
Sabtu, 25 November
19:00, Delta Plaza
Sudah empat bulan ini aku bekerja sebagai freelance tanpa ada pekerjaan yang tetap seperti pekerjaanku yang dulu sebagai seorang barista, tabunganku pun mulai terkuras habis bahkan untuk makan sehari-hari saja aku harus mencarinya setengah mati. mulai dari ngamen, freelance, private, sampai jualan barang-barang pun aku lakukan untuk memenuhi kebutuhanku.
Sebentar lagi aku akan menghadapi ujian semester dan uang untuk semester depan aku benar-benar tidak punya, aku harus memutar otak ini agar bisa membayar uang semesteranku. dan baru juga ingat kalau aku sedang taruhan dengan anggun, kalau aku kalah akan menerima konsekuensinya dan juga aku harus mengembalikan uang anggun yang telah aku sobek-sobek waktu itu.
Pernah terlintas melakukan tindakan yang tidak benar untuk mendapatkan uang tapi untung saja imanku masih kuat untuk menahannya, baru kali ini aku benar-benar merasakan keadaan yang seperti ini dimana aku terpuruk karena kondisi ekonomi. tidak ada satu pun yang mampu menolongku untuk keluar dari keadaan seperti ini.
Teman baikku seperti adrian pun kini entah hilang kemana tau, sudah lama kita tidak berkomunikasi lagi karena aku menantangnya untuk bersaing merebut cinta anggun, padahal sebenarnya aku tidak ada maksud demikian padanya. aku hanya ingin memberikan pelajaran kepada adrian agar dia tidak selalu membuat onar dan mengusik kehidupanku.
"Mas, sudah waktunya untuk istirahat !", ucap dari teman SPG ku.
"Terima kasih !", ucapku.
Kali ini aku sedang berada di mall delta plaza untuk bekerja freelance sebagai SPB untuk sebuah produk handphone asal china. Kerja dari jam 16:00 sore sampai jam 22:00 malam untuk mempromosikan produk handphone ini kepada para pengunjung yang datang dengan bayaran sebesar 250ribu dalam sekali bekerja, upah yang sangat kecil jika di bandingkan dengan jerih payah yang aku keluarkan tapi tak apalah yang penting aku mendapatkan uang.
Sebungkus nasi dengan lauk berupah orek tempe dan telur dadar adalah konsumsi makanan yang di berikan oleh pihak penyelenggara di luar dari upah kami, dengan beralaskan koran dan duduk di belakang mall, aku pun dengan lahapnya menyantap nasi bungkus ini bersama dengan ketiga temanku yang berprofesi sama denganku.
"Sampai kapan kita kayak gini ya ?", tanya temanku pada kita semua.
"Sabar bro... namanya juga proses untuk ke tahap yang lebih baik lagi !", jawab dari temanku yang lain.
"Pingin banget gue kayak mereka itu, punya mobil, punya rumah, bini cantik, keluar masuk mall tiap hari buat shoping !", keluh kesah dari temanku.
"Justru ini adalah pembelajaran buat kita, agar kelak saat kita sukses, kita bisa untuk menghargai orang-orang yang ada di bawah seperti kita saat ini !", sautku atas keluhan temanku.
"Kadang gue kepikiran gimana cara untuk nyari duit secara instant, tapi takut ama efeknya !", ucap temenku tadi.
"Instant gimana ?", tanya temanku yang lain.
"Yaa.. kayak cari pesugihan, ngerampok, nipu atau yang lainnya, tapi gue gak berani takut ama resikonya !", ucap dari temenku.
"Ada gak seh pekerjaan yang tinggal enaknya doank tapi duit ngalir terus ?", tanya temenku.
"Tau dah !", jawab dari temanku yang lainnya.
Aku masih dengan menikmati makanan nasi bungkus ini sambil mendengarkan keluh kesah dari temanku ini, seperti inilah obrolan mereka yang merasa tidak yakin dengan kemampuan mereka sendiri, mereka kalah sebelum bertanding. dunia ini keras jika kita keras terhadap diri kita sendiri maka kita akan selalu tertindas dan berada di bawah.
Aku sudah pernah menikmati kehidupan yang bergelimang harta tapi miskin kasih sayang, aku juga sudah pernah merasakan kehidupan yang kelam saat dimana aku merasa di kucilkan dan tidak diperdulikan, kerasnya kehidupan dunia malam pun juga pernah aku rasakan walaupun hanya sebentar dan kali ini tuhan memberikan cobaan kepadaku untuk merasakan kehidupan dimana aku harus meniti lagi dari bawah.
