
16:35, Lapangan basket
Pertandingan persahabatan antara team basket kampusku melawan team basket kampus sebelah, kali ini pertandingan pertama adalah antara team basket wanita. anggun ada starting line up dari team basket kampusku karena dialah atlet andalan di teamnya, dengan posisi sebagai point guard, membuat anggun harus banyak bergerak secara mobile dan mengatur ritme permainan.
Saat ini aku berada di tengah kerumunan penonton yang sedang menyaksikan pertandingan basket ini, ku saksikan aksi anggun yang begitu lihai memainkan bola basket. tapi yang paling menarik perhatianku adalah sosok pria yang pernah aku lihat saat di mall, pria itu kini sedang duduk di bangku cadangan para pemain basket, bukan sebagai pemain melainkan sebagai suporter khusus bagi anggun.
"Lu udah tau cowoknya anggun kayak gimana ?", tanyaku lirih pada adrian.
"Gak tau !", jawab adrian.
"Kalau gue jadi cowoknya pasti gue akan berada di sebelahnya untuk support ke dia, karena ini lapangan outdoor jadi gampang banget buat deketin dia !", paparku pada adrian.
"Terus setelah itu kita ngapain ?", tanya adrian.
"Kita intai cowoknya !", jawabku.
"Terus ?", tanya lagi adrian.
"Kita teror !", jawabku lagi.
"Terus ?", tanyanya lagi.
"Tak suwek cocotmu !", ucapku rada kasar.
(Gue sobek mulut lu).
"Hahaha... arek kok nesu'an !", saut adrian dengan tertawa.
(Hahaha... orang kok marah'an).
Kulihat papan score terpapar nilai 45 - 49 untuk keunggulan team basket kampusku, bedanya sangat tipis sekali karena lawan yang di hadapi punya squad yang mumpuni. sorakan penonton sekita pecah dan bergemuruh setelah anggun melakukan lemparan three point yang membuat jarak nilai score semakin menjauh dari kejaran team lawan.
Anggun benar-benar menjadi pembeda dalam pertandingan ini, permainannya sangat gesit dan susah untuk di hentikan. dia juga mampu mengatur tempo permainan jadi sangat memudahkan teman-temannya untuk mencari celah-celah kosong di antara pertahanan musuh. jika dihitung-hitung point yang sudah dia kumpulan mencapai 24 point dari 52 point yang tertulis di papan score, hampir setengah dari score tersebut di sumbangkan oleh anggun.
"Teeettt..... ", bunyi bel bertanda waktu break untuk kedua team. kali ini seluruh perhatianku aku tujukan pada anggun, terlihat anggun dan team lainnya langsung mendapatkan briefing oleh pelatihnya dan setelah briefing tersebut selesai anggun pun menghampiri sosok cowok yang tengah duduk di ujung bangku untuk menunggunya. anggun susuk di samping cowok tersebut dan cowok itu pun meresponnya dengan memberikan perhatian pada anggun, dengan tissue yang ada cowok itu mencoba membasuh keringat yang membasahi wajah cantik anggun.
"Weeww... nath coba lihat tuh !", ucap adrian dengan menunjuk ke arah anggun.
"Tuh pasti cowoknya !", ucap adrian lagi.
"Yaa udah sabar, kita tunggu aja sampai pertandingan selesai !", ucapku pada adrian.
"Masih gantengan gue dari pada tuh cowok... mata anggun dah siwer apa yee gak bisa milih cowok !", gumam adrian merasa kesel melihat anggun dengan cowok tersebut.
"Ngapain lu ngomong sendiri ?", ucapku.
"Gak apa-apa !", jawab adrian.
Pertandingan pun di lanjutkan dan ini adalah babak terakhir dari pertandingan ini, seluruh pemain telah memasuki lapangan pertandingan untuk memulai lagi permainan. namun ada yang berbeda dengan team basket kampusku, sosok anggun ternyata di istirahatkan sementara waktu karena dari tadi dia maen terus tanpa henti, hal ini biasa dilakukan untuk menghindari cidera serius karena letihan.
