
Aku pun menjelaskan semua trik murahan ini :
Pertama, aku pergi dengan korban dari pagi sampai malam waktu yang di butuhkan untuk mengecek semua benda-benda yang ada di rumah itu pastilah sangat mudah karena adanya waktu yang panjang, dan satu hal lain yang perlu kalian ketahui adalah pelaku bisa dengan leluasa keluar masuk ke dalam rumah itu.
Kedua, pelaku bisa memastikan semua benda tepat pada tempatnya dengan menggunakan camera digital. dan mengenai bagaimana pelaku tau kalau korban akan tidur di lantai bawah atau tidak hal ini sebenarnya hanyalah sebuah masalah pilihan random saja.
Jadi seperti ini, setelah pelaku memphoto semua benda-benda yang ada di seluruh rumah itu, pelaku hanya perlu memastikan dimana korban akan tidur, dan setelah itu yang di butuhkan pelaku hanyalah semua photo yang ada di kamar tersebut, kamar dimana korban tidur. jadi pelaku hanya perlu mencocokan saja benda-benda yang bergeser atau berpindah tempat karena aku sentuh. hal ini juga telah menjawab pertanyaan ketiga yang di lontarkan oleh adrian.
Keempat, tujuan dari pelaku menimbulkan kesan kecurigaan adalah untuk menimbulkan perasaan was-was atau ketakutan pada korban, karena pelaku sangat mengenal korban jadi hal ini memang sengaja di lakukan pelaku agar korban tidak berani tidur sendirian di rumah dan dengan terpaksa pasti si korban akan memaksaku untuk tidur di rumahnya. dan disisi lainnya pelaku lainnya adalah orang yang sangat mengenal sifat-sifatku sehingga dia tau kalau aku akan tidur di rumah itu.
Kelima, mengenai dimana pelaku bersembunyi sebenarnya pelaku tidak bersembunyi melainkan pelaku sudah tidak ada rumah itu saat aku dan korban datang, dan pelaku kembali lagi setelah aku dan korban sedang tertidur pulas, dengan demikian korban di bunuh saat aku tidak ada di rumah itu atau lebih tepatnya adalah korban mati di atas pukul 06:30 setelah aku pergi dari kediaman korban.
"Masih banyak yang mengganjal dari semua analisa anda", ucap dari daniel.
"Jam dinding itu sangat berat dan posisinya adalah menggantung di dinding dan walaupun di bongkar pasang pasti posisi tidak akan berubah atau sama persis, yang jadi pertanyaanku bagaimana mungkin pelaku bisa tau kalau jam dinding itu berubah posisi, sedangkan pelaku tidak ada disana menurut anda ?", tanya dari daniel.
"Sangat mudah, jam dinding itu adalah sebuah alat pengalihan, pelaku dengan sengaja mengambil paksa jam dinding itu dari sini bisa di pastikan kalau pelaku itu tinggi, walaupun tinggi tapi dia tidak mampu mengalahkan tinggiku saat aku berdiri di atas bangku, jadi ada kesan sesuatu yang dipaksakan dan dimana di dinding itu juga terlihat kalau dinding tempat pengait jam tersebut rusak", ucapku.
"Lalu karena tarik paksa agar jam tersebut terlepas dan karena jam tersebut berat karena terbuat dari logam, sehingga jam itu jatuh ke lantai dengan kerasnya sehingga timbulah peyot pada jam dinding itu, atau pelaku mengetahui jam dinding itu berbeda atau tidak karena sebelumnya jam dinding itu mati dan setelah aku ganti jam dinding itu sudah tidak mati lagi", sambungku.
"Jika terjadi benturan yang sangat keras ketika jam dinding itu jatuh, kenapa kita tidak menemukan bekas lantai yang rusak karena benturan itu ?", tanya dari daniel.
"Olah TKP adalah sebuah penyusuran TKP tanpa merubah sesuatu yang ada di TKP dan membiarkan semuanya sama seperti semula, benarkan ?', tanyaku pada daniel.
"Benar, lalu apa hubungannya ?", tanya balik daniel.
"Sebelumnya aku telah menyuruh herlina untuk memphoto seluruh kamar itu dan dari itu semua ada sebuah benda yang sangat menarik kecurigaanku, yaitu tentang bangku yang aku gunakan untuk mengambil jam dinding itu, jika jam itu di ambil paksa oleh pelaku maka pelaku tidak membutuhkan bangku tapi bangku itu bergeser dari tempatnya yang semula, dan bangku itu sepertinya tidak menunjukan kesan di gunakan untuk melakukan suatu hal, jadi aku bisa pastikan kalau bangku itu di gunakan untuk menutupi lantai yang rusak karena benturan dengan jam dinding itu", jawabku.
