
Reyga adalah seorang anak yang hidup di Kota SS bersama dengan Ibu nya Emma dan adik perempuannya Reyna, mereka hidup dengan Damai sampai sesuatu masalah datang kekehidupan keluarga ini.
Ayah Reyga adalah seorang tentara yang menjaga keamanan di Kota SS, namun Ayahnya Gugur saat para tentara Kota SS diserang oleh orang-orang yang di bayar oleh pemerintah Kota SS, karena Ayah Reyga tidak sengaja menemukan bukti-bukti kejahatan pemerintah Kota SS.
Reyga mengetahui penyebab kematian ayahnya karena sebelum ayahnya meninggal ia menuliskan surat yang berisi tentang bagaimana dia menjadi target pembunuhan oleh pemerintah, di akhir surat Ayah Reyga berpesan kepada Reyga untuk menjaga Adik dan Ibunya dan sebisa mungkin menjauh dari hal-hal yang berbau pemerintah, demi keamanan dia dan keluarganya dan Ayahnya berpesan untuk tidak menggunakan nama belakang mereka.
namun Reyga tidak terima semua ini, dan Reyga berjanji kepada dirinya sendiri untuk membalas semua perbuatan pemerintah yang dia rasakan selama ini.
Awal masuk SMA SS, Reyga masih dikenal anak yang pendiam, tak pandai membuka pembicaraan kepada orang lain.
bahkan dia hanya menjawab jika dia ditanya guru saat disekolah, tidak ada respon terhadap orang lain dan sekitarnya.
Rasya Septian atau biasa di panggil Asep, adalah teman pertama nya yang berani mendekatinya disaat siswa-siswi lain tidak peduli dengan kehadirannya dikelas.
Perawakan yang aneh, tingkah yang konyol dan menyebalkan, berisik dan selalu menjadi beban ketika belajar.
tapi dia orang yang ceria, tulus dalam berteman, walau agak bodoh tapi dia memiliki wajah yang rupawan.
semakin lama Reyga mendengar ocehannya semakin dia terbiasa dengan kehadirannya, sampai sekarang.
saat Reyga dikelas sering sekali menjadi bahan pembicaraan siswa-siswi lain.
"lihatlah Reyga, kalian disini apakah ada yang pernah berteman dengan dia? atau mungkin ada yang pernah berbicara dengan dia?"
ucap wanita random dikelas yang tak Reyga ketahui namanya
"aku emang pernah satu SMP dengan dia, dia termasuk murid pindahan, tapi aku tak pernah tau dia berasal dari mana"
"ya mungkin dia emang enaknya sendiri, ya seperti halnya kehidupan Introvert yang cukup dengan hayalan fantasinya" mereka menertawakan Reyga
Pembicaraan mereka sama sekali tidak mempengaruhi Reyga, karna dia tau prinsip berteman mereka itu hanyalah Saling Memanfaatkan.
Asep yang mendengar pembicaraan anak kelas tersebut seketika memberikan respon yang tak terduga
"hei kalian, bagaimana kalau aku membicarakan prilaku kalian didepan orang tua kalian? apakah kalian akan sanggup mendengarkannya? atau kalian bangga dengan cara kalian membicarakan orang lain ? jika itu mau kalian aku bisa saja memasang muka tebalku untuk memberi tahu apa saja keburukan kalian disekolah sekalipun aku hanya membual kepada orang tua kalian"
Ucap Asep dengan raut wajah marah yang jidatnya mengkerut
Seketika rombongan pembuat gosip pun langsung bubar hanya karna perkataan Asep
"Tak kusangka, kata-kata itu keluar dari mulutmu Asep, kupikir kau bodoh, ternyata kau gak hanya bodoh ya" ucap Reyga sambil tertawa kecil
"ya aku gak mau sampai melihat kau buat tanda lebam Dimata mereka Rey, lebih baik ku bubarkan saja, ingat ya aku menyelamatkan mereka darimu"
Ucap Asep sambil tertawa.
Ting.....Ting.....Ting...... (bunyi bel sekolah)
"sudah jam pelajaran, balik kebangku mu sana bodoh" ucap Reyga sambil mendorong Asep
tuk...tuk...tuk...tuk...tuk (langkah kaki guru)
Pak Hamid, guru bahasa Inggris datang kekelas yang diikuti dengan murid pindahan dibelakangnya.