Disisi lain ternyata anggun bersama dengan cowoknya sedang asyik bercanda gurau tanpa memperhatikan pertandingan, mereka terlihat mesra sekali dan tentu saja hal ini membuat adrian begitu sangat emosi. setelah aku perhatikan dengan seksama sikap-sikap dari adrian, aku bisa menyimpulkan kalau adrian ini memiliki rasa terpendam kepada anggun namun dia tidak mau mengutarakannya dengan jujur kepadaku, entah karena apa dia tidak jujur kepadaku tapi dari gelagatnya sudah cukup bagiku untuk mendapatkan jawabannya.
Sedikit demi sedikit nilai di papan score pun semakin sengit 58 - 60 masih untuk keunggulan kampusku, sang pelatih pun tidak mau mengambil resiko untuk menelan kekalahan di kandang sendiri, kemudian pelatih team pun memasukan anggun dengan harapan bisa menjauhkan selisih point dengan team lawan. anggun pun memasuki lapangan dan langsung menggebrak dengan permainan cantiknya, mulai dari shootingan three point, lay up hingga free stylenya yang menawan untuk mengelabuhi lawan membuat dirinya begitu mendapat perhatian dari para penonton.
"Teeeeettt..... teeeeetttt... ", bunyi bel tanda pertandingan telah selesai pun terdengar keras, papan score tertulis 67 - 72 untuk keunggulan dari team kampusku dan tentu saja man of the macth kali ini jatuh ke tangan anggun karena penampilan apiknya. setelah menerima briefing sebentar dari pelatih, anggun pun memisahkan dirinya dari team dan berjalan bersama-sama dengan cowoknya meninggalkan lapangan pertandingan.
"Yuukk.. ikuti mereka !", ucapku pada adrian.
"Siap komandan !", saut dari adrian.
Kita berdua pun mengikuti anggun dan cowoknya dari kejauhan agar tidak diketahui, langkah demi langkah ternyata mereka berdua mengarah ke kantin dimana disana telah menunggu kedua teman anggun. sekarang waktu sudah menunjukan pukul 17:15 sore, sepertinya mereka tidak bakal lama di kantin tersebut, oleh karena itu aku dan adrian memutuskan untuk menunggu mereka saja.
Dan benar apa yang ku duga, mereka berempat pun beranjak pergi dari kantin menuju ke parkiran mobil. ini lah saat-saat yang aku tunggu mengetahui mobil anggun dan cowoknya tersebut, ku ikuti langkah mereka sampai ke dalam parkiran mobil kemudian ku lihat anggun dengan cowoknya masuk ke dalam mobil milik cowok anggun. sedangkan kedua teman anggun masuk kedalam mobil anggun yang di kemudikan oleh sopir anggun.
Aku pun dengan detail memperhatikan kedua mobil yang mereka tumpangi tersebut, untuk memastikan besok rencanaku akan berhasil dengan sempurna. setelah puas dengan hasil pengintaian hari ini aku dan adrian pun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing dan besok adalah awal dari ide licikku untuk mengerjain pasangan tersebut.
Selasa, 22 Agustus
09 : 10, Parkiran kampus
"Nath.. nih mobilnya cowoknya anggun !", ucap adrian dengan menunjukan mobil cowoknya anggun.
"Bener, ini mobil yang sama dengan mobil cowoknya anggun !", ucapku menegaskan pernyataan adrian.
"Wokeh... teror telah di mulai !", ucap adrian.