"Lalu buat apa pelaku mengalihkan perhatian ke jam dinding itu ?", tanya dari adrian.
"Jika jam dinding itu dibiarkan saja maka akan ketahuan kalau korban mati di atas pukul 06:30, oleh karena itu pelaku sengaja menggunakan jam dinding dan memutarnya pada pukul 05:02 untuk menggiring pemikiran para penyidik kalau korban mati pada saat aku masih ada di rumah itu", jawabku.
"Selanjutnya pelaku menggunakan semua benda-benda yang terlihat berbeda tempatnya dengan photo yang mereka gunakan sebagai perbandingan, seperti tempat lilin dan tentu saja handphone itu adalah kunci dari semua ini", ucapku.
"Ehm.. tentang handphone itu, bisa anda jelaskan bagaimana bisa korban mengirimkan pesan kepada adiknya dengan pesan yang menyudutkan anda ?", tanya dari daniel.
"Sangat mudah, pelaku datang kembali saat aku dan korban sedang terlelap dalam tidur, pelaku leluasa keluar masuk ke dalam rumah itu karena pelaku adalah orang yang mengenal baik seluk beluk rumah itu, secara diam-diam pelaku masuk ke dalam kamar korban lalu hal pertama yang pelaku lakukan adalah mengirim pesan ke adik korban si christine dengan meniru gaya penulisan korban dan setelah itu pelaku bersembunyi di dalam rumah atau mungkin di dalam kamar tidur korban", jawabku.
"Jika seperti itu apa tidak blunder untuk pelaku itu sendiri, bagaimana jika adik korban membaca hal ini lalu menghubungi polisi, bukankah rencananya akan sia-sia ?", tanya dari daniel.
"Oleh karena itu aku bilang kalau pelaku lebih dari satu orang, satu pelaku lagi sedang memata-matai adik korban, saat christine tidur di hotelnya setelah puas merayakan tahun baru maka pelaku ini menghubungi pelaku yang berada di rumah korban untuk segera mengirimkan pesan singkat", jawabku.
"Dan setelah selesai pelaku mencoba untuk mengamati dengan teliti dan sedetail mungkin tentang benda-benda yang ada di kamar tersebut, dan pelaku dengan sabar menunggu sampai diriku keluar dari rumah untuk melakukan eksekusi kepada korban karena akan berisiko melakukan eksekusi saat itu juga karena pasti aku akan terbangun jika ada suara bising atau teriakan", sambungku lagi.
"Apa yang membuat lu yakin kalau pesan singkat itu di kirim oleh pelaku ?", tanya dari adrian.
"Sebenarnya ada 2 pesan singkat yang di kirimkan dari handphone korban ke adiknya si christine, pertama adalah saat di mobil dalam perjalanan pulang, dan itu gue yakin banget kalau korban yang ngirim karena kondisi yang di gambarkan dalam pesan itu memang benar adanya", jawabku.
"Tapi dalam pesan yang kedua yang di kirimkan dari handphone korban sangat bertolak belaka dengan gambaran kondisi saat itu dan ini jelas bisa di buktikan dengan hasil oleh TKP. yang aku maksudkan disini adalah adanya kata MENDOBRAK PINTU dalam pesan tersebut", jawabku lagi.
"Secara logika jika pintu itu di dobrak pastilah terkunci dari dalam, dan saat kalian mengetahui ada seseorang yang ingin mendobrak pintu pastilah akan ada kerusakan pada pintu tersebut tapi hal ini tidak terjadi pada pintu kamar itu, dalam kondisi seperti itu dimana korban dalam bahaya apa mungkin korban membukakan pintu kepada pelaku yang ingin membunuhnya, sangat mustahil kan !", terangku pada mereka semua.
"Dan mengenai darah yang ada di kolong itu, ada kemungkinan jika pelaku dengan sengaja menaruh korban yang sudah tidak bernyawa di kolong tempat tidur dan kemudian dia seret keluar lagi agar terkesan korban bersembunyi di bawah kolong tempat tidur", terangku lagi
"Buat apa pelaku ngelakuin hal itu ?", tanya dari adrian.
"Tentu saja karena ingin menimbulkan kesan kalau korban ketakutan karena ada seseorang yang mendobrak pintu dan korban bersembunyi di kolong tempat tidur, sesuai dengan pesan singkat yang pelaku kirimkan pada christine", jawabku.
