Xcase

Xcase
Episode 22 : Sisi lain Anggun



16:40, Dalam Mobil


Aroma tubuh yang sangat wangi dan khas sekali tercium dari diri anggun, wanita dengan paras ayu ala-ala wanita tionghua dengan kulit putihnya nan bersih juga bibir tipis namun sensual sangat menarik sekali dan tak bosan-bosan aku meliriknya. kesempatan yang sangat jarang aku dapatkan ini aku manfaatkan sebaik mungkin untuk memanjakan mataku melirik wajah dan menikmati aroma tubuhnya.


Tangannya meraih panel pengaktif radio mobil, beberapa kali dia pun menekan-nekan tombol chanel. sepertinya sedang mencari gelombang radio yang sesuai dengan keinginannya, dari cara dia menekan sangat terlihat jika dia hafal betul dengan chanel-chanel radio mungkin sudah biasa baginya mendengarkan radio, sampaai akhirnya dia pun berhenti di gelombang 108,4 FM StarRadio dan sebuah alunan music pun terdengar indah sekali.


Pulang ke kotamu... Ada setangkup haru dalam rindu...


Masih seperti dulu... Tiap sudut menyapaku bersahabat...


Penuh selaksa makna... Terhanyut aku akan nostalgia...


Saat kita sering luangkan waktu... Nikmati bersama suasana jogja...


Di persimpangan langkahku, terhenti...


Ramai kaki lima, menjajakan sajian khas berselara... Orang duduk bersila...


Musisi jalanan mulai beraksi... seiring laraku kehilanganmu...


Merintih sendiri di telan deru kotamu...


"Walau kini kau telah tiada tak kembali... !", nyanyianku mengikuti irama music yang mengalun dari radio mobil ini.


"Namun kotamu hadirkan senyummu abadi... !", saut anggun ikut bernyanyi bersamaku.


"Izinkanlah aku untuk selalu mengulang lagi.... Bila hati mulai sepi tanpa terobati... !", nyanyianku bebarengan dengan suara merdu dari anggun.


Senyum antara kita berdua pun saling beradu dengan senangnya, anggun nampak begitu anggun dengan ekspresi yang sangat cantik tersirat dalam senyum sumringahnya. kita berdua pun saling memuji dalam balutan sipu malu yang terkesan sangat hangat dan malu-malu akan ungkapan kata yang tersimpan di hati.


"Ok, itulah lagu yang di request oleh teman kita alona yang merasa kangen dengan kota kelahirannya, dan untuk teman-teman sekalian jika ingin request lagu bisa hubungi 031-8696977 !", suara dari penyiar radio sesaat setelah lagu terhenti.


"Yaa.. habis deh lagunya !", ucap anggun dengan nada sedikit kecewa.


"Aku kira kamu gak suka dengan lagu-lagu lawas !", ucapku pada anggun.


"Lagu kenangan itu dari papaku itu !", ucap anggun.


"Ohh.. maaf, aku gak tau !", ucapku pada anggun.


"Kenapa minta maaf ?", tanya anggun dengan menurunkan volume radio mobil ini.


"Aku takut kalau menyinggung perasaanmu karena ngingetin ama papamu yang udah meninggal !", jawabku dengan nada merendah.


"Hush... ngomong apaan seh, papaku belum meninggal tau !", celetuk anggun dengan ekspresi yang menatapku tajam.


"Lah.. tadi katanya lagu kenangan dari papamu ?", tanya dengan tampang bloon.


"Papaku orang sibuk banget dan jarang pulang kerumah, dia selalu dinas ke luar kota mlulu !", ucap dari anggun.


"Dulu waktu aku kecil, papaku sering banget dengerin lagu-lagu lawas kayak kla-project ini makanya aku jadi hafal deh... saat kangen ama papa aku selalu dengerin lagu-lagu ini, gitu !", papar dari anggun dengan muka lucunya.


"Ohh kirain, maaf deh kalau gitu !", sautku.


"Tapi suaramu bagus juga lho.. sering karaoke yaa kamu ?", tanyaku pada anggun.


"Bertiga doank.. ama kedua temanku itu !", jawab dari anggun.