Buat apa kita mencari-cari alasan atas apa yang terjadi pada kehidupan kita, ini adalah bentuk dari kasih sayang tuhan terhadap kita, semakin berat cobaan yang di berikan tuhan kepada kita berarti semakin tinggi pula derajat kita dimata tuhan. lebih baik kita syukuri saja apa yang ada sekarang dan jangan pernah untuk berhenti berjuang karena kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi di keesokan harinya, mungkin saja tuhan telah menyiapkan sebuah kejutan untuk kita.
Disaat aku sedang bersama teman-temanku yang lain lagi makan tiba-tiba sosok wanita cantik melintas di depan kami dengan seorang pria, aku sangat kenal dengan pria tersebut karena beberapa bulan yang lalu aku sempat bertengkarnya dia adalah yohan, sedangkan untuk wanita aku pernah lihat aku sedikit lupa dimana aku pernah melihatnya, dari wajahnya sangat mirip sekali dengan artis yang aku idolakan.
"Ohh.. waktu di bandara !", gumamku.
"Lu kenapa nath ?", tanya temanku.
"Sorry, gak apa-apa !", ucapku dengan spontan.
Iya benar aku pernah melihat wanita itu di bandara, dia adalah saudara dari artis christine aprillia, lalu kenapa dia berjalan dengan yohan si monster itu. apa mungkin wanita ini selingkuhan dari yohan, kalau di lihat-lihat seh mereka sangat mesra sekali layaknya pasangan. sepertinya si yohan tidak tau kalau aku berada disini, andai dia tau mungkin saja dia akan membuat perhitungan denganku, tapi jika dia melakukan itu aku bisa saja membongkar semua rahasianya, apa mungkin dia ketakutan kalau wanita itu mengetahui kelakuan busuknya.
Tapi bohong saja kalau dia tidak melihatku yang sedang ngobrol disini, sepertinya dia memang dengan sengaja menghindariku karena ada wanita itu, pikiran busukku pun kembali bermunculan untuk mengerjai yohan. aku segera berdiri dan mengejar mereka berdua yang sedang berjalan menuju kearah parkiran mobil, beberapa belokan telah lewati tapi mereka berdua tidak kelihatan dan hilang begitu saja.
Karena penasaran aku pun mencoba untuk berkeliling di sekitar parkiran mobil untuk mencari tau keberadaan mereka. dan disebuah sudut kulihat yohan dan wanita sedang memasuki mobil BMW lalu saat aku memperhatikan plat nomornya ternyata tertulis L 3513 IAN, jadi selama ini mobil itu adalah kepunyaan salah satu dari mereka.
Pertama kulihat mobil itu di mall tanjungan plaza, mungkin saja waktu itu si yohan memakainya mengingat dia sering ke mall tersebut untuk datang ke diskotik station tapi bisa saja mobil itu dipakai oleh wanita itu, kedua adalah aku ketemu mobil tersebut di parkiran kampusku kali ini mungkin saja mobil itu di pakai oleh tante julia karena hubungan tante julia dengan yohan yang terlihat mencurigakan, lalu mobil tersebut juga pernah terlihat di rumah makan rawon setan, di saat itu aku sedang bertemu dengan seorang artis christine aprillia, karena ada hubungan saudara dengan wanita yang bersama dengan yohan jadi bisa saja di pinjam oleh artis tersebut.
Jadi kesimpulanku adalah, mobil tersebut adalah kepunyaan dari saudara dari artis christine aprillia dan kemungkinan besar yohan adalah suami dari wanita itu. saat yohan berada di kantor polisi dia pasti ketakutan kalau masalah itu sampai tersebar ke keluarganya apalagi di ketahui oleh wanita tesebut, oleh karena itu dia pasti memiliki jalan damai dengan menyuap anggota polisi. lalu dengan keterlibatan tante julia aku bisa pastikan kalau yohan sedang berselingkuh dengan mamanya anggun, dan tentang mobil di kampus bisa saja tante julia meminjam mobil yohan, lalu hubungan dengan tante julia dengan bossku masih tanda tanya karena belum tentu jika bossku adalah suami dari tente julia, mengingat usia bossku jauh lebih mudah dari tante julia.
Dan untuk memastikan semua analisaku ini aku akan bertanya langsung pada mereka, sesaat setelah mereka menjalankan mobilnya, aku pun segera berlari menuju ke jalanan parkiran untuk menghentikan laju dari mobil tersebut, dengan sangat mendadak mobil tersebut pun berhenti karena aku menghadang di tengah jalan.
"Keluar lu !", ucapku dengan menunjuk ke arah yohan.
"Tiiinnnnn.... ", suara klakson di bunyikan yohan untuk mengusirku dari tengah jalan.
