Xcase

Xcase
Episode 8 : Love Lesson



Sabtu, 12 Agustus


19:05, Caffe tempatku bekerja


"Kenapa dia datang lagi yaa ?", tanya teman kerjaku.


"Gak tau.. !", ucapku.


"Nasib lu nath !", celetuk rekanku.


Seseorang itu datang memasuki caffe tempatku bekerja dan perlahan menghampiriku yang sedang sibuk membuat membuat coffe untuk pesanan pelanggan. entah apa yang akan terjadi denganku, aku merasa dari gelagatnya aku mencium aroma yang tidak bersahabat. dan perasaanku ini memang benar adanya, dia datang dengan menggebrak mejaku yang membuat seluruh ruangan menjadi terkejut dan terdiam, seluruh perhatian pun tertuju kepada kita berdua.


"Lu udah bosen kerja disini ?", tanyanya dengan membentakku.


"Maaf.. ini semua hanya salah paham !", ucapku dengan menundukan kepala tanda meminta maaf.


"Gue bakal bilang ke owner caffe ini untuk memecat lu !", ancamnya padaku.


Aahh... sialan, ada aja masalah yang harus aku hadapi. kini aku harus berurusan dengan bossku karena masalah yang sebenarnya bukan aku penyebabnya, bahkan aku tidak tau menau dengan hal, hanya nasibku saja yang kurang mujur hingga terjebak dalam persoalan bodoh ini. sudah ribuan kali aku menjelaskan tapi dirinya seperti tidak mau mendengarkan semua penjelasanku.


Mendenger keributan yang terjadi di caffe tempatku bekerja, akhirnya bossku pun keluar juga dari ruangannya untuk menjadi penengah dari peristiwa ini. sepertinya aku bisa bernafas lega untuk sementara waktu ini, karena ada penengah dari permasalahan ini, semoga saja bossku bisa mencairkan suasana dan memberikan solusi yang terbaik untuk kesalah pahaman ini.


"Maaf.. ada apa ini kalau boleh saya tau ?", tanya bossku pada dirinya.


"Kau siapa ?", tanyanya balik kepada bossku.


"Saya owner di caffe ini !", jawab bossku dengan santun.


"Bagus sekali kalau kau ada disini, aku ingin kau memecat anak buahmu ini !", ucapnya penuh kemarahan dengan menunjuk kearahku.


"Bisa kita bicarakan di dalam ruangan saya saja, tidak enak jika di dengarkan oleh pelanggan !", rayu bossku padanya.


"Baiklah !", ucapnya.


Huft.. nafas kelegaan karena tidak harus berurusan dengan monster itu, aku pun melanjutkan pekerjaanku untuk memenuhi pesanan dari pelanggan. hari ini pekerjaanku benar-benar sangat kacau sekali, apa lagi di tambahan dengan peristiwa tadi, aduuuhhh... makin suram saja hari ini, semoga saja bossku tidak mau mendengarkan ocehan monster itu yang ingin aku di pecat dari pekerjaan ini.


Tidak terbayangkan jika aku harus di pecat dari pekerjaan ini, pekerjaan ini adalah tumpuan utamaku dalam mencukupi kebutuhanku setiap harinya, bahkan uang kkuliahku juga sebagian besar kukumpulkan dari pekerjaanku ini, sedangkan kerjaan sampinganku yang sebagai pengajar penghasilannya tidaklah seberapa, jadi aku benar-benar berharap banget kalau kejadian ini tidak mempengaruhi kontrak kerjaku disini.


"Nath.. yang sabar yee !", ucap salah satu rekan kerjaku untuk menenangkanku.


"Makasih yaa supportnya !", balasku.


"Mending lu balik aja nath, tenangin diri dulu.. biar gue yang handle kerjaan lu !", saran dari rekanku.


"Gak usah makasih banyak yaa.. !", tolakku dengan santun.


