
Sudah 3 tahun Angel hidup sebagai Monica wang memimpin perusahaan dan berada dibayangan Glen untuk memimpin klan.
Tidak ada yang tau keberadaannya kecuali keluarganya. Kematian palsu Angel dipercaya semua orang termasuk Varo.
Flashback on
Angel segera melompat dari mobil dan mendarat dengan sangat baik di aspal jalan. Mobil itu meledak tak lama setelah Angel lompat dan menciptakan suara ledakan besar. Untung saja jalanan sepi.
Glen bersama rombongannya segera menghampiri Angel yang tergeletak di pinggir jalan. Angel terlalu bersemangat melompat sehingga tangannya berdarah karena mendarat duluan.
"Nona..."
Glen segera mendudukkan Angel.
"Akh.. sialan."
Angel merasakan sakit luar biasa di kaki kirinya. Mungkin terkilir waktu dia lompat dan guling-guling di aspal tadi.
Beberapa pengendara yang melintas segera berhenti setelah melihat mobil terbakar di depan. Glen memerintahkan anak buahnya agar membersihkan area ini.
"Nona...?."
"Rumah sakit. Sekarang."
Kaki kiri Angel mati rasa dan itu membuat Angel khawatir. Glen dengan cepat membawa Angel ke rumah sakit. Hingga akhirnya Glen lupa untuk memberitahukan berita ini ke keluarga Angel.
Flashback Off
Kaki Angel memang sudah sembuh hanya saja Angel tak bisa menggunakan kakinya seperti dulu lagi. Bahkan untuk berdiri lama tidak bisa Angel lakukan. Angel masih mencintai kakinya.
Tok Tok
"Nona.."
"Masuk, Glen."
Glen masuk membawa pesanan Angel dan meletakkannya di meja. Angel berdiri dari kursi nyamannya dan menghampiri pesanannya.
"Hmm.. hanya ini yang bisa kau dapatkan Glen?."
"Maafkan saya nona. Tetua mulai curiga dan saya hanya bisa membawa yang bisa saya bawa."
Angel mengambil beberapa lembar dokumen yang berisi tentang penyerahan klan.
"Ckk.. mereka terlalu ikut campur urusan ku. Harusnya kita musnahkan saja mereka dari dulu, Glen."
"Saya juga maunya seperti itu, tapi nona tau sendiri kan mereka memegang 34% saham perusahaan nona."
Angel ingin sekali memusnahkan para tetua klan yang begitu cerewet mengatur ini dan itu. Bahkan mereka sedang menyiapkan penyerahan kekuasaan Klan pada seseorang yang mereka anggap tepat hanya karena Angel menolak untuk dijodohkan.
Angel butuh pendamping dan para tetua sedang meributkan itu sejak 1 tahun lalu. Angel tak ambil pusing tapi lama-lama mereka makin jadi ancaman untuk Angel.
"Siapkan tim Gerald. Kita musnahkan mereka malam ini."
"Baok nona."
🏵
Angel sedang memakai sarung tangan kulitnya dan tak lupa kaca mata hitamnya. Malam ini akan menjadi malam yang tak akan pernah dilupakan oleh semua orang yang menyaksikannya.
Untuk pertama kalinya dalam 3 tahun ini. Monica Wang sang pemimpin bayangan akan muncul dalam acara pesta amal yang diadakan oleh para tetua klan sialan.
Angel berjalan dengan anggun menggunakan dress selutut berwarna hitam. Angel selalu menyembunyikan sesuatu dibalik dressnya. Hanya untuk jaga-jaga.
Angel berjalan bersama Glen dan menjadi pusat perhatian. Angel tak ambil pusing dan segera duduk. Malam ini tema pesta amal adalah Topeng. Semua orang menggunakan topeng.
Angel menyapa para tetua yang menatapnya sinis. Mereka tersenyum palsu dan membuat Angel ingin merobek mulut mereka.
Setelah menyapa para tetua, Angel duduk di meja paling belakang. Glen duduk bersama para tetua. Angel hanya duduk bersama Rere, sang sekretaris sekaligus bodyguardnya.
"Kalian udah denger berita terbaru soal si tampan Varo belum?."
Angel auto menajamkan pendengarannya setelah mendengar nama Varo disebut. Angel penasaran bagaimana sosok Varo setelah berita kematiannya.
"Apa?."
"Katakan? Berita apa?."
"Aku dengar.. malam ini si sexy Varo bakal dateng bersama si aktris jalang itu."
Jalang?
"Yang bener? Ku dengar si jalang itu hanya ingin naik kasta dengan mendekati Varo."
