Xcase

Xcase
Episode 12 : POV Yohan Garnett



Aku adalah seorang pilot dengan jam terbang yang sangat tinggi, jadwalku juga sangat padat sekali bahkan dalam sebulan aku hanya menyisakan waktu sekitar 5-7 hari saja untuk keluargaku, selebihnya aku habiskan di atas langit. seperti itulah rutinitasku sehari-harinya, bekerja dan bekerja untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidupku dan keluargaku.


Ngomong-ngomong soal keluarga, aku adalah seorang suami dari seorang wanita yang cantik walaupun usianya lebih tua dariku tapi hal tersebut tidak menghalangiku untuk mencintainya dan kemudian menjadikannya istriku sampai saat ini. namanya adalah Bella Aprillia seorang pembisnis online yang ulung, sangat pandai dalan mengelolah bisnis kecil-kecilan yang kemudian menjadi besar, istriku ini merupakan kakak kandung dari artis ternama ibu kota yaitu Christine Aprillia.


Sudah lebih dari 10 tahun aku dan bella menikah tapi kita belum juga di karuniai seorang anak, karena salah satu dari kita memang tidak bisa memberikan keturunan. menyadari hal tersebut aku dan bella pun memutuskan untuk bersabar saja menghadapi cobaan ini dan kita juga melalui hari-hari seperti biasanya, hanya dengan video call dan telepon menelepon saja untuk melepas kangen.


Sebagai seorang pria kadang aku jga pernah terbesit rasa ingin memiliki keturunan tapi apa daya jika suratan sudah menentukan hal ini. oleh sebab itulah aku berusaha untuk menyibukan diriku dengan pekerjaanku ini, terbang dan terbang melintasi beberapa negara dan juga benua hanya untuk mendapatkan efek ketenangan dari segala cobaan ini, begitu pula dengan istriku bella, dia juga menyibukan dirinya dengan segala bisnis onlinenya untuk melupakan masalah ini.


Aku merupakan seorang naturilisasi karena aku bukannya warga negara indonesia, semenjak aku menikahi bella aku pun memutuskan untuk pindah warga negara menjadi warga negara indonesia, dahulunya aku adalah warga negara Australia. saat aku sudah berpindah warga negara aku pun juga berpindah dari australia ke indonesia, dan untuk memenuhi kebutuhan hidupku aku melamar sebagai salah satu pilot di maskapai ternama di indonesia yaitu Delay Air.


Sebagai seorang pria aku sama saja dengan pria-pria lainnya yang memiliki kebutuhan untuk hubungan se*, karena rutinitasku yang begitu padat dan sibuk sekali yang hanya bisa pulang beberapa hari saja dalam sebulan, membuat kebutuhan rohaniku ini sering kali tidak terlampiaskan, oleh karena itu pula aku beranikan diri berselingkuhan dengan wanita lain, salah satunya dengan beberapa pramugari di maskapaiku ini.


Tapi di antara beberapa selingkuhanku aku memiliki hubungan khusus dan special dengan seorang wanita pembisnis yang hebat, wanita begitu special bagiku karena dirinyalah aku bisa memanjakan semua fantasi se*ualku. semua gaya dan berbagai macam variasi dalam percintaan dia lakukan untuk memuaskan nafsuku, soal usia dia tidak jauh berbeda denganku dan lebih mudah dari istriku.


Dan saat ini aku bersama dengan temanku sedang berada di mall terbesar di kota surabaya, yaitu tunjungan plaza. aku sedang mencari sebuah kado untuk kuberikan pada seorang wanita yang menjadikanku raja di atas ranjang, selingkuhan yang selalu memanjakanku. aku bermaksud memberikannya sebuah d**do atau vibrator dan sebuah lingerie untuk fantasi se* ku dengannya, maklumlah sudah hampir 2 minggu aku tidak bertemu dengannya.


"Sudahlah.. kita muter-muter dulu barang kali nemu di tengah jalan !", sautku.


"Kalau saranku seh mending kau pesan saja online, percuma saja kau cari mter-muter juga gak bakal ketemu di mall ini !", ucap lagi si jack temanku.


"Toko online dimana ?", tanyaku pada jack.


"Mending kita cari teman nongkrong aja yang ada wifi dan hotspotnya !", saran dari jack.


"Ehmm... bener juga ide lu, yukk !', sautku.


"Menurutmu dimana yang enak ?", tanya temanku.


Aku pun berpikir keras mencari tempat tongkrongan yang enak di mall ini, tentu saja yang free wifi dan juga ada hotspotnya. lalu aku pun teringat pada kejadian 2 minggu yang lalu saat aku berantem dengan seorang bocah di basemant mall ini gara-gara dia melindungi seorang pel*cu* yang telah aku sewa untuk memuaskan nafsu se* ku. udah di bayar mahal-mahal tapi gak bisa kasih service yang memuaskan.


Karena hal tersebut aku pun melabrak bocah itu hingga ke tempat kerjaannya sampai dua kali, aku sangat ingat kalau bocah lelaki itu bekerja di salah satu caffe ini, dan aku juga sempat bicara dengan ownernya. ownernya juga memberikanku sebuah vocher gratis untuk dua orang sebagai tanda permohonan maafnya atas kelakuan bodoh karyawannya itu, aku pun berpikir untuk menggunakan voucher ini dan di caffe itu juga rasanya ada wifi serta hotspotnya.