Keadaan sekitar memang sangat sepi jadi sangat memungkinkan untuk melakukan aksi teror ini, dan aku pun memberikan aba-aba kepada adrian untuk segera memulai aksinya dengan cepat. sebelumnya kita telah menyiapkan sebuah kaleng cat berukuran kecil yang akan kita gunakan dalam aksi teror ini. adrian dengan semangatnya membuka kaleng cat tersebut lalu dia pun menuliskan kata-kata "Cowok brengsek #NA" pada kap mobil tersebut dengan cat yang adrian telah siapkan, dan tak hanya itu adrian pun menggunakan sisa cat tersebut untuk mengecat kaca mobil depan yang tepat dengan posisi duduk si pengemudi sehingga hal ini akan menghalangi padangan cowok tersebut untuk mengemudikan mobil ini.
"Sudah yukk.. lanjut ke mobilnya anggun !", ucapku pada adrian.
"Hahaha... ****** lu ga bisa nyetir lu !", ucap adrian dengan keselnya.
"Ayo buruan nanti ketahuan !", ucapku lagi pada adrian.
"86 komandan !", saut dari adrian menjawab perintahku.
Lalu dengan segera kita pun menuju ke mobil anggun yang berada di ujung parkiran, sangat jauh sekali jarangnya dengan parkiran mobil cowoknya. tapi mengerjai mobil anggun tidak akan semudah mengerjai mobil cowoknya karena di mobil anggun selalu ada sopir yang setia menjaganya, jadi mau tidak mau aku akan menggunakan cara lain agar rencanaku bisa berjalan dengan lancar.
"Tunggu dulu.. kita ubah rencana !", ucapku pada adrian.
"Gak usah.. takutnya nanti anggun malah mencurigai kita !", jawabku.
"Terus gimana cara lu ?", tanya lagi adrian.
"Mana sini surat yang udah lu tulis !", ucapku pada adrian.
"Nih.. terus mau lu apain tuh surat ?", tanya adrian lagi.
"Udah lihatin aja cara gue !", ucapku pada adrian.
Setelah menerima surat yang telah di tulis oleh adrian aku pun mengambil salah satu buku yang berada di dalam tasku, setelah aku ubek-ubek tasku untuk mencari buku yang sesuai dengan kemauanku ternyata hanya ada novel karangan dari hans antoline yang belum selesai aku baca yaitu "Unfaithful". aku pun berpikir tidak masalah menggunakan novel ini toh juga aku jarang banget membaca novel-novel seperti ini, jadi aku pun menggunakan novel tersebut lalu kuselipkan surat yang telah di siapkan kedalam novel tersebut. surat itu hanyalah surat yang bertuliskan peringatan kepada anggun agar menjauhi cowok yang kini menjadi kekasihnya itu.
"Dah nih !", ucapku dengan menyodorkan buku tersebut kepada adrian.
"Terus ?", tanya adrian.
"Sekarang lu cari seorang cewek dan rayu cewek itu agar mau memberikan bukku ini kepada sopirnya anggun !", paparku.
"Dan bilang ke cewek itu kalau buku ini dari Nina Amelia dan khusus diberikan kepada anggun, supaya tuh sopir tidak macam-macam buka buku ini !", paparku lagi.
"Waahh.. kalau masalah awewe mah aing jagonya atuh !", ucap adrian dengan menggunakan logat sunda.
(Waahh... kalau masalah cewek mah gue jagonya).
Kemudian pun adrian mendekat salah cewek yang sedang lewat untuk menjalankan rencanaku, dan pastinya sangat mudah bagi adrian untuk merayu cewek-cewek polos dengan mengandalkan SSI nya dan ketampanannya. seorang cewek pun bergerak mengarah ke mobil anggun dan kemudian memberika buku itu kepada sopir tersebut, setelah memastikan semua rencanaku berjalan dengan lancar aku pun pergi dengan adrian ke kantin.
Setibanya di kantin...
"Pasti seru banget tuh berantem nanti !", ucap adrian.
"Belum tentu !", ucapku pada adrian.
"Kok belum tentu ?", tanya adrian.
"Tugas lu masih belum selesai !", ucapku pada adrian.