"Siapapun tau itu. Tapi ku dengar si jalang itu hamil."
"Bukan anak Varo. Aku yakin itu."
Angel memilih tak mendengarkan ocehan mereka karena yang ditunggu oleh mereka datang. Bersama seorang wanita dan rombongan gadis disebrang begitu menghujat si wanita itu.
Acara amal dimulai dan itu sangat membosankan. Angel ingin pergi tapi sepertinya tak bisa karena Glen menatapnya dengan tajam. Tatapan memperingati agar Angel tak keluar.
Angel asik dengan dunianya sendiri sehingga tak sadar ketika akan ada acara tembak menembak. Angel sadar ketika ada sebuah pistol mengarah ke kepalanya.
"Berdiri nona Monica! Cepat!."
"Kalian mau apa dari ku?."
Laki-laki yang menodongkan pistol ke Angel tanpa aba-aba melepaskan topeng yang sedang ia pakai.
"NONA!."
Wajah Angel terekspos dan itu membuat Angel marah. Angel menyerang si laki-laki yang membuka topengnya itu hingga pingsan.
"Fu*k!."
Rambut Angel tak beraturan dan itu menghalangi pandangannya.
Angel mengeluarkan pistolnya yang berada di paha dalamnya dan menembak satu persatu orang-orang yang berdiri.
Angel bersembunyi karena mendapatkan banyak sekali balasan tembakan. Angel segera mencari alat komunikasi yang menghubungkannya dengan Gerald.
"NOW!."
Angel tak bisa diam terus sambil menunggu Gerald datang. Dengan tarikan nafas panjang, Angel segera kembali menembak. Suasana begitu ricuh oleh peserta amal yang berhamburan keluar. Angel gagal fokus karena melihat Varo yang menatapnya dan itu membuatnya tertembak di lengan.
"Fu*k!"
Angel menyembunyikan diri dibalik tembok. Lengan kanannya sakit. Tapi masih bisa dibuat gerak walaupun sakit.
"SERANG!."
Angel bernafas sedikit lega ketika mendengar suara Gerald. Suara tembakan saling bersautan. Angel tak tau bagaimana nasib Glen. Yang ia tau hanya bagaimana bisa Varo berdiri disana melihatnya. Mata Varo begitu tajam saat menatapnya membuatnya takut.
"Ikat mereka yang masih hidup dan bawa ke markas. Cari nona Monica!"
Angel terlalu lelah untuk sekedar bergerak maupun bersuara. Angel melihat peluru di pistolnya masih ada satu dan menembakkanya ke dinding agar Gerald sadar jika Angel dibalik tembok.
"Nona!."
Gerald datang bersama Glen.
"Tangan nona!."
"Diamlah Glen. Cepat bawa aku keluar dari sini. tangan ku mati rasa."
Gerald menggendong Angel ala bridal style. Angel meringis ketika Gerald dengan tak sengaja membuatnya menabrak tembok.
"GERALD! KAU MAU MEMBUNUHKU!."
"Maafkan aku nona."
Gerald melanjutkan jalannya dan Angel melihat banyak sekali polisi dan ambulace. Angel terpaku ketika melihat Varo berdiri kaku di sana. Sejauh apapun tapi Angel dapat melihat dengan jelas kalau itu Varo.
Angel mengalihkan pandangannya dan fokus untuk kesembuhanan tangannya. Cukup kaki saja yang mulai cacat. Tangan jangan.
Dilain sisi..
Varo menatap tak percaya untuk kedua kalinya ia melihat Angel. Matanya tak bohong. Itu Angel. Angelnya masih hidup. Varo tersenyum tipis dan merapalkan sebuah mantra yang membuat hatinya menghangat seketika.
"Angel..."
🏵
Karena kejadian di acara amal yang membuat semua orang melihat wajah Monica Wang, Glen makin mengencangkan penjagaan di sekitar Angel.
"Nona.."
Angel dirawat di rumah sakit terdekat dari lokasi acara amal. Tangan Angel tak bisa dipakai untuk sementara waktu sampai tangan Angel sembuh total.
"Kenapa?."
"..."
Angel menatap Glen dengan tatapan penasaran.
"Ada apa?."
"Itu nona.."
"Kalau kau cuma mau mengatakan omong kosong maka keluar dari sini. Kau membuang waktu berharga ku Glen."
Glen takut untuk menyampaikan satu hal ini.
"Nona.. ada tamu yang mau menjenguk nona."
"Siapa?."
Hening sesaat. Glen mengambil nafas dalam-dalam.
"Tuan Varo yang datang."
Deg
🏵
TBC
🏵