
Angel mengedipkan beberapa kali matanya karena tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang. Varo? Pemimpin klan Naga?
"Ah.. nona muda, kenalkan.. beliau adalah tuan Liu Xiang Wu. Pemimpin klan Naga."
Angel menatap uluran tangan "Liu Xiang Wu" dengan datar. Disana ada cincin pertunangannya dengan Varo dan sudah dapat dipastikan jika ini Varo.
"Ekhem.."
Angel tersadar dari fokusnya dan segera menerima uluran tangan Liu Xiang Wu.
"Angela Wang."
Angel merubah suaranya karena tak ingin Varo memergoki dirinya.
"Liu Xiang Wu. Panggil saja Wu."
Mereka terdiam entah karena apa. MC sudah membuka acara dan itu membuat Angel terpisah dengan Wu.
Acara berjalan lancar hingga akhir tapi ada sedikit kejutan di akhir.
"Angel..."
Angel menoleh ke kiri dan menemukan kakaknya berdiri dengan senyum lebar. Angel segera menghampiri kakaknya.
"Kakak.. kakak sudah bebas?."
"Tentu saja adik ku... Angel Wang."
Riyan memeluk Angel dengan erat tetapi mata Riyan menatap horor dibelakangnya.
"Wah wah wah.. siapa ini? ternyata tuan Liu Xiang Wu."
Riyan tersenyum mengejek Wu.
"Lama tak jumpa.. tuan Riyan. Saya dengar anda masuk perangkap dan ditahan. Mereka yang sudah masuk perangkap tak akan bisa keluar hidup-hidup. Sepertinya itu hanyalah bualan belaka."
Wu menatap mata Riyan tajam. Mereka musuh bebuyutan. Tak ada yang tau kenapa kedua klan bermusuhan sejak lama hingga sekarang.
Riyan maju ke depan Angel dan menyembunyikan Angel di belakangnya.
"Kau mau mati? LAGI?."
Wu menatap Angel yang juga menatapnya.
"Heh.. kau sudah bukan tuan Riyan yang dulu. Saya lebih tertarik ke adik anda."
Wu mengedipkan sebelah matanya ke Angel. Riyan mengepalkan tangannya dan segera mengarahkannya ke Wu tapi ditangkis oleh bodyguard Wu.
Angel mundur selangkah saat kakaknya hampir saja memukul Wu.
"Kakak.."
Angel akan maju melerai kakaknya tapi tangannya dicekal Glen.
"Nona.. jangan. Berbahaya."
"Tapi.. kakak.."
"Tuan akan baik-baik saja. Nona.. tenanglah."
Kondisi sudah tak kondusif sejak Riyan melepaskan tinju ke Wu. Anak buah Wu membuat garis pertahanan dan begitupun dengan anak buah Riyan yang juga membuat garis pertahanan.
"Adik mu manis.. membuat ku tertarik."
Angel menatap tajam Wu yang dibalas kedipan mata genit. Ingin sekali Angel mencekik Wu.
Angel menghempaskan tangan Glen dan langsung menuju sisi kakaknya.
"Kakak..."
Riyan menghembuskan nafas pasrah karena tak bisa mencegah adiknya untuk ikut urusannya.
"Nona cantik.. mundurlah.. nanti terluka. Saya tak suka jika wanita saya terluka karena kami."
Angel mengepalkan tangannya.
"Kita lihat saja nanti."
Riyan langsung maju dan melakukan baku hantam. Anak buah Wu dan Riyan juga melakukan aksi baku hantam. Hanya ada Angel dan Wu yang masih ditempat.
Angel tersenyum miring dan menyibak dress yang ia pakai. Di paha bagian kanan Angel ada pistol kesayangannya.
Angel segera mengambil pistolnya dan mengarahkannya ke Wu.
"Buat ini menarik.. Wu."
Wu merasa sangat bersemangat untuk menaklukkan wanita sombong di depannya.
"Kau hanyalah wanita."
"Kita lihat bagaimana kekuatan wanita ini."
Angel dan Wu bertarung menggunakan tangan kosong. Angel akan menggunakan pistolnya jika diperlukan.
Angel memukuli Wu dan bisa ditangkis. Angel menggeram dan segera memukul bagian vital Wu.
Wu berhasil menghindar dari serangan yang akan membunuhnya secara perlahan.
"Kau!."
Angel tersenyum meremehkan.
"Kalian para laki-laki memang... "
"Kau meremehkan ku."
"No. I am not."
"You did it."
Wu langsung mengarahkan pistol yang ia ambil dari belakang jasnya. Angel kaget dan segera mengarahkan pistolnya.
"Hanya akan ada 1 yang hidup diantara kami."
kami?
"Apa maksud..."
Suara tembakan menggelegar dan membuat aktivitas terhenti. Angel melirik tubuhnya dan tak ada yang sakit. Angel menatap Wu yang tersenyum miring.
"Say good bye."
Angel langsung berbalik dan melihat kakaknya. Ada darah yang membasahi baju kemeja yang ia pakai.
Tepat di area vital.
Jantung.
Angel langsung berlari ke arah kakaknya yang akan tumbang.
