
Para pembully yang kesakitan akibat perkelahian melawan Reyga langsung mundur tanpa mendengarkan perkataan dari David.
"woi mau kemana kalian?" ucap David
"kau sudah kalah David, kenapa kau tidak pergi saja dari sini" ucap Asep
"aku belum kalah"
Fariz Tom langsung berjalan menuju hadapan David.
"enyahlah, sebelum kau akan terluka lebih dari ini"
David tidak menerima kekalahannya , namun dia tau bahwa yang bersama Reyga adalah orang berbahaya dan dia langsung meninggalkan gedung sekolah,
tapi David tidak tahu bahwa orang yang lebih berbahaya itu adalah Reyga sendiri.
"huh, hampir saja, terimakasih ya Asep, Tom, aku tidak tahu nanti jadi apa dia kalau kalian tidak menahan ku tadi" ucap Reyga
Asep yang penasaran langsung melontarkan pertanyaan kepada Reyga
"Rey, bagaimana kau bisa bertarung seperti itu? aku melihat kau menggunakan lebih dari satu bela diri saat pertarungan mu tadi, Taekwondo, Karate, Boxing, dan aku sempat melihat kau menggunakan Aikido"
"Yah, aku sudah mempelajari itu waktu aku SMP, dan aku tidak suka menggunakannya untuk hal yang sepele" ucap Reyga dengan santai
Asep pun mengingat perkataan dari Fariz Tom
"oh ya Rey, aku dengar Fariz Tom tidak pernah menang melawanku"
Reyga langsung menatap Fariz
"oi Tom"
Fariz langsung menundukkan kepalanya
"maaf tuan, Rasya Septian sangat penasaran dengan anda, jadi saya hanya mendeskripsikan seberapa kuat anda"
Reyga langsung mengajak mereka untuk pulang
" sudah lah, mari pulang, aku lapar"
"tidak, sebelum kau jelaskan terlebih dahulu sebelumnya, apa apaan itu tadi, aku bahkan tidak berkedip ketika melihat pertarunganmu"
"nanti saja dirumahku, dan jangan beritahu ibu ku tentang ini"
"aku akan menagih janjimu Rey"
....
Saat menuju gerbang sekolah, Reyga melihat Sam yang sedang bersandar di Mobil nya.
" oi Sam, apa kau menunggu ku disini?" tanya Reyga
"benar tuan, karna pekerjaan saya telah selesai, jadi saya langsung menjemput tuan sesuai jam pulang anda, tapi sepertinya saya yang kecepatan datang"
"tidak, kami lah yang terlambat pulang, karna tadi ada sedikit urusan"
"oh baiklah tuan"
"hei sep, kerumahku saja dulu untuk makan, setelah selesai baru pulang"
Asep langsung gembira mendengar ajakan dari Reyga.
"hehe kau tau saja kalau aku sedang lapar Rey"
mereka langsung masuk kemobil dan menuju kerumah Reyga.
Saat dalam perjalanan, Sam melihat tangan Reyga yang memar dari kaca mobilnya.
"hmm, ya aku baik, kenapa Sam?"
"tidak tuan, hanya saja tangan anda penuh dengan memar"
"oh ini, ini karena..."
Asep langsung memotong pembicaraan
"Sam, harusnya kau melihat Rey bertarung tadi, dia melawan 20 orang pembully sendirian, tadi nya aku ingin membantu, tapi dilarang Rey"
"Tuan Rey bertarung?" ucap batin Sam
"oh, nampaknya tuan baik-baik saja"
"oi sep, saat aku bicara jangan kau potong" ucap Reyga
"tentu saja aku baik- baik saja, sekelompok anak nakal tidak bisa melukai ku".
.........
Sesampai nya dikediaman Reyga, Sam meminta agar Reyga dan Asep masuk terlebih dahulu.
"Tuan masuklah terlebih dahulu, saya akan menyusul"
"baiklah, ayo sep"
Reyga dan Asep masuk kerumah, Sam langsung mengajak Fariz berbincang terkait apa yang dikatakan Asep didalam mobil.
"Tom, apa benar yang dikatakan teman tuan?"
"benar Sam, tuan ada sedikit perkelahian disekolah tadi"
"bagaimana dengan tuan? apa emosi nya keluar?"
"hampir keluar, karna anak dari Paul Resnakov (David) mengancam keluarga Tuan, tapi aku menahannya"
"bagaiman dengan pertarungannya?"
"maksudmu Sam?"
"apa dia masih sama dengan 3 tahun lalu?"
"aku tidak bisa menilainya Sam"
"kenapa?"
"kau ingat saat 3 tahun lalu ketika emosi tuan tidak terkendali? apakah kita 7 anggota Akuma nya tuan bisa menahannya?"
"yah, aku tidak ingin itu terulang lagi, tuan begitu kuat, bahkan di umur yang masih muda, dia bisa mengimbangi anggota Elit Ayahnya sendiri"
"yang jelas, tuan lebih tenang sekarang, kecuali ada pemicu nya, tapi aku harap emosi yang dia miliki bisa dia kendalikan, aku tidak ingin melihat dia menderita seperti dulu"
"Bagaiman bisa tangan tuan begitu memar? apakah dia melawan 5 orang bersenjata sekaligus?"
"tidak Sam, dia melawan 20 orang menggunakan senjata sendirian"
"ya untuk sekelas anak nakal mungkin jumlahnya masih terlalu sedikit bagi tuan, hahahah"
"kita bertujuh saja pernah babak belur oleh tuan"
"baiklah Tom, mari kita masuk, tuan mungkin menunggu kita"
.....