
Sabtu, 02 April
10:00, Ruang Jenguk
"Jam berapa mereka akan datang ?", tanyaku pada herlina.
"Sebentar lagi", jawab dari herlina.
Saat ini aku sedang menunggu kedatangan dari sosok anggun dan juga adrian, aku membutuhkan pertolongan mereka berdua untuk mengungkap pelakunya. sudah setengah jam aku menunggu di ruang tunggu ini, menunggu kedatangan mereka berdua dengan di temani oleh herlina disini. kali ini semua akan terbuka dengan sendirinya, begitu juga dengan otak dari permainan ini dia akan membuka topengnya sendiri.
Sudah empat puluh lima menit dan mereka berdua tidak datang juga, dan malah aku melihat pria paruh baya si daniel yang datang menghampiriku dengan herlina. dari sini aku sudah bisa menyimpulkan kalau dia ingin terlibat dalam pembicaraanku dengan herlina. dia pun datang dan dengan santainya langsung duduk di hadapanku tepat di samping herlina.
"Sepertinya seru sekali.. boleh bergabung ?", ucap dari daniel untuk bergabung dengan kita berdua.
"Silahkan saja", jawab pada daniel.
"Sepertinya tidak etis jika kita berada disini dan di saksikan oleh orang lain, nanti di kiranya kita ada apa-apa. bagaimana kalau kita pindah ke ruang interogasi saja", ucapku pada daniel.
"Memangnya apa yang akan anda bicarakan ?", tanya dari daniel.
"Aku akan membongkar semua trik dari pembunuhan ini dan membuktikan kalau aku tidak bersalah", jawabku.
"Woow... serius, sangat menarik sekali melihat seekor tupai yang ingin terbang bebas seperti burung", saut daniel menyindirku.
"Memberi kesempatan kepada tupai untuk terbang tidak ada salahnya kan", saut herlina membelaku.
"Baiklah.. baiklah.. silahkan saja gunakan ruang interogasi itu dan silahkan beberkan semua alibi anda untuk bisa bebas dari semua tuduhan ini", ucap dari daniel.
"Kamu tunggu mereka berdua disini, jika sudah datang ajak ke ruang interogasi", perintahku pada herlina.
"Baiklah", jawab herlina.
Aku pun berjalan mengikuti langkah dari daniel untuk menuju ke ruang interogasi, ayunan kaki terasa sangat ringan karena aku merasa sangat yakin kalau semuanya akan berjalan dengan lancar. sebuah trik yang sangat sempurna telah di ciptakan oleh hans namun pelakunya sangatlah ceroboh dan terlihat memaksakan diri untuk melakukan trik tersebut.
Tapi tetap saja tidak ada sebuah rencana yang tidak memiliki celah untuk di tembus, kali ini aku harus lebih ekstra hati-hati karena bisa saja pelakunya melarikan diri jika sudah mencium gelagat yang mencurigakan. atau sebuah pengalihan tersangka, jika dalam novel itu menulis sampai sedetail itu pasti akan ada sebuah trik tambahan untuk mengelabuhi para penyidik.
Bagaimana pun juga aku sangat yakin sekali jika novel itu di pegang olehnya, selama dia memegang novel itu pasti akan ada banyak celah yang bisa aku baca dan menjurus ke arahnya. aku sangat yakin jika tidak ada satu pun orang yang mampu mengimplementasikan sebuah trik seperti itu jika dia bukan seorang profesional, jika orang itu hans pasti aku tidak akan mampu berpikir sampai sejauh ini.
Sesampainya di ruang interogasi...
"Bisa jelaskan bagaimana trik dari pembunuhan ini ?", tanya dari daniel.
"Tunggu tamuku dulu", jawabku.
"Siapa ?", tanya dari daniel.
"Anggun wijayanata dan juga adrian matuhusein", jawabku.
"Ada perlu apa dengan mereka berdua ?", tanya dari daniel.
"Mereka berdua adalah pionerku tanpa mereka maka semua rencanaku akan sia-sia saja", jawabku.
"Sangat menarik.. sepertinya sang tupai sedang panik karena akan jatuh dari ke tanah karena tidak bisa terbang, hahaha... ", ucap daniel menyindirku.
"Berisik sekali kau ini, lebih baik pikirkan masa depanmu sebagai polisi karena riwayatmu akan aku hapus dari daftar kepolisian", sautku membalas sindiran dari daniel.
