Unwanted Fate

Unwanted Fate
7. Persiapan Untuk Yang Terburuk



Reyga yang selesai menemani adiknya dikamar sampai tertidur keluar untuk menemui seluruh anggota dan Asep dihalaman belakang rumahnya.


melihat Reyga yang selesai membawa adiknya kekamar ibunya memanggil


"Rey, kesini sebentar"


"iya, ada apa Bu?"


"kalau mau santai dengan yang lainnya, setidaknya bawalah cemilan, didalam lemari ada cemilan"


"oh iya Bu, aku akan ambil"


"ibu mau tidur dulu , oh ya mereka nanti akan menginap? atau akan pergi lagi nak?"


"mereka kusuruh untuk menginap disini Bu"


"benarkah? baguslah kalau begitu"


selesai percakapan kecil antara ibu dan anak itu, Reyga kedapur untuk mengambil cemilan.


Sesampainya Reyga dihalaman belakang, Reyga sedikit terkejut dengan apa yang dia lihat, dia melihat Asep dan Tom sedang bertarung.


"hah, masalah apalagi kali ini" ucap batin Reyga sambil menghela nafas


Reyga menghampiri Greg sambil memberikan cemilan.


"tuan"


ucap Greg terkejut melihat Reyga yang ada disampingnya


"kenapa mereka bertarung Greg?"


"Maaf tuan, tetapi teman anda terpancing emosi karena Tom mengatakan sesuatu hal kepadanya"


"ini cemilan untuk kita bersantai disini, aku ingin memisahkan mereka dulu" ucap Reyga sambil memberikan cemilan kepada Greg.


perkelahian antara Tom dan Asep sudah jelas diungguli oleh Tom, namun stamina Asep juga tidak kalah


"seranganmu mudah terbaca, namun stamina mu cukup kuat ya" ucap Tom sembari menghindari serangan Asep


"aku tidak butuh pujianmu brengsek, tarik kembali ucapanmu terhadapku tadi" ucap Asep yang marah sambil melayangkan serangan


disaat pertarungan itu semakin sengit, Reyga langsung masuk ke tengah perkelahian itu dan menahan kedua serangan orang itu


"tuan?" ucap batin Tom melihat Reyga


"Rey kenapa kau menahanku?" tanya Asep yang masih tersulut amarah


"kalau Reyna sampai bangun karna ulah kalian, kalian berdua yang akan ku jadikan samsak tinjuku" ucap Reyga sembari menahan pukulan mereka berdua


"maafkan saya tuan, tetapi Teman anda dululah yang menyerang saya" pembelaan dari Tom


"hei bodoh, se idiot nya Asep, dia tidak asal melayangkan pukulan ke orang, apa yang kau bilang kepadanya sampai dia marah?"


"aku hanya memberikan beberapa peringatan tuan kepadanya untuk tidak melakukan hal-hal yang membuat tuan kesusahan, namun dia tidak terima dengan perkataan ku"


kplakkk....( reyga memukul kepala Tom )


"itu sama saja kau mengancamnya bodoh"


Asep memotong pembicaraan mereka lalu bertanya kepada Tom


"Tapi apa maksudmu dengan "kematianmu ketika kau mengkhianati tuanku" ha?, Apa kau pikir aku ini orang yang mudah berkhianat dengan teman baikku? aku tidak akan memaafkanmu jika kau tidak menarik kata-katamu"


Reyga langsung menghampiri Asep dan memegang pundaknya


"Asep, mungkin terdengar jahat, tapi aku tau maksud dari Tom, dan dia berkata seperti itu hanya karna ingin melindungi ku, tidak sembarang orang bisa dekat denganku, dan aku sudah pastikan bahwa kau orang yang baik, Tom hanya tidak bisa menggunakan bahasa yang baik dan benar"


"baiklah Rey , jika itu yang sebenarnya maka aku akan mempercayaimu seperti kau mempercayaiku" ucap Asep dengan nada yang tenang.


setelah kesalahpahaman ini selesai, Reyga meminta semua anggota dan Asep untuk duduk di kursi halaman belakang


(halaman belakang rumah Reyga memiliki meja dan kursi untuk bersantai)


sembari menuju ketempat duduk, Reyga menahan pundak Tom yang lewat disampingnya.