"Dari sini aku bisa menarik kesimpulan jika pesan itu dikirim dari handphone korban tapi bukan korban yang mengirimkannya melainkan pelaku, dan kesalahanku adalah membiarkan handphone itu standby tak terkunci", sambungku.
"Dan aku memiliki firasat jika salah satu pelaku ini adalah orang yang sama dengan orang yang mengirimkan sebuah pesan intimidasi kepadaku melalu handphone dari anggun", sambungku lagi.
"Apa hubungannya ama anggun, ini gak ada sangkut pautnya dengan anggun ?", saut dari adrian dengan nada tinggi.
"Emang ga ada tapi pelaku memanfaatin hubungan burukku dengan anggun untuk memojokanku, tapi kalau di tarik garis lurus antara yohan dan anggun memiliki sebuah keterkaitan, yaitu yohan adalah selingkuhan dari julia dan julia adalah mamanya anggun", jawabku pada adrian agar dia puas.
"Lalu bisa jelaskan tentang darah yang ada di gagang pintu mobil korban yang anda bawa ke apartement ?", tanya dari daniel.
"Jika pelakunya lebih dari satu tentu saja hal ini sangat mudah di lakukan, tapi sebelum aku menjelaskan hal ini aku ingin menjelaskan tentang jarak tempuh yang aku tempuh dari rumah korban sampai ke apartement korban yang aku tempati", ucapku.
"Silahkan", saut dari daniel.
"Antara apartement korban dan juga rumah korban memerlukan waktu kurang lebih 30-40 menit, sedangkan jarak waktu saat aku meninggalkan rumah itu dengan saat aku pertama aku mendapatkan informasi korban meninggal adalah 70 menit", ucapku.
"Saat aku pergi eksekusi itu di lakukan dan saat bersamaan datanglah pelaku satu lagi, para pelaku itu pun bertemu dengan tujuan mengambil sample darah korban untuk di oleskan pada gagang pintu mobilku", ucapku lagi.
"Secara logika, jika ada bekas darah di gagang pintu itu pastilah ada bekas darah di dalam atau di interior mobil itu tapi nyatanya tidak ada satu pun bekas atau noda darah yang ada di dalam mobil tersebut, darah itu hanya ada di gagang pintu itu saja", tuturku.
"Dan satu hal lagi adalah, jika benar aku membunuh korban pasti ada bekas darah pada pakaian yang aku kenakan, tapi nyatanya tidak ada sama sekali kan.. mengenai pakaian apa yang aku kenakan kalian bisa tanyakan pada christine dan managernya karena sebelum korban meninggal kita berempat seharian penuh bersama-sama", tuturku lagi.
"Bisa aja kan lu ganti baju di rumah korban atau gak waktu ngebunuh korban lu telanjang atau gimana ?", tanya dari adrian memojokanku.
"Lah.. napa lu jadi mojokin gue ?", tanyaku keheranan.
"Tapi ada benarnya juga pertanyaan tersebut", saut dari daniel.
"Ngapain saya bunuh dia dengan telanjang, apa mungkin saya ingin memperkosa korban dan apa ada bekas kekerasan seksual pada korban, kalau saya ganti baju di rumah korban yang jadi pertanyaan adalah pasti akan ada bekas darah di baju yang aku kenakan tapi tidak ada satu pun baju yang aku kenakan terdapat bekas darah", sangkalku.
"Bisa aja lu buang ?", saut dari adrian.
"Buang dimana, jarak antara rumah korban dengan apartement sekitar 30-40 menit, kita anggap saja 40 menitan. sepanjang perjalanan antara rumah korban dan juga apartement tidak ada satu pun jalan yang sunyi semua jalanan adalah jalanan ramai karena tempatnya ada di tengah kota, kalau gue nekad buang di tengah jalan pastilah termonitor ama CCTV dan juga pasti ada yang melihat, dan jika gue muter jalan pastilah butuh waktu lebih dari 40 menit itu", tuturku.
"Kata lu dari lu ninggalin rumah itu sampai tau korban meninggal adalah 70 menit ?", tanya dari adrian.
"40 menit perjalanan sampai ke apartement dan 30 menit aku gunakan untuk mandi dan juga rebahan sejenak sampai si christine telepon mengabarkan kalau korban meninggal, hal ini bisa di buktikan dengan rekaman CCTV yang ada di area parkir dan juga bukti kartu parkir waktu aku masuk", jawabku.