Dan tidak begitu lama aku berada di dalam ruang interogasi dengan daniel, tiba-tiba herlina masuk dengan di temani oleh adrian. disini aku tidak melihat sosok anggun sama sekali, kemungkinan besar dia tidak datang kemari. adrian dan herlina pun masuk dan duduk mengitari meja kotak yang ada di ruangan ini.
"Apa kabar ?", tanyaku pada adrian.
"Baik, lu sendiri gimana ?", jawab dari adrian dengan bertanya balik padaku.
"Baik juga", jawabku.
"Ini mau di interogasi lagi yaa ?", tanya dari adrian.
"Kagak, gue cuma mau minta tolong ama lu", ucapku pada adrian.
"Minta tolong apaan ?", tanya dari adrian.
"Gue bakal beberin semua trik dalam kasus pembunuhan ini, dan setelah itu tolong lu awasi pelaku yang sebenarnya sampai dia di tangkap", jawabku.
"Hah.. serius !", ucap dari adrian sangat kaget.
"Tentu aja, tapi sebenarnya masih harus nunggu anggun", ucapku.
"Sepertinya dia tidak datang", saut dari herlina.
"Aah.. dia kan gak mau nolong lu", upca dari adrian.
"Kata siapa dia gak mau nolong gue ?", tanyaku pada adrian dengan memandangnya penuh curiga.
"Lah.. kata gue barusan, hehehe... ", jawab dari adrian mencoba bercanda.
"Kan dia sekarang lagi musuhan ama lu", sambung dari adrian.
"Yaa udah gak usah nunggu anggun, gue bakal cerita secara detail trik pembunuhan ini pada kalian", ucapku pada mereka bertiga.
"Tar dulu.. emang siapa pelakunya ?", tanya dari adrian.
"Yohan garnett, suami dari korban", jawabku.
"Ooh... orang itu toh pelakunya, tapi lu yakin 100% kalau dia pembunuhnya ?", tanya adrian lagi.
"98% dan sisanya nanti bakal di jawab sendiri ama dia", jawabku atas pertanyaan adrian.
"Dia siapa.. si pelaku ?", tanya dari adrian dan menjawabnya sendiri dengan sangat antusias sekali.
"Bener", jawabku.
"Paparkan analisamu kenapa bisa menuduh yohan sebagai pelakunya ?", tanya dari daniel.
"Baiklah dengarkan dengan seksama karena akan sedikit rumit", ucapku pada mereka semua.
Saat aku lihat wajah dari adrian dan juga si daniel begitu nampak cemas sekali, yang tadinya sangat antusias kini begitu cemas seakan takut akan sesuatu. seperti yang aku duga sebelumnya tapi aku tidak akan menyudutkan mereka disini, aku hanya ingin menggiring mereka untuk percaya pada analisaku dan yakin kalau yohan adalah pembunuh dari istrinya sendiri.
"Antara aku dan yohan memiliki dendam pribadi yaitu karena aku adalah penyebab perceraiannya dengan korban, aku melakukan hal ini karena ingin memberikan pelajaran pada yohan karena dia selalu saja cari perkara denganku sampai-sampai aku harus di keluarkan dari pekerjaanku", tuturku.
"Aku membuntutinya sampai merekamnya sedang berselingkuh dengan julia mamanya anggun dan aku jadikan rekaman itu untuk alat bukti dalam sidang perceraian yohan dan korban, dan hasilnya dalam sidang perceraian itu hakim lebih condong untuk mengabulkan tuntutan dari korban yang ingin bercerai", ucapku lagi.
"Itu adalah awal dari pekenalan dan permasalahanmu dengan yohan ?", tanya dari daniel.
"Benar ini adalah awalnya", sautku.
"Dan di balik kematian korban ternyata menyimpan sebuah rahasia yang cukup aneh yaitu sebuah claim asuransi yang benilai cukup besar, sebesar 25M", sambungku.
"Duit itu akan jatuh ketangan yohan dengan persyaratan yohan masih menjadi suami dari korban, jika mereka sudah bercerai maka yang berhak atas duit itu adalah adik korban si christine', sambungku lagi.
"Oleh karena kenapa si yohan ngotot banget tidak mau bercerai dengan korban karena jika hal itu terjadi maka sudah pasti duit itu akan jatuh ketangan christine", ucapku lagi.
"Ini yang anda omongin adalah motifnya ?". tanya dari daniel.
"Benar aku mencoba untuk mengiring opini kalian dalam mengembangkan motif dari pelaku sebelum mengulas lebih jauh lagi", jawabku.
