Xcase

Xcase
Kesaksian (2)



Rabu, 30 Maret


09:00, Ruang Interogasi


Kesaksian Anggun


Hari kedua dan tenyata si daniel mengundang anggun dan adrian untuk memberikan kesaksian dan keterangan tentang yang mereka ketahui semua tentang diriku. seperti yang telah aku prediksi kalau daniel ini memang memfokuskan pada diriku karena dia ingin aku tidak lolos dari masalah ini, daniel terlalu terobsesi untuk menjebloskanku ke dalam sel penjara.


Terlihat sosok herlina kembali menemani interogasi tersebut, dia masuk bersama dengan anggun. dua wanita cantik dengan gaya yang berbeda mencoba untuk tetap tenang dan santai dalam menghadapai interogasi dari daniel. anggun duduk tepat di hadapan daniel sedangkan herlina duduk disisi lain di antara mereka berdua.


"Selamat pagi", sapa dari daniel pada anggun.


"Pagi", jawab singkat anggun dengan wajah yang sangat judes.


"Bisa perkenalkan diri anda sendiri", ucap dari daniel pada anggun menyuruh anggun memperkenalkan dirinya.


"Anggun !", jawab sangat singkat dari anggun memperkenalkan dirinya.


Nampak wajah yang sangat tidak bersahabat dari anggun dan ekspresi yang sangat kesal dari daniel karena merasa sangat di remehkan oleh anggun. sementara itu di sisi lain herlina nampak menutup mulutnya dengan telapak tangannya, sepertinya dia tidak bisa menahan tawa melihat adegan itu. aku yang melihat rekaman ini pun tertawa terpingkal-pingkal saat melihat reaksi anggun dan ekspresi dari daniel.


"Jangan bermain-main dengan saya, saya minta anda memperkenalkan diri anda jadi tolong perkenalkan diri anda", ucap dengan tegas dari daniel.


"Jawab secara jelas dan detail", sautnya lagi.


"Anggun !", jawab singkat dengan tegas pula dari anggun membalas ucapan daniel.


"Hahaha.. ", tertawa lepas dari herlina di tengah ketegangan mereka berdua.


"Diam.. !", bentak dari daniel pada herlina.


"Maaf.. tapi itu tadi sangat lucu sekali, tidak ku sangkah polisi dengan segudang pengalaman harus terpancing emosinya oleh ulah seorang gadis seperti dia", ucap dari herlina menyindir daniel.


"Diam atau keluar dari ruangan ini !", ucap daniel mengancam herlina.


"Baiklah, silahkan teruskan interogasinya", ucap herlina mengalah.


Suasana yang tadi nampak tegang kini mulai mencair dan melebur dalam ketenangan lagi, kali ini giliran daniel yang mengambil alih pembicaraan dan memimpin interogasi ini. disisi lain anggun nampak sangat tenang dan mencoba santai walaupun wajahnya sangat jutek sekali dan tidak bersahabat. dalam hati aku pun merasa sangat terhibur melihat pertunjukan ini, anggun memang tidak senang jika di libatkan dalam kasus ini berarti daniel akan kesusahan dalam mendapatkan informasi dari anggun.


"Anggun wijayanata, salah satu teman nathael di fakultas hukum, apa benar ?", tanya dari daniel.


"Pertanyaan *****", gumam dari anggun sangat judes.


"Jaga mulut anda atau saya tindak anda karena bersifat tidak kooperatif dengan pihak berwajib", ucap dari daniel nampak emosi pada anggun.


"Bisa gak, gak usah basa-basi dan langsung saja ke pointnya", ucap dari anggun pada daniel.


"Buat apa saya harus menjawab pertanyaan yang anda sendiri sudah tau jawabannya, saya yakin jika anda tidak sebodoh itu untuk memanggil seseorang untuk menjadi saksi tapi tidak mengetahui latar belakang saksinya", papar dari anggun memojokan daniel.


"Braaaaakkkk... ", suara pukulan dari daniel yang mengarah ke meja.