"Ngomong-ngomong kamu juga suka yaa ama lagu-lagu lawas ?", tanya anggun.


"Dari kecil suka banget.. lirik-liriknya puitis banget dan kena di hati !", jawabku.


"Iya seh.. jangan-jangan kamu orangnya melankolis yaa ?", tanya anggun lagi.


"Iya.. aku lebih suka hal-hal yang tenang, damai, santun, dan penuh dengan keteduhan !", jawabku pada anggun.


"Coba deh kamu bayangin, kamu sedang berada di suatu rumah kecil yang terbuat dari bambu dengan atap dari larikan-larikan daun kelapa, lalu di luar rumah itu terhampar persawahan yang hijau merekah dengan tanaman padi, aliran sungai irigasi mengalir dengan semangatnya menyuburkan tanaman !", jelasku.


"Lalu di belakang rumah tumbuh sebuah pohon yang rindang dan sejuk, dimana setiap pagi embun bergelantungan di dedaunnya, oksigen pagi membaur jadi satu dengan nikmatnya teh hangat, kala terik mentari mulai menyengat dan membakar bumi, pohon itu melindungi kita dari hantaman panas sang matahari !", saut dari anggun dengan berimajinasi.


"Aku pernah merasakan hal itu... dulu sekali !", ucap dari anggun menatapku dengan tatapan penuh nostalgia.


"Hahaha... aku kira kamu adalah seorang putri raja yang hidup dengan kemewahan !", ucapku pada anggun.


"Gak selamanya kemewahan itu indah, terkadang hal sesederhana itu akan terlihat sangat mewah saat semuanya telah hilang dan yang tersisa hanyalah sebuah imajinasi !", ucap dari anggun.


"Dan hanya tinggal sebuah cerita untuk anak cucu kita nantinya !", sautku.


"Sumpah aku gak nyangkah lho kalau kamu orang asyik juga kalau di ajak ngobrol... sangat nyambung !", ucap dari anggun.


"Ehh... request lagu yuk ke StarRadio !", ucapku memecahkan imajinasi yang masih terbayang.


"031-8696977 tuh nomor teleponnya !", ucapku pada anggun.


"Gila.. padahal penyiarnya cuma sekali sebut tapi dah hafal aja kamu !", ucap dari anggun memujiku.


"Ada double angka 69 jadi gampang di ingat !", jawabku atas pernyataan anggun.


Kuberikan handphoneku pada anggun untuk menghubungi StarRadio dan merequest sebuah lagu yang akan membuat kita kemballi dalam lintas bayangan imajinasi. aku benar-benar tidak menyangkah jika anggun memiliki selera yang sama denganku, semua kemewahanya hanyalah sebuah dinding yang jadi pembatas kenangan indah di masa lalunya dengan kehidupannya di mata setiap orang, wanita yang sangat mengagumkan.


"Hallo, star radio disini.. ZzzzzzzzZZzzz.... !", suara penyiar radio yang terdengar di radio mobil di iringi oleh benturan sinyal panggilan dari telepon anggun dengan volume radio mobil.


"Maaf bentar... !", ucap anggun dengan mengecilkan suara radio mobil.


"Iyaa.. maaf ya kak !", ucap anggun.


"Ini dari anggun !", ucapnya lagi yang sedang berbincang dengan penyiar radio.


"Ohh.. bentar yaa kak, aku tanya temenku dulu !", ucap dari anggun.


"Nath... kamu mau request lagu apa ?", tanya anggun padaku.


"Ehmm... laguya koes plus tuh boleh juga !", ucapku.


"Yang apa judulnya ?", tanya anggun.


"Kisah sedih di hari minggu !", jawabku.


"Hallo kak.. lagu koes plus yang kisah sedih di hari minggu ada gak !", ucap dari anggun minta lagu yang aku request.


"Yaaa... gak ada yaa, ya udah deh yang itu aja gak apa-apa !", ucap dari anggun lagi dengan nada kecewa.


Anggun pun mematikan teleponnya setelah memberikan request kepada penyiar radio tersebut. jemari anggun pun kembali melayang ke arah tombol volume dan dia menaikan volume radio yang tadi dia kecilkan.


