You Think

You Think
Spesial Chapter



😊 Karena hari ini adalah ulang tahun Author ✌ maka Author bakal buat chapter spesial sebagai kado dari Author buat readers yang kangen Angel & Varo 💙


Here we go 💙


🏵 Ini moment sebelum Angel meninggal 🏵


Ini adalah hari minggu dimana Angel dan Varo libur dari pekerjaan mereka.


Angel memutuskan untuk mengajak Varo ke taman hiburan sebagai permintaan maaf karena akhir-akhir ini sibuk.


Angel menculik Varo yang sedang menjelajah mimpi. Dalam aksinya Angel dibantu oleh beberapa maid Varo dan tak lupa Wu juga ikut mengangkut (?) Varo.


Angel tersenyum puas ketika melihat Varo yang masih asik tidur padahal dirinya sudah diculik oleh Angel dan sekarang berada di mobil menuju taman hiburan.


Karena sangat jarang Angel melihat Varo yang seperti ini maka Angel memotret wajah Varo dan menyimpannya sebagai kenang-kenangan atau lebih tepatnya aib Varo.


Angel melihat sekitar ketika mereka sudah sampai. Taman hiburan ini memang Angel sewa untuk satu hari penuh.


Orang kaya mah bebas T_T


Angel mengguncang bahu Varo pelan dan hanya dibalas dengan berubahnya posisi Varo. Angel yang memang tak punya kesabaran banyak akhirnya memukul perut Varo sekuat tenaganya.


Varo kesakitan dan akhirnya bangun. Varo merintih dan seketika kaget karena dia tidak berada di kasur empuknya. Varo melihat ke depan dan melihat tatapan membunuh Angel.


"Bangun pemalas. Kita sampai."


Varo dengan sekuat tenaga keluar dari mobil dan syok. Dia sekarang berada di taman hiburan dan dirinya sedang memakai piyama tidur.


"Ayo."


Angel menggandeng lengan Varo dan menyeretnya menuju rumah hantu.


Percayalah. Varo masih setengah sadar ketika diseret paksa menuju rumah hantu jadi-jadian.


Pertama masuk rumah hantu Varo masih setengah sadar hingga ia dikagetkan dengan kemunculan sosok putih yang mencoba menakut-nakuti Varo.


Karena memang kaget atau reflek semata, Varo memukul makhluk jadi-jadian di depannya. Alhasil sosok putih itu pingsan dalam sekali hajar.


Angel tertawa ketika menyaksikan hal itu. Segera Angel meminta rekan seperjuangan si sosok putih itu untuk mengobatinya.


Varo langsung sadar setelah menghajar orang tak bersalah sampai pingsan. Varo langsung menatap sengit Angel yang masih tertawa.


"Ah.. maafkan aku."


Angel menyeka air matanya karena tertawa terlalu berlebihan.


Tanpa sepatah kata pun Varo langsung meninggalkan Angel dan keluar dari rumah hantu itu.


Varo kembali melihat penampilannya dan langsung kesal sendiri. Dia masih menggunakan piyama tidurnya dan yang paling menyebalkan adalah dia masih memakai sandal kelinci bulunya.


Benar benar bukan penampilan seorang CEO yang terkenal perfeksionis.


"Ekhem."


Angel muncul di depan Varo dengan senyum jenakanya.


"Maafkan aku. Aku ingin membuat kejutan untuk mu."


"Ya. Aku sangaaaattt terkejut dengan kejutanmu ini."


"Benarkah?."


Varo mengambil nafas dalam-dalam. Mencoba untuk tidak marah.


"Kau lihat kan? Diriku masih memakai piyama dan sandal bulu kelinci. Dimana harga diri seorang VARO?."


Angel langsung memegang tangan Varo.


"Ai ya.. Sayang.. maafkan aku. Tadinya aku ingin membawa mu secara baik-baik ke sini tapi.. bukan kejutan namanya kalau kau tak terkejut. Aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua dengan mu."


"Kali ini saja. Jangan lakukan lagi. Aku tak bisa menahan malu kalau ada paparazi di sini."


"Oh jangan khawatir. Tidak akan ada paparazi. Aku sudah menyuruh anak buah ku untuk mengamankan tempat ini. Jadi.. ayo bermain!."


Angel menyeret Varo dan Varo hanya bisa pasrah mengikuti langkah kecil Angel.


Mungkin kenangan seperti ini tidak akan ada lagi untuk kedua kalinya.


Ya!


Varo memilih untuk tersenyum bahagia bersama dengan Angel yang juga bahagia.


Mereka harus bahagia tanpa memikirkan apa yang akan terjadi setelah ini. Yang terpenting adalah Angel bahagia.


Mereka bermain permainan apa saja yang ada di taman hiburan ini dan tersenyum bahagia. Walaupun penampilan Varo tidak sesuai tapi wajah bangun tidur Varo tidak mengecewakan untuk ukuran laki-laki yang baru bangun tidur.


"Senang?."


Diujung hari ini mereka selesai bermain dan diakhiri dengan naik bianglala. Angel memeluk Varo dan Varo juga memeluk Angel dengan sayang.


"Ya."


Suasana kembali hening karena mereka berdua hanya ingin merasakan momen bahagia ini lebih lama lagi.


"Varo.. Aku ingin bilang sesuatu."


"Hmm? katakan apa itu?."


"Jika.. jika suatu hari aku tidak disisimu lagi.. berbahagialah."


Varo heran dengan perkataan Angelnya.


"Aku akan bahagia ketika ada kamu."


Angel tersenyum kecut dalam pelukan Varo.


"Pokoknya.. nanti ketika aku sudah tidak ada lagi.. buka hatimu untuk orang lain."


"Aku hanya akan mencintaimu."


"Ya aku tau."


*Tapi.. mungkin akan sangat sakit jika kau terus mencintai ku ketika aku sudah tidak ada lagi.


Aku tak ingin egois karena masih mengikat mu bersama ku ketika aku meninggalkan mu..


Mungkin..


Jika kita bisa bertemu lagi di kehidupan berikutnya..


Aku ingin menjadi kekasih mu lagi.


Bersama dengan mu lagi..


Menghabiskan waktu berdua..


Bahagia bersama..


Tertawa bersama..


Sedih bersama..


Menua bersama*..


🏵 Spesial Chapter End 🏵