
"10!"
Asep terkejut dengan jawaban dari Reyga yang mempelajari banyak bela diri.
"hmm bagian mana yang membuatmu terkejut? " tanya Reyga
"YA SEMUA TENTANG DIRIMU LAH BRENGSEK"
"hei jangan bicara seperti itu, nanti didengar Reyna, kalau sampai dia mengikuti cara bicaramu, rusak nanti adikku"
"apakah kau memang maniak bela diri Rey"
"tidak"
"yang kudengar, Ayahmu hanya mengajari 3 bela diri kepadamu"
"iya itu benar"
"terus, bagaimana dengan bela diri lainnya, kapan kau mempelajarinya, apa kau mempunyai guru sebelumnya? "
Asep yang sangat penasaran melontarkan banyak pertanyaan kepada Reyga
"tenanglah Sep, satu-satu kalau mau bertanya"
"baiklah, kapan kau mempelajari bela diri selain 3 yang diajari oleh Ayahmu"
"Ayahku pernah mengatakan banyak sekali seni bela diri didunia ini, jadi jika aku merasa bela diri yang Ayahku ajarkan kepadaku kurang efektif dalam pertempuran, maka sebaiknya aku mencari sendiri bela diri yang bisa mengcounter bela diri yang lainnya"
"jadi siapa yang mengajarimu bela diri yang lainnya? "
"aku hanya melihat dari video dan aku langsung mempraktekannya"
"wow, kau memang seorang maniak bela diri Rey"
"terserahmu kau ingin bilang apa Sep".
Percakapan kecil itu pun berakhir ketika Reyna datang.
" Kakak hebat sekali"
"hebat?, apa yang hebat Reyna"
"tadi aku memperhatikan kakak dari jauh, kakak keren sekali saat menghindari pukulan dari kak Damian"
"heh, Reyna melihat kakak?"
"hmm (menganggukan kepala), kakak keren sekali"
"terima kasih ya sayang, tapi Reyna tidak boleh meniru kakak ya, itu berbahaya"
"tapi Reyna ingin kaya kakak, Reyna takut diganggu orang yang badannya besar"
Seketika Reyga dan 7 Akuma lainnya terkejut dengan perkataan Reyna
"diganggu? Reyna diganggu siapa? " tanya Reyga
"kemarin Reyna melihat ada anak kelas lainnya diganggu oleh orang yang besar saat pulang sekolah, jadi Reyna takut kalau diganggu orang itu"
Reyga terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Reyna.
"Reyna tidak perlu takut, nanti kalau ada yang menganggu Reyna, bilang aja ya ke kakak, atau bilang ke 7 orang yang ada disini, dan kalau Raisya (adiknya Asep) diganggu juga langsung bilang ke kakak juga ya".
"Reynaaa" Ibunya memanggil
"iya buuu" Reyna langsung menghampiri ibu nya.
Asep yang telah lama dirumah Reyga pun langsung berpamitan.
"Rey, aku pulang dulu, sudah sore dan aku masih punya banyak pertanyaan kepadamu"
" iya-iya ,hati-hati Sep"
........
Reyga langsung duduk di tanah dan sambil memikirkan perkataannya Reyna.
Greg yang menghampiri Reyga langsung bertanya
"apa perintahmu tuan? "
"Greg, perintahkan anggotamu untuk mengawasi daerah sekolah dasar yang ada di Kota SS, jika anggota mu kurang, maka ajak anggota elit Damian bersamamu"
"siap tuan"
"dan awasi pergerakan orang-orang yang mencurigakan disekitar daerah sekolah, dan cari tahu apa motif mereka, anggota siapa mereka"
"siap tuan"
"jika mereka anak buah dari Petinggi Ego, maka bawa mereka hidup-hidup, biar aku yang mengintrogasi mereka".
Reyga langsung membubarkan 7 Akuma untuk beristirahat setelah selesai sparing.
Serena bertanya sesuatu sambil berjalan disamping Reyga.
"tuan"
"hmm? Kenapa Serena? "
"kenapa tuan tidak mengatakan sebenarnya kepada teman tuan tadi? "
"ha? Bukannya sudah kukasi tahu ya? "
"ya dari yang kudengar sebagian benar, tapi saat bagian siapa yang mengajari tuan bela diri selain yang diajarkan Ayah tuan, bukankah itu.... "
"dia tidak perlu tau bagian yang lain Serena, karna Asep hanya orang yang polos dan mudah percaya kepadaku"
"aku kagum dengan perkembangan tuan, bahkan dalam 3 tahun sudah lebih dari 10 bela diri tuan pelajari"
"aku mempelajari nya bukan karna aku ingin, tapi ini keadaan yang memaksaku untuk mempelajari nya, bagaimana jika orang-orang yg membunuh Ayahku muncul dan mengincar kami"
"ya identitas keluarga tuan sudah dihapus, selama tuan dan nyonya Emma tidak menggunakan nama belakang keluarga anda, pasti mereka tidak bisa mencari keberadaan keluarga tuan Reynold"
"bagaimana kabar keluarga ibu ku? Apa mereka mencari kami?"
"Keluarga ibu tuan aman, dan seperti biasa mereka selalu mencari kalian, tapi mereka belum ada kemajuan"
"Serena, besok kau pergilah kerumah keluarga ibu ku, katakan kami masih hidup dan kami tinggal di Kota SS, tetapi jangan mencari kami demi keselamatan mereka, dan satu hal lagi jangan pernah menyebut nama belakang kami, sampai kan kepada Kakekku, sudah lama sekali aku membiarkan mereka bersedih"
"baik tuan"
"sekalian belikan oleh-oleh untuk Reyna"
Serena tertawa kecil
"hmm, baik tuan"