
Kamis, 08 Desember
10:10, Bandara Juanda
"Maskapai sialan.. selalu saja tidak tepat jadwal !", gumamku sendiri.
Saat ini aku sedang menunggu kedatangan dari bu anna, ibu dari adrian teman kampusku. bu anna sebenarnya sedang melakukan perjalanan dinas keluar kota untuk kepentingan dari perusahaannya, dan karena terjadi musibah yang menimpa anaknya si adrian terpaksa dia pun harus pulang lebih cepat untuk memastikan keadaan dari adrian. orang tua yang sangat menyayangi anaknya, tapi sayang anaknya sangat di luar kontrol.
Bandara Internasional Juanda yang berada di surabaya menjadi tempatku menunggu bu anna, aku hanya seorang diri menunggunya karena adrian sejak dari kemarin tidak mau mengangkat telepon dariku bahkan telepon dari ibu nya sendiri, sehingga bu anna sangat khawatir dan menyuruhku untuk segera menjemputnya di airport sekarang ini.
Untung saja aku memiliki tante bella yang merasa berhutang budi padaku jadi aku sengaja memanfaatkannya untuk meminjam mobilnya untuk menjemput bu anna di bandara. setelah cukup lama aku menunggu kedatangan dari maskapai DelayAir akhirnya aku pun mendengar suara speaker yang menyebutkan kalau pesawat yang mengangkut bu anna telah landing, lalu aku pun segera menunggu bu anna di pintu keluar.
Terlihat dari kejauhan sosok wanita paruh baya dengan hijabnya sedang berjalan ke arahku, inilah bu anna ibu dari adrian. wanita single parent yang harus berjuang sendiri untuk mencukupi semua kebutuhan hidupnya dan juga adrian, benar-benar wanita perkasa dan tahan banting.
"Lama yaa nath !", ucap dari bu anna.
"Delaynya lama banget !", sautku.
"Iya.. kebiasaan tuh maskapainya tiap kali terbang pasti delay mlulu !", saut dari anna.
"Kamu naik apa nath ?", tanya dari bu anna.
"Naik mobil temen bu !", jawabku.
"Mobil ibu masih di kantor polisi ?", tanya dari bu anna.
"Udah saya bawa ke bengkel kok !", ucapku.
"Ohh.. syukurlah, kita cari makan dulu nath, ibu belum makan soalnya !", ucap dari bu anna.
"Di bandara apa keluar dari bandara ?", tanyaku.
"Disini aja deh nyari makannya.. habis itu kita langsung pulang ke rumah !", ucap dari bu anna.
"Ok deh !", ucapku.
Aku dan bu anna pun berjalan menuju kesebuah warung makan yang ada di bandara ini, akhirnya tujuan kini pun mengarah ke sebuah warung makan sederhana yang ada di depan pintu masuk. setelah duduk di meja makan kami, bu anna dan aku memesan makanan yang sama yaitu soto lamongan dengan minumnya es jeruk, sambil menunggu makanan obrolan pun kita lanjutkan kembali.
"Jadi keadaan adrian sekarang bagaimana nath ?", tanya dari bu anna.
"Adrian gak apa-apa kok bu !", jawabku.
"Kejadian sebenarnya kayak gimana seh ?", tanya dari bu anna.
"Jadi waktu itu adrian ngebut terus ketahuan polisi dan disuruh polisi untuk berhenti tapi adrian bukannya berhenti malah memacu mobilnya lebih kenceng lagi !", terangku.
"Lalu saya coba peringatin adrian untuk berhenti dari pada tar panjang urusannya tapi adrian gak dengeri saya jadi terpaksa saya tarik hand rem nya, saat mobil berhenti mendadak tiba-tiba mobil di belakang kita gak bisa menghindari jadi nabrak bagian belakang mobil bu anna !", terangku lagi.
"Terus urusannya gimana tuh ?", tanya lagi dari bu anna.
"Udah kelar semua kok, saya ganti'in mobil orang yang nabrak mobil bu anna, lalu saya servis juga mobil bu anna.. banyak sedikitnya saya juga salah dalam masalah ini !", ucapku pada bu anna.
"Makasih yaa nath, lalu urusan ama polisi gimana ?", tanya bu anna lagi.
"Sudah beres semua !", jawabku.
"Sudah beres gimana ?", tanya dari bu anna.
"Yaa.. pertama-tama seh polisi gak percaya dengan omongan saya tapi yaa akhirnya mereka tau juga karena saya minta bantuan temen dari om teguh untuk ngejelasin kondisi yang sebenarnya !", terangku pada bu anna.
