Unwanted Fate

Unwanted Fate
6. Merayakan Kehilangan III



suasana yang membahagiakan bagi Nyonya Emma ketika melihat orang-orang terdekat suaminya yang telah lama menghilang berkumpul kembali dan membuat Nyonya Emma sedikit terharu


"kenapa ibu menangis? apakah makanan itu pedas?" tanya Reyna yang polos kepada ibunya


"ah tidak sayang, mata ibu hanya dimasuki serangga" ucap Nyonya Emma sambil tersenyum


dimeja makan itu sangat penuh dengan kebahagiaan sehingga membuat Reyga tak berhenti tersenyum melihat suasana yang ramai itu.


"ibu, aku sudah selesai makannya, aku ingin ke atas dulu ya, dan kalian bertujuh bantu ibuku membereskan meja makan dan pastikan bersih, kalian sudah kumasakan dan kalian yang harus membereskannya"


"baik tuan" ucap ke tujuh Akuma


"Asep juga, bantu ibuku ya"


"hei Rey, bahkan tidak perlu kau suruh juga akan kulakukan itu"


"haha, iya iya"


setelah selesai makan, mereka membantu nyonya Emma membereskan meja makan.


ketika Nyonya Emma sedang mencuci piring, tiba-tiba Serena datang


"Nyonya, izinkan aku membantu mencuci piring"


"ah baiklah Serena"


"Serena" nyonya Emma memanggil


"iya nyonya?"


"kemana saja kalian selama ini?"


"maaf nyonya, aku tidak bisa memberitahu nyonya, yang pasti setelah kepergian Tuan Reynold, kami bertujuh memutuskan untuk berpisah sementara"


"lalu? bagaiman kalian bisa tiba-tiba berkumpul seperti sekarang"


"karna tuan Rey nyonya, dia lah yang memanggil kami"


"bagaimana bisa Rey memanggil kalian? apa dia punya kontak kalian?"


"hehe mungkin seperti itu Nyonya"


"kenapa Rey tidak memberitahuku ya?"


"mungkin Tuan Rey ingin memberikan kejutan kepada nyonya"


"kalau memang itu kenyataannya, aku sangat senang dan bahagia, terimakasih karna kalian telah datang"


Disaat Nyonya Emma dan Serena sedang berbincang, dari belakang Adelia langsung memeluk Nyonya Emma


"Nyonya ku yang cantik" ucap Adelia dengan manja


"kenapa? pasti kau ada maunya kan?"


ucap nyonya Emma


"wah, bahkan setelah beberapa tahun pu Nyonya masih sama, tapi itu yang ku suka dari Nyonya" Ucap Adelia sambil memeluk nyonya


"Kalian juga, sudah dewasa semua"


"Nyonya, apakah tuan Rey sudah punya Kekasih?"


tanya Adelia kepada Nyonya Emma


Serena yang mendengar pertanyaan itu pun terkejut dan penasaran dengan jawaban dari Nyonya Emma


"Ha? Kekasih? bahkan aku tak pernah melihat dia berinteraksi dengan wanita lain, dia hanya memilik teman yang duduk bersama kalian (Asep), bahkan aku takut dengan masa depannya bagaimana semenjak dia kehilangan Ayahnya" ucap Nyonya Emma


"Jadi, bagaimana tipe menantu yang Nyonya inginkan?"


Serena langsung memotong pertanyaannya Adelia


" hei Adel, cukup dengan pertanyaan mu itu"


"tidak apa-apa Serena , kapan lagi kita berbincang- bincang seperti ini" ucap Nyonya Emma sambil tersenyum


"hmm ciri-cirinya ya, tidak ada yang spesifik sih, cuma harus setia saja pada Reyga" ucap Nyonya Emma


"Kenapa kalian bertanya seperti itu? apakah ada wanita diluar sana yang menanyakan Rey?"


Seketika bunyi retak dalam hati Adelia dan Serena


"Apakah kami tak dianggap wanita oleh nyonya disini?" ucap batin Adelia dan Serena.


Reyga yang sedang dikamar atas pun bersin


" Hchhhh, kenapa dingin sekali malam ini"


Reyga turun dari kamar atas nya dan berbicara kepada mereka yang ada dibawah


"apa kalian sudah selesai semuanya?" tanya Reyga kepada 7 anggota Akuma


"Sudah tuan"


"baiklah yang pertama adalah..."


Reyga langsung menggendong adik nya


"kau harus tidur Putri kecil" ucap Reyga kepada adiknya (Reyna)


"aaaa, aku masih ingin main dengan Kak Asep"


"lanjut besok ya, kan sudah larut ini, besok Paman Sam dan Serena akan mengajak Reyna jalan-jalan pakai mobil" ucap Reyga yang mukanya sedang diacak acak Reyna


"janji ya"


"Sam , Serena" Reyga memanggil mereka berdua


"Besok aku akan membawamu jalan-jalan Tuan putri dan Serena akan ikut"


"Terima kasih paman" ucap Reyna kepada Sam


"Aku masih 23 loh Tuan putri"


"Setelah aku mengantar Reyna kekamar, berkumpul lah dihalaman belakang rumah, dan Asep, ikut mereka juga , aku akan menyusul"


Reyga mengantar Reyna kekamar tidurnya


"kak"


"iya sayang, kenapa?"


"aku senang lihat kakak tersenyum"


"kenapa ? suka senyum kakak?"


"hmmm, senyum kakak yang paling manis"


"sudah-sudah jangan bikin kakakmu ini malu, tidur lah"


Sembari mengelus kepala Reyna, Reyga membayangkan bagaiman jika Reyna dan ibunya ditemuka oleh pemerintah, bagaimana jika mereka menjadi target pemerintah, bagaimana jika mereka menjadi korban selanjutnya


"selama kakakmu ini masih hidup, kupastikan masa depan mu baik-baik saja dan akan ku lindungi kalian, meski aku harus menjadi penjahat sekalipun" ucap batin Reyga sembari mencium pipi Reyna