Kemudian salah satu teman baristaku di panggil masuk kedalam ruangan bossku, dimana di dalam ada boss dan si monster itu, aku pun berpikiran kalau temanku itu akan di minta keterangan mengenai kejadian tadi, tapi bukannya seluruh rekan kerjaku disini tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya, ehm.. sudahlah lanjut kerja saja. sesaat kemudian temanku tadi keluar dari ruangan bossku dan menuju ke tempat kerjaku.


"Sudah gue bilangkan.. mending lu pulang aja !", ucapnya padaku.


"Si boss nyuruh gue pulang ?", tanyaku.


"Iya.. gue di suruh nyampain ke lu kalau lu lebih baik pulang dulu jangan di paksain kerja !", ucap temanku menyampaikan pesan dari bossku.


"Yaa udah deh.. makasih banyak ya !", ucapku pada rekanku.


"No problem... !", jawabnya.


Aku pun segera merapikan seluruh tempat kerjaku dan menyelesaikan dulu coffe pesanan yang telah aku buat, setelah itu aku pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian kerjaku dengan pakaian biasa. setelah semuanya telah beres aku pun berpamitan dengan rekan-rekanku untuk pulang lebih awal, nampak mereka sangat kasihan melihat masalah yang menimpaku ini.


19:35, Depan pintu masuk parkiran mall


Kini aku berjalan keluar dari mall tujungan plaza menuju ke tempat kontrakanku, aku harus pulang cepat karena masalah yang menimpaku tadi, semoga saja bossku bisa menenangkan monster itu, agar aku bisa kembali bekerja dengan tenang tanpa adanya gangguan lagi. dan tentu saja aku tidak di pecat dari pekerjaanku ini, semoga sajalah.


"Chiiiiiiitttttt..... ", suara dentuman rem mobil terdengar kencang sekali sampai memecahkan lamunanku ini, ku lihat sebuah mobil BMW hampir saja menabrakku saat aku melintasi sebuah jalan masuk dari parkiran mobil, aku memberikan tanda permintaan maaf dengan menundukan kepalaku tapi pengemudi mobil itu meresponku dengan menekan kuat-kuat klakson mobilnya dan cukup lama juga dia menekannya, bisa dipastika dia sedang marah karena hampir mencelakaiku, sesaat kemudian mobil itu melaju lagi dan pergi begitu saja.


Aku mencoba memperhatikan siapa sosok di dalam mobil itu tapi sayang sekali aku tidak bisa melihatnya dengan jelas karena kaca mobilnya sangat gelap hingga orang dari luar tidak bisa melihat kedalam mobil tersebut. aku merasa dejavu saja dengan kejadian ini, sangat jelas di ingatanku kalau aku pernah mengalami kejadian yang serupa, dan dejavuku ini di tegaskan dengan plat nomor dari mobil tersebut L 3513 IAN.


Seluruh pikiran dan rasa penasaranku pun tertuju pada pemilik mobil itu, ini merupakan kali keempat aku melihat mobil tersebut, pertama saat dia akan menyerempet adrian, kedua saat mobil itu aku menabrakku, ketiga saat mobil itu terparkir di kampusku dan di berikan baretan oleh adrian dan yang terakhir adalah hari ini dimana mobil itu hampir saja menabrakku lagi, aku pun berpikir siapa kira-kira pemilik mobil ini, baiklah lusa nanti aku akan mencari tau tentang pemilik mobil ini di kampusku.


Sesampainya di depan pintu kontrakan...


"Nath.. tumben kok udah pulang ?", tanya dari bu gina.


"Iya bu.. !", ucapku melemah.


"Kenapa kok murung amat ?", tanya lagi bu gina padaku.


"Gak apa-apa bu !", jawabku lagi.


"Ada masalah yaa di tempat gawean ?", terkaan bu gina sangat kepo sekali.


"Yaa begitulah bu !", jawabku.