"Tapi kok kamu bisa keluar lebih dulu ?", tanya dari bu anna.
"Karena saya ada urusan lain bu dan untungnya urusan itu juga sangat penting dan berhubungan dengan instasi lainnya jadi polisi memberikan ijin pada saya, lalu saya sempetin deh untuk ke kampus dulu !", jawabku.
"Mamamu tau ?", tanya dari bu anna.
"Gak tau kayaknya, soalnya saya juga gak ngasih kabar ke mereka !", ucapku.
"Kirain kamu minta bantuan ama keluargamu !", ucap dari bu anna.
"Gak bu, lagian juga mereka udah bener-bener gak mau bantu saya lagi, kayaknya saya memang di keluarkan dari keluarga saya !", ucapku pada bu anna.
"Gak boleh kayak gitu mikirnya, berpikir positif aja dan terus berusaha buat ngeyakini mereka lagi, lagian mamamu juga sering kok nanya-nanya tentang kamu !", ucap dari bu anna.
"Ohh.. gimana kabar mereka ?", tanyaku pada bu anna.
"Baik-baik aja kok !", ucap dari bu anna.
"Lagian kamu kan bisa sesekali maen ke kantor !", ucap dari bu anna.
"Gak minat !", ucapku.
"Emang kamu gak kangen dengan mamamu dan juga adikmu yang lucu banget tuh !", ucap dari bu anna.
"Kangen seh.. tapi yaa sudahlah, biar waktu aja yang menjawab !", ucapku.
"Permisi !", ucap dari seorang pelayan.
Seorang pelayan warung makan ini pun datang memotong pembicaraanku dengan bu anna, karena pelayan ini membawa makanan pesanan kami berdua. seporsi soto lamongan dan juga es jeruk tersaji di atas meja makanku, aku pun menyantapnya dengan lahap untuk menghilangkan rasa laparku sembari di kita melanjutkan obrolan kita.
"Mau sampai kapan kamu kayak gini ?", tanya bu anna.
"Sampai mereka semua sadar kalau yang aku lakuin itu benar, yaa walaupun caranya salah !", ucapku.
"Sebenarnya ibu tidak mau masuk kedalam ranah pribadimu karena ibu bukan siapa-siapa, ibu hanyalah orang yang kebetulan saja berada di posisi seperti ini, hanya karena kau berteman dengan anak ibu jadi mamamu menjadikan ibu sebagai informannya untuk mengetahui keadaanmu !", ucap dari bu anna.
"Tapi kalau menurut ibu pribadi, apa yang sudah kamu lakukan dulu emang salah namun benar juga katamu, jika kamu tidak melakukan tindakan itu mungkin semuanya tidak akan berakhir !", ucap dari bu anna.
"Udahlah bu.. saya gak mau lagi bahas soal itu !", ucapku sambil mengunyah makanan.
"Sebenernya ibu kasian banget ama kamu nath tapi semuanya sudah terjadi, jadi mau diapain lagi toh waktu gak bisa di putar lagi !", ucap dari bu anna.
"Maka dari itu saya ingin mengakhiri pembahasan ini dan segera ganti topik saja !", ucapku.
"Hehehe.. maaf !", ucap dari bu anna.
"Tapi ibu tidak pernah bicara dengan adrian kan tentang ini semua ?", tanyaku pada bu anna.
"Gak pernah.. sampai saat ini rahasaimu aman !", ucapnya sambil mengunyah makanan.
"Baguslah !", ucapku.
Wanita ini adalah salah satu orang yang mengetahui rahasia masa laluku jadi aku tidak boleh membiarkannya bicara kepada siapa pun dan aku harus bisa membuat bu anna untuk menjaga rahasia itu. semua ini gara-gara mamaku yang terlalu picik untuk menerima kenyataan, tapi wajar saja jika mamaku bersikap seperti itu karena gengsinya terlalu besar bahkan setelah kejadian itu pun dia masih saja menjaga imagenya agar tidak tercoreng karena menerimaku.
Sudah seporsi soto lamongan ini kita habiskan dan segelas es jeruk pun telah habis kita minum, kini saatnya kita berdua untuk membayar tagihannya dan segera pulang kerumah bu anna untuk menemui adrian dan memastikan keadaannya baik-baik saja. aku dan bu anna pun menuju ke mobil yang terparkir tidak jauh di area tunggu depan bandara.
"Bagus juga mobil temanmu ini !", ucap dari bu anna.
"Iya bu !", sautku.
"Anak orang kaya yaa temanmu ini ?", tanya dari bu anna.
"Biasa aja seh !", jawabku.
"Masak seh... mobilnya mewah banget pasti anak orang kaya lah !", ucap dari bu anna.