"Dan satu hal lagi, aku telah menyuruh herlina untuk mengambil rekaman CCTV pada tanggal 1 januari pagi, dari situ aku menemukan keanehan yaitu sebuah rekaman yang menayangkan sebuah mobil terparkir cukup mepet dan tepat di sebelah mobilku dan kemudian muncullah sosok pemuda dengan memakai topi berjalan mengitari kap mobil depannya lalu membuka pintu mobilnya yang berada di sampingnya lalu dia pun mengambil tasnya", ucapku.
"Ada yang aneh dalam rekaman itu, jika dia ingin mengambil tasnya kenapa tidak waktu dia berada di dalam mobil dan sebelum turun, kan jarak dari kursi depan itu tidak begitu jauh, lalu kenapa orang itu harus berputar ke pintu satunya lagi hanya untuk mengambil tas sedangkan dia tau kalau pintu itu tidak bisa terbuka utuh karena posisi cukup mepet dengan mobilku, aku curiga jika orang inilah yang menaruh darah di gagang pintu mobilku walaupun adegan tangannya yang sedang mengoleskan darah tidak terekam dengan jelas", ucaku lagi.
"Dan saat aku di grebek di area parkir terlihat jelas kalau mobil itu sudah tidak ada disana", sambungku lagi.
"Ini adalah sebuah pembunuhan yang sangat terencana, dan sebelum hari eksekusi salah satu pelaku pastilah telah memata-mataiku", jawabku.
"Contoh gampangnya yaa kayak waktu lu mata-matai gue, kan gue sampai gak sadar kalau udah lu mata-matai", sambungku dengan berbicara pada adrian.
"Lu nuduh gue kalau gue salah satu pelakunya !", bentak dari adrian.
"Contoh.. contoh, gitu aja dah sewot lu", ucapku pada adrian.
"Memang masuk akal keterangan dari nathael, jika dia membunuh pasti ada bekas darah yang menempel di pakaiannya dan juga interior mobilnya, tapi bekas darah ini tidak di temukan di pakaian yang korban pakai dan juga di interior mobil", ucap dari herlina.
"Tapi bisa aja kan dia bersihkan noda atau bekas dari itu dari dalam, dan saat dia keluar dia lupa bersihkan gagang mobil itu", saut dari adrian.
"Tapi tetap saja semua analisa anda ini bisa di bantahkan oleh yohan karean sidik jari dari yohan tidak ada disana", bantah dari daniel.
"Mengenai sidik jari memang sangat mudah untuk di samarkan, yaitu dengan menggunakan sarung tangan dan hal ini di lakukan oleh pelaku", sautku.
"Oleh karena itu aku ingin beberkan kepada kalian tentang semua analisa dan trik dari pembunuhan ini, agar polisi memberikan panggilan kedua kalinya untuk meminta yohan datang dan menginterogasinya lagi", ucapku.
"Lalu aku dengan sengaja meminta bantuan teman baikku yang bisa aku percaya yaitu si adrian untuk memata-matai yohan agar dia tidak kabur, karena dialah orang yang mampu membuka kedok pembunuhan ini", ucapku lagi.
"Kenapa tidak meminta bantuan pada polisi saja ?", tanya dari adrian.
"Polisi gak bakal bisa memaksa yohan untuk datang sebelum surat pemanggilan yang ketiga di berikan, di samping itu juga aku dan pak daniel ini sedang dalam kondisi yang tidak bersahabat jadi kemungkinan kecil jika pak daniel apa menuruti perintahku, bukan begitu pak ?", jawabku pada adrian dengan menyindir daniel.
"Baiklah, bakal gue bantu lu, asal lu bebas gue seneng kok", saut dari adrian.
"Ehm.. di lihat dari motif memang yang paling mendekati tersangka adalah yohan sedangkan nathael untuk tidak memiliki motif apa pun, mungkin karena hal ini juga makanya si yohan tidak datang pada interogasi kemarin", ucap dari herlina.
"Lebih baik kita ikuti prosedur yang ada, kita akan paksa yohan hadir jika sudah di layangkan surat panggilan yang ketiga, tapi sebelum terima kasih atas analisamu walaupun masih banyak kekurangannya", ucap dari daniel.
"Seharusnya anda berterima kasih pada hans tentang trik pembunuhan ini", saut dari herlina.
"Hans, maksudmu hans antoline ?", tanya dari daniel.
"Benar, karena dialah otak di balik semua trik pembunuhan ini", ucapku menjawab pertanyaan dari daniel.
"Siapa itu hans ?", tanya dari adrian.
"Apa hubungannya dengan hans ?", tanya lagi dari daniel.
