
Yussa keluar dari mobil dan berjalan masuk. gerbang rumah di buka oleh salah satu anak buah ayahnya.
"Bang Alan" ucap Yussa memanggil orang yang membukakkan gerbang. "Ayah lagi dimana?" Lanjutnya.
Orang yang membukakkan gerbang atau Bang Alan, tersenyum dan berkata. "Di taman" Ucapnya.
Yussa beranjak pergi ke taman. Saat sampai di taman, dia mendekat kepada ayahnya yang sedang duduk bersama kucing peliharaannya.
Yussa duduk di samping ayahnya. "bisakah aku mendirikan Organisasi sendiri?" ucap Yussa kepada ayahnya.
"Gabisa." ucap Ayahnya pada Yussa.
"alasan?" tanya Yussa.
Ayahnya diam dan berdiri. "Gaada alasan." ucap Ayahnya sambil berjalan pergi dengan kucingnya yang mengikuti.
Yussa berlari dan menangkap tangan Ayahnya. "Aku ingin membuat Organisasi sendiri."
Ayahnya Yussa berhenti berjalan. Terlihat tangan ayahnya yang di pegang Yussa mengepal. Yussa tersentak dan mundur beberapa langkah.
Tanpa bergeming sedikitpun, Ayah Yussa berkata, "Membuat Organisasi sendiri?" Gumam Ayah Yussa. "Jangan bercanda," lanjutnya.
Yussa posisi siap bertarung. "Aku sedang serius," ucap Yussa.
"Serius?" ujar Ayah Yussa.
Blam!
Yussa dipukul Ayahnya dan terpental menabrak tembok dan membuat temboknya hancur. itu membuat Yussa mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Orang lemah sepertimu ingin membuat Organisasi sendiri?" ucap Ayah Yussa. "Kau malah akan mati konyol." lanjutnya.
Ayah Yussa berjalan mendekat kepada Yussa dan berkata. "Kau lanjutkan saja organisasi yang saat ini aku punya"
Yussa terdiam, merenungkan dirinya sendiri. dia terduduk lemas dengan tatapan kosong. sedangkan, Ayah Yussa berdiri di depan anaknya yang sedang terduduk lemas.
Ayah Yussa menghela napas dan memandangi Yussa. "Jika kau bisa mengalahkan Leon" Ucap Ayah Yussa.
Yussa menjadi penuh harapan dan menatap Ayahnya. "Tentu" Ucapnya.
"Nanti malam, di tempat latihan" Ucap Ayah Yussa.
"Baiklah" Ucap Yussa dengan wajah yang penuh harapan.
Yussa berdiri dan beranjak pergi dari sana. dia berjalan mengarah kekamarnya. ketika Yussa sudah sampai di depan kamarnya, Leon sudah menunggu di depan pintu.
"Tuan Muda" Ucap Leon dengan pelan. "Anda ingin membuat organisasi sendiri? Aku dengar ini dari Ketua" Lanjutnya.
Yussa mengangguk. "Ya, Dan syaratnya adalah aku harus mengalahkanmu" Ucap Yussa.
"Jika benar begitu, maka anda tidak punya kesempatan untuk membuat organisasi baru" Ujar Leon sambil pergi meninggalkan Yussa.
Yussa membuka pintu kamarnya dan beranjak masuk, Yussa mengganti pakaian dan langsung loncat ke kasurnya.
Yussa membuka Handphonenya dan menyalakan musik. setelah beberapa saat, Yussa tertidur.
Malam pun tiba. Yussa yang tengah tertidur terbangun saat ada yang mengetok pintu kamarnya.
Tok, Tok, Tok!
Yussa mengusap matanya dan berjalan membuka pintu. "Ada apa?" Tanya Yussa kepada orang di depannya.
"Tuan Muda, Bukankah anda ada pertarungan dengan Tuan Leon saat ini?" Ucap orang di depan Yussa.
"Ah, benar!" Ucapnya sambil berjalan menuju tempat latihan organisasi ayahnya.
Di tempat latihan.
"Ketua, Anda yakin ingin aku melawan Tuan Muda" Tanya Leon pada ayah Yussa.
"Tentu, anak kurang ajar seperti itu harus dikasih pelajaran" Jawab Ayah Yussa pada Leon.
Setelah beberapa saat menunggu, Yussa akhirnya tiba dan menarik perhatian seluruh orang disana.
Leon berdiri, Dan Leon langsung memasuki arena dengan baju jas yang rapih. Melihat Leon yang memasuki Arena, Yussa juga mengikuti memasuki Arena.
Leon tersenyum dan berkata. "Tolong tahan sebentar" Ucap Leon.
Ruangan yang hanya di terangi cahaya redup dari lampu-lampu temaram di langit-langit, menciptakan ketegangan.
Yussa memandang Leon dengan serius, sementara Leon tetap tenang dan berdiri dengan sikap elegan.
"Mulai" Ucap Ayah Yussa.