"anak-anak hari ini Bapak akan memperkenalkan murid baru, ya bukan baru juga sih namanya, murid pindahan dari SMA SBS, ayo perkenalkan diri kamu" ucap pak Hamid
"namaku Fariz Tom"
seketika suasana menjadi hening dikarenakan mereka yang ada didalam kelas kaget dengan nama anak pindahan tersebut.
Ya hanya 2 orang yang tidak perduli dengan nama anak itu, Reyga dan Asep
"Silahkan cari kursi yang kosong untuk tempat dudukmu Fariz, kalau gak ada kursi kosong, ya bapak gak perduli cari aja kursi nya"
Pak Hamid emang sedikit menyebalkan sebagai guru tapi dia sangat senang bercanda
Dalam langkah Fariz menuju ke tempat duduknya, seketika siswa-siswi lain terdiam dan keringat yang bercucuran karna takut dengan murid pindahan itu.
karna posisi duduknya Fariz diantara Reyga dan Asep, Siswa pindahan ini pun bertanya kepada Reyga..
"apakah ada yang duduk disini?"
"aku akan menjawab mu jika kau seorang yang buta, tapi kelihatannya kau memiliki mata yang sehat, apakah aku harus menjawab pertanyaan mu itu?" sahut Reyga karna merasa terganggu dengan Fariz Tom.
"Baiklah" sahut Fariz Tom menjawab Reyga
"Baik anak-anak semuanya yang bukan anak saya, buka buku bahasa Inggris kalian"
jam pelajaran dimulai.........
"Baiklah, jam pelajaran sudah selesai, tugas yang bapak berikan Minggu depan dikumpulkan"
"Asep kalau kamu sampai lupa, akan ku berikan kau tugas tambahan" ucap Pak Hamid yang pasti sudah yakin bahwa Asep gak bakal mengerjakan tugas
setelah jam pelajaran selesai tak ada satupun yg berani untuk sekedar bertanya kepada murid pindahan, hanya satu orang yang berani memanggil namanya Fariz dengan sebutan yang agak aneh.
"oi Atom, bisakah kau membuat ekspresi yang tidak menyebalkan, aku sangat terganggu dengan ekspresi wajahmu yang seakan menantangku"
ucap Reyga yang sedang duduk disampingnya
seketika Seluruh siswa termasuk Asep terkejut dengan perkataan anak tersebut, seorang anak yang sangat jarang berbicara kecuali dengan 1 temannya.
"kau ingin aku berekspresi seperti apa?"
balasan dari Fariz
"Tersenyumlah, tersenyum seperti orang bodoh yang ada di sampingmu"
suasana menjadi semakin tegang didalam kelas karena ulah seorang anak pendiam.
dan yang lebih mengejutkan adalah balasan dari Murid pindahan tersebut, Fariz menghampiri Reyga dan menundukkan kepalanya sampai 90°
"Maaf kalau tatapanku seperti mengintimidasi"
Bahkan Asep yang bodoh ini sempat berfikir hal yang harusnya tidak dia fikirkan
"siapa sebenarnya dia, bahkan berandal yang tak akan tunduk dengan siapapun bisa menurut bahkan meminta maaf dengan Rey"
saat pulang sekolah Reyga dan Asep pulang bersama, dan Reyga hanya diam sambil berjalan tanpa mengatakan apapun.
"WOI"
teriak Asep didekat telinga Reyga
dengan reflek Reyga memukul Asep karna kaget
"kenapa kau sering melakukan hal yg konyol Sep"
ucap Reyga dengan wajah kesal
"lagian kau hanya diam tanpa menjelaskan apapun tentang kejadian murid pindahan itu"
Ucap Asep sambil memegang pipi nya yang dipukul oleh Reyga
"dasar bodoh, apa yang ingin kau dengar?, bukankah perkataan ku tidak ada yang salah terhadap murid pindahan itu"
ucap Reyga dengan wajah datar nya
dengan wajah heran Asep berkata
"wah, aku rasa kau yang bodoh Reyga"