"Jaga bicara anda !", bentak sangat keras dari daniel pada anggun dengan mengacungkan jarinya ke arah anggun.


"Tahan emosi anda atau saya akan bilang pada atasan saya untuk menunjukan penyidik lain untuk menggantikan anda dalam memimpin penyelidikan kasus ini", saut herlina pada daniel agar daniel tenang dan tidak terpancing emosinya.


"Bodoh !", gumam dari anggun dengan menatap daniel sangat tajam, tidak sedikit pun ku lihat ekspresi ketakutan dari anggun, sepertinya dia sudah menyadari posisinya.


Anggun sadar dengan posisinya saat ini walaupun aku tidak bilang sepertinya dia bisa mengetahui dari membaca situasi yang ada. dengan herlina disitu dan juga siapa orang yang telah dijadikan tersangka, terlihat sangat jelas kalau anggun memang sengaja meremehkan daniel yang bertindak sebagai pemimpin dari penyelidikan kasus ini.


Namun hal ini sangat tidak menguntungkan bagi daniel yang sangat ingin memiliki kuasa penuh dari penyelidikan ini, aku sengaja memberikan perintah pada herlina untuk tidak mengganggu apa pun rencana dari daniel agar dia bisa meneruskan penyelidikan ini dan tetap terobsesi untuk memenjarakanku. dengan begitu aku bisa mencari seluruh kesalahannya dan menggunakannya untuk menuntut balik daniel.


"Seberapa dekat anda dengan nathael ?", tanya dari daniel tanpa banyak basa basi lagi.


"Teman", jawab dari anggun.


"Teman baik atau hanya sekedar teman biasa, atau ada hal yang lebih dari itu ?", tanya daniel.


"Teman biasa", jawab anggun.


"Sejak kapan anda berteman dengan nathael ?", tanya dari daniel.


"Semester kemarin", jawab dari anggun.


"Selama anda menjadi teman dari nathael, bagaimana menurut anda sifat nathael ini ?", tanya dari daniel.


"Dingin, misterius dan sangat jenius", jawab dari anggun.


"Misterius, bisa di beri gambaran tentang seberapa misteriusnya nathael ?", tanya dari daniel.


"Bagaimana saya bisa menjelaskan kemisteriusannya kalau dia sangat misterius", jawab dari anggun.


"Apa anda bisa memberikan contoh jawaban dari pertanyaan anda ?", tanya balik dari anggun pada daniel.


"Contohnya adalah nathael sangat misterius dalam menutupi masa lalunya atau keluarganya", jawab dari daniel dengan sangat menahan emosi.


"Jika seperti itu bukan misterius lagi karena apa yang dia sembunyikan telah di ketahui oleh orang lain", sangkal dari anggun atas pernyataan daniel.


"Atau jangan-jangan anda tidak mengerti arti dari kata misterius itu sendiri", ucap anggun meremehkan daniel.


"Ehemm... sudah cukup lebih baik ganti pertanyaan dari pada berlarut-larut seperti ini", saut herlina menengahi mereka berdua dengan menahan tawa.


"Sebelum peristiwa itu kapan terakhir kali anda bertemu atau berhubungan dengan nathael ?", tanya dari daniel.


"Bertemu terakhir saat kita berdua nonton, kapan tepatnya sudah lupa", jawab dari anggun.


"Kalau untuk berhubungan ?", tanya daniel lagi.


"Berhubungan apa maksud anda, jika maksud anda berhubungan badan saya akan menuntut anda atas ucapan anda itu !", ucap dari anggun lagi-lagi memojokan daniel, terlihat sekali kalau anggun sengaja mencari kesalahan dari daniel untuk dia gunakan menyerang daniel.


"Maaf.. maksud dari pak daniel adalah hubungan via telepon atau aplikasi chating lainnya", saut herlina menegaskan pertanyaan dari daniel.


"Saya lupa kapan terakhir kali saya berkomunikasi dengan nathael", jawab anggun.


"Gadis ini sangat tidak memiliki etika", ucap daniel dengan menggeleng-gelengkan kepala.