"Lu mau gue ngelakuin apa lagi ?", tanya adrian.
"Lu ada duit 300ribu gak ?", tanyaku balik.
"Ada kalau segitu, tapi buat apaan ?", tanya balik adrian.
"Buat nyewa WP !", jawabku.
"WP telung atus ewu iku WP opo wedhus !", saut adrian.
(WP tiga ratus ribu tuh WP apa kambing).
"Bukan buat kencan tapi buat nyamar jadi Nina Amelia, kalau feeling gue benar pasti tuh cowok bakal berusaha keras untuk ngeyakini anggun kalau dia tidak kenal dengan sosok Nina Amelia !", penjelasanku pada adrian.
"Naahh.. di saat tuh cowok sedang ngejelasin berdua dengan anggun, lu suruh dah tuh WP untuk nyamperin cowoknya anggun dan suruh ngaku jadi Nina Amelia, 300ribu cukuplah buat kerjaan kayak gitu !", ucapku pada adrian.
"Tapi piye olehku ngomong nang WP kuwi ?", saut adrian dengan bertanya.
(Tapi gimana cara gue ngomong ke WP itu).
"Lu kan rajanya SSI, pasti bisa lah !", sautku.
"Ok lah, terus kapan gue nyewa tuh WP nya ?", tanya adrian lagi.
"Besok suruh ke kampus !", ucapku pada adrian.
"Weleh... kalau ada anak kampus sini yang pernah pakai tuh WP, bisa malu gue... ancur pasaran gue di mata cewek-cewek !", ucap adrian.
"Lu pinjem aja mobil yokap lu biar gak ketahuan, nanti pas waktunya baru suruh keluar dah tuh WP !", sautku.
"Iyoo.. iyoo.. bener juga lu !", ucap dari adrian.
"Terus sekarang kita ngapain ?", tanya adrian.
"Pulang aja dulu !", ucapku pada adrian.
"Yakin amat lu !", ucap dari adrian.
"Dengerin, setelah ini tuh cowok pasti kaget kesel dan penasaran setelah melihat mobilnya seperti itu, dan yang bikin penasaran pastilah tulisan yang lu buat di kap mobil tersebut !", ucapku.
"Karena mengetahui mobil tersebut tidak memungkinkan untuk di kendarai karena kaca depannya lu cat juga, pastilah cowok itu akan menumpang pada mobil anggun. lalu sopir anggun akan memberikan buku yang tadi diberikan ama cewek yang lu suruh, dan sopir itu pasti bilang kalau buku itu dari Nina Amelia, kemudian anggun membukanya dan menemukan surat ancaman tersebut yang udah lu tulis sedemikian rupa dengan memberikan inisial NA pada akhir pesan di surat tersebut !", paparku pada adrian.
"Anggun itu anak pintar jadi pasti dia akan menggabungkan inisial yang ada di kap mobil cowoknya dengan inisial yang ada di surat itu, lalu dia akan mendapatkan jawabannya dari nama yang disebutkan oleh sopirnya, pastilah anggun mencurigai kalau cowoknya itu sudah memiliki cewek lain !", sambung dari penjelasanku.
"Setelah itu mereka pasti ribut, lalu anggun yang udah kebakar emosi ninggalin cowoknya gitu aja. terus besoknya pasti tuh cowok akan nyari-nyari anggun untuk kembali ngejelasin kesalah pahaman ini terutama tentang sosok Nina Amelia yang sebenarnya dia tidak kenal !", paparku lagi.
"Disaat seperti itulah tugas dari WP sewaan mu beraksi untuk memperkeruh suasana, dan kemungkinan besar hubungan mereka bakal berakhir !", ucapku lagi.
"Hahaha... nice idea nath !", ucap adrian dengan senangnya.
"Lebih baik sekarang kita tunggu aja besok, kejadiannya seperti apa !", ucapku pada adrian.