"...gera kita putarkan saja request dari anggun, sebuah tembang kenangan dari band legendaris indonesia yaitu koes plus dengan lagunya ke jakarta aku akan kembali !", suara penyiar tersebut.


"Aahh.. sialan.. kenapa harus lagu ini yang di putar !", ucapku dalam hati.


Disana rumahku dalam kabut biru


Hatiku sedih di hari minggu


Disana kasihku berdiri menunggu


Dibatas waktu yang telah tertentu


Ke jakarta aku kan kembali...


Walau pun apa yang kan terjadi...


Ke jakarta aku kan kembali...


Walau pun apa yang kan terjadi...


Pernahku alami hidupku sendiri


Temanku pergi dan menjauhi


Lama ku menanti kuharus mencari


Atau ku tiada di kenal lagi




"Ke jakarta aku kan kembali.. walau pun apa yang kan terjadi.. !", suara vokalku dengan penuh penghayatan.


"Ke jakarta aku kan kembali.. walau pun apa yang kan terjadi.. !", saut vokal dari anggun.


Lagu ini benar-benar membawaku jauh masuk kedalam alam khayalku, sebuah ingatan yang telah lama terkubur dalam bait-bait kepahitan cerita lama kembali terkoyak. jakarta ohh jakarta sebuah kota dalam bejana takdir yang tergerus redupnya kegelapan, semakin pekat tanpa adanya penerang dari harapan.


"Ada sesuatu apa tentang jakarta ?", tanya dari anggun.


"Ehm.. maksudnya ?", tanyaku balik pada anggun.


"Sepertinya kamu menghayati banget lagu ini, dari ekspresimu beda banget !", ucap dari anggun.


"Hehehe... lirik lagunya nyidir banget seh !", sautku.


"Nyindir gimana, emang kamu pernah tinggal di jakarta atau kamu asli jakarta ?", tanya anggun.


"Pernah tinggal disana waktu SMA !", jawabku.


"Ohh... tapi kamu asli surabaya kan ?", tanya anggun.


"Iya.. asli surabaya cuma waktu SMA doank di jakarta !", jawabku.


"Terus habis kuliah balik lagi gitu ke jakarta ?", tanya anggun.


"Gak tau deh !", jawabku.


"Cewekmu nunggu disana yaa ?", tanya anggun lagi.


"Ehmm... aku gak punya cewek !", jawabku.


"Masa seh ?", tanya anggun serasa tak percaya.


"Beneran... cewek mana seh yang mau ama cowok kere kayak aku gini !", ucapku.


"Kan kamu pinter !", ucap dari anggun.


"Cewek jaman sekarang kebanyakan lebih suka ama cowok yang tajir dan royal !", ucapku lagi.


"Gak semua cewek kayak gitu ahh... kalau sebagaian besar seh mungkin iya !", ucap dari anggun.


"Emang kamu type cewek yang kayak gimana ?", tanyaku pada anggun.


"Gak tau deh aku type cewek yang kayak gimana, aku ga bisa nilai diriku sendiri ahh.. !", ucap dari anggun.


"Gini aja deh.. cowok typemu tuh yang kayak gimana ?", tanyaku lagi.


"Yang pasti tanggung jawab, kerja keras, baik dan loyal bukan royal.. !", jawab dari anggun.


"Kaya ?", sautku bertanya.


"Buat apa kaya, kan aku udah kaya !", ucap anggun.


Semua perbincangan ini membuat aku dan anggun larut dan saling memperkenalkan diri, di balik semua sifat dan sikapnya yang sangat buruk ternyata dia memiliki sisi yang baik juga, dan bisa di bilang sisi itulah yang membuat kharismatiknya memancar tanpa kenal kata redup, sifat aslinya sangatlah nyaman dan asyik sangat jauh dari apa yang aku pikiran selama ini.


Senin, 19 Desember


10:00, Kampusku


"Tante tunggu disini aja, aku masuk sebentar !", ucapku pada tante bella.


"Jangan lama-lama yaa.. !", ucap tante.


"Ok !", sautku.


Aku pun memarkirkan mobil tante bella persis di depan kampus, lalu aku keluar dari mobil tersebut dan segera masuk kedalam kampus sendirian dengan tante bella menungguku di dalam mobilnya. aku pun berjalan memasuki kampus menuju ke ruang rektor untuk memastikan semuanya telah di atur olehnya.