"Anda meminta saya untuk lebih jelas dan detail dalam menjawab tapi anda sendiri melontarkan pertanyaan yang tidak jelas", saut dari anggun memaki daniel.


"Sedikit pun saya tidak takut dengan anda karena posisi saya tidak bersalah dan tidak ada satu pun bukti yang memberatkan saya jadi tolong hargai saya maka saya akan menghargai anda", imbuh dari anggun membalikan ucapan dari daniel.


"Ceritakan dengan detail saat pertemuan terakhir anda dengan nathael ?", tanya dari daniel.


"Hanya acara nonton biasa dan kita berdua janjian, lebih tepatnya nathael yang mengajakku untuk nonton karena dia saat itu sedang terlibat taruhan dengan temannya si adrian untuk mendapatkan cintaku", jawab dari daniel.


"Lalu siapa pemenang dari taruhan itu ?", tanya daniel.


"Sudah jelas nathael lah pemenangnya", jawab dari anggun.


"Apa anda sempat menjalin hubungan dengan nathael, maksud saya pacaran ?", tanya dari daniel.


"Hanya beberapa minggu saja, tidak lebih dari sebulan", jawab dari anggun.


"Kapan kalian menjalin hubungan ?", tanya daniel.


"Lupa tepatnya kapan tapi yang pasti beberapa minggu setelah pertemuanku dengannya pertama kali, awal semester kemarin", jawab dari anggun.


"Apa ada yang mengetahui hubungan anda dengan nathael termasuk keluarga anda ?", tanya dari daniel.


"Tidak, kita backstreet", jawab dari anggun.


"Kenapa anda tertarik menjalin hubungan dengan nathael ?", tanya dari daniel.


"Karena dia jenius", jawab dari anggun.


"Lalu kenapa anda putus ?", tanya lagi daniel.


"Saya memergoki dia berselingkuh dengan tante-tante lebih tepatnya si korban", jawab dari anggun.


"Selingkuh, bisa cerita lebih jelas lagi maksud anda dengan berselingkuh ?", tanya dari daniel sangat antusias.


"Apa anda juga tidak mengerti arti kata selingkuh, apa saya harus menjelaskannya ?", tanya balik anggun dengan menggurui daniel.


"Lebih baik anda tata bahasa anda sebelum bertanya karena dia sengaja mencari kesalahan anda", ucap anggun pada daniel dengan berbisik.


"Kenapa anda bisa yakin kalau nathael berselingkuh dengan korban ?", lanjut tanya dari daniel mencoba tidak terpancing emosinya karena ulah anggun.


"Karena mereka berdua terlihat begitu mesra, bahkan mereka berdua berani tinggal satu atap di rumah korban, buktinya kronologi dari pembunuhan sudah sangat jelas membuktikan kalau nathael dan korban sudah biasa tinggal satu atap, sebelum korban meninggal nathael tidur di rumah itu kan", jawab dari anggun penerangkan penjelasannya.


Melihat rekaman ini aku pun menelan ludahku sendiri, serasa tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh anggun. aku tidak habis pikir kenapa dia berani sekali mengarang cerita seperti ini, apa tujuannya sampai bertindak senekad ini dengan memberikan keterangan palsu. aku sangat yakin jika dia sudah tau resiko dari memberikan kesaksian palsu tapi kenapa dia masih melakukan hal ini, pasti dia telah menyiapkan sebuah rencana.


"Berselingkuh dengan tante-tante, apa mungkin nathael hanya memanfaatkan korban saja ?", tanya daniel.


"Mungkin saja, kan dia anak dari keluarga yang tidak mampu", jawab dari anggun.


"Emang selama ini anda tidak tau siapa nathael sebenarnya terutama tentang keluarganya ?", tanya daniel.


"Yang saya tau dia hanya tinggal sendiri di sebuah kontrakan kecil, dan dia bekerja keras untuk mencukupi semua kebutuhannya. tentang keluarganya saya tidak tau dan dia tidak pernah bercerita", jawab dari anggun.