"Pinter juga kamu nyari teman !", ucap bu anna.
Aku pun segera masuk kedalam mobil tersebut dan di ikuti oleh bu anna yang duduk di kursi depan bersebelahan denganku yang sedang menyetir. ku pacu mobil mobilku meninggalkan bandara untuk menuju ke rumah bu gina. di antara aku dan juga bu anna ini tidak ada yang tau dimana adrian sekarang berada dan juga bagaimana dengan keadaannya karena dia tidak ada kabar sama sekali.
"Hari ini kamu gak ada ujian semester ?", tanya dari bu anna.
"Nanti jam 14:00 siang !", jawabku.
"Ohh.. kalau adrian jam berapa ?", tanya dari bu anna.
"Sama dengan aja cuma beda ruangan saja !", jawabku.
"Sekalian aja nanti kamu ajak bareng dia ke kampus !", ucap dari bu anna.
"Gak tau deh dia mau apa gak soalnya kemarin dia ngamuk banget sama saya bu !", ucapku pada bu anna.
"Ngapain seh pakai ngamuk-ngamuk kayak gitu dah kayak anak kecil aja !", saut dari bu anna.
"Maklumlah bu namanya juga masih remaja, emosi masih labil !", ucapku.
"Capek ngasih tau dia, sifatnya tuh dah kayak yang paling hebat aja !", ucap bu anna sedikit kesal.
"Yaa udahlah bu toh juga nanti bakal ada masanya dimana dia bisa berpikir dewasa !", ucapku pada bu anna.
Itulah sekelumit perbincanganku dengan bu anna sepanjang perjalanan menuju kerumahnya, hingga sampai aku dirumah bu anna aku pun sengaja memarkirkan mobilku di pinggir jalan raya karena aku takut jika adrian mengenali mobil ini, L 3513 IAN adalah plat nomor mobil ini sangatlah tidak asing bagi dirinya oleh karena itu aku sengaja menghidari jika adrian melihat mobil ini.
"Lhoo kok parkir disini ?", tanya bu anna.
"Ohh ya udah kalau gitu !", saut dari bu anna.
Aku dan bu anna pun segera menuju ke rumah dengan berjalan kaki, dan sesampainya di rumah bu anna. bu anna langsung masuk kedalam sambil berteriak memanggil-manggil adrian, di iringi aku yang berada di belakang bu anna. setelah membuka kamar adrian ternyata adrian sedang tertidur di kamarnya, lalu bu anna pun membangunkannya.
"Adrian... bangun.. bangun.. !", ucap dari bu anna dengan menggoyang-goyangkan tubuh adrian.
"Heeeee....... !", erang dari adrian.
"Buruan bangun, kamu gak kuliah apa.. ini kah ujian semester !", ucap dari bu anna.
"Iyaaaa.... bentar lagi !", ucap dari adrian.
"Buruan bangun... ada nathael tuh yang nunggu kamu !", ucap dari bu anna.
"Ngapain dia disini.. suruh pulang aja tuh anak !", ucap adrian sambil bermalas-malasan di tempat tidurnya.
"Buruan bangun... jam nya udah mepet nih, nanti telat kita ujiannya !", ucapku pada adrian.
"Ngapain seh lu... lu berangkat sendiri aja sono, gue juga bisa berangkat sendiri !", ucap dari adrian dengan nada kasar.
"Heh.. jangan gitu, di tunggu ama nathan tuh buat di ajak bareng !", ucap dari bu anna.
"Males bareng ama dia.. mending berangat sendiri aja !", ucap dari adrian.
"Yaa udah deh bu saya berangkat dulu aja.. nanti saya terlambat ujiannya !", ucapku pada bu anna.
"Aduh gimana ya.... yaa udah deh, maaf yaa nath !", ucap dari bu anna.
"Gak apa-apa kok bu !", ucapku pada bu anna.
"Ngapain seh minta maaf ama dia !", saut dari adrian.
"Udah sono lu pergi !", ucap adrian lagi padaku dengan kasarnya.
Seperti prediksiku dia bakal menolak ajakanku untuk berangkat ke kampus bareng, jadi aman deh tentang mobil tersebut. lalu aku pun pergi meninggalkan rumah bu anna dan segera berangkat ke kampus dengan mengendarai mobil dari tante bella, dengan tenang dan aman tanpa ada yang mencurigaiku.