"Jangan kau ulangi lagi Tom, aku percaya kepada Asep, jadi percaya lah juga kepadanya" bisik Reyga kepada Tom


"Baik tuan"


Semua sudah keposisi duduk masing- masing, dan Reyga ingin mendiskusikan hal yang akan dia lakukan untuk kedepannya, namun Reyga hanya menjelaskan kepada Asep siapa dirinya dan siapa 7 anggota Akuma.


"Asep, aku sebenarnya adalah anak dari seorang tentara, ayahku meninggal karna kecelakaan, dan mereka ini dulu nya di asuh oleh ayahku, ayahku menemukan mereka bertujuh saat sedang bertugas di perbatasan negara, dan kini mereka mengabdikan hidupnya untuk keluargaku"


Reyga hanya menjelaskan hal yang umum tentang dirinya kepada Asep, namun Reyga tidak menjelaskan sedikitpun tentang balas dendamnya kepada Pemerintah, Reyga takut jika teman satu-satunya disekolah menjadi target dari pemerintah.


selesai Reyga menjelaskan kepada Asep tentang siapa dirinya, Asep meminta izin untuk pulang kepada Rey


"Rey , sepertinya aku sudah mengantuk, aku ingin pulang saja dan terimakasih karna telah memberi penjelasan kepadaku"


"Baiklah Sep, akan ku antar kau sampai kedepan pintu


sembari menemani nya berjalan, Asep berbicara kepada Reyga


"kau teman yang baik Rey, dan aku tidak akan mengkhianatimu"


"terimakasih Sep karna kau telah mempercayaiku"


kembali Reyga kehalaman belakang rumahnya dan sambil berkata kepada 7Anggota Akuma.


"Dari petunjuk yang kita dapat, masih belum bisa kita untuk menyerang "


Sam Anderson (anggota ke 2) bertanya kepada Reyga


" bukankah bukti yang dibawa Adelia itu cukup tuan?"


"kita harus siap dengan kondisi yang terburuk , aku tidak ingin orang-orang menjijikan itu terus berkuasa, petunjuk kita masih kurang untuk mencari siapa saja yang terlibat"


zzzz...zzzzz..zzzz (bunyi Hp Serena)


"Tuan Rey, aku mendapat pesan dari bawahanku, salah satu daftar nama yang terlibat dalam kasus ayah anda adalah orang penting di Sekolah anda tuan Rey"


Reyga menanggapi pernyataan dari Serena


"hmm, orang penting? siapa? kepala sekolah?"


"tidak tuan, dia adalah salah satu orang yang memberikan dana pembangunan untuk sekolah anda tuan, dia adalah Paul Resnakov"


"Resnakov?"


Reyga melirik kearah Hans (Pak Hamid)


"Hans, aku merasa tidak asing dengan nama Resnakov, apa kau tau?"


"Nama Resnakov adalah pemasok dana untuk sekolah anda tuan dan dia memiliki anak yang satu sekolah dengan anda tuan, yah mungkin bisa saya bilang dia salah satu pembully disekolah anda, namanya David Resnakov"


Reyga memikirkan bagaimana cara untuk membuka mulut orang yang terlibat dalam pembunuhan ayahnya.


"Baiklah, kita mulai dulu dengan orang ini (Paul Resnakov), gali sebanyak mungkin informasi dari dia dan jika dia tidak membuka mulutnya siksa saja, tapi jangan dibunuh"


"Baik tuan"


"baiklah kita sudahi saja, selain Greg, Sam dan Damian, yang lain beristirahatlah"


anggota Akuma lainnya meninggalkan Reyga dan 3 anggota teratas lainnya.