"Sayang lakiku ada dirumah, kalau gak ada mungkin ibu bisa nemani kamu untuk curhat !", ucap bu gina berbisik dengan nada begitu menggodaku.


"Belum beruntung berarti !", sautku.


"Besok deh yaa kalau suami ibu kerja baru ibu ke kontrakan kamu !", ucapnya lagi dengan berbisik lirih.


"Saya masuk dulu bu yaa.. nenangin pikiran dulu !", ucapku pada bu gina.


"Yaa udah... kalau gitu !", jawab bu gina.


Aku segera memasuki kontrakanku dan menuju ke kamar tidurku, kurebahkan tubuh ini di sebuah kasur tempat biasanya aku tidur lalu ku ingat-ingat kembali seluruh kejadian yang menimpaku hari ini, aku mencoba menyambungkan seluruh kejadian ini dengan kejadian yang dulu-dulu, terutama tentang mobil BMW berplat nomor L 3513 IAN itu.


Sudah tiga aku ini aku bertemu mobil itu di mall tunjungan plaza, dengan kata lain ada kemungkinan jika dia memiliki rutinitas di mall tempat kubekerja, lalu bagaimana dengan mobil tersebut yang sempat parkir di parkiran kampusku, kalau ini mungkin saja dia dosen di kampusku atau dia salah mahasiswa di kampusku juga atau yaa.. banyak sekali kemungkinannya, aku masih belum bisa memastikan besar kecilnya kemungkinanku.


Lalu tentang kejadian di basement tadi dimana aku bertemu dengan orang mirip monster itu, ahhh... aku benar-benar sial kenapa bisa kejadian itu terjadi saat aku sedang berada disana, ini benar-benar peristiwa paling konyol yang pernah aku alami. aku sungguh tidak ada maksud atau pun niatan untuk melakukan hal bodoh itu, aku hanya sedang berjalan mau ke tempat kerjaanku tapi waktunya sangat pas sekali, aku sedang berjalan tiba-tiba peristiwa itu terjadi dan secara tidak langsung aku yang tidak tau apa-apa terpaksa masuk kedalam sebuah permasalahan mereka, apa lagi pasangan dari monster itu sengaja berlindung kepadaku dan memanfaatkan diriku.


-----


-------


-----​


Minggu, 13 Agustus


01:25, Di kontrakanku


"Duuuaaaaggg... ", suara lumayan keras itu membangunkanku, kurasakan kakiku telah menghantam sesuatu, dengan nyawa yang masih belum terkumpul perlahan-lahan ku buka mata ini dan memperhatikan sesuatu yang telah terhantam oleh kakiku, dan itu hanya sebuah pintu kamar yang lupa aku kunci, untuk saja kakiku tidak sakit ataupun cidera.


Kebiasaan burukku adalah susah tidur jika sudah terbangun, dan kali ini ku coba perhatikan jam dindingku dan betapa kaget aku melihat waktu masih menunjukan pukul 01:25, masih sangat pagi untuk melakukan rutinitas tapi aku sudah tidak ngantuk lagi sekarang, apa yang harus aku lakukan yaa untuk mengisi waktuku ini.


Aku pun mengambil buku pemberian seseorang yang pernah mengisi relung hatiku, sebuah novel yang sangat dia gemari, novel karangan seseorang yang mampu mengubah seluruh kehidupanku, semoga kau bahagia disana. ingatan masa lalu yang kelam selalu menghantui disetiap pikiranku kosong, oleh karena itu aku selalu mencoba menyibukan diri dengan melakukan aktifitas agar aku bisa melupakan masa laluku itu.


Akhirnya aku pun menjatuhkan pilihanku pada sebuah novel dengan judul "Unfaithful", dari judulnya saja aku suka bisa menebak kalau novel ini bercerita tentang perselingkuhan, lalu aku memperhatikan cover dari novel tersebut sebelum membuka isi novel itu dan membacanya. covernya sangat sederhana sekali tidak ada kesan memicuh pemikiran seseorang pada perselingkuhan tapi lebih ke arah kemisteriusan, lalu kubuka novel tersebut dan aku pun membaca sinopsisnya terlebih dahulu.