13:35, Parkiran Kampus
Untung saja jalanan tidak semacet biasanya jadi aku bisa sampai di kampus tidak terlambat dan bisa untuk mengikuti ujian dengan tepat waktu. dengan mengendarai mobil tante bella aku pun segera memasuki parkiran kampus untuk memarkirkan mobil tersebut pada tempatnya, aku pun memilih tempat yang sedikit agak jauh dan terpencil sebab bahaya jika sampai adrian mengetahuiku membawa mobil ini.
Dan lagi-lagi aku sangat di untungkan dengan adanya kaca mobil yang gelap ini sehingga orang luar sangat kesulitan melihat siapa yang mengemudikan mobil ini. ku perhatikan sekelilingku dan setiap orang yang kulewati begitu antusias memperhatikan mobil yang ku kendarai ini, bakal jadi omongan jika sampai mereka tau kalau aku yang membawa mobil ini tapi biarkan saja toh mereka gak kenal siapa aku ini, karena aku sangat jarang bergaul dengan mahasiswa lainnya.
Lalu aku pun memilih sebuah ruang parkir yang tersedia di pojokan, disanalah aku akan memarkirkan mobil ku ini, di saat aku sedang memarkirkan ku lihat di belakangku sebuah mobil juga ingin parkir di sebelah mobilku, tapi kali ini aku sepertinya harus hati-hati karena mobil tersebut adalah mobil kepunyaan dari anggun.
Setelah aku parkirkan mobil ini aku sengaja tidak keluar dulu karena aku ingin anggun keluar dari mobilnya dulu dan segera pergi dari area parkir ini setelah itu baru aku akan keluar dari mobil ini. ku lihat anggun pun keluar dari mobilnya dan di ikuti oleh kedua teman wanitanya, tapi mereka bertiga bukannya pergi ke kelas setelah keluar dari mobil, malah asyik memperhatikan mobil yang ku tumpangi ini. aku pun di buat binggung bukan main karena ulahnya ini, tatapan mata anggun sangat berbeda dari biasanya dia begitu sangat detail memperhatikan mobil ini dengan pandangan yang begitu sangat curiga.
Waktu sudah menunjukan pukul 13:50 kurang 10 menit lagi ujianku akan segera di mulai, namun anggun masih saja berdiri di depan mobilnya sambil memperhatikan mobil yang ku tumpangi ini, jika aku tidak segera keluar dari mobil ini maka aku akan terlambat mengikuti ujian tapi jika keluar maka anggun akan mengetahuiku jika aku yang membawa mobil ini, dan jika seperti itu maka kecurigaan anggun kepadaku akan semakin besar.
Aku tidak tau apa yang sebenarnya dipikiran oleh anggun dan apa yang sedang dia rencana sebenarnya, kalau menurutku dia ingin sekali mengetahui latar belakangku karena omongan dari rektor waktu itu, dan satu lagi yang menarik dari analisaku adalah mungkin saja anggun pernah melihat mobil ini di bawa oleh mamanya karena mamanya ada hubungan dengan yohan. jika kedua analisa ku itu benar bisa di pastikan anggun akan sangat menaruh kecurigaannya kepadaku.
"Ahh... sudahlah lebih baik kita cari tau saja apa yang akan di lakukan anggun kalau mengetahui aku yang membawa mobil ini !", ucapku dalam hati.
Aku pun membuka pintu mobilku dan keluar dari mobil tersebut, ku lihat wajah anggun begitu nampak kaget sekali karena melihatku keluar dari mobil tersebut, tak hanya anggun tapi kedua temannya pun serasa tak percaya kalau aku yang keluar dari dalam mobil yang mereka amati dari tadi.
"Waahhh... mobilmu ?", tanya anggun seketika ekspresinya pun berubah drastis menjadi sangat kagum.
"Bukan !", ucapku pada anggun.
"Kok bisa kamu bawa ?", tanya anggun.
"Mobil dari temanku !", jawabku.
"Adrian !", saut anggun.
"Bukan !", ucapku lagi.
"Lalu temanmu yang mana lagi, kan temanmu di kampus ini cuma adrian doank ?", tanya anggun.
"Teman main di rumah !", jawabku dengan santainya.
"Kamu kenapa kok kaget banget begitu melihat aku membawa mobil ini ?", tanyaku pada anggun.
"Gak apa-apa... aku kira ini mobilmu makanya aku kaget banget !", jawab dari anggun.
"Gak lah.. mana mungkin aku bisa membeli mobil seperti ini !", ucapku pada anggun.
"Bener juga seh gak mungkinlah dia beli mobil ini, duit dari mana dia !", celetuk dari teman anggun.
"Mulut temenmu masih belum di servis yaa !", sautku pada anggun untuk menyindir temannya.
"Sudahlah lupa'in aja mereka ini !", ucap dari anggun.