Setelah beberapa saat aku pun sampai di ruang tersebut, ku buka pintu ruang rektor dan dia pun setia menungguku di kursi rektornya itu. sebelumnya aku dan pak rektor ini sudah janjian jadi sudah tidak perlu lagi bagiku untuk sungkan-sungkan masuk ke dalam ruangannya apa lagi dia juga bukan orang asing bagi bagiku.


"Pagi pak !", salamku pada pak rektor.


"Pagi.. masuk-masuk !", ucap dari pak rektor.


"Duduk nath, kita ngobrol-ngobrol dulu !", ucap dari pak rektor.


"Semuanya sudah di atur ?", tanyaku pada pak rektor.


"Pokoknya beres !", jawab dari pak rektor.


"Ehh... mau minum apa nih ?", tanya pak rektor.


"Udah gak usah pak, saya buru-buru !", jawabku.


"Mau kemana ?", tanya pak rektor.


"Ketemu anggun !", jawabku.


"Cie.. cie.. hahaha... !", ledek pak rektor ala anak muda.


"Ok.. ok.. kalau gitu, aku gak mau ganggu lagi acara anak muda.. nih semua berkasmu !", ucap dari pak rektor dengan memberika sebuah map berisi berkas-berkas adminitrasi karena pengajuan cutiku.


"Makasih pak !", ucapku pada pak rektor dengan mengambil berkas tersebut.


"Kalau gitu aku pamit dulu yaa !", ucapku selanjutnya.


"Ok.. !", saut dari pak rektor.


Terpaksa aku harus membohongi pak rektor karena jika tidak begitu dia akan menahanku untuk berlama-lama ada disana, dengan menggunakan nama anggun sebagai alasannya aku pun bisa mengelabuhi pak rektor itu, obsesinya pada kemampuanku dan juga anggun membuatnya terlalu berlebihan dalam menilai sebuah permasalahan, apa lagi setelah dia mengetahui bagaimana ceritaku dulu.


Aku pun keluar ruangan rektor dengan membawa map yang bersih semua berkas-berkasku. hari ini adalah tepat satu ssetelah selesainya ujian semesterku, dan hari ini juga pengumuman nilaiku akan keluar tapi percuma saja walaupun nilai ku bagus namun tetap saja bakal kalah dari nilai anggun dan untuk satu tahun kedepan aku tidak bakal ada di kampus ini lagi, aku akan fokus untuk mencari pekerjaan dan mulai menabung lagi dari awal.


Semenjak aku dekat dengan tante bella rejekiku lumayan lancar bahkan pemasukanku terbilang sangat bagus, setiap ada acara apa saja tante bella pasti minta tolong kepadaku dan tentu saja setelah itu dia memberiku upah untuk bantuanku. mulai dari menemani dia dalam arisan, kumpul-kumpul dengan temannya, nemenin belanja, ke salon, semuanyalah kemana pun dia pergi aku pasti disuruhnya untuk ikut, sepertinya aku dah jadi berondongnya.


Dengan santainya aku berjalan di sela-sela lorong kelas dan menuruni tangga untuk kembali ke tempat tante bella yang sedang menungguku, tante bella menungguku karena kita akan menghadiri sidang perceraian yang kedua kalinya sesuai dengan jadwal yang di tentukan oleh pak hakim. di saat aku sedang berjalan tiba-tiba terdengar nyata suara langkah kaki seseorang yang sedang berlari mendekatiku, dan sebuah tepukan di pundakku menghentikan langkah kakiku ini.


"Nathan... !", ucap dari seorang wanita.


"Ohh... kamu !", ucapku setelah membalikan tubuhku dan melihat sosok anggun menyapaku.


"Kamu dari mana ?", tanya anggun.


"Dari ruangan pak rektor !", jawabku.


"Ngapain ?", tanyanya lagi.


"Nih ngambil berkas-berkas kalau aku keluar dari kampus ini !", ucapku dengan menunjukan map yang aku pegang.


"Kamu beneran mau keluar dari kampus ini ?", tanya dari anggun.