"Seorang anak dari keluarga broken home, yang dulunya keluarga kaya raya namun sekarang menjadi terpuruk. bekerja keras dengan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan biaya pendidikannya sendiri, dengan segala cara apa pun dia lakukan untuk mendapatkan uang. mulai dari menjadi pekerja freelance, serabutan sampai menjadi simpanan tante-tante girang, semua itu dia lakukan untuk mendapatkan uang dan uang. sampai pada akhirnya dia terlibat pada suatu masalah karena tewasnya salah satu tante yang memeliharanya, seluruh kemampuan dia kerahkan untuk lolos dari jeruji besi yang mengancamnya.", ucapku dengan nada membaca sebuah novel.


"Ehmm... pasti berat sekali posisi dari tokoh utamanya, jika dia sengaja di jebak pasti akan sangat sulit baginya untuk meloloskan diri dari jeratan hukum !", ucapku sendiri.


"Sepertinya seru juga novel ini, di akhir sinopsisnya di jelaskan kalau tokoh utamanya berusaha dengan seluruh kemampuannya untuk membebaskan diri dari jeratan hukum !", ucapku lagi.


"Jika dilihat dari latar belakang tokoh utamanya, dia hanyalah orang biasa dan bisa di bilang miskin walaupun dulunya adalah dari keluarga kaya, kemungkinan kecil jika dia memiliki power(uang/kekuasaan) untuk menundukan hukum, jika dia berusaha melawan berarti dia akan mengumpulkan bukti dan melawan segala musuhnya dengan bukti itu, tapi bukti saja tidak akan cukup, lebih dari itu semua dia harus memiliki perencanaan yang matang karena yang dilawan adalah hukum, hukum yang berpihak pada uang dan kekuasaan !", ucapku lagi.


"Sepertinya tokoh utama di novel ini memiliki kejeniusan di atas rata-rata, hahaha.. !", ucapku dengan mengingat sesuatu di masa lalu.


"Aku menduga kalau kau sengaja menempatkan dirimu sebagai tokoh utama di novel ini, bukankah begitu hans !", ucapku sendiri.


"Hans Antoline... aku sangat merindukanmu, aku berharap ada sebuah keajaiban yang bisa mempertemukan kita lagi !", gumamku dengan mengingat seseorang di masa laluku.


Ouchh... tiba-tiba perutku terasa lapar sekali, maklum saja karena sore tadi aku belum memakan apa pun jad pantas jika aku sekarang merasakan kelaparan. aku akan membaca novel ini nanti saja, sejak diberikan kepadaku aku belum pernah menyentuh novel-novel ini. sebaiknya aku keluar dulu mencari makanan lalu melanjutkan membaca novel ini, karena aku sangat penasaran dengan karya-karyamu ini.


02:20, Rawon setan embong malang


Akhirnya setelah menaiki becak dengan ongkos 8000 rupiah, aku pun sampai pada rumah makan rawon setan yang berada di daerah embong malang. ini adalah salah satu rumah makan favoritku karena citarasanya sangat khas sekali dan jam bukanya juga tengah malam tepat saat setan-setan keluar dari kuburannya. inilah ciri khas dari rumah makan ini walaupun begitu para pengunjungnya sangat banyak, telat sedikit saja kita tidak akan kebagian rawon setan tersebut.


Seperti biasanya tepat ini sangat rame di datangin oleh para pelanggannya, aku pun duduk di bangku pojok dekat dengan tempat kasir, dimana orang-orang akan membayar makanan mereka disini. duduk sendirian tanpa ada yang menemani, aku pun merasa iri dengan mereka yang sedang bercanda dengan orang-orang terdekatnya, makan dengan di temani oleh orang yang kita sayangi akan sangat nikmati sekali makanan itu walaupun rasa gak enak, lagi-lagi aku teringat dengan masa laluku.