"Yukk ke kelas bareng !", ajak anggun padaku.
"Yuukk... !", sautku.
Kulihat anggun memberikan kode dengan lirikan dari matanya kepada kedua temannya, lalu aku dan anggun pun melangkah pergi menuju ke kelas dan kedua teman anggun memilih untuk berpisah dengan kita, sepertinya kode tadi untuk mengusir hama-hama itu agar anggun bisa menjalankan rencananya dengan mulus tanpa adanya pengganggu. lebih baik kali ini aku harus berhati-hati dalam menjawab pertanyaan dari anggun karena bisa fatal akibatnya jika sampai aku salah menjawab.
"Siapa temanmu itu yang punya mobil itu ?", tanya dari anggun.
"Gina !", jawabku.
"Ohh.. cewek, cewekmu ?", tanya dari anggun.
"Bukan hanya teman saja, kenapa kepo banget seh gak kayak biasanya ?", tanyaku pada anggun dengan sedikit bercanda.
"Hehehe... bukan gitu, mobil itu kan mobil yang limited edition sangat jarang yang punya, makanya aku kaget banget tadi waktu kamu keluar dari mobil itu !", jawab dari anggun.
"Masa seh.. kurang tau aku kalau masalah mobil !", ucapku.
"Iya.. yang punya cuma beberapa orang doank, dan bisa di pasti'in lah kalau orang tersebut pasti kaya kayak temenmu itu !", ucap dari anggun lagi.
"Ohh... gitu yaa pantes kamu tadi gak mau pergi setelah kelaur dari mobil dan malah merhatiin mobil ku tadi !", ucapku.
"Penasaran banget soalnya pingin tau siapa pemilik mobil tersebut !", ucap dari anggun.
"Kamu tau banget yaa soal mobil ?", tanyaku pada anggun.
"Gak juga seh, kebetulan aja suka dengan model mobil tersebut !", jawab dari anggun.
"Ehh.. ngomong-ngomong temenmu beli dimana mobil tersebut ?", tanya anggun.
"Dimana ?", tanyaku balik untuk menekankan ucap kata dimana.
Ada yang aneh dengan pertanyaan dari anggun ini, kenapa di bilang beli dimana, bukannya dia sudah tau tentang mobil tersebut dan bahkan dia bilang kalau suka dengan modelnya, pastilah dia akan mencari info tentang mobil ini apa lagi mobil ini limited edition, mobil bmw pasti belinya di showroom bmw tapi karena limited kemungkinan besar belinya waktu pameran mobil disaat lounching mobil ini.
"Maksudku mobil ini belinya dulu waktu pameran apa beli second gitu dari orang lain !", terang anggun dengan muka tenang.
"Kurang tau, mungkin saja di pameran kan katamu ini mobil limited edition atau bisa uga second !", ucapku.
"Ohh.. gitu yaa !", ucap anggun.
"Ada apa seh, kamu mau beli mobil ini.. biar nanti aku bilangin ama temenku !?", tanyaku.
"Ohh gak kok.. cuma seneng aja lihat mobil idaman secara real begini !", ucap anggun.
"Yaa udah kalau gitu, aku masuk kelas dulu yaa, sudah telat ini !", ucapku pada anggun.
"Ok deh kalau gitu, good luck !", ucap dari anggun.
"Terima kasih !", sautku.
Aku pun berjalan menuju kekelasku tapi baru beberapa langkah saja tiba-tiba anggun berlari kearahku lagi dan memanggilku untuk menghentikan langkahku.
"Tunggu nath !", ucap dari anggun.
"Iya ada apa ?", tanyaku.
"Ehmm... nanti pulang dari kampus, aku boleh gak bareng ama kamu naek mobil itu !", pinta dari anggun.
"Penasaran banget pingin ngerasain naek mobil idamanku !", sautnya lagi.
Sialan.. apa lagi ini maksudnya, aku benar-benar tidak tau apa yang sedang anggun pikirkan dan rencanakan, sepertinya permintaannya kali ini benar-benar sangat aneh sekali. aku harus bagaimana ini, apa aku kabulkan saja permintaannya tapi jika maksud dia adalah untuk menyelidiki pemilik mobil ini bisa sangat berbahaya soalnya suami dari tante bella ada yohan si selingkuhan dari tante julia mama dari anggun.
"Apa mungkin anggun sudah tau tentang perselingkuhan mamanya dengan yohan !", ucapku dalam hati.
"Bagaimana nath ?", tanya anggun padaku.
"Ehmm... jangan lama-lama yaa, soalnya aku gak enak ama temanku !", ucapku.
"Makasih !", saut anggun dengan tersenyum manis padaku.