Anak buah Riyan langsung memukul mundur pasukan Wu dan membuat barisan pertahanan di depan. Angel menangis saat melihat kakaknya yang tersenyum sebentar lalu menutup matanya.
"Kakak sangat menyayangi mu.. my Angel."
Angel lemas seketika saat kakaknya menutup mata. tangan Angel berlumuran darah. Dengan otak kosong, Angel berdiri dan melangkah ke arah Wu.
"Kau... Aku akan membalas mu."
Angel mengarahkan pistolnya ke arah Wu. Anak buah Wu sudah siap-siap untuk menghadang Angel..
"Matilah."
DOR
Peluru Angel melesat sempurna dan mengenai bahu kiri Wu.
"Kita impas."
Angel segera menyusul Riyan yang sudah dibawa oleh Glen. Setelah Angel pergi, anak buah Riyan juga segera menyusul mereka.
Wu menatap kosong pemandangan di depannya. Suara terakhir yang dikeluarkan wanita tadi mirip suara Angel.
Wu melihat mata tajam wanita itu penuh kebencian menatapnnya tadi. Seperti mata Angel... yang menatapnya saat ia marah atau kesal.
"Itu bukan.. Angel ku.... ?"
🏵
Angel menatap datar pemandangan di depannya. Riyan masih hidup. Tapi hidupnya ditopang oleh mesin setelah dokter menyatakan Riyan koma akibat peluru yang hampir menyentuh jantung Riyan.
"Kakak.. aku tak akan pernah membiarkan dia hidup bahagia."
Angel menggengam erat tangan Riyan.
"Angel janji akan membalas segala rasa sakit ini ke dia."
Angel menitikkan air matanya tanpa ia sadari.
"Hanya kakak.. yang tau ini.. aku mulai mencintai Varo tapi.. dia merebut kebahagiaan ku. Aku bisa kehilangan dia tapi aku tak bisa kehilangan kakak."
Ucapan Angel didengar oleh ayah dan ibu Angel yang sudah berada di ambang pintu dan ingin masuk.
Jadi yang membuat anaknya koma adalah Varo?
"Kakak.. cepatlah sembuh. Angel menunggu kakak."
🏵
H-3 menuju hari pernikahan Varo dan Angel.
Setelah kejadian dimana Riyan koma dan kedua orang tua Angel tau penyebab anak mereka koma, mereka memutuskan untuk menyerahkan segala keputusan tentang pernikahan ini ke Angel.
Angel sudah menyusun rencana. Dia akan membalas rasa sakit itu.
Drrrrttt Drrrtttt
Angel segera mengangkat telepon masuk. Mata Angel langsung membulat saat kabar itu terdengar melalui isakan ibunya.
Angel langsung mengambil jaket dan tasnya lalu kunci motor sport Riyan. Angel segera memacu motor sport Riyan dan segera menuju ke rumah sakit. Selama perjalanan Angel mensugesti dirinya jika kabar yang baru saja ia dengar salah.
Riyan meninggal dunia.
🏵
Angel jatuh terduduk karena lemas melihat ayahnya menenangkan ibunya yang menangis kencang dan histeris.
"Tidak.. tidak mungkin.."
Angel segera berdiri dan menghampiri brangkar berisi Riyan yang terlelap.
"Kakak... lihat Angel.. kak..kak.."
Angel menangis histeris saat menyentuh tubuh kakaknya yang sudah dingin.
Ayah Angel juga menangis sambil menenangkan istrinya. Ia juga tak menyangka akan kehilangan anaknya.
Ayah Angel menatap sedih Angel yang bersimpuh di dekat brangkat Riyan. Ia ingin menengkan Angel tapi ia tak bisa karena dia sendiri pun sedang menenangkan diri.
Angel berdiri dan segera menghapus jejak air mata di pipinya.
"Ayah.. jaga ibu."
"Kau mau kemana?."
"Balas dendam."
"Angel.. "
"Ayah jangan khawatir. Angel baik-baik saja. Ayah hanya harus berakting tidak tau apapun soal penyebab kematian kakak. Biar Angel yang urus sisanya."
Angel segera pergi dari ruangan yang penuh dengan kesedihan keluarganya.
Angel mengebut dan segera menuju markas klannya.
Ada Glen yang juga baru datang tergesa-gesa.
"Nona muda.."
"Lakukan rencana ku."
Angel segera masuk ke ruangannya dan menutup rapat pintu. Ruangan kerja Angel kedap suara dan itu membuatnya merasa beruntung.
Angel menangis hebat di dalam ruang kerjanya. Glen baru saja mendapatkan kabar jika Riyan meninggal dan pasti nona mudanya akan sangat sedih.
Glen menatap pintu ruangan di depannya. Pasti di dalam sana..
.. nona mudanya menangis.
Glen melihat asistennya.
"Lakukan apa yang sudah kita persiapkan. Besok kita beraksi."
"Baik tuan."
🏵
Maafkan author yang telat up
Tugas menyita semua perhatian author.
Semester 5 ini penuh dengan tugas.
Mungkin author akan jarang up karena harus memprioritaskan tugas kuliah author T_T
sekali lagi author minta maaf