Dan pesananku pun telah tiba, seporsi rawon setan dengan teh hangat sebagai pelepas dahaga. wow... baru melihat saja liur terasa ingin keluar, makanan kesukaanku ini benar-benar nikmat jika disantap saat panas seperti ini dan juga bisa menghangatkan tubuh untuk menangkal hembusan udara dingin pagi ini. tanpa pikir panjang aku pun melahap hidangan ini, dagingnya yang empuk dan lumayan besar terasa lezat sekali, kuah yang berwarna hitam karena kluwek terasa nikmat dan rasa bumbunya juga sangat khas sekali, benar-benar memanjakan lidahku ini.


"Gila yaa... cantik banget aslinya !", terdengar ucapan dari salah satu pelanggan.


"Namanya juga artis !", saut temannya.


Oohh.. ternyata dia artis pantes saja pada berisik pelanggan disini, tapi bener juga kata salah satu pelanggan itu kalau wanita ini sangat cantik sekali walaupun wajahnya terlihat lebih tua dariku. rambut dengan aksen warna hitam kecokelatan, paras wajah yang tirus dengan bibir sensual melekat indah diparasnya, kecantikannya benar-benar sempurna walaupun tanpa make up, hidung mancung dan matanya bulat shayu layaknya wanita penggoda, aku pun berpikir kalau dia adalah blasteran karena face orang indonesia tidak seperti ini.


"Heh.. malah ngelamun !", tegur dari salah satu pelayan.


"Kesengsem yoo mas !", sautnya lagi.


"Artis baru yaa ?", tanyaku pada pelayan tersebut.


"Udah lama kali mas !", jawab pelayan tersebut.


"Oohh.. baru ngelihat !", ucapku.


"Masak baru ngelihat seh.. jarang nonton tipi kali masnya ini !", saut dari pelayan tersebut.


"Iya seh.. jarang banget nonton tipi !", ucapku dengan menirukan logat bicara pelayan tersebut.


"Terus masnya ngapain disini ?", tanyaku pada pelayan tersebut.


"Ini ngambil sambel ama kerupuk buat mereka !", jawab dari pelayan tersebut.


"Eehh mas.. maen di pilem apaan seh dia ?", tanyaku penasaran.


"pilem ini lho.. yang maen tiap hari itu, apa tuh namanya... GGS !", ucapnya.


"GGS apaan yaa ?", tanyaku lagi.


"Ganteng-ganteng somplak !", jawab dari pelayan tersebut.


Dan pelayan tersebut pun berlalu pergi mengantarkan sambal dan kaleng kerupuk ke meja yang di duduki artis tersebut. satu.. dua.. tiga.. empat.. delapan orang yang menemani acara makan artis tersebut dan belum termasuk dengan kedua bodyguardnya jadi total keseluruhan adalah sepuluh orang, rame sekali padahal cuma makan doank.


Makanan dan minumanku telah habis sekarang waktunya membayar tagihan menuku ini dan kembali ke kontrakan untuk membaca novel. karena posisiku dekat dengan kasir jadi aku tidak perlu berdiri untuk membayar billku, cukup dengan duduk saja seorang pelayan mengantarkan bill yang harus aku bayar, selembar 50ribuan aku berikan kepada pelayan tersebut dan masih kembali 6ribu rupiah.


"Sebentar yaa mas kembalian !", ucap dari palayan tersebut.