"baiklah, nampaknya tinggal informasi dari kalian yang belum kudengar"


Reyga terkejut, karena orang yang pertama kali maju untuk memberikan informasi adalah anggota ke 3 (Damian).


"hmm, bahkan waktu bersama ayahku pun, kau termasuk yang paling jarang berbicara"


ucap Reyga yg heran dengan Damian


"Aku hanya takut salah berbicara kepada anda dan ayah anda tuan, karena itu saya jarang mengungkapkan apa yang ingin saya bicarakan"


dengan hormat Damian kepada keluarganya Reyga.


"ah sudahlah, apa informasinya Damian?"


"tuan, aku telah mengumpulkan persenjataan dan orang-orang selama 3 tahun ini, dan mereka siap untuk mempertaruhkan hidup mereka demi keluarga anda tuan" ucap Damian sembari menundukkan kepala


"baiklah, apakah kau menemukan informasi terkait ayahku Damian ?"


"Tidak tuan, tapi aku menemukan hal yang lain"


"hmm, apa itu?"


"saya menemukan lebih banyak kejahatan pemerintah di Kota SBK, pembunuhan, narkoba, bahkan aparat disana juga sudah dibayar oleh Bos Narkoba disana"


"Kita akan membasmi mereka setelah selesai diKota SS"


"hanya itu yang saya punya sekarang tuan"


"baiklah, kau boleh pergi Damian"


"Terimakasih tuan" ucap Damian sambil mengundurkan diri


Tersisa Greg Xander dan Sam Anderson yang belum memberikan informasi


"Sam bagaimana denganmu?"


tanya Reyga kepada Sam


"apa yang dilakukan Damian, kurang lebih sama dengan apa yang aku lakukan, jadi aku hanya menemukan kejahatan di Kota yang aku tinggali tuan dan aku juga sudah mengumpulkan anggota tuan"


"hmm, berapa anggota? 1000? kalau segitu banyak juga ya"


"Tidak tuan, saya punya 10.000 anggota dalam kepemimpinan saya"


Reyga heran bagaiman dia bisa mengumpulkan orang sebanyak itu


"baiklah, kurasa cukup informasi darimu, kau boleh pergi sekarang Sam"


"Terimakasih Tuan"


Greg tersenyum kepada Reyga, sembari maju kesamping Reyga


"Yah aku merasa sedang berada disamping tuan Reynold sekarang" ucap Greg kepada Reyga


"aku tidaklah sama dengan ayahku Greg, bahkan aku tidak bisa tersenyum dengan tulus seperti dia"


"tidak tuanku, anda benar-benar mirip seperti dia, dalam hal melindungi orang yang dia sayangi"


"benarkah?"


"iya tuan, namun mungkin cara nya saja yang berbeda"


"apa kau tidak suka dengan caraku Greg?


Greg yang menjawab dengan santai berkata


"tuan Reynold menyelamatkanku yang hampir mati tuan, jadi jika dengan cara ini aku bisa membalas kebaikan beliau, maka dengan menjadi penjahat pun aku siap, namun sampai kapanpun aku tak akan bisa membalas kebaikannya"


Reyga menanggapi jawaban dari Greg


"Ha? Penjahat? Kapan aku memerintahkan kalian untuk menjadi penjahat?, disini aku lah yang memberikan perintah, jadi aku lah yang menentukan kalian menjadi baik atau jahat"


mendengar jawaban tersebut, Greg teringat dengan perkataan Ayahnya Reyga (Reynold) yang mengatakan hal yang sama kepada Greg saat Ayahnya Reyga menemukan Greg yang sedang kelaparan dan dibawa ke Tenda pasukannya


Greg muda " kenapa kau menyelamatkanku, jika kau menyelamatkanku maka kau akan terhambat"


Reynold " ha? terserahku untuk menyelematkan mu, disini aku lah yang berkuasa jadi aku yang menentukan menyelamatkanmu atau tidak"


"anda benar-benar mirip seperti ayah anda tuan"


ucap Greg yang terharu dengan kemiripan Reyga dengan ayahnya