
"Hei bocah...!!" Teriak Guru dari depan. "Bocah ini..." Gumam Guru itu kesal.
Guru itu mengambil spidol lalu melempar spidol spidol itu ke arah murid yang sedang tidur.
Spidol itu mengenai kepala orang itu dan membuat orang itu terbangun. "Ada apa sih?!!" Teriak orang itu seketika bangun dari tidur.
"Ada apa?!!! Sudah jelas kau tidur saat pelajaran saya..!!!" Teriak Guru itu sambil menunjuk kepada murid itu.
Murid memasang wajah kesal dan berkata. "Lalu kenapa?"
Guru itu menunjuk pintu dan berteriak. "Keluar...!!!."
"Huh? Apa-Apaan" Ucap Murid itu dengan kesal.
"KELUAR!!!" Teriak Guru itu lebih keras.
Dengan enggan Murid itu berdiri dan mengambil tas nya, lalu berjalan keluar.
"Tunggu sebentar" Panggil Guru itu pada murid yang sedang berjalan.
Murid itu berhenti dan menoleh kearah Guru. "ada apa lagi?"
"Siapa namamu?" Tanya Guru sambil mengambil catatan kehadiran.
Dengan percaya diri, Murid itu tersenyum dan berkata. "Yussa Traba."
Yussa Traba menutup pintu dan mengambil handphone dari sakunya. Saat dia sedang mencari kontak kenalannya, dia menabrak seseorang.
Yussa cuek dan terus berjalan sambil memerhatikan handphone miliknya.
"Hei" Ucap orang yang ditabrak Yussa.
Yussa tetap cuek dan menelepon seseorang.
[ Handphone ]
[ Leon ]
[ Tersambung ]
"Halo? ada apa" Suara Leon dari handphone Yussa.
"Jemput Aku, Aku mau pulang" Jawab Yussa kepada Leon.
sementara itu... orang yang di tabrak Yussa berlari dan berusaha memukul kepala bagian belakang Yussa.
Blam!
Kepala belakang Yussa terpukul dan Yussa jatuh ke arah depan.
"Hahaha, Makan tuh" Ujar orang yang tadi di tabrak Yussa. "Makanya kalo nabrak orang minta maaf" Lanjutnya.
"Apa yang terjadi?" Suara Leon dari handphone Yussa.
Dengan kesusahan Yussa berdiri. "Tidak ada yang terjadi" Balas Yussa kepada Leon.
Yussa mematikan telpon dan menatap orang di depannya dengan tajam. "Siapa namamu?" Tanya Yussa kepada orang di depannya.
Orang itu maju menyerang Yussa berkali-kali, sayangnya itu benar-benar berhasil dihindari oleh Yussa dengan indah.
Sedangkan, Saat Yussa membalas memukul, semua serangannya berhasil mengenai orang itu dengan telak.
saat orang itu mencoba menyerang perut Yussa, Yussa melompat mundur dan dikejar oleh orang itu yang melanjutkannya dengan jab.
Yussa dengan tenang berkata. "aku tidak akan membiarkan kau memukulku saat aku menjambak rambutmu."
Orang itu langsung bereaksi dan menepiskan tangannya ke samping, namun, dia disambut dengan tendangan lanjutan Yussa dari sisi tubuhnya dan terpaksa mengambil jarak.
"Kau kuat" Ucap Yussa serentak.
Orang itu tertawa. "Aku butuh lebih banyak dari ini SIAL!!!"
Orang itu kemudian menyerang Yussa lagi tanpa menahan apapun.
Sambil menghindar, Yussa melontarkan pertanyaan. "Apa kau tidak takut kalah?"
Tanpa menghentikan serangannya, Orang itu menjawab. "Aku tidak pernah merasa takut sebelumnya."
"Orang ini, dia terlalu percaya diri" Pikir Yussa sambil mencoba menghindari serangan yang menerjangnya.
Yussa menghindari pukulan yang menyerangnya dan menangkapnya. Yussa menarik tangan orang itu dan menyiku bagian ulu hatinya.
"Urgh" Suara kesakitan dari orang itu.
Gedebug!
Orang itu jatuh, Tanpa memberi ampun. Yussa duduk di atas nya dan memberi pukulan yang mengarah pas ke muka.
Yussa berulang kali memukulnya. Hingga, Ada seseorang yang menahan pukulannya.
"Berhenti" Ucap orang itu.
Tanpa Yussa sadari, Dari awal dia berkelahi, dia di lihat oleh banyak sekali orang. "Sejak kapan?" Ekpressi bingung terpampang di wajah Yussa.
"Anda tidak apa-apa?" Tanya orang yang menahan pukulan Yussa.
"Leon?" Ucap Yussa melihat ke orang itu.
Puluhan orang dengan badan berotot dan berpakaian jas rapih berada di belakang Leon.
Yussa Berdiri dan merapihkan bajunya yang penuh darah. "Terimakasih" Ucap Yussa pada Leon.
"Tentu" Jawab Leon sambil memberikan jalan kepada Yussa.
Salah satu orang berpakaian jas rapih mengambilkan Tas Yussa.
Yussa Berjongkok di depan orang yang berkelahi dengannya tadi. "Siapa namamu?" Tanya Yussa kepada orang itu.
Orang itu tersenyum dengan darah yang penuh di wajahnya. "Robert, ingat nama itu"
Yussa berdiri dan berjalan pergi. "Ayo pergi" Ucap Yussa kepada Leon dan anak buahnya.