
"Hei Tom, kenapa Rey di panggil ke ruang kepala sekolah? " tanya Asep kepada Tom
"Tanya saja pada tuan Rey jika dia kembali"
"Dasar manusia setengah celana olahraga"
Ucap Asep mengejek Tom.
Berpindah ke ruangan kepala sekolah.
"aku penasaran kenapa tuan Paul ingin turun langsung dalam masalah ini, apakah karna dia berani terhadap putra anda tuan? " tanya Kepala sekolah
"tidak, aku hanya ingin melihat siapa yang memukul wajah anakku" jawab Paul Resnakov
"knock.... Knock... Knock.... " suara ketukan pintu
"Silahkan Masuk" ucap Kepala Sekolah
Reyga membuka pintu dan masuk ke ruangan kepala sekolah, terlihat wajah yang penuh dendam dari David yang melihat kearah Reyga.
"Silahkan duduk Reyga"
"terimakasih pak"
kepala sekolah pun langsung memberikan pertanyaan kepada Reyga.
"baiklah Reyga, kau pasti tahu kenapa kau dipanggil kesini bukan? "
"tidak pak, saya tidak tahu kenapa saya dipanggil, apakah saya membuat suatu kesalahan"
Mendengar pertanyaan dari Reyga, David begitu marah dan menggenggam kepalan tangannya.
Saat kepala sekolah ingin menjelaskan alasan Reyga dipanggil ke ruangan kepala sekolah, David langsung memukul meja dan berdiri.
"oi, jangan berlagak polos, kenapa kau tidak mengakui saja kesalahanmu, dan jika kau tidak mau, aku bisa saja meladeni mu lagi"
Mendengar perkataan dari David, ayahnya (Paul Resnakov) langsung melihat kearah David dengan tatapan yang menusuk
"lebih baik kau tenang dulu nak David" ucap kepala sekolah.
"jadi alasan kau dipanggil kesini karna perkelahian yang kau lakukan kepada siswa yang tidak bersalah" ucap Kepala sekolah kepada Reyga
"oh masalah itu, apakah ada yang salah pak jika saya membela diri saya sendiri? " tanya Reyga
"membela diri itu wajar, tapi kenapa kau memukuli siswa yang ingin melerai perkelahian kalian berdua? "
Reyga yang mendengar pernyataan kepala sekolah seperti seseorang yang telah disuap.
"Mereka tidak melerai saya pak, justru mereka ingin memukul saya juga"
"jangan memutar balikan fakta Reyga, bapak telah mendengar beberapa kesaksian dari siswa bahwa kau lah yang memulai perkelahian dan menantang David"
Reyga tersenyum setelah mendengar pernyataan dari kepala sekolah.
"oh, jadi itu lah yang bapak dengar dari orang lain ya, hahahaha" ucap Reyga
Mendengar perkataan dari Reyga, ayahnya David (Paul Resnakov) yang berdiri didepan jendela berbalik dan melihat kearah Reyga.
"hei bocah, kenapa kau tertawa? apakah kejadian ini terlihat lucu dimata mu? " tanya Paul Resnakov
"maaf, anda siapa ya? apakah anda satpam baru disekolah ini? " tanya Reyga
Kepala sekolah dan David terkejut mendengar perkataan Reyga
"kau tidak sopan sekali ya, apakah kau tidak tau beliau ini siapa? Dia adalah Paul Resnakov, pemilik perusahaan Hotel Resnakov, Hotel terbesar dan memiliki bintang 5 yang terkenal sampai keseluruh provinsi ini dan beliau ini adalah donatur terbesar sekolah kita"
mendengar perkataan Kepala sekolah membuat Reyga menguap
"terus? Kenapa dia disini pak? Kenapa hanya David yang didatangkan wali nya dan saya tidak? "
mendengar pertanyaan Reyga, David langsung membalas dengan hinaan.
"kau kan tidak punya Ayah, jadi kau tidak perlu memanggil siapapun"
Reyga sedikit kesal mendengar itu, tapi Reyga hanya membalas dengan santai
"wah, setidaknya aku tidak menyeret orang tua ku ketika ada masalah, kau kan masih hidup di pantat ayahmu, jadi wajar saja ketika ada yang memukulmu kau akan mengadu kepada ayahmu"
Paul yang mendengar jawaban Reyga langsung menghampiri Reyga dengan tatapan yang mengintimidasi dan terlihat wajah David yang marah dengan jawaban Reyga.
"kau sudah tau siapa diriku dan kau masih terlihat santai saja ya, kau belum menjawab pertanyaan ku tadi, apa yang lucu dari kejadian yang menimpa anakku ini?"
Reyga juga berdiri dan menghadap ke arah Paul Resnakov
"sudah pasti lucu bukan, aku yang menjadi korban, kenapa aku diperlakukan seperti pelaku, dan kenapa juga aku harus menerima ucapan seseorang yang telah disuap karna mencari informasi tentang diriku? "
Kepala sekolah yang mendengar ucapan Reyga tidak terima dan berdiri sembari meninggilan suara.
"Kurang ajar kau Reyga, berani nya kau mengatakan bahwa aku telah disuap"
"ya pak, saya memang kurang ajar, kurang bapak ajari bagaimana menghasilkan uang dari suap, hahahaha"
Paul menyuruh diam kepala sekolah hanya dengan melihatnya.
"kau cukup berani ya bocah"
"tentu saja aku berani, manusia rendahan seperti kalian tidak perlu aku takuti, dengar ya tuan Hotel yang tidak punya sendal jepit gratis, ancaman dari seseorang sepertimu tidaklah berguna, jika hanya kau orang yang berpengaruh di provinsi ini, maka aku juga punya".
" oh ya? orang sepertimu punya orang yang berpengaruh di provinsi ini? Hahahah, aku penasaran siapa orang itu"
Disaat keadaan mulai memanas antara Reyga dan Paul Resnakov, telepon Reyga berdering dan Reyga menangkat telepon itu
"ya, masuk lah"
Orang yang dipanggil Reyga pun memasuki ruangan kepala sekolah, dan Paul terkejut siapa yang datang.
"kenapa dia disini? " ucap batin Paul yang sedikit merasa takut.