"Hans adalah teman nathael sewaktu di jakarta, dan dia adalah seorang penulis, dan semua trik pembunuhan ini adalah trik yang di tulis hans dalam novelnya yang berjudul unfaithful, jadi pembunuh itu sengaja meniru metode pembunuhan yang di tulis hans dalam novel itu", terang dari herlina.
"Artinya siapa pun yang memegang novel itu adalah pembunuhnya", sautku menegaskan ucapan herlina.
"Tidak bisa seperti itu jika novel itu sudah beredar di pasaran maka siapapun bisa memiliki novel itu", sangkal dari adrian.
"Memang benar tapi novel unfaithful ini adalah novel lama dan terakhir di terbitkan pada tahun 2009, dan yang perlu kalian ketahui cetakan aslinya adalah dalam bahasa inggris karena pertama kali di terbitkan di inggris kemudian di cetak ulang dalam bahasa indonesia hanya beberapa lembar saja, itu pun yang membeli hanya orang tertentu", ucapku.
"Bisa di bilang hanya memiliki atau mengetahui novel hans hanyalah kalangan tertentu saja bukan orang sembarangan, dan yang memiliki seri lengkap dari novel hans adalah aku karena hans memberikannya kepadaku lalu aku berikan pada nathael", saut dari herlina.
"Terakhir novel itu tidak sengaja aku berikan pada anggun sebelum sempat aku membacanya sampai tamat", sautku.
"Berarti anggun pelaku lainnya selain yohan, mana mungkin nath ini mustahil.. buat apa anggun bunuh korban !", sangkal dari adrian sangat kesel.
"Gue gak nuduh anggun sebagai pelaku lainnya, lu kenapa seh kesel banget kalau gue bahas anggun ?", tanya pada adrian karena mencoba melindungi anggun.
"Bukan gitu tapi.. ", ucapan adrian terpotong.
"Sudahlah tidak ada gunanya lagi berdebat, saya akan perintahkan anak buah saya untuk melakukan penyelidikan lebih detail lagi agar masalah ini cepat selesai dan naik ke meja hijau", saut dari daniel memotong ucapan dari adrian.
"Terima kasih atas waktunya", ucap lanjut dari daniel.
"Udah selesai nih ?", saut dari adrian dengan bertanya.
"Sudah, kalau mau pulang silahkan", ucap dari daniel.
"Ok, kalau gitu gue cabut dulu yaa nath", ucap dari adrian.
"Hati-hati dan thanks banget yaa atas bantuannya", ucapku.
Adrian dan daniel pun keluar dari ruangan ini, dan kita hanya ada aku dan juga si herlina. semuanya masih sesuai dengan rencanaku dan aku memang sengaja melakukan semua ini hanya untuk memberitahu kepada pelaku tentang apa yang akan aku lakukan selanjutnya agar pelaku tersebut melakukan tindakan untuk menghentikan langkahku.
"Nath, apa gak terlalu berisiko membiarkannya seperti ini ?", tanya dari herlina.
"Berisiko untuk mereka bukan kita, jadi biarkan saja seperti ini", jawabku.
"Seharusnya kau beberkan semua mungkin akan lebih baik", ucap dari herlina.
"Kalau di beberkan semua maka cerita dari novel itu akan berhenti di tengah jalan", sautku.
"Maksudmu apa aku gak ngerti ?", tanya dari herlina.
"Aku sangat yakin jika hans tidak sebodoh itu dalam membuat novel unfaithful itu, dan jika aku beberkan semuanya maka cerita ini akan berhenti di tengah jalan", jawabku pada herlina.
"Aku masih binggung dengan keteranganmu ?", tanya dari herlina.
"Aku sangat yakin kalau novel hans akan terus berlanjut, dan aku lebih tertarik untuk melanjutkan cerita dari novel tersebut dari pada berusaha membebaskan diriku dari jeratan hukum", jawabku.
"Apa masih lama ?", tanya dari herlina.
"Tidak, tidak lama lagi kemungkinan akan muncul satu misteri lagi dan selesai", jawabku.
"Orang aneh !", gumam dari herlina dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku hanya ingin kamu percaya padaku dan membiarkanku melanjutkan cerita ini sampai tamat, percayalah !", ucapku pada herlina.
Lebih baik seperti ini dan terus mengikuti cerita dari novel itu sampai selesai karena dengan begitu aku bisa lebih leluasa menghukum pelaku itu, karena jika aku membeberkan semuanya saat ini juga maka ada kemungkinan dirinya akan mendapatkan hukuman yang ringan, yang aku inginkan adalah hukuman mati untuknya.
"Karena tujuanku sebenarnya adalah membunuh mereka tanpa menggunakan tanganku", ucapku dalam hati.