"Nathael di sebut sebagai tersangka atas kematian bella aprilllia, apa anda percaya akan hal itu ?", tanya dari daniel.


"Jika semua bukti dan saksi memberatkan dia, yaa.. percaya gak percaya harus percaya kalau dia adalah tersangkanya", ucap dari anggun sangat santai.


"Apa anda mengenal siapa korban ?", tanya dari daniel.


"Tidak", jawab singkat dari anggun.


"Saya mendapatkan sebuah informasi jika korban adalah teman lama dari mama anda, apa anda tau akan hal ini ?", tanya dari daniel.


"Tidak", jawab dari anggun.


"Pertanyaan selanjutnya mungkin lebih intens jauh ke dalam kehidupan pribadi anda, anda siap ?", tanya dari daniel.


"Apa dari tadi saya terlihat tidak siap menjawab pertanyaan anda ?", tanya balik anggun pada daniel dengan nada sedikit sengak.


"Anda benar-benar orang yang tidak suka basa-basi", gumam dari daniel.


"Umur mempengaruhi daya ingat anda, tadi sudah saya bilang seperti itu", saut dari anggun melawan ucapan dari daniel.


"Baiklah.. pertanyaan selanjutnya apakah anda mengetahui atau tidak tentang perselingkuhan mama anda dengan suami korban ?", tanya dari daniel nampak sangat jengkel.


"Tidak", jawab anggun sangat santai.


"Apa anda percaya kalau mama anda selingkuh dengan suami korban ?", tanya daniel lagi.


"Tidak", jawab singkat anggun.


"Jika itu benar terjadi, bagaimana anda menyikapi hal ini ?", tanya dari daniel.


"Biasa saja", jawab dari anggun sangat tenang.


"Kenapa ?", tanya dari daniel mencercar anggun.


"Itu kan pilihan dia, jika dia sudah memilih seperti itu maka dia sudah siap dengan konsekuensinya", jawab si anggun.


"Keluarga macam apa ini", gumam dari daniel.


"Baiklah kali ini sudah cukup sampai disini, lain kali jika di perlukan kembali kita akan memanggil anda lagi", ucap dari daniel dengan memijat-mijat kepalanya.


"Buang-buang waktu saja", saut dari anggun sedikit ngedumel.


"Tunggu sebentar, saya ingin bertanya beberapa pertanyaan pada anda !", saut herlina pada anggun.


"Tanya apa ?", tanya dari anggun dengan ketusnya.


"Anda bilang anda pernah menjalin hubungan dengan nathael tapi kalian berdua backstreet, aku ingin tau selama backstreet itu apa nathael pernah memberikan sesuatu kepada anda, mungkin semacam hadiah atau hal lainnya ?", tanya dari herlina.


"Gak pernah, dia bukanlah cowok yang romantis", jawab dari anggun.


"Menurut anda type cowok seperti apa nathael ini terhadap pasangannya ?", tanya herlina lagi.


"Cowok mesum kali yaa... karena tiap kali dekat dengan diriku dia selalu *****-***** dan mengajakku bercumbu", jawab dari anggun.


"Lalu apa anda menerima ajakannya itu ?", tanya herlina dengan ekspresi nampak memendam rasa jengkel dan cemburu.


"Kenapa gak toh hal tersebut cuma udah wajarkan untuk pacaran anak jaman sekarang, tapi aku selalu menolak kalau dia mengajakku untuk berhubungan intim", jawab dari anggun.


Mendengar jawaban dari anggun, herlina pun sedikit berubah dan ikut terpancing rasa cemburunya. anggun memang pintar jika harus bersilat lidah dan memutar balikan keadaan, wanita ini akan menjadi batu sandungan jika tidak segera di singkirkan. mungkin dia ingin merusak hubunganku dengan herlina karena ingin membalas dendam tentang apa yang pernah aku lakukan dulu terhadapnya dan kekasihnya.


"Ada lagi yang ingin di tanyakan ?", tanya anggun pada herlina.