"Keluaaaaarrr... !", teriakku pada yohan.
Akhirnya mereka berdua pun membuka pintu mobilnya dan keluar dari mobil tersebut, kulihat wajah yohan begitu sangat panik dan ketakutan, sedangkan wajah dari wanita yang bersamanya sangat penuh dengan kecurigaan atas sifatku ini. aku benar-benar sangat muak dengan monster ini, dia telah membuat darahku mendidih dan ingin sekali aku membuat perhitungan dengannya.
"Woi *******... masih inget gue gak lu ?", tanyaku dengan membentak pada yohan.
"Siapa lu, dasar orang gila !", jawab dari yohan.
"Lu orang yang pernah di grebek ama polisi gara-gara mesum di tempat umum, dan lu juga yang selingkuh dengan mama temen gue !", ucapku.
"Dan gara-gara lu gue harus dikeluarin dari pekerjaan gue !", sambungku.
"Tutup mulutmu !", bentak dari yohan.
"Siapa dia pa.. ?", tanya dari wanita itu pada yohan.
"Pa.. maksud nyonya dia ini suami nyonya, kalau memang benar dia ini suami nyonya lebih baik segera nyonya cerai'in dia karena pria ini kelakuannya sama kayak binatang !", ucapku pada wanitanya yohan.
"Sudahlah jangan dengarkan dia, dia ini orang gila !", ucap dari yohan.
"Laporkan polisi saja untuk menangkap dia !", ucap dari yohan pada wanitanya.
"Silahkan, aku punya rekaman yang merekam aksi suami nyonya ini sedang bercumbu dengan mama dari teman saya !" ucapku.
"Kamu jangan asal bicara atau aku akan laporkan polisi !", ucap dari wanitanya yohan.
"Silahkan lihat sendiri !", ucapku pada wanita tersebut dengan menyodorkan handphoneku padanya.
Setelah handphoneku di pegang oleh wanita tersebut, terlihat sangat jelas wajah yang penuh kepanikan dan ketakutan tersirat dari yohan, dia merasa takut jika aku benar-benar telah merekam video mesumnya. sedangkan untuk wanitanya yohan yang sedang melihat hasil rekamanku merasa sangat sedih dan marah sekali, tak sampai selesai wanita itu melihat dia pun mengembalikan handphoneku padaku.
Setelah itu si wanita tersebut memaki-maki yohan dengan emosinya, yohan yang merasa tersudut pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia begitu sangat binggung dan panik tak karuan karena omelan dari wanitanya. setelah puas mengerjai yohan aku pun pergi meninggalkan mereka berdua yang sedang bertengkar karena tidak ada gunanya lagi aku berada disini setelah semua rencanaku selesai.
"Itulah resikonya kalau berani macem-macem ama gue !", gumamku sendiri.
Senin, 27 November
21:35, Delta Plaza
"Wow.. gila rame banget nih hari !", ucapku pada teman SPG ku.
"Iya.. sampai capek kaki gue berdiri melulu !", saut dari temanku.
"Beresin aja dulu yuk habis itu istirahat bentaran sebelum balik pulang !", ucapku lagi.
"Yuukk.. !", saut dari temanku tersebut.
Seperti biasanya kali ini aku bekerja sebagai SPB untuk produk susu kaleng bagi ibu-ibu hamil dan menyusui, begini pekerjaanku saat pulang dari kuliah menjadi SPB bila ada yang perlu dan juga jadi apa saja asal menghasilkan uang dan uang, sejak aku lepas dari pekerjaan utamaku pikiranku aku fokusku untuk mencari uang dan uang.
Dan kini aku sedang berada di mall delta plaza untuk menjadi SPB, namun kali ini berbeda dengan sebelumnya. jam kerjaku sudah habis dan sudah waktunya pula bagiku untuk membereskan semua barang-barang yang tersisa lalu kembali untuk pulang dan menyambut esok untuk kembali kuliah dan bekerja sebagai freelance lagi di tempat yang sama.
"Hah... dah kelar, gimana lu dah kelar belum ?", tanyaku pada teman SPG ku.
"Pulang yuk !", ucapku mengajak temanku untuk pulang bareng.
"Yuukkk !", saut temanku.
Setelah semua selesai dan kita pun telah kelar juga untuk berberes, akhirnya aku dan temanku pulang ke rumah masing-masing. pulang dengan membawa upah yang tidak seberapa tapi aku selalu mencoba untuk mensyukuri saja karena masih untuk kita hari ini diberi rejeki walaupun sedikit dari pada tidak diberi rejeki sama sekali malah bikin pusing.