"Tunggu dulu nath, kalau ngomong soal motif bisa juga kan kalau yohan ngelaku'in ini semua karena dia ngerasa cemburu karena ngelihat istrinya deket ama lu ?", tanya dari adrian.
"Kecil kemungkinan itu dan terkesan sangat mustahil", jawabku santai.
"Kok bisa ?", tanya adrian sangat mendesakku.
"Karena aku memiliki masalah dengan yohan sebelum kenal dengan korban, lalu aku di minta korban untuk menjadi saksi atas sidang perceraiannya, dan yang terakhir hubungan keluarga mereka berdua memang sudah lama tidak harmonis", terangku.
"Mengenai hal ini pak daniel juga sudah mengetahuinya dan juga aku memiliki saksi kuat untuk menguatkan alibiku ini yaitu adik korban si christine", sambung dari terangku.
"Jadi kesimpulannya adalah ?", tanya dari daniel.
"Motif pembunuhan ini adalah ingin menguasai harta korban dan juga mungkin membalas dendam kepadaku dengan menjadikanku tersangka dalam kasus ini", jawabku.
"Menguasai harta korban adalah motif utamanya menurut anda, tapi kalau di lihat dari pekerjaan yohan hal itu sangatlah tidak mungkin karena pekerjaannya adalah sebagai pilot senior dengan jam terbang yang sangat tinggi, pasti penghasilannya juga sangat tinggi", sangkal dari daniel.
"Buktinya ?", tanya dari daniel.
"Sebelum korban meninggal korban sering bercerita tentang kehidupan pribadi dari suaminya, dan juga hal ini kuatkan dengan pernyataan dari adik korban si christine", ucapku pada daniel.
"Hanya sebuah keterangan saja, saya ingin bukti nyata ?", tanya daniel.
"Sebenarnya nathael sudah menyiapkan sebuah trik untuk mengungkap hal ini pada saat interogasi di hari kemarin tapi ternyata si yohan tidak hadir jadi rencana itu tidak bisa di jalankan", saut dari herlina menjawab pertanyaan daniel.
"Alasan atau memang sengaja ingin berkelit", sindir dari daniel.
"Bener juga tuh kata pak daniel, kalau gak ada bukti otentik maka semua bisa di bantahkan", ucap dari adrian menegaskan ucapan daniel.
"Tidak juga, apa yang di ucapin oleh herlina memang benar adanya tapi hal ini tidak menghalangi analisaku karena beberapa hari ke depan kau akan melihat sebuah rekening atau buku tabungan milik yohan dan kau bisa simpulkan sendiri bagaimana kehidupan pribadinya", sautku pada daniel.
"Beberapa hari ke depan.. kenapa tidak saat ini saja, kenapa harus menunggu ?", tanya daniel.
"Jika prediksiku tidak salah.. akan ada sebuah peristiwa yang mengejutkan beberapa hari lagi", jawabku.
"Peristiwa apa ?", tanya dari adrian.
"Kita lihat saja nanti, dan anggap aku berhutang pada kalian tentang bukti keborosan dari yohan ini", jawabku.
"Hahaha... it's ok, lanjutkan !", seru dari daniel dengan menyuruh melanjutkan memaparkan analisaku.
Nice satu lagi umpanku telah terlempar tinggal bagaimana dia akan mengeksekusinya, jika semua prediksiku benar adanya maka ada kemungkinan jika umpan ini akan di makan mentah-mentah olehnya. sekarang kita lanjut ke babak selanjutnya, yaitu pemaparan trik pembunuhan ini, semua teori yang sebenarnya sangat susah untuk di jelaskan dengan lisan.
"Sekarang aku akan memaparkan tentang bagaimana cara pelaku membunuh korban", ucapku.
"Ini nih yang gue tunggu-tunggu", saut dari adrian dengan memperhatikanku serius.
"Jam 09:00 pagi tanggal 31 desember, aku sudah ada di kediaman korban dan berencana pergi ke hotel tempat adiknya si christine, setelah sampai disana aku dengan korban bertemu dengan christine dan juga managernya, kita habiskan seharian bersama-sama sampai pada pukul 21:30 aku dan korban pulang ke rumah korban", tuturku.
"Dalam perjalanan aku sempat berpikir sesuatu yaitu sebuah pesan whatsapp dari anggun yang berisikan sebuah intervensi terhadapku", sambungku.
"Apa isi pesan itu dan kenapa di whatsapp mu dan anggun tidak ada ?", tanya dari daniel.