"Iya.. !", jawabku singkat.


"Maaf yaa nath !", ucap dari anggun.


"Sudahlah gak apa-apa !", ucapku.


"Tapi kita masih bisa komunikasi kan !", ucap anggun.


"Tentu saja !", balas ucapku.


"Aku pergi dulu soalnya aku di tunggu ama temenku !", ucapku.


"Nanti sore kamu sibuk gak ?", tanya anggun.


"Kenapa ?", tanyaku balik.


"Aku mau ngajak kamu jalan, sebagai permohonan maafku !", ucap dari anggun.


"Nanti aku kabari deh yaa.. !", ujarku.


"Kalau gak bisa nanti sore, besok juga boleh kok.. !", ucap anggun.


"Yaa udah besok aja kalau gitu, jam 10:00 yaa.. ketemuan disini aja !", ucapku pada anggun.


"Ok, aku tunggu lho besok, jangan sampai gak datang !", ucap anggun.


"Yaa udah aku cabut dulu !", ucapku.


"Hati-hati !", saut anggun.


Wanita ini masih saja berpura-pura, gak kenal menyerang sebelum tujuannya terpenuhi. kalau di pikir-pikir buat apa juga dia ingin tau tentang latar belakangku ini ya, andai dia tau juga bakal mikir seribu kali lagi dia untuk mau menjadi temanku. lebih baik tetap dalam rencana dan biarkan saja dia masuk kedalam kehidupanku asal aku juga tetap menjaga rahasiaku, lebih baik seperti ini dengan dia sendiri yang datang padaku dan mencari tau sendiri dari pada dia mencari tau dari orang lain bisa-bisa bahaya nanti.


Lalu aku pun terus berjalan hingga sampailah di tempat tante bella menunggu tadi, dan ku perhatikan sekeliling dulu untuk memastikan tidak ada orang yang melihatku lalu stelah aman aku pun masuk kedalam mobil tante bella, di dalam tante bella ternyata sedang asyik dengan video callnya bersama teman-temannya.


"Maaf yaa tante lama banget tadi !", ucapku pada tante bella.


"Gak apa-apa... ehh.. sini dulu nath, kenalin nih temanku !", ucap dari tante dengan meraih tanganku lalu dia pun menunjukanku pada temannya yang sedang video call.


"Hi.. !", sapaku dengan tersenyum simpul.


"Dah yuk berangkat ke pengadilan, pengacaraku udah disana !", ucap dari tante bella. setelah mengenalkanku dengan temannya.


14:00, Restorant Mewah


Setelah tiba di pengadilan aku dan tante bella pun langsung mengikuti jalannya persidangan, dimana kali ini pihak dari tergugat tidak dapat datang di karenakan sakit. dan akhirnya sidang pun berjalan dengan biasa saja dengan adu argument dari kedua lawyer di pihak penggugat dan tergugat, dan peranku kali ini tidaklah besar karena aku sangat jarang di tanya seperti persidangan pertama.


Persidangan ini tidak berlangsung lama karena ketidak hadiran dari pihak tergugat yaitu si yohan. setelah sidang yang sangat membosankan ini selesai aku dan tante bella pun pergi meninggalkan pengadilan ini, kita berdua pergi menuju ke tempat makan yang ada di daerah surabaya pusat, sebuah restoran yang sangat mewah.


"Mewah banget kan restorannya !", ucap dari tante bella.


"Biasa aja !", ucapku lirih.


"Mewah tau.. kamu gak biasa di highclass seh !", saut tante.


"Beneran biasa aja, aku pernah makan di restoran yang lebih mewah dari ini !", ucapku pada tante bella.


"Emang kamu punya duit ?", tanya tante bella.


"Dulu.. kalau sekarang cuma ngandelin tante doank !", ucapku dengan polosnya.


"Huh.. dasar !", ucap dari tante.


Tiba-tiba obrolan kami pun terpotong oleh seorang pelayan yang datang dengan membawa daftar menu makanan, lalu kami berdua pun memilih-milih menu makanan apa yang akan kami pesan.


"Permisi tuan dan nyonya.. ini daftar menu nya !", ucap dari seorang pelayan.