Terlihat daniel geleng-geleng kepala melihat sifat dari anggun yang selalu melawan dirinya, dalam hatiku yang menyaksikan hal ini tertawa terbahak-bahak. sebuah pertunjukan yang sangat menarik sekali, inilah sifat asli dari anggun jika sedang jenuh dan merasa tidak nyaman dengan situasi yang dia alami saat ini.


"Tapi aku kepikiran tentang herlina", ucapku dalam hati.


Kesaksian Adrian


Dan saksi kedua untuk hari ini adalah adrian, si teman baikku yang ternyata memang di panggil oleh daniel untuk di mintai keterangan tentang semua yang dia tau akan diriku ini. kali ini mungkin akan lebih seru karena ini lah yang aku tunggu-tunggu, aku ingin melihat seberapa jauh adrian akan memberikan keterangannya.


"Selamat siang saudara adrian", sapa ramah dari daniel pada adrian.


"Siang pak", saut adrian membalas sapa dari daniel.


"Sebelum memulai saya mohon untuk kerjasama nya dan tolong jawab dengan jelas dan sedetail mungkin", ucap dari daniel.


"Tentu pak", ucap dari adrian.


"Anda ini adalah teman dari nathael di kampus, seberapa dekat hubungan pertemanan anda ?", tanya daniel santai.


"Deket banget pak, ibaratnya dah kayak saudara bukan temen lagi, apa-apa kita selalu bareng kok", jawab dari adrian.


"Sejak kapan anda kenal atau berteman dengan nathael ?", tanya dari daniel.


"Sejak pertama masuk kuliah, saya kenal dia waktu kuliah soalnya", jawab dari adrian.


"Menurut anda bagaimana sifat dari nathael ini ?", tanya dari daniel.


"Baik bangetlah pak, cincai deh pokoknya tuh anak.. di ajak apa aja ayo dan setiap ada resiko kita pasti tanggung bareng-bareng, setia kawan", jawab dari adrian dengan mengacungkan dua jempolnya.


"Apa nathael banyak omong dan aktif ?", tanya dari daniel.


"Pendiem dia itu dan gak terlalu aktif, ngomong cuma seperlunya aja dia", jawab dari adrian.


"Hal apa yang bisa membuat nathael aktif dan banyak omong ?", tanya dari daniel.


"Apa yaa... ga tau deh apaan, dia tuh pokoknya setiap tindakannya sudah terencana jadi dia lebih memilih diam biar rencananya gak di ketahui oleh seseorang", jawab dari adrian dengan berpikir keras.


"Bisa berikan contoh tentang tindakan yang terencana dari nathael ?", tanya dari daniel.


"Apa yaa... ohh waktu kita berdua bertengkar dengan anggun dan berencana ingin mengerjai anggun, dia keluarkan tuh rencana liciknya dan sampai sekarang anggun gak tau kalau yang ngerjain itu adalah nathael dan saya", jawab dari adrian.


"Bisa cerita lebih detail bagaimana rencana licik nathael itu ?", saut dari herlina bertanya pada adrian.


"Jadi gini mbak, si nathael berencana ingin merusak hubungan anggun dengan pacarnya, nathael bayar ******* untuk berpura-pura jadi pacar dari cowoknya anggun, lalu nathael menyiram cat di mobil cowoknya anggun, lalu dia tuliskan sebuah inisial nama cewek yang berpura-pura jadi pacaranya cowoknya anggun, terus nathael ngasih sebuah surat yang di selipkan di dalam novel unfaithful miliknya dan di berikan ke sopir anggun, kemudian anggun baca surat itu dan anggun pun memutuskan cowoknya", terang panjang lebar dari adrian.


"Ide yang biasa saja", saut dari daniel.


"Buset.. bapak kalau di adu dengan nathael, saya berani taruhan megang nathael.. bapak mah bukan tandingan dari nathael", celetuk dari adrian.


"Benar apa yang di katakan oleh pak daniel, rencananya itu sedikit ceroboh", saut herlina.


"Ceroboh gimana, buktinya sampai sekarang anggun gak tau siapa orang yang ngerjain dia", sangkal dari adrian.


