucapnya sambil meremas pipinya yang tengah terasa nyilu.


"Bocah ini," gumam pria botak dengan suara tertahan ketika mencoba bangkit.


Namun, sebelum pria botak itu bisa benar-benar berdiri tegak, Yussa melancarkan tendangan yang cepat dan memukul kepalanya ke bawah. Tampaknya retakan besar muncul di tanah ketika kepala pria botak itu mendarat dengan sangat keras, membuatnya pingsan dengan segera.


Yussa dengan tenang berdiri, pandangannya tajam mengarah kepada orang-orang dari kelompok pria botak yang tadinya bersikap kasar. "Sepertinya sekarang giliran kalian," ucapnya dengan senyum yang mengerikan, membuat mereka gemetar ketakutan.


Namun, di tengah ketegangan itu, seorang pria berambut putih tiba-tiba muncul. Dia dengan tenang berbicara kepada Yussa, "Mau apa kau?"


Yussa menoleh ke arah orang itu dengan ekspresi serius. "Apakah kau ketuanya?" tanyanya dengan suara tegas.


Pria berambut putih itu melihat sekitar dengan tatapan yang mencari. "Gilang sudah kalah?" gumamnya sambil menatap pria botak yang pingsan dengan penuh kekecewaan.


Namun, tanpa ada yang menyadari, Yussa dengan cepat melangkah mendekati pria berambut putih, bersiap memukul. "Jadi, kau benar-benar ketuanya?" ucap Yussa sambil tersenyum mengerikan, mengisyaratkan bahwa dia tidak takut menghadapi pemimpin kelompok tersebut.


Saat pukulan Yussa sudah sangat dekat dengan wajah pria berambut putih, pria itu menghindar kebawah dan mencoba membalas serangan dengan melakukan Uppercut.


Yussa tersenyum saat serangan tersebut hampir mengenainya. "kena kau" Pikir Yussa senang.


Orang dengan rambut putih itu terkejut, menyadari bahwa dirinya sudah berputar di udara. "apa-apaan?"


Sebelum pria itu mendarat ke tanah, Yussa menendang dengan sangat keras dan membuat Pria dengan rambut putih itu terpental dan menabrak tembok dengan sangat keras, bahkan hingga temboknya hancur.


"Aku, Aku adalah zaki dari organisasi bernama Aries, bagaimana mungkin aku kalah dengan menyedihkan oleh seorang bocah?" gumam Orang dengan rambut putih dengan depresi sambil melihat bayangan Yussa yang mendekat kepadanya.


"Aries?" Ucap Yussa yang sudah berada Di depan Zaki yang hampir kehilangan kesadaran.