"Pesan itu berisi sebuah ejekan tentang masa laluku, dia mengataiku seorang pembunuh dan mengenai kenapa tidak ada pesan tersebut karena sudah aku hapus", ucapku.
"Lho bukannya lu udah gak bertemen lagi di whatsapp dengan anggun ?", tanya dari adrian.
"Dia add gue lagi tanpa sebab yang jelas", jawabku.
"Terus pesan yang di whatsapp anggun di hapus juga yaa ?", tanya dari adrian padaku.
"Kayaknya.. tapi yang aneh waktu aku tanya tentang pesan itu, anggun bilang kalau dia tidak pernah add gue dan juga whatsapp gue", jawabku.
"Pasti handphone anggun di bajak ama orang yang sudah tau tentang rahasia lu, tapi apa hubungannya dengan pembunuhan ini ?", tanya adrian dengan binggung.
"Kemungkinan besar handphone anggun memang di bajak oleh orang yang sudah mengetahui siapa diriku sebenarnya", ucapku.
"Lalu tentang apa hubungannya hal ini dengan kasus tante bella, si pembunuh memang sudah merancang hal ini sedemikian rupa, dia kemungkinan sudah mengetahui jadwalku dengan korban pada hari itu, dan beberapa hari sebelum aku pergi dia mengirimkan pesan yang mengintimidasiku agar pikiranku tidak tenang dan mengalami pressure", tuturku.
"Ada benarnya juga, karena yang aku tau nathael tidak suka jika ada orang yang mengungkit-ungkit masa lalunya, oleh karena itu kenapa dia ingin sekali mengubur masa lalunya itu dan mencoba untuk mengubah identitas dirinya yang asli", saut dari herlina menguatkan keteranganku.
"Tunggu dulu, dia itu siapa dan masa lalu lu tuh kayak gimana ?", tanya adrian dengan menunjuk ke arah herlina.
"Namanya herlina, dia adalah teman baikku semenjak aku di jakarta dan salah satu orang kepercayaan dari om ku, teguh suryadharma", jawabku pada pertanyaan adrian.
"Hah.. jadi lu anaknya teddy suryadharma, jadi lu merupakan anggota dari keluarga besar suryadharma. lalu apa lu juga terlibat dalam peristiwa di jakarta waktu itu ?", tanya adrian dengan kaget.
"Sudah pasti terlibat", jawabku singkat.
Satu petunjuk lagi telah aku kantongi dan semakin banyak omongan yang terlontar dari mulutnya maka semua akan terbongkar dengan jelas. kini aku hanya perlu mengumpulkan semua keterangan ini untuk aku bisa gunakan membalikan keadaan, tidak butuh waktu lama karena sebentar lagi semua akan dalam kendaliku.
"Tunggu dulu, jika benar handphone anggun di bajak berarti ada kemungkinan kalau handphone itu di bajak oleh yohan yang anda tuduh sebagai tersangka ?", tanya dari daniel.
"Tidak, bukan yohan tapi ada orang lain lagi", jawabku.
"Gimana seh.. gak konsisten nih omongan lu", saut adrian.
"Pelaku pembunuhan ini lebih dari satu orang, kemungkinan besar yohan di bantu oleh orang lain yang memiliki ke dekatan dengan anggun", sangkalku.
"Menurut anda siapa orang itu ?", tanya daniel.
"Aku kurang tau, oleh karena itu aku ingin kalian menangkap yohan dan lakukan interogasi secara detail kepadanya karena ada kemungkinan jika pelaku satunya adalah otak di balik semua ini", jawabku.
"Jadi nangkap yohan lalu interogasi untuk nangkap pelaku lainnya gitu, berarti yohan ini adalah kuncinya ?", tanya dari adrian menegaskan pernyataanku.
"Nice... udah mulai pinter lu sekarang", pujiku pada adrian.
"Jika benar seperti itu berarti pelaku bisa di jerat dengan pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup", saut dari herlina.
"Yaa.. itu yang aku inginkan, aku akan menjeratnya dengan hukuman mati", sautku dengan nada mendendam.
"Lalu bagaimana saat ada tiba di rumah korban ?", tanya dari daniel.
"Saat aku tiba di kediaman korban aku dan korban merasakan ada sesuatu yang aneh yaitu lampu tengah yang menyala, hal ini tidak seperti biasanya. lalu korban memintaku untuk mengecek seisi rumah itu untuk melihat apakah ada hal yang mencurigakan atau tidak", jawabku.