"Sup Truffle, Risotto, Caviar, Creme Brulee, Croissant, Foie Gras !", ucap dari tante bella tanpa melihat daftar menu makanan tersebut.


"Sudah sering kesini yaa ?", tanyaku pada tante bella.


"Iya donk !", ucap tante bella.


"Minumannya nyonya ?", tanya dari pelayan itu.


"Calvados dan Cognac !", jawab tante bella.


"Terima kasih tuan dan nyonya, silahkan tunggu sebentar !", ucap dari pelayan itu sebelum pergi.


"Kenapa pesan banyak banget makanan, kan kita cuma berdua aja tante ?", tanyaku pada tante bella.


"Bentar lagi adikku dateng dengan managernya !", jawab tante bella.


"Ohh ya.. kamu belum kenal ama adikku kan, nanti aku kenalin deh, dia artis lho !", ucap dari tante.


"Serius ?", tanyaku belaga kaget.


"Serius.. bentar lagi dia juga dateng !", ucap dari tante bella.


Dan benar saja tdak berselang lama dari obrolan kita, datanglah seorang wanita cantik yang merupakan artis yang pernah aku temui sebelumnya di bandara dan warung makan rawon setan, dan satu lagi seorang pria dengan perawakan kayak banci menemani artis tersebut. mereka berdua pun menyapa tante bella dengan cipika-cipiki dan langsung duduk di kursinya masing-masing.


"Hi.. christine !", ucap dari artis wanita tersebut dengan menyodorkan tangannya padaku untuk berkenalan.


"Nathael !", balasku dengan menjabat tangan dari artis tersebut.


"Kalau eike bonny, biasa di panggil bon !", ucap dari teman artis tersebut padaku.


"Bon.. Bonbin.. !", ucapku pelan meledeknya.


"Hi.. yu, barusan yu ngomong eike apa.. huh, dasar berondong.. eike bejet-bejet yu nanti !", ocehan dari bencong ini.


"Hahaha.. udah ahh, ini managerku dan orang emang rada aneh kayak gini jadi maklumin aja ya nath !", ucap dari artis tersebut.


"Iya.. ehh... bu.. !", ucapku kebinggungan harus memanggil apa.


"Panggil aja tante christine !", ucap dari tenta christine.


"Aku udah dengerin cerita dari kakakku tentang kamu, hebat juga yaa kamu ternyata !", puji dari tante christine.


"Kebetulan mungkin waktu itu !", ucapku merendah.


"Iihh... gemes deh ma berondong kayak gini, aahhh... pingin !", ucap dari si bonbin dengan mencubit pahaku.


"Auh... !", teriakku reflek karena cubitan dari si bencong ini.


"Permisi.. !", ucap dari pelayan restorant memotong pembicaraan kami.


Perbincangan yang penuh canda pun harus terhenti karena menu makanan yang kita pesan pun telah datang, beberapa piring yang terisi oleh makanan yang berbeda-beda di di tata di atas meja kami secara rapih, terlihat juga sebuah minuman yang bentuk seperti bir yang di taruh di ember kecil berisi tumpukan es batu di sajikan juga di meja kami.


"Selamat menikmati !", ucap dari pelayan tersebut lalu pergi.


"Wow.. pesta nih kayaknya !", ucap dari tante christine.


"Eike risotto deh ahh... !", ucap dari si bencong dengan mengambil makanannya.


"Ayo nath.. ambil makanannya !", ucap dari tante bella.


"Nih lho enak banget ini !", ucap dari tante christine dengan memberikan piring makanan padaku.


"Itu namanya Creme Brulee, makanan khas dari perancis !", ucap dari tante christine.


"Ehm.. bener, enak banget itu !", saut dari tante bella.


"Makasih !", ucapku.


"Iihhh... yu malu-malu tar habis semua amsyong dah yu gak kebagian... !", saut dari si bonbin ini.


Semuanya terlihat sangat menikmati makanan ini dan terasa sekali kehangatan dari mereka, bahkan aku tidak merasakan kalau mereka menjaga jarak atau imek nya dariku. mereka begitu ramah dan juga hangat dalam jamuan ini. embel-embel artis ibu kota ternyata tiak mempengaruhi dirinya dalam menjalin pertemanan, apa mungkin karena aku adalah orang yang membantu tante bella jadi mereka nampak ramah padaku.