"Bukan masalah tau atau tidaknya, tapi menurutku kalau anggun mau mencari tau tentu sangat gampang sekali menemukan pelakunya", ucap dari herlina.


"Bagaimana bisa ?", tanya dari adrian pada herlina.


"Dia menggunakan sebuah novel untuk menyelipkan sebuah surat, kalau anggun mau bisa saja anggun mencari tau tentang asal-usul novel itu", ucap dari herlina.


"Gak bakal tau lah anggun, wong itu novel sudah gak beredar lagi di pasaran dan tercetak cuma beberapa lembar saja tidak banyak", jawab dari adrian.


"Maksud anda limited edition ?", tanya dari herlina.


"Sepertinya seperti itu, lagian penulisnya juga gak terkenal jadi pasti kesusahan si anggun mencari tau asal usul dari novel itu, pasti dia berpikir kalau novel itu hanyalah novel biasa saja", terang dari adrian sangat serius.


"Sudah cukup, kita kembali ke topik awal", saut daniel menghentikan tanya jawab antara herlina dengan adrian.


"Menurut anda apa benar nathael yang melakukan pembunuhan itu ?", tanya daniel pada adrian.


"Gak percaya seh kalau nathael yang ngebunuh, gak mungkinlah dia ngelakuin itu", jawab dari adrian.


"Kenapa anda bisa seyakin itu ?", tanya daniel lagi.


"Alasannya apa dia ngelakuiin hal itu, lagian juga terlalu bodoh untuk nathael ngelakuin pembunuh dengan ninggalin bukti-bukti yang memberatkan dirinya sendiri", jawab adrian.


"Dia itu otaknya pinter banget lho.. kalau dia yang ngebunuh dia gak bakal ninggalin bukti atau jejak yang mengarah ke dirinya", imbuh dari jawaban adrian.


"Ok, lalu apa anda tau tentang masa lalu nathael dan juga keluarganya ?", tanya daniel.


"Kurang seberapa tau, dia cuma anak kurang mampu saja yang tinggal di kontrakan kecil dan kerja untuk mencukupi kebutuhannya sendiri, kalau tentang keluarganya dia gak pernah cerita tuh pak", jawab dari adrian.


"Katanya teman dekat dan bahkan seperti saudara.. masak gak tau tentang latar belakang nathael seperti apa ?", tanya dari daniel.


"Lhoo.. emang benar kita itu sohib banget, cuma tentang masa lalunya saya ga tau dan gak mau tau, lagian juga ngapain kita ngelihat masa lalu tar di kira gagal move on lagi, hehehe.. ", ucap dari adrian bercanda.


"Bener gak mbak", celetuk adrian lagi dengan menggoda herlina.


"Kalau untuk keluarganya, apa anda tidak pernah bertanya pada nathael ?", tanya herlina tidak menggubris godaan adrian.


"Pernah seh cuma dia bilang keluarganya ada di kampung dan jauh banget, cuma itu doank dia jawabnya setelah itu saya gak pernah tanya-tanya lagi", jawab dari adrian atas pertanyaan herlina.


"Selama berteman dengan nathael, apa nathael pernah punya kekasih ?", tanya dari daniel pada adrian.


"Kekasih yaa si anggun itu kekasihnya dia", jawab adrian sangat santai.


"Berapa lama mereka menjalin hubungan ?", tanya dari daniel.


"Lumayan lama, awal semester kemarin mereka pacaran dan kayaknya sampai sekarang deh, tapi gak tau juga kalau udah putus kan si nathael lagi terlibat kasus ini", jawab dari adrian.


"Keluarga dari anggun tau tentang hubungan mereka ini ?", tanya dari daniel.


"Mereka backstreet kalau gak salah dari keluarga anggun, yaa maklum lah pak namanya juga anak kolongmerat pacaran dengan gembel, kayak film romeo dan juliet lah", jawab dari adrian.