Akhirnya kita pun berhenti di halte untuk menunggu angkutan umum dengan tujuan yang searah dengan kontrakanku berada. setelah lama menunggu akhirnya datanglah angkutan yang kita tunggu-tunggu tapi ternyata angkutan tersebut penuh dan hanya tersisa satu tempat duduk saja, lalu aku pun menyuruh temanku saja yang naik karena kasian jika dia sampai kemalam tiba di rumah.
"Serius nih nath.. gue jadi gak enak ini ama lu !", ucap temanku tersebut merasa tidak enak padaku.
"Udah gak usah gak enak, buruan naik !", ucapku padanya.
"Terima kasih yaa !", ucap dari temanku tersebut.
"Iyaa... hati-hati di jalan !", ucapku padanya.
Setelah melihat angkutan tersebut pergi membawa temanku aku pun kembali menunggu angkutan berikutnya untuk mengantarku pulang. malam yang sangat sepi sampai jalanan pun terasa lengang, namun udara dingin malam ini terasa begitu menusuk-nusuk tulangku hingga kedua tangan pun aku dekapkan pada tubuhku untuk menahan hawa dingin ini.
Dari kejauhan aku melihat mobil berplat L 3513 IAN perlahan mulai mendekatiku, dan lampu seinnya pun mengarah untuk belok ke arahku, setelah sampai di depan halte dimana aku sedang menunggu sekarang, pengemudi tersebut pun membuka kaca mobilnya dan menyuruhku untuk masuk kedalam mobilnya.
Seorang wanita yang beberapa hari yang lalu bersama dengan yohan, kini dia sedang berada tepat di depanku dan menyuruhku untuk masuk kedalam mobilnya. aku pun berpikiran yang aneh-aneh, aku takut jika aku dijebak dan nantinya ada yohan yang berada di dalam mobil tersebut, tapi lebih baik mencari tau dari pada penasaran lalu aku pun mendekatinya dan mencoba memperhatikan bagian dalam mobil tersebut dan ternyata kosong hanya ada wanita ini saja.
"Buruan masuk !", ucap dari wanita tersebut.
"Ada apa ?", tanyaku.
"Aku ingin ngobrol denganmu, buruan masuk !", ucap dari wanita tersebut.
"Tentang apa ?", tanyaku lagi.
"Aduh... kamu takut kalau aku akan menjebakmu, sudahlah gak usah khwatir, aku dateng dengan maksud baik kok !", ucap dari wanita tersebut.
"Baiklah !", sautku.
Aku pun memasuki mobil tersebut dan duduk di depan disamping wanita ini yang sedang mengemudi. kulihat dari gelagatnya sepertinya dia memang tidak ingin punya niatan buruk padaku, tapi lebih karena penasaran saja padaku, mungkin dia akan bertanya-tanya tentang sosok yohan terutama setelah aku menunjukan video rekamanku tersebut.
"Ingin ngobrol apa ?", tanyaku untuk membuka obrolan.
"Tentu saja tentang suamiku itu !", ucap dari wanita ini.
"Ohh... tentang yohan !", ucapku.
"Kamu punya hubungan apa dengannya ?", tanya wanita ini padaku.
"Gak ada hubungan apa-apa !", jawabku.
"Tapi ngomong-ngomong kita mau kemana ini ?", sautku lagi dengan bertanya.
"Kita akan kesebuah caffe deket-deket sini saja !", ucap dari wanita tersebut.
"Ohh... yaa, kita belum kenalan nih !", saut lagi dari wanita ini.
"Nathael, biasa di panggil nathan !", ucapku pada wanita tersebut untuk memperkenalkan diri.
"Bella aprillia.. panggilan saya tante bella !", ucap dari wanita yang bernama tante bella ini.
"Ohh.. tante bella !", ucapku.
Sebenarnya aku tidak tau apa yang akan dibahas dan di tanyakan oleh tante ini, jika berhubungan dengan tentang yang ku tahu saja aku bisa menjawab tapi kalau terlalu detail aku tidak tau apa-apa karena aku juga kenal yohan hanya gara-gara kebetulan saja. tapi sangat terlihat dari nada bicara tante ini dia begitu tenang dan santai-sanatai saja seperti tidak ada permasalahan yang terjadi.
Setelah beberapa menit berada di dalam mobil akhirnya kita pun tiba disebuah caffe untuk tempat mengobrol. tante bella pun memarkirkan mobilnya kedalam parkiran yang ada di caffe tersebut, setelah itu aku dan juga tante bella keluar dari mobil dan masuk kedalam caffe tersebut. dan kemudian memilih sebuah tempat duduk kosong yang berada di pojokan untuk tempat kami bersantai. tak lupa memesan beberapa menu untuk teman kami mengobrol dan sepertinya obrolan ini akan lama karena menu yang di pesan adalah makanan yang berupa cemilan, semacam kentang goreng dan lain-lainnya.