Aku pun masih duduk untuk menunggu uang kembalianku, namun sesaat kemudian dari muncul sosok wanita yang sangat aku kenal, dia adalah anggun yang juga hadir ke warung makan ini dengan di temani oleh kedua temannya, aku berpikir kalau kedua temannya itu adalah bodyguard dari anggun, kemana pun anggun pergi pasti ada mereka berdua. mereka bertiga pun terlihat kebinggungan mencari bangkku yang kosong karena saking ramenya tempat ini, hanya ada satu meja kosong yaitu meja yang sedang aku duduki sekarang.


Perlahan anggun mengarahkan pandangannya pada diriku, lalu dia dan kedua temannya berjalan menuju ke arahku. seperti biasa gaya berjalannya terliht sangat sombong sekali padahal ada artis juga disini, seharusnya dia bisa berkaca diri dari artis tersebut. tanpa adanya sopan santun dia pun langsung duduk di bangku panjang tepat di depanku, dengan sebuah meja yang memisahkan kita.


"Lu udah selesaikan.. pergi sono !", ucapnya.


"Bentar !", ucapku rada malas.


"Gue bilang sekarang !", ucapnya dengan menggertakku.


"Gue sedang malas berantem !", sautku.


"Kalau gak mau berantem yaa udah pergi !", ucapnya sangat nyolot sekali.


Sesaat kemudian seorang pelayan datang kepadaku dengan membawakan uang kembalian senilai 6ribu rupiah, setelah menerima uang kembalianku, aku pun pergi meninggalkan tiga makhluk astral tersebut dan tentu saja tanpa basa-basi sedikit pun. kenapa bisa mereka keluar jam segini dengan pakaian yang biasa aja layaknya orang sedang tidur, berarti kehidupan anggun sangat bebas sekali dirumahnya, seperti diriku ini keluar kemana pun tidak ada yang melarang.


Saat kulewati artis tersebut aku pun meliriknya karena rasa kekagumanku akan kecantikannya, andai saja aku bisa memilikinya pasti asyik banget. pikiranku pun sangat aku sampai-sampai aku berpikir untuk melakukan hubungan intim dengan seorang artis pasti sensasinya sangat beda dari biasanya, aku pun berfantasi melakukan sex dengan artis yang ku temui tadi.


"Hush.. ngelamun apaan ini, ngayal banget kalau bisa berhubungan dengan mereka, dunia kita terlalu jauh berbeda !", gumamku.


Kemudian aku pun menuju pinggiran jalan raya untuk mencari angkutan umum yang masih beroperasi jam segini, tentu saja untuk mengantarku pulang ke kontrakan. dan setelah aku menaiki angkutan umum tersebut, ku lihat di parkiran rumah makan tersebut nampak mobil BMW berplat nomor L 3513 IAN, sialan kenapa aku baru melihat ketika aku sedang berada di dalam angkutan umum ini, aku pun berpikiran kalau mobil itu adalah milik anggun.


09:15, Kontrakan bu gina


"Gimana belajarnya tadi ?", tanya bu gina.


"Cukup pintar juga anak ibu !", jawabku.


"Kayak ibunya yaa ?", tanyanya lagi.


"Bisa jadi hehehe... !", sautku.


"Mumpung anakku sudah tidur dan suamiku juga sedang keluar rumah.. !", ucapnya.


"Ngapain ?", tanyaku memotong ucapan dari bu gina.


"Halah.. pakai sok jual mahal kamu tuh !", ucapnya begitu to the point.


"Hahaha.. !", ketawa mendengar ucapan bu gina.


Tanpa pikir panjang lagi, kedua tanganku pun langsung memeluk tubuh bu gina dan kucumbu bibirnya, wajahnya sangat chubby membuatku semakin gemas sekali, sensasi berhubungan dengan wanita yang chubby memang sangat berbeda dari wanita pada umumnya, kegemasannya juga terasa lain sekali.


Aku pun mengarahkan tangannya untuk memainkan ku b*r*ngku, lalu tangan kananku mendekap tubuhnya dan mendekatkan ke tubuhku, dan kita pun terus bersilat lidah dan saling bertukar ludah, rasa liur dan ludahnya bercampur jadi satu dengan suara desahannya, tanganku pun bergerilya dengan meremas p*y*dar*nya yang masih terbalut busana dress panjang yang bu gina pakai.