"Ehh.. ngomong-ngomong gimana kasusmu kak ?", tanya tante christine pada tante bella.


"Nunggu sidang ketiga, 2 minggu lagi !", jawab tante bella.


"Terus tadi hasil sidangnya gimana ?", tanya lagi tante christine pada tante bella.


"Si brengs*k itu gak datang jadi terpaksa di undur sidangnya !", ucap dari tante bella.


"Lalu karirmu sendiri gimana, katanya lagi turun yaa sinetronmu ?", tanya tante bella pada adiknya.


"Yaa gitulah !", jawab dari tante christine.


"Beneran lagi turun yaa !", ucap tante bella untuk menyakinkan jawab dari tante christine.


"Iya.. imbasnya ke aku juga deh, mana kontrakku bakal gak di perpanjang gara-gara rating turun !", ucap dari tante christine.


"Terus solusinya gimana tuh ?", tanya tante bella pada adiknya.


"Gak tau lah.. binggung !", jawab tante christine.


"Eike udeh kasih solusi tapi dia nya sok jual mahal !", saut dari si bonbin dengan mulut masih tersumpal makanan.


"Solusi gimana maksudnya ?", tanya tante bella pada bonbin.


"Bikin sensasi biar pamor si christine naik dan sinetronnya pun ikut naik !", jawab dari si bonbin.


"Masa dia suruh aku bikin sensasi dengan photo bugil, ogah banget !", saut dari tante christine.


"Itu gak bugil beneran, kita ambil potret dari belakang aja, bagian yang ehem-ehem nya di shot !", ucap dari bonbin.


"Gak ahh.. lagian aku juga dah punya anak, nanti kalau anakku dah gede terus lihat photo mamanya yang kayak gitu gimana aku harus jawab, di pikir gak malu apa !", ucap dari tante christine.


Dasar si bonbin ini bener-bener otak mesum, ini sama aja dengan dia menjual tante christine, ngasih masukan tapi gak bener sama sekali. aku pun hanya bisa diem saja ngedengerin mereka bertiga berbicara, disaat aku sedang enak-enaknya menikmmati makanan ini tiba-tiba saja pembicaraan mereka tertuju kepadaku, dan lagi-lagi ide dari bonbin si bencong busuk gak laku dijual.


"Aku punya ide !", ucap dari bonbin.


"Apa ?", saut dari tante christine dengan juteknya.


"Gimana kalau kita bikin sensasi dengan settingan aja !", ucap dari bonbin.


"Settingan gimana ?", tanya dari tante bella.


"Yu kan habis cerai kenapa gak cari penggantinya aja.. biar lebih greget eike kepikiran deh, gimana kalau kite gunain aja berondong ini... iihhh... cucok deh ahh.. !", ucap dari si bencong dengan menowel daguku.


"Hemm.. Apa.. ?", tanyaku dengan tampang pilon.


"Ehmm... bagus juga tuh usulan dari bonny !", saut dari tante bella setelah berpikiran keras.


"Pasti heboh banget tuh media berita'in kamu yang sedang pacaran dengan seorang berondong, yaa paling kita pakai nathael sampai pamor sinetronmu naik dan dapet deh kontrak baru !", ucap dari tante bella.


"Naahhh... begus kan eike punya ide !", saut dari si bencong.


"Boleh juga deh.. lagian dia juga terlihat perlente, tinggal di kasih embel-embel kalau dia anak dari pengusaha mungkin jadi bags kali yaa !", ucap dari tante christine.


"Nah boleh juga tuh !", saut dari si bonbin.


"Sekarang kita rayu si berondongnya... iiihhh.. paling demen eike masalah ngerayu-rayu gini !", ucap lagi si bencong ini.


"Hi.. ganteng !", rayu dari si bencong dengan mengelus pahaku.


Anj*ng... apa lagi ini, kenapa jadi aku target mereka. ini semua gara-gara ide ***** si bencong laknat ini, bisa gawat kalau aku sampai muncul di televisi dan bisa-bisa semuanya bakal terbongkar. kenapa selalu begini, kelar masalah satu muncul masalah baru !