"Jangankan ama keluarga pak, ama saya aja mereka rahasiakan hubungan itu tapi yaa lama-kelamaan ke cium juga dari gelagat mereka berdua", sambung dari adrian.


"Menurut anda mereka saling cinta ?", saut dari herlina bertanya pada adrian.


"Cinta banget wong sampai-sampai mereka katanya sempet mau serius'in hubungan mereka", jawab dari adrian pada herlina.


"Serius"in gimana ?", tanya herlina penasaran.


"Kan habis selesai kuliah si nathael bakal ngelamar si anggun, itu juga katanya seh.. kata nathael, kan nathael selalu curhat sama saya", jawab dari adrian.


"Kan orang tua anggun gak setuju ?", saut daniel bertanya pada adrian.


"Yaa elah... coba dulu baru tau hasilnya, kalau udah cinta mah apa aja bakal di lakuin.. bener gak mbak ?", jawab adrian dengan melirik kearah herlina untuk menyakinkan jawabannya.


"Apa anda pernah bertengkar dengan nathael ?", tanya dari daniel selanjutnya.


"Seringlah pak.. yang namanya teman baik itu pasti pernah bertengkar kalau gak berantem ibarat masakan gak ada asin-asinnya", jawab dari adrian.


"Tentang apa biasanya kalian berantem ?", tanya dari daniel.


"Paling hal-hal kecil macam telat dateng saat janjian atau lain sebagainya deh", jawab dari adrian.


"bertengar soal uang atau cewek pernah gak ?", tanya dari daniel.


"Kalau soal uang gak pernah soalnya kita berdua sama-sama royal dan gak perhitungan, tapi kalau soal cewek seh pernah", jawab dari adrian.


"Bisa di ceritakan ?", tanya dari daniel.


"Sekali doank itu juga waktu ngerebutin si anggun, kita taruhan untuk dapetin cintanya tapi nathael yang menang karena dia memang jenius dan juga punya kharismatik tersendiri", jawab dari adrian.


"Lalu perasaan anda gimana setelah di kalahkan oleh nathael ?", tanya daniel.


"Biasa aja seh pak, kan kita harus sprotif.. kalau kalah yaa akui kalah kalau menang yaa akui menang, walau awal-awalnya gak terima tapi seiring berjalannya waktu saya bisa legowo dan menerima kekalahan itu", jawab dari adrian.


"Anda tidak tau yaa bagaimana hubungan mereka saat ini, setelah nathael di tetapkan sebagai tersangka atas kasus ini ?", tanya daniel.


"Tidak tau pak, gak pernah berhubungan dengan anggun saya.. tapi kalau ama nathael seh masih walau jarang", jawab dari adrian.


"Lalu sebelum peristiwa kematian korban, kapan terakhir kali anda bertemu dengan nathael ?", tanya dari daniel.


"Korban matinya tanggal 1 kan yaa.. berarti sebelum tanggal 1 januari yaa, maksud bapak ?", tanya balik dari adrian dengan mencoba mengingat-ingat sesuatu.


"Iya benar", saut dari daniel.


"Ohh.. pernah, baru inget saya.. pas tahun baru setelah perayaan kembang api, mungkin jam 2 atau jam 3an dini hari, kalau gak salah lho yaa", jawab dari adrian.


"Dimana dan sama siapa nathael waktu itu ?", tanya dari daniel.


"Di sebuah rumah makan di daerah embong malang, rumah makan rawon setan, kalau ama siapanya dia dengan seorang cewek", jawab dari adrian.


"Anggun ?", saut herlina bertanya pada adrian.


"Bukan, kalau anggun mah saya kenal walau hanya lihat bodynya aja", jawab dari adrian atas pertanyaan herlina.


"Emangnya anda gak bertatap muka ?", tanya dari daniel.


"Enggak pak, saya cuma lihat dari kejauhan saja, lagian gak enak pak kalau ganggu teman yang lain mesra-mesra dengan ceweknya", jawab dari adrian.


"Wanita seumuran atau sudah paruh baya.. lalu mereka terlihat mesra atau bagaimana ?", tanya dari daniel.