"Habis private'in anaknya sekarang giliran ibunya yaa !", ucap bu gina menggodaku.


"Tenang aja yang di punggut biaya tambahan kok !", sautku.


"Aku ingin minum dulu, mulutku terasa kering !", ucapku.


Aku pun menghentikan cumbuan dan bergerak menuju dapur untuk minum, setelah minum aku kembali melanjutkan permainan lidahku, tangan ku bergerilya di antara kedua p*y*dar*nya, kuremas-remas dan sesekali aku menekan-nekannya. tangan bu gina pun tak mau diam, dia melucuti celanaku sehingga kini bagian bawah sudah bugil. kemudian dia memainkan b*r*ngku dengan mengelus-elus dan mengkocok p*n*sku.


Ku raih resleting di punggung bu gina lalu kuarahkan ke bawah sehingga dress panjangnya terbuka, kini tubuhnya hanya di balut oleh BH dan CD serta hijab yang masih membungkus kepalanya. satu persatu kulucuti B* dan CD nya sehingga nampak jelas p*y*dar*nya dan ******** bu gina yang tembem itu. kini hanya hijabnya saja yang masih menutupi tubuhnya, aku sengaja tidak melepasnya karena ingin memuaskan rasa fantasiku, yaitu berset*buh dengan wanita berhijab.


"Endut !", ledekku setelah melihat tubuh bugil bu gina.


"Enak tau !", sautnya.


kemudian ku palingkan kepalaku menuju p*y*dar*nya, dua bola besar itu ku lahap dengan penuh nafsu, kumainkan p*y*dar* sebelah kiri dengan mulutku lalu tangan kiriku memainkan p*y*dar* sebelah kanannya, dan tangan kananku memainkan kl*t*risnya dengan mengesek-geseknya. hal ini membuat bu gina begitu menggeliat kenikmatan, kedua tangan bu gina memegang kepalaku dan menekannya kedalam p*y*dar*nya sampai aku sangat kesulitan bernafas.


"Hisap lebih kenceng lagi, sampai keluar AS* nya !", ucap bu gina sangat bergairah.


"Yaa... terus nath... lebih kenceng lagi !", desahannya saat ku hisap p*y*dar*nya.


Setelah puas terbenam dalam himpitan p*y*dar* bu gina, aku melanjutkan aksi ku dengan d*ggystyle dalam posisi berdiri, ku balik tubuh dari bu gina sehingga dia kini membelakangiku, lalu tubuh bu gina membungkuk dan kedua tangannya berpegangan pada kulkas yang ada di dapur kontrakannya. sedangkan posisiku kini berdiri dengan penisku yang sudah menegang mengarah tepat di celah-celah m*k* bu gina yang tembem itu, dan kedua tanganku memegang p*nt*t bu gina yang besar dan menggemaskan ini.


"Main cepet aja bu yaa.. takut suami ibu pulang !", ucapku pada bu gina.


"Yaa udah buruan !", ucapnya dengan tidak sabar ingin segera melakukan se*.


Ku arahkan p*n*sku yang sudah sangat mengeras ke k*mal**nnya, ku gesek-gesek perlahan di area luar v*gin* bu gina untuk merangsang dirinya, lalu pelan-pelan ku masukan k*mal**nku kedalam v*gin*nya, kepala p*n*sku sudah tenggelam dalam v*gin*nya lalu kumasukan lagi keseluruhan batang p*n*sku hingga semuanya masuk kedalam k*mal**nnya.


"Aaaahhhh... !", desahan dari bu gina.


"Enak banget nath.. !", ucapnya dengan mendesah.