"Udah malam !", ucapku dengan tujuan agar segera memulai ke inti masalahnya saja.
"Kenapa kau di cari oleh orang rumah ?", tanya tante bella.
"Tidak tante !", ucapku.
"Ohh kirain, kalau begitu santai saja dulu !", ucap dari tante bella.
"Iyaa tante, tapi bisa gak kalau kita langsung mulai saja ke inti permasalahannya !", ucapku pada tante bella.
"Ok, sepertinya kau tidak nyaman yaa !", ucap tante tersebut.
"Apa kamu takut kalau di kira berondong tante !", ucap dari tante bella.
"Aduuhhh... aku gak sampai sejauh itu mikirnya tante, aku cuma penasaran saja dengan apa yang ingin tante tanyakan padaku !", ucapku pada tante.
"Hehehe... kirain !", ucap tante.
Buset ini tante dari ucapannya, cara bicaranya, nada bicaranya benar-benar menggoda dan memancing seorang pria untuk bisa masuk kedalam pelukannya, gayanya benar-benar sangat mencerminkan wanita yang sedikit nakal atau bisa di bilang wanita dunia malam, pakaian serta aksesorisnya sangat glamour sekali. aku bisa menyimpulkan kalau tante ini memang sedikit agak nakal atau mungkin sangat nakal, kita lihat saja nanti gimana kelanjutannya.
"Sebenarnya tante ingin menjadikan kamu sebagai saksi untuk gugatan cerai tante di pengadilan !", ucap dari tante tersebut dengan santainya.
"Hah... serius ?", tanyaku dengan kagetnya.
"Beneran, mau yaa !", ucapnya dengan sangat santai tanpa ekspresi sedih.
"Anu.. sebenarnya saya tidak tau apa-apa tentang suami tante itu !", ucapku dengan gugup.
"Gini tante akan ceritakan kepadamu tentang rumah tangga tante, mungkin dari cerita ini kamu akan mau menolong tante !", ucap dari tante.
"Sebenarnya tante itu sudah lama ingin sekali berpisah dengan yohan tapi tante tidak bisa menemukan alasan yang kuat untuk menggugatnya !", ucap dari tante.
"Tapi setelah kamu nonggol beberapa hari kemarin, tante pun berpikiran akan menggunakan kamu sebagai saksi yang kuat untuk menggugat cerai yohan !", ucap dari tante bella.
"Kenapa tante ingin sekali berpisah ?", tanyaku pada tante bella.
"Ehmm... karena sikapnya yang gak bisa buat nyaman tante dan dia juga jarang pulang kerumah !", jawab dari tante bella seperti orang yang tidak ada beban sama sekali.
"Emang seh yohan tidak setuju jika tante ceraikan dia ?", tanyaku lagi.
"Suamiku itu tidak bakal mau pisah denganku makanya dia bakal mati-matian mencari-cari alasan agar tidak bisa cerai denganku, dan dengan adanya kamu tante yakin kalau tante bakal bisa bercerai dengannya !", ucap dari tante.
"Jadi mau yaa nolong tante !", sambungnya lagi.
Tante ini sepertinya memiliki sebuah rahasia yang disembunyikan yang tidak ingin aku ketahui, secara tiba-tiba saja dia ingin aku membantunya untuk menjadi saksi atas gugatan cerainya di pengadilan. kalau di tanya tentang tujuan sudah pasti tujuannya adalah untuk bisa berpisah dengan suaminya tapi alasan kenapa ingin berpisah inilah yang membuatku masih ragu akan membantunya.
"Kalau kamu mau bantu tante, tante akan berikan kamu imbalan mungkin 10 juta cukup kali untuk menjadi saksi !", ucap dari tante tersebut.
"Baiklah aku akan membantu tante !", jawabku atas permintaan tante.
Dan setelah itu itu pembicaraan kami pun berlangsung cukup lama dan tentu saja aku menceritakan bagaimana pertama kali aku bisa bertemu dengan yohan suami dari tante ini dan juga kelakuannya yang membuatku sampai dikeluarkan dari pekerjaanku lalu ulahnya yang berselingkuh dengan mamanya temanku, yaa seperti itulah aku bercerita pada tante bella ini.
Sampai pada akhirnya kita pun menyudahi pertemuan ini dengan kesepakatan yang sama-sama menguntungkan untuk kedua belah pihak, disamping itu semua aku juga merasa puas jika melihat monster itu menderita.