"Lalu gimana ?", tanya dari adrian.
"Gak ada apa pun yang mencurigakan, tapi karena korban merasa ketakutan karena ke anehan ini maka korban memintaku lagi untuk tidur di rumahnya saat itu dan aku pun mengiyakan", jawabku.
"Lalu aku tidur di ruang tamu sementara itu korban tidur di kamar bawah dekat dengan ruang tamu, semalaman kita habiskan waktu dengan tidur dan.. ", ucapku terpotong.
"Tahan dulu.. semalaman anda habiskan dengan korban untuk tidur di rumah korban, apa anda benar-benar tidak keluar rumah saat itu ?", tanya dari daniel dengan menatapku serius.
"Tidak sama sekali karena aku benar-benar capai saat itu", jawabku.
"Serius lu.. perasaan gue ngelihat lu deh di rumah makan rawon setan ama seorang cewek", saut adrian dengan sangat cepat sekali.
"Serius, gue gak bohong !", ucapku.
"Lah terus siapa donk yang gue lihat, wong saat itu jelas banget kalau itu lu", saut lagi adrian.
"Mendo-mendo kali", sautku.
(Mendo-mendo : setan yang nyamar jadi manusia).
"Sebagai penyidik tentu saja aku tidak akan mempercayai ucapamu karena bisa saja hal ini cuma karanganmu saja agar bisa bebas dari tuntutan hukum", ucap daniel padaku.
"It's ok.. tidak masalah dan aku juga sudah mengira kalau hal ini bakal terjadi.. boleh aku lanjutkan bagaimana analisaku ?", tanya dari pada daniel.
"Silahkan", jawab dari daniel.
"Aku sesuatu yang aku lakukan di dalam kamar tempat tidur korban sebelum aku tidur di ruang tamu, yaitu mengambil sebuah bangku dan menggunakannya untuk membetulkan jam dinding yang baterainya sudah habis dan setelah di ganti jam dinding itu berfungsi kembali, lalu aku juga sempat menyentuh tempat lilin yang terbuat dari logam keras seperti pada jam dinding itu, logam tembaga. kemudian aku juga mensetting handphone korban untuk selalu standby tidak terkunci agar korban bisa menghubungiku atau 112 jika dalam kondisi yang berbahaya", tuturku.
"Dari semua alat yang anda sebutkan tadi adalah semuanya barang bukti yang kita gunakan dalam penyelidikan ini", ucap dari daniel.
"Pelakunya adalah orang dalam atau orang yang sangat mengenal lokasi rumah korban, aku sangat yakin jika pelaku masuk ke dalam rumah itu saat aku dan korban pergi keluar", ucapku.
"Buat apa pelaku itu masuk ke rumah itu, lalu tadi kan lu bilang kalau rumah itu ga ada hal yang mencurigakan selain lampu yang nyala ?", saut adrian dengan bertanya padaku.
"Pelaku masuk ke rumah itu hanya untuk mengecek semua benda-benda yang ada sesuai dengan tempatnya, maksudku disini adalah tempat dimana korban tidur, dan hal terakhir adalah pelaku dengan sengaja menyalakan lampu tengah agar menimbulkan kesan yang mencurigakan", jawabku.
"Dari sini aku menarik kesimpulan kalau pelaku lebih dari satu orang, dimana salah satu pelaku tersebut sangat mengenal baik korban dan tau seluk beluk rumah itu", ucapku pada mereka semua.
"Dan satu pelaku lagi adalah orang yang sangat mengenal baik diriku, baik sifat dan semua prilaku diriku jadi mereka menjalin kerja sama melakukan hal ini untuk menjebakku", sambungku.
"Tunggu dulu bagaimana bisa pelaku mengecek semua benda-benda di rumah itu dengan sedetail mungkin, dan bagaimana juga pelaku bisa tau kalau korban akan tidur di lantai bawah ?", tanya dari daniel.
"Bener juga tuh, lalu bagaimana juga pelaku bisa tau benda-benda apa saja yang lu pegang.. lagian tujuannya apa pelaku menimbulkan kesan yang mecurigakan dengan menyalakan lampu tengah itu ?", tanya dari adrian.
"Dan satu hal lagi sembunyi dimana pelaku saat itu ?", tanya dari daniel.
"Wooww... rentetan pertanyaan ini jika tidak bisa kau jawab maka semuanya akan sia-sia nath", ucap dari herlina.