Ku mulai melakukan penetrasi, ku pegang kedua belahan p*nt*tnya sambil aku remas, lalu ku ayunkan tubuhku maju mundur supaya p*n*sku bisa mengocok-ngocok k*mal**nnya, p*n*s yang sudah sangat keras ini sangat menikmati dan betah berlama-lama di dalam lubang k*mal**n bu gina karena sudah lama sekali aku tidak pernah memanjakan b*r*ngku seperti ini, sangat hangat dan himpitannya sangat nikmat, penetrasiku pun terus berlanjut dengan semakin kencang, desahan bu gina pun juga semakin keras yang membuat nafsuku semakin mengebu-gebu.


"Phaaakk.. phaaakkk.. ", bunyi yang di timbulkan dari aksi penetrasiku karena p*n*sku keluar masuk dengan cairan yang keluar dari v*gin* bu gina, rintihan-rintihan bu gina terdengar sangat nyata seolah dia sangat menikmatinya, aku pun semakin mempercepat penetrasiku dengan menampar p*nt*tnya yang semok, warna merah merona karena tamparan ku pun terlihat jelas di p*nt*tnya, ku remas dengan sangat kuat tanpa mengehentikan penetrasiku.


"Oouuuhh... udah nath... udah... !", rintihan dari bu gina.


"Ben.. tar lagi... !", ucapku penuh nafsu dan nafas yang ngos-ngosan karena sedang penetrasi.


"Oouuuhhh.... udah !", desahannya.


Sesaat sebelum p*n*sku mengeluarkan sp*rm* aku pun dengan cepat menarik p*n*sku keluar dari lubang v*gin*nya, lalu ku tarik tubuhnya untuk menghadap ke arah dan ku arahkan kepalanya tepat di p*n*sku yang akan memuncratkan air m*ni, kini posisi bu gina sedang jongkok untuk melakukan bl*wjob, lalu ku suruh dia untuk mengkulum p*n*sku dengan mulutnya, dia pun melahap batang p*n*sku dengan penuh nafsu, dia hisap sangat kuat untuk mengeluarkan air m*niku, dia pun mulai mengocok p*n*sku dengan mulutnya secara lembut dan perlahan ku nikmati perasaan ini.


Bu gina melakukan manuvernya yang sangat membuatku merinding, dia mengulum semua p*n*sku sampai ke pangkalnya, lalu dia tarik mulutnya dengan dia sedot kencang sekali, lidahnya pun dia gesek-gesekan di kepala p*n*sku, hal ini membuatku seakan terbang melayang, kocokan mulutnya semakin menjadi-jadi tak hanya di kocok tapi dia pun menghisap kuat p*n*sku dengan lidah yang terus di gesek-gesek ke kepala p*n*sku, sensasi rasa yang sangat luar biasa ini membuat sp*rm* ku pun serasa ingin keluar.


"Aku mau keluar bu !", ucapku dengan nafas yang sangat bernafsu.


Bu gina pun menghentikan kulumannya dan aku pun menarik p*n*sku lalu kukocok sendiri dengan tangan kananku, di saat semburan sp*rm*ku keluar aku dengan sengaja memuncratkannya ke arah wajah dari bu gina, air m*ni yang putih kental itu pun membanjiri wajah chubby bu gina. pipinya, matanya, bibirnya hingga hijabnya pun tak luput dari semburan sp*rm*ku.


Setelah puas dengan hubungan intim ini aku dan bu gina segera membersihkan diri dengan air yang berada di toiletnya, setelah bersih kita pun mengenakan pakaian masing-masing lalu melakukan aktifitas seperti sedia kala. yaa.. benar, aku sengaja di minta oleh bu gina untuk memberikan private tambahan untuk anaknya yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak, sebenarnya hanya alasan saja agar aku dan bu gina bisa melakukan perselingkuhan.


"Kalau seperti ini namanya private apa ?", tanya bu gina menggodaku.


"Love lesson !", jawabku singkat.