"Mereka mesra soalnya saling pelukan, kalau untuk usianya saya gak bisa masti'in pak", jawab dari adrian.


"Apa anda perhatikan cukup lama atau sepintas saja ?", tanya daniel.


"Cukup lama juga seh sampai mama saya datang dan akhirnya saya memutuskan untuk pergi dan tidak meneruskan aksi saya", jawab dari adrian.


"Aksi !", saut dari herlina menegaskan ucapan dari adrian.


"Maksud saya melihat si nathael.. kan saya penasaran mbak dengan ceweknya nathael waktu itu tapi karena gak bisa lihat wajahnya dan mama saya ada disana jadi saya putuskan untuk mengakhiri rasa penasaran saya gitu", tutur dari adrian.


"Lalu setelah peristiwa pembunuhan ini apa anda pernah di hubungi oleh nathael atau bertemu dengannya ?", tanya dari daniel.


"Subuh nya dia sempat telepon saya tapi pakai nomor yang gak di kenal, sekitar pukul 05:00 pagi deh", jawab dari adrian.


"Kapan itu dan dimana saat itu nathael berada ?", tanya dari daniel.


"Tanggal 1 setelah saya melihatnya di tugu pahlawan, kalau untuk dimananya dia cuma bilang lagi di rumah temannya gitu, padahalkan si nathael ini temannya cuma saya doank", jawab dari adrian.


"Dia nampak gugup dari nada bicaranya, lalu dia juga nampak panik gitu deh.. mungkin dia sedang dalam masalah waktu itu", sambung dari keterangan adrian.


"Hal apa yang bisa membuat nathael seperti itu ?", tanya dari daniel.


"Dia gak bilang pak.. dia cuma tanya tentang cara bersih'in noda di baju pakai apa yaa, gitu tanyanya", jawab dari adrian.


"Nice.. sudah terbuhung perlahan-lahan missing link yang ada", gumam dari daniel nampak sangat yakin sekali.


"Missing link apaan pak ?", tanya dari adrian.


"Tidak.. tidak apa-apa, kita lanjutkan lagi yaa", ucap dari daniel.


"Pakaian apa yang di kenakan oleh nathael saat anda melihatnya di rumah makan rawon setan waktu itu ?", tanya dari herlina pada adrian.


"Kalau gak salah lho yaa.. dia pakai pakaian yang sama saat dia di tangkap pertama kali, kan di tipi-tipi ada tuh gambarnya nathael saat di gelandang ke kantor polisi, yaa.. udah itu pakaiannya", jawab dari adrian.


"Kan gak lama kan saat kematian korban dengan di tangkapnya nathael", imbuh dari adrian lagi menegaskan pernyataannya.


"Bisa pinjam handphonenya untuk kita lacak dan mencari tau tentang percakapan anda dengan nathael di waktu itu ?", tanya dari herlina pada adrian.


"Boleh aja seh.. tapi masalahnya kartu saya udah ganti tuh mbak, maklum cuma ngejar paketannya doank, paketan habis yaa di buang deh", jawab dari adrian.


"Gak apa-apa di cek aja dulu", saut dari daniel.


"Yaa udah kalau gitu, nih mbak", ucap adrian memberikan handphonenya pada herlina.


"Lalu apa solusi yang anda berikan pada nathael waktu itu ?", tanya dari daniel.


"Gak tau deh pak, kan saya gak pernah nyuci pakaian", jawab dari adrian.


"Ehm... untuk saat ini udah dulu yaa, nanti akan kita panggil lagi anda untuk mendapatkan keterangan yang lebih detail lagi", ucap dari daniel.


"Siap pak", saut dari adrian dengan semangatnya.


Hahaha.. aku benar-benar tidak tau apa yang sedang adrian pikirkan kali ini, tapi tidak masalah bagiku karena aku sudah menentukan target siapa yang bakal aku bidik pertama. selanjutnya adalah bagaimana dirimu bisa terlepas dari jebakanku, hanya butuh sebuah trik kecil untuk mengupas misteri yang ada.