"Ehmm.. ikuti aku, aku tau tempat yang enak dan free !", ucapku pada jack.


"Kemana kita ?", tanya jack.


"Sudah ikuti saja aku, nanti juga tau sendiri !", ucap dengan berjalan di depan jack.


Aku pun berjalan menuju ke tempat caffe yang kumaksud, dan barang kali saja aku bisa bertemu dengan bocah laki-laki itu, jadi aku bisa bikin perhitungan lagi dengannya. aku akan mencoba mencari gara-gara disana untuk memberika sedikit perhitungan dengannya agar dia tau siapa diriku ini dan tidak lagi berani macam-macam denganku.


Dengan langkah cepat dan dikuti oleh jack di belakangku, aku pun sampai di caffe tersebut dan memasuki caffe itu, semua pelayan pun perhatiannya tertuju padaku dan jack. karena aku dan jack merupakan bule yang gampang sekali menarik perhatian dari mereka apa lagi aku masih mengenakan seragam kerjaku yang hanya tertutup oleh jaket hitam.


Kuperhatikan sekeliling dan temapt dimana bocah itu biasanya bekerja, karena dia merupakan seorang barista di caffe ini. rupanya dia sedang tidak ada di sini, mungkin saja hari ini dia libur jadi rencanaku untuk mencari perkara dengannya pun terpaksa aku urungkan, kemudian aku duduk di salah satu tempat yang kosong dan memesan menu ringan untuk menemani obrolanku dengan jack sambil membahas tentang hadiah yang akan kuberikan pada kekasihku.


"Ohh disini tempatnya ?", tanya jack.


"Tentu saja, aku disini bisa beli apa saja secara gratis !", ucapku pada jack.


"Aku mendapatkan voucher gratis untuk dua orang, tapi hanya sekali pakai saja !", ucapku.


"Dapat dari mana ?", tanya jack.


"Dari owner caffe ini langsung, hahahaha... !", ucapku.


"Kok bisa.. kau kenal dengan pemilik caffe ini ?", tanyanya lagi.


"Aahh.. sudahlah ceritanya panjang, yang penting sekarang nikmati saja apa yang ada !", ucapku pada jack.


Aku pun membuka tabletku dan mencoba untuk membrowsing sebuah toko online yang menjual se* toys, dan di bantu dengan temanku si jack yang sudah paham akan hal ini. setelah mendapatkan situs yang di maksud aku pun memilih-milih se* toys yang sekiranya cocok untuk kuhadiahkan pada selingkuhanku nantinya.


"Eehh..lihat nih, bagus gak bentuknya ?', tanyaku pada jack dengan menunjukan gambar yanga da di tabletku.


"Terlalu gede itu, kasian pasanganmu nanti !", ucap dari jack.


"Kalau cari tuh yang sedeng-sedeng aja jangan terlalu besar, kalau terlalu besar bisa-bisa pasanganmu gak demen lagi ama barangmu !", saran dari jack.


"Bener juga omonganmu jack !", ucapku.


Disaat sedang asyik-asyiknya melihat-lihat gambar sex toys, seorang pelayan pun datang dengan membawakan pesanan kami, dengan santun dan hati-hati dia pun menaruh pesanan kami di atas meja. kemudian aku pun menyempatkan diri untuk bertanya padanya tentang keberadaan bocah yang menjadi musuhku itu pada pelayan ini.


"Mas, yang jadi barista selain dia siapa namanya ?", tanyaku pada pelayan tersebut dengan menunjukan seorang barista yang sedang bekerja.


"Barista yang bekerja disini ada empat orang tuan, maksud tuan yang mana ?", tanya balik pelayan tersebut.


"Kalau gak salah 2 minggu yang lalu dia shift malam, aku lupa namanya siapa !", jelasku pada pelayan tersebut.


"Shift malam disini 2 hari sekali di rotasi tapi ada satu orang barista yang memang kerjanya di malam hari !", ucap dari pelayan tersebut.


"Siapa barista itu namanya ?", tanyaku.


"Nathael !", jawab singkat dari pelayan tersebut dengan nada ragu.


"Hah.. aku ingat itu dia namanya, nathael... mana dia sekarang ?", tanyaku lagi pada pelayan tersebut.


"30 menit lagi akan ganti shift, bentar lagi dia juga akan datang !", jawab dari pelayan itu.


"Ok, makasih banyak atas informasinya !", ucapku pada pelayan tersebut.


"Siapa yang kau cari ?", tanya jack.


"Bocah yang mau cari masalah denganku !", jawabku.


Baiklah, aku akan menunggunya sampai dirimu tiba disini. sepertinya aku perlu mencatat namamu di dalam otakku ini, karena jarang sekali seorang bocah ingusan mencari masalah dengan pria yang sudah mapan sepertiku. hari ini aku akan membuatmu mengerti dengan siapa kau sedang berurusan, 30 menit lagi !